ORANG KE 3

ORANG KE 3
pertengkaran


__ADS_3

malampun tiba seli dan suaminya bersantai diruangan sambil menonton film bersama.


"sayang...."brayen membelai lembut rambut istrinya.


"ada apa mas.."jawab seli lembut.


"kapan kamu akan berhenti bekerja sayang."tanya brayen kepada istrinya.


selipun terdiam seribu bahasa karna tidak bisa menjawab pertanyaan dari suaminya.


"kenapa diam..?kenapa tidak dijawab..?."tanya brayen lagi.


"mas seli belum bisa berhenti sekarang.seli masih ingin bekerja."jawab seli


"kenapa kamu tidak mau berhenti..?apa selama ini yang mas kasih keseli kurang.sampai kamu masih ingin bekerja terus."jawab brayen yang sedikit mulai emosi hatinya.


"bukan begitu mas. semua yang mas kasih itu lebih dari cukup buat seli."balas seli


"trus kenapa sayang. "tanya brayen.


"hanya saja seli masih menikmati pekerjaan seli saat ini. mumpung seli masih bisa kerja mas. nanti kalau seli sudah tidak bisa kerja seli akan berhenti dengan sendirinya mas. "jawab seli dengan percaya diri.


"kenapa harus tunggu kamu tidak bisa bekerja seli. aku ini suami mu,sudah tanggung jawab ku menafkahi mu sayang."ucap brayen bicara sedikit lembut kepada istrinya.


"ia mas aku tahu itu. itu memang kewajiban mas brayen. tapi tolong ijinkan seli bekerja sampai semampu delia mas.. "seli mengatupkan kedua tangannya memohon kepada suami.


membuat brayen tidak tega melihat istrinya memohon. brayen langsung melemah seketika.


"ok ok sayang. aku akan ijinkan kamu tetap bekerja. tapi kalau sampai ada apa apa saya tidak mau tau ia. kamu harus berhenti dari pekerjaan mu. "ucap brayen tegas.


"Apa kamu mengerti.."


"ia mas seli janji.seli bakal jaga kepercayaan mas. "ucap seli meyakinkan suaminya.


"tapi ada syaratnya.. "kata brayen yang akan meminta sesuatu kepada istrinya.


"syarat mas.. "


"ia syarat. kalau kamu memang masih mau bekerja. "

__ADS_1


"apa syaratnya mas.. "


"syaratnya mudah saja kok. cukup satu saja."dengan santainya brayen berkata.


"ia mas apa itu. "tanya seli tersenyum.


"anak.. "kata brayen.


"anak mas. "tanya seli yang sedikit tidak percaya.


"ia anak,saya menginginkan seorang anak sayang. anak yang lucu,imut,cantik,seperti bundanya bila itu perempuan. Dan apabila itu laki laki dia harus tampan seperti ayahnya.bagaimana itu sangat mudahkan. "pinta brayen yang sangt senang.


karna dari setelah menikah sampai saat ini mereka belum dikaruniai seorang anak. brayen sangat ingun mempunyai anak.


terkadang dia iri melihat teman temannya yang bisa bermain bersama anak anak mereka. sedangkan brayen hanya bisa melihat saja.


"kenapa diam sayang. kamu bisa kan menjalankan syaratnya. "tanya brayen karna heran melihat istrinya terdiam.


"tapi mas seli belum siap punya anak.makanya seli masih ingin bekerja.


"maksud kamu apa seli. apa kamu tidak ingin punya anak dari saya. "tanya brayen yang hatinya mulai memanas.


"terus apa lagi.sudah jelas sel dari maksud perkataan mu tadi.terus kita menikah ini untuk apa sel"brayen menjadi emosi.


"mas bukan begitu seli pasti akan memberikan mas anak tapi bukan sekarang, karna seli masih ingin fokus sama pekerjaan seli. "seli memegang tangan suaminya berusaha untuk menenangkan brayen.


"sudahlah dek mas males bahas soal ini lagi sepertinya percuma. kamu hanya mementingkan pekerjaanmu dibanding rumah tangga kita. terserah kamu saja. "brayen langsung berbalik badan.


karna rasa tidak semangat mendengar ucapan istrinya membuat dia lemas seketika.


"mas maafkan seli. seli tidak bermaksud seperti itu bener mas.seli...."ucapan seli dipotong oleh brayen yang merasa muak dengan kata kata istrinya.


"cukup sudah tidak perlu dibicarakan lagi. aku cape mau istirahat. "brayen pergi meninggalkan istrinya sendiri yang masih duduk di sofa.


"mas tunggu maafin seli mas.. "seli masih mencoba bicara tapi tidak dihiraukan oleh brayen.


"mas brayen... "


"kenapa jadi seperti ini sih. apa aku terlalu egois sehingga lebih memilih pekerjaanku daripada kebahagiaan suamiku. "seli merasa bersalah.

__ADS_1


"mas maafin seli.. "sel menangis tertunduk di tempat duduknya. karna menyesal dengan jawaban yang dia berikan kepada suaminya.


brayen pun didalam kamar terbaring ditempat tidurnya sambil melamun memikirkan pertengkaran barusan kepada istrinya.


"apa aku terlalu egois sehingga memaksa seli untuk memberikan ku seorang anak."


"aku tidak salahkan meminta seorang anak, karna aku sangat menginginkannya.Pernikahan kita sudah cukup lama walaupun tidak terlalu lama. tapi kebahagiaan kami akan bertambah bila ada anak yang bisa membuat hari hari kami senang dan bahagia. "ucap brayen.


"tapi kenapa seli membuat ku sangat kecewa. "


"owh kepalaku terasa pusing memikirkan permasalahan ini. lebih baik aku istirahat saja biar fikiranku bisa tenang. "brayen merasa lelah.


tidak lama kemudian seli menyusul brayen kedalam kamar karna merasakan ngantuk dan lelah setelah bertengkar dengan suaminya.


"apa mas brayen sudah tidur ia. "seli masih berdiri didepan pintu kamar hendak membukanya.


seli membuka pintunya dan melihat suaminya ternyata sedang tidur.


selipun masuk dengan perlahan lahan dan segera membersihkan tubuhnya dan mengganti pakaiannya untuk segera beristiraht.


naiklah seli keatas tempat tidur dan memperhatikan tubuh suaminya yang membelakanginya.


seli mendekati suaminya dan memeluknya dari belakang lalu seli menciumi pipi suaminya sambil berkata. "mas seli minta maaf.seli janji akan memberikan mas keturunan yang mas inginkan. "


seli kembali keposisinya karna merasa sangat mengantuk seli memejamkan matanya agar segera tertidur.


disatu sisi brayen yang memang masih belum bisa memejamkan matanya karna sewaktu dia mau berusaha tidur dia mendengar pintu terbuka.dia tahu bahawa istrinya yang masuk. jadi brayen berpura pura untuk tidur.


Dan Brayen mendengarkan semua ucapan dan pergerakan istrinya kepadanya.


brapa menit kemudian karna merasa istrinya sudah terlelap oleh tidurnya.


Brayenpun bangun dan berbalik melihat istrinya


"maafkan mas ia dek sudah terlalu memaksakan kehendak mas. padahal kamu belum siap. mas akan menunggu, mas akan belajar bersabar lagi menghadpai kemauan mu. selamat tidur sayang. "ucap brayen dalam hati, mencium kening istrinya dan menyelimuti tubuh istrinya.


Dan Brayen kembali tidur karna malam yang semakin larut membuat brayen akhirnya bisa mengantuk.


Dan akhirnya dia bisa tertidur pulas.

__ADS_1


__ADS_2