ORANG KE 3

ORANG KE 3
ORANG KE TIGA EPISODE 52


__ADS_3

ORANG KE TIGA EPISODE 52


Maya di periksa oleh Dokter. Dokter mengatakan Maya sedang depresi dan tertekan. Dokter kemudian mengatakan agar Maya tetap tenang agar kandungan nya tidak terganggu. Mendengar itu keluarga Maya sangat khawatir dengan kondisi Maya.


"Maya, Aku kan sudah katakan kepadamu kau tidak boleh seperti ini jika kau seperti ini sesuatu akan terjadi sekali lagi kau jangan seperti ini Maya." Ucap Bram kepada Maya.


"Dokter apakah kandungan Maya akan baik-baik saja? Aku khawatir Sesuatu akan terjadi." Tanya Rani kepada Dokter.


"Saya akan memberikan vitamin dan penguat janin untuk Maya agar bayi bisa bertahan. Jika tidak kemungkinan besar dia harus dilahirkan saat ini juga. Ini Vitamin buat Maya dan harus diminum." Ucap Dokter kepada Rani.


"Terima kasih ya dokter kami akan menjaga Maya dengan baik apalagi kondisinya saat ini sedang drop belum bisa menerima kenyataan." Ucap Tommy kepada Dokter.


Dokter kemudian memberikan obat kepada keluarga Maya agar Maya bisa mempertahankan kandungannya. Setelah mendapatkan obat tersebut Maya kemudian pulang ke rumah di samping itu Bram menyarankan Maya ke rumah orang tuanya saja. Namun Maya tidak mau dan menolak pulang ke rumah kedua orang tuanya.


"Aku mau ke rumah di mana suamiku tinggal aku yakin, dia masih hidup dan dia pasti akan kembali aku akan menunggunya sampai kapanpun itu." Ucap Maya kepada Bram.


"Mama, Om Papa pasti masih hidup, Nayla juga yakin Mama..." Ucap Nayla kepada Maya.


"Kak Maya..." Ucap Kartika kepada Maya.


"Maya, kau harus sabar dalam menghadapi semua ini karena semua ini adalah ujian dalam hidup dan aku yakin semua akan berakhir dengan bahagia." Ucap Raya kepada Maya.


"Semua akan berakhir bahagia dan Mas Arya akan segera kembali dan mengatakan bahwa dia sedang menunggu bayi kembarnya. Dia akan datang di saat anak itu lahir dan menemaniku saat melahirkan nanti." Ucap Maya kepada Raya.


"Ya sudah ayo kita kembali ke sana." Ucap Tommy kepada Maya.


Keluarga Buana kemudian meninggalkan rumah sakit untuk kembali ke rumah keluarga Reynaldi.


******


Di rumah keluarga Reynaldi, Diana mengatakan kepada semua orang jika Arya belum juga ditemukan dan dinyatakan meninggal maka Maya harus pergi dari rumah ini, akan tetapi bayinya akan diambil oleh Diana. Reno tidak menyukai perkataan Diana dan mengatakan bahwa Diana sangat keterlaluan dan egois.


"Mama egois lalu bagaimana dengan Maya? Maya sudah merebut semuanya dari Mama. Dia mengambil Arya bahkan sekarang, Arya sudah pergi dan tidak kembali lagi ke rumah itu semua karena Maya." Ucap Diana kepada Reno.


"Ma, itu semua bukan karena Maya tapi itu adalah takdir yang harus kita terima dan kita harus ikhlas menerimanya. Mama jangan menyalahkan Maya karena ini semua karena Maya tidak salah apa-apa Maya juga sedih dan kecewa, putus asa karena Arya tidak ditemukan sampai sekarang ini. Lalu kenapa Mama menyalahkan Maya atas apa yang terjadi kepada Arya?" Tanya Reno kepada Diana.


"Karena Maya tidak menghalangi Arya untuk pergi! Karena Maya membiarkan Arya pergi ke Amerika meskipun Papa yang memintanya, Maya membiarkan Arya pergi sehingga hal ini terjadi dan itu semua karena Maya! Sekarang coba lihat apa yang terjadi? Setelah sesuatu terjadi kepada Arya, Maya pergi bersama Bram ke rumah sakit padahal dia sedang hamil dan juga Arya belum ditemukan sama sekali! Apakah itu adalah dinamakan istrinya setia yang mencintai suaminya? Tidak! Maya itu hanya memikirkan diri sendiri maka dari itu dia pergi bersama Bram ke rumah sakit!" Bentak Diana kepada Reno.


"Ma, Maya tadi pingsan maka dari itu Bram menolong Maya dan keluarganya untuk ke rumah sakit! Jadi ini semua bukan salah nya Maya. Mama jangan menyalahkan Maya karena Maya tidak salah apa-apa." Ucap Reno kepada Diana.


"Terus saja Papa membela nya maka dari itu dia akan tetap seperti itu!" Teriak Diana kepada Reno dan kemudian langsung ke kamar.


"Pa... Sudahlah..." Ucap Nada kepada Reno.


Maya Kemudian datang bersama keluarganya. Reno khawatir Maya mendengar semuanya namun Reno mengatakan bahwa semua akan baik-baik saja. Maya kemudian mengatakan kepada Reno bahwa dia juga baik-baik saja.


"Maya, kau jangan khawatir apapun yang dikatakan Mama itu hanya kekesalannya saja. Karena Arya belum saja kembali kau tau kan bagaimana Mama, kau pasti mengerti Maya." Ucap Reno kepada Maya.


"Iya Pa, aku mengerti Papa jangan khawatir tentang itu dan aku yakin Arya masih hidup dan akan kembali ke rumah ini." Ucap Maya kepada Reno.


"Kita berdoa saja semoga Arya segera kembali ke rumah dengan selamat apapun Yang terjadi dan Semoga semua berakhir dengan kebahagiaan." Ucap Reno kepada Maya.


"Maya, Kau harus jaga kandunganmu dengan baik jangan sampai kau seperti ini lagi dan depresi itu akan membuat kehamilanmu terganggu istirahatlah dan masuk ke kamar." Ucap Rani kepada Maya.


"Ayo Kak Maya kita ke kamar kakak harus istirahat tidak boleh depresi ataupun stress karena itu akan mengganggu kehamilan kakak." Ucap Nada kepada Maya.


"Syukurlah Maya baik-baik saja dan kita semua terlihat senang. Maya kau harus banyak istirahat dan jangan stress jika tidak itu akan mengganggu kehamilan mu." Ucap Fandy kepada Maya.


"Kak Maya, ayo kita ke kamar kami akan antar Kakak ke kamar untuk istirahat." Ucap Kartika sambil membawa Maya ke kamarnya.

__ADS_1


"Syukur lah Maya baik-baik saja aku khawatir Sesuatu terjadi kepadanya." Ucap Raya kepada semua orang.


"Jadi Apa kata dokter tentang Maya? Tanya Reno kepada Tommy.


"Dokter bilang Maya depresi dan tertekan sehingga mengganggu kandungan Maya jadi kita harus menjaga kandungan Maya karena ini demi kesehatannya. Dokter sudah memberikan obat penguat janin dan vitamin untuk Maya akan diminumnya setiap setelah makan." Ucap Tommy kepada Reno.


"Ya Tuhan... Semoga kak Maya baik-baik saja. Aku sangat khawatir dengan kondisinya tadi apalagi dia sedang hamil anak kembar. Semoga saja bayi nya juga tidak apa-apa apalagi anak itu adalah harapan kak Arya memiliki anak kembar." Ucap Nada kepada semua orang.


Semua keluarga sangat khawatir dengan kondisi Maya dan mereka juga sangat khawatir dengan apa yang terjadi kepada Arya. Mereka berharap Arya secepatnya ditemukan dengan keadaan selamat dan baik-baik saja itu adalah harapan terakhir dari mereka.


******


1 Minggu Kemudian


Setelah satu minggu berlalu seluruh keluarga berharap Arya baik-baik saja dan sudah ditemukan dengan keadaan selamat. Tim SAR Kemudian datang tanpa Arya dan memberikan kabar kepada seluruh keluarga yang sudah terkumpul di rumah keluarga Reynaldi.


"Bagaimana anak saya Pak apakah sudah ditemukan dalam keadaan apapun saya ingin anak saya itu ditemukan itu saja." Tanya Reno kepada Tim SAR.


"Pak Reno..." Ucap Bodyguard kepada Reno.


"Pak Reno... Kami minta maaf kepada anda dan keluarga karena kami tidak menemukan Arya sama sekali. Jadi kemungkinan besar Arya sudah tenggelam di dasar laut dan meninggal di makan binatang buas." Ucapan Tim SAR membuat semua kaget mendengarnya.


"Ini tidak mungkin! Arya masih hidup dan aku sangat yakin itu! Kalian pasti tidak bisa menemukannya dengan baik! Bagaimana mungkin Arya meninggal Arya masih hidup hatiku berkata hati yang masih hidup!" Teriak Diana kepada semua orang.


"Tidak! Itu tidak mungkin! Mas Arya pasti masih hidup! Hatiku berkata Mas Arya masih hidup! Apa buktinya Mas Arya meninggal! Apa kalian bisa membuktikan nya! Mas Arya itu masih hidup! Aku sangat yakin itu Mas Arya masih hidup! Apa kalian mengerti!" Teriak Maya kepada semua orang.


"Kak Arya... Kak Arya tidak mungkin meninggal, Kak Arya... Kak Arya... Tidak! Ini tidak mungkin! Bagaimana aku bisa terima ini! Kak Arya...! Teriak Nada kepada semua orang.


"Om Papa..." Ucap Nayla sambil menangis di pelukan Bram.


"Om Arya tidak mungkin meninggal... Om Arya akan kembali... Om Arya sudah janji sama Sonia akan kembali dan bawa oleh-oleh buat Sonia." Ucap Sonia sambil menangis di pelukan Kamila.


"Sabar ya sayang... Ya Tuhan..." Ucap Kamila sambil peluk Sonia.


"Pak Reno kami mengerti perasaan Pak Reno dan keluarga. Tapi ini adalah hasil pencarian terakhir kami dan kami sama sekali tidak menemukan Arya anak Pak Reno. Kemungkinan besar Arya sudah hanyut di dasar laut dan meninggal dimakan binatang buas. Jadi maafkan kami dengan terpaksa kami harus menghentikan pencarian ini karena kami sudah mencarinya selama dua minggu ini." Ucapan Tim SAR dan Bodyguard membuat semua orang kaget mendengarnya.


Maya dengan Diana kemudian pingsan setelah mendengar perkataan dari tim SAR dan juga Bodyguard. Semua kaget mendengar perkataan pingsan dan juga Bodyguard. Reno meminta Bodyguard untuk bersiap-siap karena akan berangkat ke Bandung dan meminta yang lainnya untuk mengumpulkan bunga untuk disebarkan ke laut sebagai bentuk keikhlasan Reno dengan kepergian Arya.


"Kak Arya... Tidak! Kak Arya belum meninggal! Tidaaaak! Kak Aryaaa!" Teriak Nada sambil menangis dan peluk Fandy.


"Nada sabar ya... Kau harus Ikhlas... Ini memang berat tapi ini kenyataan Nada..." Ucap Fandy sambil peluk Nada.


Semua menangis dan berpikir bahwa Arya telah meninggal. Diana dengan Maya pun sadar kemudian mereka langsung berangkat ke Bandung untuk mengikhlaskan kepergian Arya


******


Seluruh keluarga berangkat ke Bandung untuk menaburkan bunga di laut tempat kejadian dan mencoba untuk mengikhlaskan kepergian Arya.


"Arya... Maafkan Papa, karena Papa belum bisa menjadi Papa yang baik buat kamu. Papa tidak bisa menjadi yang terbaik dan menjadi orang yang kamu banggakan selama ini. Jika seandainya Papa tau ini terjadi Papa tidak akan membiarkanmu pergi ke Amerika." Ucap Reno dalam hati.


"Arya belum meninggal... Hati ku berkata Arya belum meninggal." Ucap Diana sambil menangis.


"Tante Diana, Tante sabar ya... Aku sangat tau bagaimana perasaan Tante apalagi Tante adalah Mama nya Arya." Ucap Raya sambil peluk Diana.


"Mas Arya tidak akan meninggalkan ku, Mas Arya sudah janji tidak akan meninggalkan ku sendirian. Jadi aku yakin Mas Arya belum meninggal..." Ucap Maya sambil menangis di pelukan Rani.


Semua keluarga pun berjalan dalam perjalanan untuk menuju Bandung dalam waktu tiga jam perjalanan.


******

__ADS_1


Di Amerika


Sementara itu Amerika Mahesa telah gagal mendapatkan proyek kerjasama dengan perusahaan di Amerika yang seharusnya menjadi milik Arya. Karena perusahaan tersebut sudah diambil alih oleh orang lain dan masih bekerja sama dengan perusahaan milik Reno. Dikarenakan Arya kabarkan meninggal maka perusahaan tersebut tetap masih bekerja sama dengan perusahaan milik Reno.


"Sial! Kenapa bisa jadi seperti ini? Harusnya kita mendapatkan perusahaan tersebut! Lalu kenapa mereka masih bekerja sama! Padahal Arya tidak datang ke Amerika dan sudah dikabarkan meninggal! Apa artinya masih hidup atau bagaimana? Ini sangat keterlaluan mereka benar-benar sangat keterlaluan!" Ucap Mahesa dengan perasaan emosi dan kesal.


"Selanjutnya Apa rencana kita sekarang ini rencana kita sudah gagal untuk mendapatkan perusahaan yang harus nya menjadi milik kita." Tanya Bodyguard kepada Mahesa.


"Hari ini kita tidak bisa berbuat apa-apa karena kita tidak bisa melakukan apapun lagi karena rencana kita gagal. Tapi kita harus pastikan apa yang terjadi dan mengapa itu bisa terjadi. Kita harus cari tau dan pastikan semua nya kemudian kita akan buat rencana baru untuk membuat keluarga Reynaldi menderita. Kita juga akan membuat perhitungan kepada mereka agar perusahaan itu menjadi milik kita." Jawab Mahesa kepada Bodyguard.


Mahesa dan Bodyguard sangat kesal karena gagal mendapatkan apa yang mereka inginkan. Mahesa kemudian membuat rencana baru dan yakin bahwa kali ini rencananya akan berhasil.


******


Di Indonesia


Setelah sampai ke Bandung seluruh keluarga ke tempat kejadian tersebut. Setelah sampai ke sana seluruh keluarga hanya mengenang Arya dan mencoba untuk mengikhlaskan Arya namun berbeda dengan Maya dan Diana. Maya dan Diana menganggap bahwa Arya masih hidup dan mengatakan bahwa Arya belum meninggal namun mereka semua hanya terdiam dan menaburkan bunga di laut sebagai tanda ikhlas atas kepergian Arya.


"Arya... Papa Ikhlas jika Arya ingin pergi, tapi Papa berharap ini hanya mimpi buruk. Karena Papa belum bisa untuk kehilanganmu. Papa berharap kau segera kembali meskipun harapan itu sia-sia. Papa sangat menyayangimu Arya dan selamanya akan seperti itu dan itu tidak akan pernah berubah sampai kapanpun bahagialah di sana." Ucap Reno dalam hati sambil taburkan bunga dan usap air mata nya.


"Mas Reno... Arya tidak meninggal... Arya masih hidup... Arya bilang kepada Mama bahwa Arya akan kembali dia akan kembali menemui kita dan dia mengatakan bahwa dia akan kembali bersama kita. Mas Reno... Arya belum meninggal aku tidak bisa terima semua ini! Mas Reno... Katakan kepadaku Arya belum meninggal! Katakan Mas Reno!" Teriak Diana sambil menangis di pelukan Reno.


"Kita harus Ikhlas Ma, ini sudah jalannya Papa juga tidak ingin kehilangan Arya dan sangat berat untuk melepaskan Arya. Tapi mau bagaimanapun juga itu semua tidak akan merubah apapun Arya sudah pergi meninggalkan kita." Ucap Reno sambil menangis dan peluk Diana.


"Arya... Mama sayang sama kamu nak, Mama tidak ingin kehilanganmu, tapi kamu sudah pergi tinggalkan Mama. Mama berharap ini hanya mimpi, Mama berharap kau akan kembali karena hati Mama berkata kau masih hidup dan akan kembali. Arya... Jangan tinggalkan Mama... Seperti kakak mu yang pergi meninggalkan Mama sejak kalian lahir ke dunia ini. Aryaaa... Mama sayang sama kamu Arya sampai kapanpun akan selamanya begitu Aryaaa..." Teriak Diana sambil menangis di pelukan Reno dan pingsan.


"Mas Aryaaa... Ini gak mungkin... Aku tidak bisa terima semua ini... Mas Arya tidak mungkin meninggal! Mas Arya masih hidup! Hatiku berkata Mas Arya masih hidup! Apa kalian semua mengerti! Mas Aryaaa..." Teriak Maya sambil menangis.


"Maya tenanglah dulu kau tidak boleh seperti ini kau ingat apa kata dokter kau harus tenang." Ucap Rani sambil peluk Maya.


"Bagaimana aku bisa tenang Ma! Mereka bilang Mas Arya sudah meninggal padahal, Mas Arya masih hidup! Aku sangat yakin itu Ma! Mas Arya masih hidup! Mas Arya akan kembali! Mas Arya akan kembali! Aku sangat yakin Mas Arya masih hidup dan akan kembali! Kalian tidak bisa mengatakan Mas Arya meninggal! Aku tidak bisa terima semua ini! Mas Arya masih hidup! Mas Arya akan kembali! Kalian paham itu semua! Mas Aryaaa...! Mas Arya sudah janji tidak akan pernah meninggalkan aku! Jadi aku yakin Mas Arya masih hidup dan akan kembali! Mas Aryaaa..." Teriak Maya sambil menangis dan pingsan di pelukan Rani.


"Kak Arya... Ini tidak mungkin..." Ucap Nada sambil menangis di pelukan Fandy.


"Arya... Aku harap ini hanya mimpi buruk... Tapi ternyata... Ini tidak mungkin... Aryaaa..." Ucap Raya sambil menangis di pelukan Bram.


Semua keluarga menangis sambil menaburkan bunga ke laut dan mereka berpikir bahwa mereka harus mengikhlaskan kepergian Arya yang mereka anggap meninggal tenggelam di laut. Setelah menaburkan bunga dan merenung serta mengingat kebersamaan bersama Arya mereka pun pulang ke Jakarta dan ke rumah masing-masing.


******


Sementara itu di rumah sakit ada seorang laki-laki sedang terbaring di rumah sakit dalam keadaan terluka. Laki-laki tersebut masih dalam keadaan koma dan belum sadarkan diri.


"Bagaimana dokter? Kapan dia akan sadar? Ucap seseorang kepada Dokter.


"Saya tidak tau Bu, kita doakan saja yang terbaik buatnya. Dia mengalami koma karena luka yang begitu dalam diakibatkan benturan dan lebih lagi dia tenggelam dan beruntung dapat ditemukan di pantai." Ucap Dokter kepada seseorang.


"Iya dokter saya sangat beruntung bertemu dengannya di sebuah pantai dan akhirnya saya membawanya kemari. Sudah dua minggu dia berada di rumah sakit ini dan aku harap dia secepatnya sadar dan itu adalah harapan terbesarku." Ucap seseorang kepada Dokter.


Orang tersebut hanya melihat laki-laki yang terbaring koma tersebut sambil tersenyum kepadanya.


******


1 Bulan Kemudian


Setelah satu bulan berlalu di rumah Keluarga Reynaldi. Diana dengan Maya masih belum bisa terima kematian Arya mereka masih menganggap bahwa Arya masih hidup. Diana dengan Maya makin depresi hingga akhirnya Diana menyalahkan Maya atas kepergian Arya. Maya kemudian di usir oleh Diana dan menganggap Maya adalah penyebab dari semua ini.


"Pergi kau dari sini Maya! Karena kau Arya pergi dan tidak pernah kembali! Kau harusnya bersyukur aku bisa terima kamu sebagai menantu di rumah ini! Tapi apa? Kau malah biarkan Arya pergi! Pergi kau dari rumah ini Maya!" Teriak Diana kepada Maya sambil menangis.


"Mama... Arya belum meninggal, Maya yakin itu Ma... Arya akan kembali ke rumah kita Ma, akan kembali Ma." Ucap Maya sambil menangis.

__ADS_1


"Sudah cukup! Aku muak dengan kebohongan mu! Arya tidak kembali paham itu Maya! Dan semua ini karena salah mu! Karena kau biarkan Arya pergi! Pergi kau dari sini Maya! Pergi!" Teriak Diana sambil usir Maya dan dorong Maya hingga keluar dan menutup pintu rumah dan kemudian menangis.


#BERSAMBUNG


__ADS_2