ORANG KE 3

ORANG KE 3
kepolosan kawan seli


__ADS_3

makan malam pun selesai.teman teman seli juga akan segera pulang kerumah mereka masing masing.


"seli kami pulang ia. terima kasih makan malamnya. "ucap dinda mewakili teman temannya.


"lain kali kita makan malam disini lagi ia mbak seli. "ucap dinda polos.


"mulutmu lili gag bisa memang ia di jaga. sembarangan saja kalau bicara. "ucap linda.


"kenapa sih mbak din ada yang salah dengan mulut lili dan kenapa mulut lili harus dijaga kan tidak kemana mana."ucap lili


"duh cape ia ngomong sama anak kecil ini tidak ngerti ngerti dikasih tahu. "ucap dinda.


"apa sih mbak din, kan lili cuma bicara apa adanya. "ucap lili.


"sudah sudah kalian ini berdebat saja.yang ada kita tidak pulang pulang. "ucap linda.


"ia kalian mau berapa lama lagi debatnya. kalau masih panjang lebih baik cari tempat lain ia jangan disinu. karna saya dan suami saya mau istirahat. "ucap seli tersenyum melihat tingkah laku teman sekantornya.


"okok sel. kami mengerti. kita juga mau pulang kok. silahkan dilanjut mumpung kalian cuma berdua dirumah. tidak ada lili yang mengganggy. ok"ucap dinda.


"kenapa lagi lili. kan lili tidak mengganggu mbak. "ucap lili yang langsung ditarik oleh teman temannya pergi meninggalkan rumah seli.


"makasih ia mas brayen dan seli makan malamnya. bye bye. "mereka pun pergi.


seli dan brayen hanya tersenyum saja melihat kepergian teman temannya yang sangat riuh dirumahnya


baru berapa jam saja dirumah seli dan brayen mereka sudah seperti orang yang jualan dipasar sangat ribut.


tapi itu membuat seli dan brayen merasa terhibur dengan kehadiran mereka.

__ADS_1


"sepi sudah mas. tidak ada yang ribut lagi. "ucap seli.


"ia sayang sedikit menghibur kedatangan mereka. "ucap brayen


sambil merangkul istrinya masuk kedalam rumah.


"mereka seperti badut ia mas.yang bisa menghibur. "ucap seli.


"ia bukanlah dek. hanya saja mereka lucu dengan kepolosan mereka. "ucap brayen.


"kalau tiap hari begitu bagaimana mas. "tanya seli.


"jangan juga dek. yang ada entar mas bisa gila melihat teman sekantormu yang bucin itu. "ucap brayen bercanda.


"begitu memang mereka mas. mereka kagum melihat mas. karna dikantor tidak ada pria setampan mas brayen. "dengan manja seli memeluk suaminya.


"yang bener sayang. bagaimana kalau mereka semua menyukai mas. "ucap brayen.


"tenang saja sayang. hati mas cuma buat seli seorang kesayangan mas. "brayen memeluk mesra istrinya.


brayen begitu mencintai dan menyayangi istri. karna begitu banyak rintangan untuk mendapatkan istrinya.


samapai sekarang pun brayen masih merasa tidak tenang bila berada jauh dengan seli.


apalagi bila seli berada dikantor membuat hati brayen gelisah dengan teman sekantor seli yang bernama aldo.


karna brayen merasa lain dengan tatapan aldo bila menatap seli.


brayen merasa kalau aldo memendam perasaan terhadap istrinya.

__ADS_1


bagaimana brayen tidak merasa takut. karna istrinya sangat begitu menarik dimata setiap pria.


dengan parasnya yang bisa dibilang sempurna sebagai wanita.


"sudah malam sebaiknya kita sekarang tidur saja. "ucap brayen.


"ia mas seli juga sudah mengantuk. hooaaammm. "seli menguap merasakan ngantuk.


"mau langsung tidur sayang. "ucap brayen.


"iaialah mas. kan tadi mas bilang sebaiknya kita tidur sekarang. "ucap seli.


"apa tidak sebaiknya melakukan rutinitas malam sayang. "brayen sedikit menggoda.


"ih mas ini ia. kan tadi sudah. seli cape mas mau tidur ngantuk nih. "ucap seli.


"mas belum cape sayang. "ucap brayen menggoda.


"besok besok saja ia mas. seli janji deh. "ucap seli karna dia merasa tubuhnya sangat lelah.


brayen menarik nafasnya. dia juga tidak bisa memaksakan istrinya apabila sedang lelah. walaupun brayen sangat mengingikan istrinya.


"ok deh sayang. tapi janjikan.harus ditepati ia. "ucap brayen.


"ia sayang. "ucap seli.


"dobel ia sayang. "canda brayen.


"iiihhh mas ia.. "ucap seli kesal pada suaminya yang selalu menggoda.

__ADS_1


brayen hanya tertawa dan menggendong tubuh istrinya masuk kedalam kamar.


merekapun segera beristirahat.


__ADS_2