ORANG KE 3

ORANG KE 3
ORANG KE TIGA EPISODE 84


__ADS_3

ORANG KE TIGA EPISODE 84


Seseorang datang dan tiba-tiba menghentikan acara ulang tahun Nayla. Orang tersebut menghentikan acara ulang tahun Nayla secara tiba-tiba dan membuat semua kaget melihatnya.


"Reno, kau tidak bilang ke Mama kalau cicit Mama ulang tahun, jadi Mama bisa datang lebih awal." Ucapan Syafira membuat semua kaget mendengarnya.


"Reno, mana cucu Papa dan istrinya serta anak-anaknya? Kenapa diam saja kayak patung?" Tanya Reza kepada Reno.


"Ya Tuhan... Papa dan Mama tiba-tiba datang dan tidak kasih kabar, seharusnya kasih kabar dulu biar nanti kami jemput. Nah kebetulan di ulang tahunnya Nayla pas Mama dan Papa datang, Reno punya kejutan buat kalian. Arka, Arya kemari... Ma, Pa... Akhirnya aku dengan Diana sudah menemukan saudara kembar nya Arya. Dia adalah Arka kakak kembarnya Arya yang kita pikir sudah meninggal dan ternyata masih hidup. Arka, ini Oma dan Opa kamu, salam mereka nak." Ucap Reno dengan perasaan bahagia.


"Ya Tuhan... Ini sungguh keajaiban... Ternyata cucu ku kembar? Sini Oma peluk... Selama tiga puluh lima tahun akhirnya..." Ucap Syafira sambil peluk dan cium kening Arka.


"Ya Tuhan... Cucu ku ternyata masih hidup, ini benar-benar keajaiban dan kejutan yang luar biasa." Ucap Reza sambil peluk Arka.


"Oma, Opa... Arka sangat merindukan kalian... Ini adalah yang pertama kalinya Arka bisa peluk kalian." Ucap Arka sambil peluk Syafira dan Reza.


"Reno, terimakasih sayang kamu buat Mama dan Papa bahagia." Ucap Syafira sambil peluk Reno.


"Reno, sekarang dimana cucu dan menantu mu? Papa dan Mama belum pernah bertemu dengan mereka." Ucapan Reza membuat semua kaget mendengarnya.


"Oma, Opa ini Ria istriku dan anak-anakku. Umairah dan Deni serta yang masih bayi bernama Mutiara. Ria ayo kemari ajak anak-anak Dan salam Oma dan Opa." Ucap Arka kepada Ria.


"Oma... Opa..." Ucap Ria sambil salam Syafira dan Reza.


"Dan ini adalah anak-anakku ayo anak-anak salam Eyang kalian." Ucap Arka kepada Umairah dan Deni.


"Eyang ..." Ucap Umairah dan Deni sambil salam Syafira dan Reza.


"Anak-anak kalian memang sangat baik dan sopan begitu juga dengan istri kamu Arka sangat elegan, Oma dan Opa sangat senang sekali." Ucap Syafira kepada Arka.


"Arya, perkenalkan Maya kepada Oma dan Opa kamu." Ucap Diana kepada Arya.


"Maya, perkenalkan ini adalah Oma dan Opa. Oma, Opa ini Maya dia adalah istriku." Ucap Arya kepada Syafira dan Reza.


"Oma... Opa..." Ucap Maya sambil salam Syafira dan Reza.


"Arya anak-anak kamu mana, perkenalkan sama kami." Ucap Reza kepada Arya.


"Tapi jangan panggil Nayla ya Om Arya dia itu bukan keluarga kita." Ucapan Umairah membuat semua kaget mendengarnya.


"Umairah, Sssttt nggak baik ngomong seperti itu." Ucap Ria kepada Umairah.


"Nayla kemari lah sayang, Oma, Opa ini adalah Arpen dan Arnav anak kembarnya Arya serta ini adalah Nayla juga anaknya Arya." Ucap Arya kepada Syafira dan Reza.


"Pa, cicit kita kembar seperti Arka dan Arya. Subhanallah... Arpen, Arnav ini adalah Eyang kalian." Ucap Syafira sambil peluk dan cium kening Arpen dan Arnav.


"Subhanallah... Mereka sangat cantik dan tampan sekali mereka kembar dan ini benar-benar luar biasa karena ini juga adalah kejutan yang sangat spesial buat kita." Ucap Reza sambil peluk dan cium kening Arpen dan Arnav.


"Ini yang bernama Nayla yang sedang berulang tahun ternyata anak kamu sudah besar dan kamu tidak mengatakannya kepada Oma agar Oma datang sebelum dia lahir." Ucapan Syafira membuat Arya kaget mendengarnya.


"Nayla... Ayo di salam Eyang." Ucap Reno kepada Nayla.


" Wahhh Arya punya anak perempuan yang sudah besar, Coba lihat wajahnya mirip seperti Mamanya, seperti Arya yang mirip dengan Mamanya. Arya, Apakah kau tahu anak perempuan itu adalah tabungan untukmu dia akan membawamu ke surga dan akan menjadikanmu pemimpin yang baik. Semoga dia menjadi anak yang baik sama seperti dirimu." Ucap Reza sambil gendong Nayla.


"Nayla itu bukan anak kandungnya Om Arya dia itu anak tiri karena menikah dengan Tante Maya yang mana sudah bercerai dengan Papanya Nayla." Ucapan Umairah membuat semua kaget mendengarnya.


"Umairah..." Ucap Ria kepada Umairah.


"Anak tiri? Maksudnya? Reno, Ada apa ini dan apa yang dikatakan Umairah?" Tanya Syafira kepada Reno.


"Oma, bukan begitu Nayla itu adalah anak kandungnya Arya bersama dengan Maya. Sekarang hari ulang tahun Nayla dan kita semua sedang berkumpul dan berbahagia di sini. Tetapi ada satu lagi yang Oma belum lihat, Nada dan Sonia." Ucap Arka kepada Syafira.


"Oma... Apakah Oma sudah lupa kepadaku? Oma... Ini aku Nada dan Sonia. Sonia salam Eyang kamu." Ucap Nada sambil tersenyum kepada Sonia.


"Nada... Sekarang kamu sudah menikah padahal waktu Oma ke Amerika kamu itu masih kecil sekali. Dan cicit Eyang imut sekali dia mirip seperti mu." Ucap Syafira sambil peluk Nada dan Sonia.


"Eyang..." Ucap Sonia sambil tersenyum kepada Syafira dan Reza.


"Sonia... Kalau boleh tahu umurnya berapa?" Tanya Reza kepada Sonia.


"Umur Sonia sekarang sepuluh tahun Eyang." Ucap Sonia sambil tersenyum kepada Reza.


"Mas, ayo salam Oma dan Opa." Ucap Nada kepada Fandy.

__ADS_1


"Oma, Opa ini aku Fandy suami nya Nada." Ucap Fandy sambil salam Syafira dan Reza.


"Reno, kau memang luar biasa dan tidak mengecewakan Mama dan Papa sama sekali Mama dan Papa berharap keluarga kita akan tetap seperti ini. Di acara ulang tahun Nayla Kita kan rayakan ulang tahunnya Nayla bersama-sama." Ucap Syafira sambil tersenyum kepada Reno.


Semua terdiam dikarenakan apa yang dikatakan Shafira Setelah itu mereka kemudian melanjutkan acara ulang tahunnya Nayla sampai malam hari dengan penuh bahagia sampai acara tersebut selesai.


******


Di rumah keluarga Reynaldi


Setelah acaranya selesai Mereka kemudian beristirahat namun di samping itu Diana sangat khawatir jika orang tuanya Reno mengetahui kebenaran tentang istrinya Arya.


"Ma, kenapa Mama belum tidur, Lagi pikirin siapa?" Tanya Reno kepada Diana.


"Mama lagi pikirin bagaimana jika nanti Mama dan Papa tahu tentang istrinya Arya dan juga tentang Nayla. Mereka pasti akan kecewa karena, kita tidak memberitahukan hal ini kepada mereka dan jika nanti mereka mengetahuinya, mungkin mereka tidak akan bisa menerima Nayla. Pa, Mama takut jika nanti Arya benar-benar pergi dari rumah ini dan Arya akan menjauh dari Mama apalagi Mama belum siap untuk berpisah dari Arya. Pa... Apa yang harus kita lakukan jika nanti Mama tidak mau menerima Nayla pasti Arya akan mencari rumah baru untuk tempat tinggal mereka. Kita tahu seperti apa Arya, dia selalu saja membela Nayla tanpa memperdulikan bagaimana perasaan Sonia. Papa masih ingat waktu Arya memberikan hadiah ulang tahun yang begitu besar kepada Nayla? Dan Hal itu merupakan yang tidak adil untuk Sonia, Mama tidak menyukai apa yang Arya lakukan tapi, Mama harus bagaimana Arya akan tetap membela Nayla." Ucap Diana kepada Reno.


"Semua akan baik-baik saja Mama jangan khawatir tentang hal itu dan Arya akan tetap bersama dengan kita dia tidak akan pergi dari rumah ini." Ucap Reno kepada Diana.


Diana sangat khawatir jika nantinya Arya akan pergi dari rumah jika orang tuanya Reno tidak menyukai Nayla karena dia tahu bagaimana Arya membela Nayla.


******


Di kamar Arya


Maya Masih memikirkan apa yang dilakukan Arka di saat ulang tahunnya Nayla. Maya berpikir seharusnya Arka tidak mengatakan hal seperti itu kepada Oma dan Opa nya Arya.


"Mas Arya... Seharusnya Kak Arka tidak melakukan hal seperti itu bagaimana jika Oma dan Opa tahu yang sebenarnya. Dan mengapa Kak Arka berbohong, seharusnya Kak Arka mengatakan hal yang sebenarnya." Ucap Maya kepada Arya.


"Sayang, jika Kak Arka mengatakan yang sebenarnya, itu sama saja kita mempermalukan Nayla di hadapan semua orang. Nayla memang bukan anak kandungku tetapi, jika kita memberitahukan hal ini kepada Oma dan Opa, mereka akan kaget dan aku juga tidak tahu apakah Oma dengan Opa akan menerima Nayla. Aku hanya khawatir jika Oma dengan Opa tidak bisa menerima Nayla. Maka dari itu, Kak Arka terpaksa melakukan hal seperti itu karena, biar itu menjadi urusan keluarga kita bukan urusan orang lain dan orang lain tidak perlu mendengarkannya." Ucap Arya kepada Maya.


"Kau benar sekali sayang, karena itu lebih baik daripada semua orang mengetahuinya." Ucap Maya kepada Arya.


"Sayang Semua akan baik-baik saja kau jangan khawatir tentang hal itu aku akan selalu ada untukmu dan kita akan selalu bersama-sama melewati ini." Ucap Arya sambil peluk dan cium kening Maya.


Arya kemudian peluk Maya sambil mengatakan bahwa semua akan baik-baik saja.


******


Di rumah Ria mau menanyakan kepada Arka mengapa dia berbohong kepada Oma dan Opanya tentang Nayla namun Arka mengatakan itu adalah yang terbaik.


"Itu adalah yang terbaik agar pesta ulang tahunnya Nayla berjalan dengan lancar nanti bisa sia-sia Mama mengadakan acara tersebut karena hancur tiba-tiba. Jika seandainya aku memberitahukan yang sebenarnya tentang Nayla, maka acara pesta ulang tahunnya Nayla akan hancur dan Nayla akan malu di hadapan semua orang, apalagi Bram juga pasti akan malu di hadapan semua orang. Apakah kau tahu kenapa? Kau bisa lihat bagaimana Arya memberikan kado kepada Nayla? Jika orang-orang mendengar bahwa Nayla adalah anak tiri dari Arya, maka orang-orang akan membicarakan Bram yang mana, tidak bisa memberikan yang terbaik untuk Nayla. Sama seperti Arya yang memberikan lebih mahal dan lebih mewah untuk Nayla. Dan itu sama saja kita mempermalukan Nayla di hadapan semua orang. Jadi lebih baik cukup hanya kita saja yang tahu orang lain tidak boleh tahu. Karena ini adalah permasalahan keluarga kita, biarlah kita saja itu tentang hal ini karena itu lebih baik." Ucap Arka kepada Ria.


"Iya sayang kau benar dan aku setuju apa yang kau katakan aku berharap semua akan baik-baik saja. Apalagi setelah nanti Oma dan Opa mengetahui yang sebenarnya." Ucap Ria kepada Arka.


Arka dan Arya berharap besok akan akan baik-baik saja apalagi jika nanti Syafira dan Reza tau yang sebenarnya.


******


Besok harinya di rumah keluarga Reynaldi


Diana persiapkan sarapan buat keluarga nya setelah itu Diana meminta keluarga nya untuk sarapan bersama.


"Arya, Maya ayo kita sarapan." Ucap Diana sambil tersenyum kepada Arya dan Maya.


"Oma, Opa, ini adalah yang pertama kalinya kita sarapan bersama." Ucap Arya kepada Reza dan Syafira.


"Iya Arya, apalagi ada anak dan cucu menantu yang Opa dan Oma rindukan Setelah sekian lama kita tidak bertemu." Ucap Reza sambil tersenyum kepada Arya.


"Maka dari itu Papa dan Mama tinggal saja di sini soal bisnis dan perusahaan, biarin Reno yang ngatur nanti akan Reno yang urus semuanya." Ucap Reno sambil tersenyum kepada Reza dan Syafira.


"Setuju sekali apalagi Papa dan Mama sudah lama tidak kemari. Jadi Papa dan Mama tinggal saja di sini untuk menikmati bersama-sama dengan anak-anak." Ucap Diana sambil tersenyum kepada Syafira dan Reza.


"Baiklah kalau begitu Papa dan Mama akan tinggal di sini sesuai dengan yang kalian katakan. Dan ini semua demi kalian semua termasuk Mama juga ingin bersama dengan Nayla anaknya Arya bersama dengan Maya serta bersama dengan si kembar." Ucap Syafira sambil tersenyum kepada Nayla.


"Reno, Seandainya kau memberitahukan hal ini kepada kami dari awal, pasti kami akan datang untuk melihat kelahirannya Nayla. Tapi tidak apa-apa karena Papa dengan Mama kan tinggal di sini untuk menikmati bersama-sama dengan Nayla dan juga dengan yang lainnya." Ucap Reza sambil tersenyum kepada Nayla.


"Ehmmm Ma, Nayla mau tambah nasinya dan juga ayamnya." Ucap Nayla sambil tersenyum kepada Maya.


"Iya Sayang sebentar, akan Mama ambilkan untuk Nayla." Ucap Maya sambil ambilkan makanan untuk Nayla.


"Nayla, nanti eyang jemput ya pulang sekolah biar kita nanti jalan-jalan pasti Nayla menyukainya." Ucap Syafira kepada Nayla.


"Iya Eyang... Nanti Nayla tunggu kedatangan Eyang." Ucap Nayla sambil tersenyum kepada Syafira.

__ADS_1


"Oh iya Pa, Papa cobalah ke kantor Reno dan Papa bisa melihat bagaimana hasil kerja keras Reno dan juga Arya." Ucap Reno kepada Reza.


"Boleh juga Nanti Papa akan ke sana untuk melihat-lihat perusahaan yang kamu dirikan di Indonesia ini." Ucap Reza kepada Reno.


"Opa, nanti kita berangkat sama-sama ke kantornya Papa dan kita akan melihat bagaimana perusahaan yang Papa dirikan." Ucap Arya kepada Reza.


"Ya Tuhan... Bagaimana jika nanti Mama dan Papa tahu yang sebenarnya tentang Nayla apakah mereka bisa menerima kehadiran Nayla? Aku harap semua baik-baik saja dan tidak akan ada yang terjadi." Ucap Diana dalam hati.


Keluarga Reynaldi kemudian melanjutkan sarapan bersama Setelah itu mereka berangkat ke kantor masing-masing dan Arya langsung mengantar Nayla untuk ke sekolah.


"Nayla diantar oleh Mama saja ya." Ucap Maya sambil tersenyum kepada Nayla.


"Ma, Nayla sama Om Papa saja karena biasanya Om Papa yang mengantar Nayla ke sekolah." Ucap Nayla sambil tersenyum kepada Maya.


"Om Papa?" Ucapan Syafira membuat semua kaget mendengarnya.


"Kenapa Nayla memanggil Om Papa Seharusnya Papa karena panggilan itu hanya cocok untuk dikatakan kepada Ayah tiri." Ucapan Reza membuat semua kaget mendengarnya.


"Nayla kau ini bicara apa panggil saja Papa bukan Om Papa. Nayla, kamu ini ada-ada saja. Nayla berangkat saja dengan Mama dan dengar apa yang dikatakan oleh Mama. Maya, antar saja Nayla ke sekolah sekarang apalagi Arya sedang sibuk bersama dengan Papanya." Ucap Diana sambil tersenyum kepada Maya.


"Ayo Sayang Mama saja yang antar ke sekolah." Ucap Maya sambil tersenyum kepada Nayla.


"Diana, Apakah tidak ada yang kalian sembunyikan dari kami?" Ucapan Syafira membuat semua kaget mendengarnya.


"Tidak ada yang kami sembunyikan semua baik-baik saja sekarang mereka harus berangkat ke kantor dan kita akan bercerita di rumah ini." Ucap Diana sambil tersenyum kepada Syafira.


Maya kemudian mengantar Nayla ke sekolah sementara itu Arya dengan yang lainnya berangkat ke kantor.


******


Di rumah keluarga Nugraha


Lina Masih memikirkan kejadian kemarin di saat pesta ulang tahunnya Nayla. Lina sangat bingung Mengapa Arka tidak mengatakan sebenarnya tentang Nayla kepada Oma dan Opanya.


"Nayla... Ya Tuhan... Entah apalagi yang akan dihadapi Nayla dan aku harap Nayla mampu menghadapinya meskipun sebenarnya Nayla tidak bisa dan terlalu kecil untuk menghadapi semua ini. Nayla... Oma berharap Nayla bisa diterima oleh eyangnya Arpen dan Arnav. Oma berharap Nayla bisa disayangi oleh mereka. Itu adalah harapan terbesar Oma buat Nayla karena Oma sangat menyayangi Nayla. Oma tidak mau Nayla menderita dan sedih jika nantinya, Eyang nya Arpen dan Arnav tidak bisa menerima Nayla tetapi Oma berharap mereka bisa menerima Nayla dengan penuh kasih sayang dan cinta." Ucap Lina dalam hati sambil peluk foto Nayla.


"Nyonya... Rena sedang tertidur di kamar sementara itu Bibi ingin berbelanja. Apakah Nyonya ingin pesan sesuatu? Tanya Bi Narti kepada Lina.


"Tidak ada Bi, Bibi pergilah berbelanja untuk makan siang nanti biar aku yang menjaga Rena karena sudah lama aku tidak menjaganya. Apalagi akhir-akhir ini aku selalu sibuk dan aku ingin istirahat di rumah." Ucap Lina kepada Bi Narti.


"Ya sudah Bibi berbelanja dulu dan nyonya harus hati-hati di rumah." Ucap Bi Narti kepada Lina.


Bi Narti kemudian pergi ke pasar sementara itu Lina pergi ke atas menuju kamarnya Rena untuk menemani Rena.


******


Di Perusahaan Stoker


Bram masih mengingat yang terjadi di acara ulang tahunnya Nayla yang mana Arka mengatakan bahwa Nayla adalah anak kandungnya Arya di hadapan semua orang. Namun Arka tidak mengatakan yang sebenarnya tentang Nayla.


"Mengapa Arka mengatakan hal seperti itu kepada Oma dan Opanya tentang Nayla. Bagaimana jika nanti mereka tahu bahwa Nayla bukan anak kandungnya Arya dan pastinya mereka akan salah paham dengan berpikir bahwa Maya selingkuh. Ya Tuhan... Entah apa lagi yang akan terjadi setelah ini aku sangat khawatir, apakah Nayla mampu menghadapi semua ini karena, Nayla masih terlalu kecil untuk menghadapi semua ini. Apalagi jika nanti Oma dan Opanya Arka tidak menyukai Nayla dan yang pastinya hal ini akan membuat Maya menderita dan Arya pasti akan sangat bingung apa yang harus dia lakukan. Nayla... Papa berharap kau bisa mampu menghadapi semua ini. Tetapi Kau harus yakin dan harus kuat karena Papa akan selalu ada disampingmu bersama dengan Mamamu Om Papa dan juga Tante Mama. Kami akan selalu ada di sampingmu serta selalu ada untukmu Nayla." Ucap Bram sambil peluk foto Nayla.


Bram berharap semua akan baik-baik saja dan Nayla mampu menerima apa yang terjadi serta berharap Oma dan Opa Arka bisa menerima Nayla dengan baik.


******


Di rumah Kamila


Kamila sedang melihat Nada yang merenung dan bertanya kepadanya Apa yang sedang dia pikirkan. Namun Nada mengatakan Dia sedang memikirkan Nayla dan bagaimana jika Oma dan Opanya tahu yang sebenarnya.


"Nada, Kamu kenapa sayang dan apa yang kamu pikirkan?" Tanya Nada kepada Kamila.


"Nada memikirkan Nayla dan bagaimana jika nanti Oma dan Opa tahu tentang Nayla. Apakah mereka akan menerima kehadiran Nayla? Nada khawatir jika nanti Oma dan Opa tidak bisa menerima kehadiran Nayla dan bagaimana dengan Kak Arya Pasti akan sangat sulit untuknya apabila dia harus memilih." Jawab Nada kepada Kamila.


"Sayang, untuk apa kau terlalu memikirkan Nayla, sedangkan kakakmu Arya tidak memikirkan perasaan Sonia. Dia membelikan Nayla sepeda elektrik sementara keponakan kandungnya sendiri, dia tidak melakukan hal itu." Ucap Kamila dengan perasaan kesal.


"Ma..." Ucap Nada kepada Kamila.


"Kau boleh saja baik kepada Nayla dan memikirkan Nayla tetapi, kau juga harus memikirkan Sonia serta memikirkan bagaimana perasaannya ketika Nayla, dibelikan sepeda elektrik seperti itu. Kau harus bisa melihat bagaimana Sonia ketika melihat Nayla dibelikan hadiah seperti itu. Seharusnya Nayla dibelikan hadiah biasa saja jangan terlalu berlebihan seperti itu. Apalagi dia hanya Anak Tiri di keluarga Reynaldi. Arya juga Seharusnya memikirkan bagaimana perasaan orang tuanya Nayla, pasti orang-orang akan menganggap bahwa orang tuanya Nayla, tidak perhatian kepada Nayla dan tidak bisa membeli sepeda elektrik yang seperti itu, khusus untuk Nayla. Harusnya hal itu tidak terjadi dan itu bisa mengundang banyak orang untuk bertanya-tanya. Nada, apapun yang terjadi kepada Nayla itu ada resiko untuk dirinya sendiri dan juga resiko yang telah dilakukan oleh Arka Kakak kamu yang telah membohongi Oma dan Opa nya tentang Nayla. Jadi kamu jangan terlalu memikirkannya karena Mama yakin Nayla pasti mampu menghadapi semua ini." Ucap Kamila kepada Nada dengan perasaan kesal.


Setelah Nada berbicara seperti itu Kamila kelihatan sangat kesal. Namun Nada tetap masih mengkhawatirkan Nayla.


#BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2