ORANG KE 3

ORANG KE 3
ORANG KE TIGA EPISODE 56


__ADS_3

ORANG KE TIGA EPISODE 56


Setelah sampai di rumah Lina bertanya kepada Bram, Raya dan Nayla mengapa lama sekali pulang kemudian Nayla langsung mengatakan bahwa dia bertemu dengan orang yang mirip dengan Arya.


"Oma, tadi Nayla melihat orang yang sangat mirip dengan Om Papa. Tapi sayangnya orang itu tidak mengenal Nayla sama sekali." Ucapan Nayla membuat Lina dan Roy kaget mendengarnya.


"Melihat Arya? Apakah kalian mendekatinya setelah itu?" Tanya Roy kepada Nayla, Raya dan Bram.


"Tadi kami mendekati orang tersebut dan ciri-cirinya sama dengan Arya tapi namanya Ruben." Ucapan Raya membuat Lina dan Roy kaget mendengarnya.


"Bukan itu saja bahkan ada tanda luka bakar tangannya sama persisnya yang dimiliki oleh Arya." Ucapan Bram membuat Lina dan Roy kaget mendengarnya.


"Terus apa yang terjadi selanjutnya dan apakah kalian mengikuti mereka ke mana mereka pergi?" Tanya Lina kepada Bram, Raya dan Nayla.


"Kami mengikuti mereka ke mana mereka pergi sehingga kami tau dan menemukan alamat mereka. Tetapi kami tidak masuk ke sana karena kami akan segera mencari tau tentang orang yang bernama Ruben tersebut." Ucap Bram kepada Lina dan Roy.


"Ya Tuhan... Aneh sekali ada yang begitu mirip persis seperti Arya begitu juga dengan ciri-cirinya. Bukankah itu sangat aneh atau jangan-jangan dia memang Arya. Tetapi dia tidak ingat apapun atau Amnesia dan wanita itu mencari kesempatan untuk merebut Arya dari Maya." Ucap Lina kepada semua orang.


Raya berpikir bahwa apa yang dikatakan oleh Lina itu ada benarnya juga dan akan mencari tau tentang Siapa Ruben yang sebenarnya.


******


Sementara itu di rumah Tina, Arya masih mengingat pertemuannya dengan Nayla dan berpikir bahwa dia pernah menemui Nayla. Tetapi dia tidak tau kapan dia pernah menemui Nayla.


"Kamu sedang apa sayang?" Tanya Tina kepada Arya.


"Nama itu seperti tidak asing bagiku." Jawab Arya kepada Tina.


"Nama siapa yang tidak asing bagimu?" Tanya Tina kepada Arya.


"Nayla, seperti Aku pernah melihatnya dan bertemu dengannya. Tapi aku tidak tahu kapan aku bertemu dengannya tetapi nama itu aku pernah mendengarnya." Jawaban Arya membuat Tina kaget mendengarnya.


"Mungkin itu hanya pikiranmu saja jangan terlalu dipikirkan nanti kamu bisa sakit sekarang kamu istirahat dulu Sayang." Ucap Tina kepada Arya.


"Aku harus cari tau tentang anak itu yang bernama Nayla karena aku merasa bahwa aku sangat mengenalnya." Ucap Arya dalam hati.


"Aku tidak akan biarkan Arya mengingat semuanya termasuk mengingat masa lalunya lebih lagi mengingat anak itu. Karena sampai kapanpun Arya akan tetap menjadi milikku dan aku tidak akan membiarkan siapapun merebutnya dariku." Ucap Tina dalam hati.


Arya dengan Tina Kemudian istirahat ke kamar masing-masing namun di samping itu Arya Masih memikirkan Nayla meskipun Tina mengatakan bahwa Arya tidak perlu memikirkannya. Sementara Tina terlihat sangat khawatir jika nanti Arya mengingat semuanya dan tidak akan membiarkan hal itu terjadi.


******


Besok harinya di rumah Bram, Nayla sedang bersiap-siap untuk ke rumah Maya. Lina mengatakan bahwa dia sudah memasak khusus untuk Nayla dan Nayla Pasti sangat senang sekali ketika makan makanan kesukaannya yang sudah disiapkan oleh Lina.


"Ehmmm makanannya enak sekali Oma Nayla sangat suka sekali." Ucap Nayla sambil tersenyum kepada Lina.


"Oma senang Kalau Nayla senang nah sini biar Oma suapin Nayla." Ucap Lina sambil suapin Nayla.


"Nayla hari ini jadi ke rumah Mama biar Papa antar?" Tanya Bram kepada Nayla.


"Jadi dong Pa, karena Nayla kangen banget sama Mama pasti Mama juga kangen sama Nayla." Jawab Nayla sambil tersenyum kepada Bram.


"Itu pasti Nayla Karena Mama Nayla sangat menyayangi Nayla." Ucap Raya kepada Nayla.


"Bram, Jangan lupa nanti kita ada rapat penting dan kau harus segera cepat datang ke kantor." Ucap Roy kepada Bram.


"Opa, nanti kalau Nayla sudah besar Nayla ini seperti Opa bisa membangun perusahaan yang sangat besar." Ucap Nayla dengan polosnya.


"Benarkah begitu? Opa akan selalu doakan Nayla agar menjadi orang sukses besar nanti." Ucap Roy sambil peluk dan cium kening Nayla.


Keluarga Nugraha terlihat sangat bahagia dan mereka kemudian melanjutkan sarapan bersama.


******


Sementara itu di rumah Maya, Maya masih mengingat Arya dan berpikir bahwa Arya masih hidup. Maya mengatakan bahwa Arya akan segera kembali dan bertemu dengannya.


"Kak Maya... Sampai kapan kak Maya seperti ini? Aku khawatir dengan kandungan Kak Maya." Tanya Kartika kepada Maya.


"Kau jangan khawatir tentang diriku aku baik-baik saja begitu juga dengan bayi ku. Aku hanya menunggu kedatangan Arya karena aku yakin Arya akan datang dan kembali kepadaku." Jawab Maya kepada Kartika.


"Begitu besar rasa cinta kakak kepada kak Arya sehingga membuat Kakak seperti ini. Tapi aku akan selalu berdoa agar kakak baik-baik saja dan selalu bahagia. Karena aku sangat menyayangi Kakak lebih dari segalanya dan aku harap kebahagiaan Kakak selalu ada untuk kakak selamanya." Ucap Kartika kepada Maya.


Maya, Kartika ayo kita sarapan Mama sudah persiapkan makanan untuk kalian." Ucap Rani kepada Maya dan Kartika.


"Maya... Hari ini kau tidak usah masuk kantor biar Papa saja yang mengurus semuanya kau istirahat saja karena Papa khawatir terjadi sesuatu kepadamu." Ucap Tommy kepada Maya.

__ADS_1


"Baiklah Pa kalau begitu sekalian aku akan mencari Mas Arya. Karena aku yakin Mas Arya masih hidup dan dia akan segera kembali." Ucap Maya kepada semua orang.


Maya dengan yang lainnya kemudian sarapan bersama dan di samping itu Nayla tiba-tiba datang dan langsung peluk Maya dan mengatakan bahwa dia sangat merindukannya.


"Aku sangat merindukan Mama setiap saat setiap waktu dan setiap detik." Ucap Nayla dengan polosnya.


"Mama juga sangat merindukanmu sayang setiap waktu setiap saat setiap detik Mama selalu merindukanmu." Ucap Maya sambil peluk dan cium kening Nayla.


"Mama tau nggak, Ma, tadi malam Nayla ketemu dengan orang yang mirip sama Om Papa." Ucapan Nayla membuat Maya kaget mendengarnya.


"Di mana kalian bertemu dengannya? Tanya Maya kepada Nayla, Raya dan Bram.


"Nayla..." Ucap Rani kepada Nayla.


"Nayla di mana kau bertemu dengan orang yang mirip dengan Om Papa?" Tanya Tommy kepada Nayla.


"Di sebuah restoran Nayla bersama dengan Papa dan tante Mama ke restoran dan kemudian bertemu dengan orang yang mirip dengan Om Papa. Setelah itu kami mengikuti mereka sampai ke rumahnya. Mama tau tidak ciri-cirinya mirip sekali dengan Om Papa tidak ada yang berbeda sama sekali." Ucapan Nayla membuat semua kaget mendengarnya.


"Bram, Raya apa benar yang dikatakan Nayla? Katakan semuanya kepadaku tentang apa yang kalian lihat tadi malam apakah itu benar?" Tanya Maya kepada Bram dan Raya.


"Itu bener Maya dan ciri-cirinya Sama persis dengan Arya termasuk bekas luka bakarnya tidak ada satupun yang berbeda." Ucapan Raya membuat semua kaget mendengarnya.


Raya kemudian menjelaskan semua yang terjadi kepada Maya dan yang lainnya tentang bagaimana mereka bertemu dengan orang yang mirip dengan Arya.


"Kemudian kami mengikutinya sampai ke rumahnya. Namun kami tidak masuk dan kami yakin mungkin itu adalah Arya Tetapi dia tidak ingat sama sekali kepada kami. Dan bisa jadi dia mengalami Amnesia sehingga tidak ingat kepada siapapun termasuk kepada Nayla." Ucapan Bram membuat semua kaget mendengarnya.


"Sudah kuduga Mas Arya masih hidup itu adalah Mas Arya. Aku yakin orang itu adalah Mas Arya, tidak mungkin ciri-cirinya sangat mirip termasuk bekas luka bakarnya jika memang dia bukan Mas Arya." Ucap Maya kepada semua orang.


"Maya..." Ucap Tommy kepada Maya.


"Ini benar-benar sangat mustahil kalau begitu kita harus beri tau Bu Diana tentang ini karena dia juga harus tau. Agar kita bisa mencari tau siapa orang itu sebenarnya." Ucap Rani kepada semua orang.


"Aku setuju Apa yang Mama katakan agar kita bisa cari tau kebenarannya itu lebih baik." Ucap Kartika kepada semua orang.


"Kalau begitu kita bisa pergi sekarang kita bisa memberitahu Mama dan mengatakan bahwa Arya masih hidup aku akan pergi ke sana sekarang." Ucap Maya kepada semua orang.


Maya kemudian tiba-tiba pergi menaiki mobilnya untuk menuju ke rumah Diana dan mengatakan tentang Arya.


******


"Ma, sudahlah... Lagi pula apa gunanya kita ke sana jika nanti ternyata Arya tidak ada di sana kan sia-sia kita ke sana." Ucap Reno kepada Diana.


"Tapi Pa, dokter Arka bilang Arya ada di sana Siapa tau dia masih ada di sana dan di rumah sakit." Ucap Diana kepada Reno.


"Itu sudah sebulan yang lalu Ma, lagi pula jika kita ke sana belum tentu Arya masih ada di sana." Ucap Reno kepada Diana.


"Jadi kita harus ke mana Pa? Bagaimana kita mencari Arya karena Mama yakin Arya anak kita masih hidup dan hati Mama berkata bahwa Arya masih hidup dan pasti akan kembali." Ucap Diana kepada Reno.


"Ma... Tenang lah dulu... Ini masih pagi Ma..." Ucap Nada kepada Diana.


"Nenek... Sonia juga yakin bahwa Om Arya masih hidup dan akan segera kembali." Ucap Sonia kepada Diana.


"Sonia..." Ucap Nada kepada Sonia.


"Nada, Nanti Mama akan kemari untuk menemani Mamamu di rumah jadi aku dengan Papa berangkat dulu ke kantor. Kau jagalah Mama dengan baik sebentar lagi Mama akan datang untuk menemani Mama kamu. Sonia, ayo Papa antar sekolah." Ucap Fandy sambil gendong Sonia.


Sebelum berangkat ke kantor Maya tiba-tiba datang dan mengatakan bahwa Arya masih hidup.


"Ma, Arya masih hidup dan tadi malam Nayla bersama Bram dan Raya bertemu dengan orang yang mirip dengan Arya dengan ciri-cirinya sama persis dengan Arya di sebuah restoran. Bahkan mereka mengikutinya sampai ke rumahnya." Ucapan Maya membuat semua orang kaget mendengarnya.


"Apa yang kau katakan Maya?" Tanya Diana kepada Maya.


Raya dengan Bram Kemudian datang dan langsung mengatakan semuanya kepada Diana dan yang lainnya tentang yang mereka temui tadi malam.


"Mas Reno, itu pasti Arya dan wanita itu bernama Tina yang dikatakan oleh Raya tadi dan aku sangat mengenal wanita itu." Ucapan Diana membuat semua kaget mendengarnya.


"Tante mengenal wanita itu seharusnya aku menelepon tante pada malam itu memangnya wanita itu siapa Tante?" Tanya Raya kepada Diana.


"Wanita itu adalah mantan pacarnya Arya aku tidak pernah merestui hubungan mereka bahkan aku mengirim Arya ke luar negeri untuk melanjutkan kuliahnya dan akhirnya bertemu dengan Maya di Amerika. Tak disangka wanita itu bertemu kembali dengan Arya dan kemungkinan Arya tidak bisa mengingat siapapun dan dia mengambil kesempatan dan mengaku sebagai tunangannya." Ucapan Diana membuat semua kaget mendengarnya.


"Berarti itu adalah Arya dan benar dugaanku sejak tadi malam. Tetapi Arya tidak mengenal Nayla termasuk aku dan Mas Bram dan itu berarti Arya mengalami hilang ingatan." Ucapan Raya membuat semua kaget mendengarnya.


"Ya Tuhan... Kalau memang benar itu Arya kita harus membawa Arya ke rumah ini dan mengingatkan dia kepada kita semua bahwa kita adalah keluarganya. Karena tidak baik dia tinggal bersama dengan Tina apalagi mereka sebenarnya tidak menikah dan tidak bertunangan." Ucap Bram kepada semua orang.


"Kita tidak bisa melakukan itu karena akan berakibat fatal kepada ingatannya Arya." Kedatangan Arka membuat semua kaget mendengarnya.

__ADS_1


"Arka..." Ucap Diana kepada Arka.


"Maksudnya dokter Arka?" Ucap Reno kepada Arka.


"Arya sekarang sudah diganti dengan nama Ruben dan aku tau waktu saat berada di rumah sakit tersebut dan saat itu dokter mengatakan bahwa saat ini dia mengalami hilang ingatan dan akan sulit untuk kita mengatakan yang sebenarnya kepadanya. Dikarenakan jika kita memaksanya untuk mengingat sesuatu itu akan berakibat fatal kepadanya." Ucapan Arka membuat semua kaget mendengarnya.


"Lalu apa yang harus kita lakukan? Kita harus menjemput Arya meskipun dia hilang ingatan. Aku adalah Mamanya aku akan mengingatkannya kepadanya bahwa aku adalah Mamanya." Ucap Diana kepada Arka.


"Mama benar kita harus menjemput Kak Arya apa pun ceritanya kita bisa mengingatkan dia dengan masa lalunya sedikit demi sedikit dan secara perlahan Kak Arya pasti akan mengingat semuanya. Apalagi Kak Arya sudah menikah dengan Kak Maya Udah sepantasnya dibawa kemari meskipun dalam keadaan hilang ingatan." Ucap Nada kepada Arka.


"Mas Arka..." Ucap Ria kepada Arka.


"Baiklah kalau begitu. Tetapi bagaimana caranya? Apakah kalian akan langsung menjemputnya?" Tanya Arka kepada semua orang.


"Aku sendiri yang akan ke sana karena aku adalah Mamanya dan aku akan mengingatkan Arya bahwa aku adalah Mamanya dan aku akan menjemputnya meskipun Tina tidak setuju. Raya, Bram antar Tante ke sana biar tante yang menjemput Arya untuk dibawa ke mari dan kau Maya, Kau tetap disini dan jangan pergi ke mana-mana." Ucap Maya dengan perasaan kesal.


"Tidak Ma, Aku juga ingin ikut karena aku adalah istrinya Mas Arya aku ingin menghajar wanita itu karena sudah merebut Arya dariku. Jadi kita berdua saja yang ke sana bersama Raya." Ucap Maya kepada Diana.


"Tapi Maya, kau sedang hamil." Ucap Rani kepada Maya.


"Aku tidak apa-apa yang penting Mas Arya kembali ke rumah ini itu saja." Ucap Maya kepada Rani.


"Ya sudah ayo kita berangkat sekarang sebelum mereka pergi dari rumah dan kita tidak tau ke mana mereka pergi. Nayla kau tunggu di sini ya Tante Mama akan bawa Om Papa kemari. Jadi Nayla tunggu saja di sini jangan kemana-mana." Ucap Raya kepada Nayla, Maya dan Diana.


"Ayo kita berangkat sekarang dan kalian semua tunggu saja di sini." Ucap Bram kepada semua orang.


Bram, Raya, Maya, Diana dan Reno kemudian pergi menuju rumah Tina untuk menemui Arya dan membawa Arya untuk kembali ke rumah mereka.


*****


Sementara itu, di rumah Tina sedang mempersiapkan makanan untuk sarapan Arya. Arya mengatakan bahwa hari ini dia ingin berjalan-jalan sekalian ingin mengingat masa lalu.


"Tapi kau jangan terlalu keras mengingatnya nanti kau akan sakit." Ucap Tina kepada Arya.


"Kau jangan khawatir aku akan baik-baik saja." Ucap Arya kepada Tina.


"Arya ingin mengingat masa lalu dan aku tidak akan biarkan itu terjadi jika dia ingat semuanya bahwa Mamanya tidak pernah merestui hubungan ku dengan Arya dan Arya pergi meninggalkanku maka semua rencanaku akan berakhir untuk mendapatkan Arya." Ucap Tina dalam hati sambil terlihat sangat Khawatir.


"Sayang aku ingin menghubungi Mama dan menanyakan kembali tentang hubungan kita meskipun Mama sudah mengusir kita tapi dia tetap Mama ku. Apakah kau punya nomor ponselnya? Karena aku ingin menghubunginya." Tanya Arya kepada Tina.


"Aku tidak punya Sayang kalau aku punya aku sudah memberikannya kepadamu. Tapi sudahlah biarkan saja percuma juga kan kita bicara dengannya. Karena Mamamu pasti dia juga tidak akan pernah merestui hubungan kita dan tidak ingin kita kembali ke rumah." Ucap Tina dengan perasaan kesal.


"Arya...!" Teriak Diana yang tiba-tiba masuk ke rumah dan melihat Arya.


Arya dengan Tina kemudian melihat kedatangan Diana dengan Bram dan Raya. Diana kemudian langsung menampar Tina dan mengatakan bahwa Tina adalah seorang pelakor yang mana telah merebut suami orang lain.


"Apa maksud Anda dan Anda mengatakan bahwa Tina adalah pelakor! Tina bukan Pelakor! Tina adalah kekasihku dia adalah tunanganku calon istriku! Teriak Arya kepada Diana.


"Arya kau tidak mengenal Mamamu ini? Aku adalah Mamamu dan kau adalah Arya bukan Ruben. Namamu adalah Arya Apa kau masih ingat? Kau ingat kepada Mamamu ini dan disampingmu ini adalah Papamu dan wanita yang hamil ini adalah istrimu sendiri dia sedang mengandung anak kembarmu! Apakah lupa itu semuanya? Dan wanita yang di sampingmu itu bukanlah tunanganmu dan bukan siapa-siapa kamu! Karena Mama tidak pernah merestui hubunganmu dengan dia sama sekali tidak pernah! Apa kau masih ingat waktu itu Mama mengirim mu ke Amerika agar kau menjauh dari dia dan lebih memilih untuk kuliah daripada memilih dia. Apakah kau lupa itu Arya!" Ucapan Diana membuat Arya kaget mendengarnya.


"Mas Arya, aku ini istri kamu ingat aku hamil anak kita, anak kembar kita bernama Arnav dan Arpen. Apa kamu masih ingat bahwa nama anak kembar kita adalah Arnav dan Arpen?" Ucapan Maya membuat Arya kaget mendengarnya.


"Arnav, Arpen, Arya, Mama... Aaaarrrggghhh..." Tiba-tiba Arya sakit kepala dan mengingat sesuatu kemudian membuat semua kaget melihat nya.


"Sudah cukup ini semua karena kalian! Kalian sudah membuat keributan di rumah ini! Dan kalian semua pergi dari sini! Dan satu lagi namanya Ruben bukan Arya dan dia adalah tunanganku paham!" Teriak Tina kepada Maya dan Diana.


Maya Kemudian tiba-tiba menampar Tina mengatakan bahwa dia adalah Arya bukan Ruben dan jangan pernah untuk menukar nama Arya menjadi Ruben karena itu yang sebenarnya.


"Meskipun kau berubah nama Arya menjadi Ruben tapi kau tidak akan bisa merubah identitasnya Arya dan berubah statusnya Arya. Karena Arya adalah suamiku dan ayah dari anak-anakku dan aku tidak akan biarkan kau merebut nya dariku atau siapapun yang merebutnya dariku!" Teriakannya Maya membuat Tina kaget mendengarnya.


"Arya kau baik-baik saja?" Ucap Diana kepada Arya.


"Jangan pernah menyentuh Ruben! Karena dia adalah tunanganku!" Ucap Tina sambil mendorong Diana.


"Tina! Sudah cukup! Berani sekali kau mendorong Mama!" Ucapan Arya membuat Tina kaget mendengarnya.


"Arya, kau sudah ingat sama Mama? Alhamdulillah... Ayo kita pulang Arya, kita ke rumah sekarang." Ucap Diana kepada Arya.


"Kalian tidak akan bisa membawa Ruben karena dia adalah milikku. Jika kalian membawanya aku akan melaporkan kepada polisi paham!" Teriak Tina kepada Diana, Maya, Bram, Raya, Reno.


"Sudah cukup Tina! Kau sudah keterlaluan!" Ucap Reno sambil menampar Tina.


Reno kemudian menampar Tina di hadapan semua orang dan memintanya untuk tidak mengganggu keluarganya lagi.


#BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2