ORANG KE 3

ORANG KE 3
ORANG KE TIGA EPISODE 85


__ADS_3

ORANG KE TIGA EPISODE 85


Di sekolah Syafira menjemput Nayla yang telah pulang sekolah namun Lina tiba-tiba datang untuk menjemput Nayla.


"Nayla... Eyang datang untuk menjemput kamu sayang." Ucap Syafira kepada Nayla.


"Eyang... Cepat sekali menjemput Nayla? Sonia ayo kita pulang sama Eyang." Ucap Nayla sambil tersenyum kepada Sonia.


"Sonia apa kamu mau sama Eyang dan kita jalan-jalan?" Tanya Syafira kepada Sonia.


"Nayla..." Lina memanggil Nayla dan kaget melihat kedatangan Syafira.


"Oma..." Nayla memanggil Lina dan langsung peluk Lina.


"Kamu siapa? Apakah Mama nya Maya?" Pertanyaan Syafira membuat Lina kaget mendengarnya.


"Eyang, Oma Lina adalah Mamanya Papa dia datang kemari pasti untuk menjemputku juga. Papa dengan tante Mama pasti ada di rumah." Ucap Nayla dengan polosnya.


"Mamanya Papa? Bukankah Mamanya Papa kamu itu adalah Nenek Diana? Nayla... Maksud kamu bicara seperti itu tadi apa?" Pertanyaan Syafira membuat Lina kaget mendengarnya.


"Nayla... Oma... Oma mau kemari untuk menjemput Sonia? Ya Tuhan... Oma tidak bilang kepada Nada agar Nada tidak kemari tapi tidak apa-apa." Ucap Nada yang tiba-tiba datang.


"Nada, Apakah kau tahu sesuatu dan mengapa Nayla memanggil Oma kepadanya dengan mengatakan bahwa dia adalah Mama dari Papanya? Padahal Mama dari Papa nya adalah Diana?" Tanya Syafira kepada Nada.


"Nenek Diana itu adalah Mamanya Om Papa, sementara Oma Lina adalah Mamanya Papa. Mama dengan Papa sudah bercerai dan mereka menikah dengan pasangan masing-masing. Maka dari itu, Nayla memanggil Om Arya dengan sebutan Om Papa dan tante Raya dengan sebutan Tante Mama nama Papaku adalah Bram dan Oma Lina ini Mamanya Papa." Ucapan Nayla membuat Syafira kaget mendengarnya."


"Apa maksud perkataanmu? Nada Katakan Sebenarnya apa maksud perkataan dari Nayla? Dan kau Lina Apakah kau tahu apa maksud perkataannya?" Pertanyaan Syafira membuat Nada dan Lina kaget mendengarnya.


"Kak Nayla kenapa bohong dengan Eyang itu tidak benar, Om Bram itu bukan Papanya Kak Nayla." Ucap Sonia kepada Nayla.


"Tetapi itu yang sebenarnya dan kau mengetahuinya juga." Ucap Nayla kepada Sonia.


"Kau ini bicara apa Nayla? Ayo kita pulang, tante Lina juga pulang lah. Oma... Nayla ini begitu sangat baik sehingga menganggap anaknya tante Lina itu Papanya Itu yang sebenarnya. Tante Lina itu, saudaranya dari Mamanya Nayla. Jadi Oma Jangan khawatir tidak ada apa-apa yang disembunyikan. Ayo kita semua pulang dan kamu Nayla pulang bersama dengan Eyang kamu karena Mama kamu pasti sedang menunggu di rumah." Ucapan Nada membuat Nayla kaget mendengarnya.


"Nayla... Pergilah bersama Eyang dan pulang bersamanya Oma juga mau pulang dan titip salam buat Mama kamu. Tante Syafira tolong maafkan Nayla dia memang seperti itu, aku pulang dulu dan kalian hati-hati di jalan." Ucap Lina sambil tersenyum kepada Nayla.


Lina kemudian pulang dengan mata berkaca-kaca dan sedih serta kecewa atas perkataan Nada. Sementara itu Nayla kemudian pergi berjalan-jalan dengan Syafira dan Nada bersama dengan Sonia ke Mall.


******


3 Bulan Kemudian


Tiga bulan telah berlalu keluarga Reynaldi masih merahasiakan siapa Nayla yang sebenarnya bahkan keluarga Reynaldi meminta Nayla untuk tidak bertemu dengan keluarga Nugraha. Karena mereka khawatir jika Omanya Arya mengetahui kebenarannya maka Nayla akan diusir dari rumah dan Arya akan pergi dari rumah.


"Sudah tiga bulan berlalu kita masih merahasiakan ini dari Mama dan Papa Aku sangat khawatir jika nanti mereka mengetahuinya dari orang lain mereka akan sangat marah kepada kita." Ucap Reno kepada Diana.


"Tapi ini adalah yang terbaik Karena Mama juga tidak ingin berpisah dari Arya apalagi nanti pasti Arya akan membela Nayla." Ucap Diana kepada Reno.


"Ma, Sudah tiga bulan kita melarang Nayla untuk bertemu dengan mereka dan juga kita berbohong kepada Mama dengan Papa dengan alasan takut kehilangan Arya. Apakah Mama tidak merasa bersalah dengan itu?" Tanya Reno kepada Diana.


"Kenapa Papa bertanya seperti itu kepada Mama? Itu pantas untuk Nayla karena dia sudah merebut semuanya dari Sonia maka dari itu Mama akan melakukan hal itu kepadanya biar dia mengerti dan paham mengapa Mama melakukan hal ini kepadanya dan Papa jangan memberitahukan hal ini kepada Arya karena jika dia tahu mungkin dia memberitahu semuanya kepada Mama dan Papa." Ucap Diana dengan perasaan kesal.


Reno hanya terdiam setelah mendengar apa yang dikatakan oleh Diana dan berharap semuanya akan berakhir dengan baik.


******


Di kamar Nayla sedang merenung dan hal itu dilihat oleh Maya, Maya kemudian bertanya kepada Nayla apa yang terjadi sehingga membuatnya termenung.


"Sayang kau sedang apa Mengapa kau termenung seperti itu apa kau punya masalah?" Tanya Maya kepada Nayla.


"Tidak ada masalah apapun Hanya saja aku sangat merindukan Papa dan tante Mama bersama dengan yang lainnya. Ma, Mengapa Nayla tidak boleh bertemu dengan Papa dan juga tante Mama? Pasti sebentar lagi adik bayi akan lahir dan Nayla Ingin bertemu dengannya." Jawab Nayla kepada Maya.


"Sayang... Kau oleh bertemu dengan mereka nanti Mama akan antar Nayla." Ucap Maya sambil tersenyum kepada Nayla.


"Benar Ma... Terima kasih ya Ma karena Mama mengijinkan Nayla bertemu dengan Papa tetapi pasti Nenek tidak akan mengizinkannya." Ucap Nayla dengan nada kecewa.


"Nenek kamu pasti mau mengijinkannya kau jangan khawatir sayang, Mama tahu apa yang akan Mama lakukan. Jadi Nayla siap-siap saja karena akan Mama antar Nanti Nayla ke tempat Oma." Ucap Maya sambil tersenyum kepada Nayla.


Maya kemudian pergi dari kamarnya Nayla untuk bertemu dengan Diana dan meminta izin untuk mengantar Nayla ke rumah Omanya.


******

__ADS_1


Di Kamar Diana


Diana masih berbicara dengan Reno yang mana bahwa dia akan tetap menyembunyikan Hal ini karena Diana yakin orang tuanya Reno tidak akan mungkin bisa menerima Nayla.


"Jika kita jujur kepada Mama dan Papa mereka pasti akan mengusir Nayla dari rumah ini dan Arya akan pergi juga dari rumah ini maka dari itu, Mama tidak ingin hal itu terjadi. Jika itu terjadi lebih baik Mama mati agar tidak melihat Arya pergi dari rumah ini." Ucapan Diana membuat Reno kaget mendengarnya.


"Kenapa Mama bicara seperti itu? Arya tidak akan kemana-mana maupun tidak akan pergi dari rumah ini, dia akan tetap bersama dengan kita. Kekhawatiran Mama itu terlalu berlebihan, kita belum saja mencoba untuk memberitahukan semuanya kepada Mama dan Papa tetapi, Mama sudah mengatakan hal seperti itu." Ucap Reno kepada Diana.


"Tidak ada yang terlalu berlebihan karena yang sebenarnya adalah Nayla sudah merebut semuanya, dia telah mengambil hidupnya Mama dia sudah merebut apa yang seharusnya dimiliki oleh Sonia, sekarang dia akan merebut Arya dari Mama. Papa bisa lihat bagaimana Arya memperlakukan Nayla melebihi Sonia padahal Sonia adalah keponakan kandungnya sendiri Sementara Sonia tidak diperlakukan dengan adil bersama dengan Nayla." Ucap Diana kepada Reno.


"Jadi Mama cemburu dan tidak terima semua itu dan semua yang Mama lakukan ini sebenarnya agar Arya tidak pergi dari rumah? Dan Mama juga sebenarnya belum bisa menerima kehadiran Nayla?" Tanya Reno kepada Diana.


"Siapa yang bilang Mama tidak bisa menerima kehadiran Nayla? Mama sudah menerima kehadiran Nayla maka dari itu, Mama membuat acara ulang tahunnya Nayla dan memberikan dia hadiah sebuah liontin sebagai tanda bahwa sudah menerima Nayla. Pa, Mama bicara seperti itu bukan karena Mama tidak bisa menerima Nayla, Mama sudah menerima Nayla dan semua itu demi Arya. Semua yang Mama lakukan kepada Nayla itu semua demi Arya tidak lebih daripada itu. Mama sangat menyayangi Arya dan tidak ingin berpisah darinya maka dari itu, Mama membuat kebohongan ini karena Mama belum siap jika nanti, Mama dan Papa kamu tidak bisa menerima Nayla. Mama butuh waktu untuk menceritakan semuanya dan Mama berharap jika nanti kebenaran ini terungkap Mama dan Papa kamu tidak akan mengusir Nayla. Karena Mama yakin Arya pasti akan membela Nayla dan akan selalu seperti itu.


Maya mendengar percakapan antara Diana dan Reno sehingga Maya tidak jadi masuk ke dalam dan pergi begitu saja dengan perasaan sedih dan bingung apa yang harus dia lakukan.


******


Di Rumah Keluarga Nugraha


Lina masih melamun memikirkan Nayla dan berharap Nayla segera kembali dan datang ke rumah meskipun hanya beberapa hari menginap.


"Ma... Kenapa Mama masih melamun? Pasti Mama sedang memikirkan Nayla." Tanya Roy kepada Lina.


"Mama sangat merindukan Nayla maka dari itu, Mama memikirkan Nayla. Sudah tiga bulan Nayla tidak kemari dan dia dilarang untuk datang kemari. Ini benar-benar membuat ku sangat kecewa dengan apa yang mereka lakukan tanpa memikirkan perasaan kita dan perasaan Papanya Nayla. Jika seandainya waktu itu Mama memberitahukan hal yang sebenarnya kepada Omanya Arya, itu tidak akan terjadi. Mama tidak habis pikir Mengapa mereka membuat kebohongan terbesar ini. Hal ini membuat semua merasa sakit hati dan Nayla tidak bisa bertemu dengan Papanya. Ini benar-benar tidak adil untuk Nayla dan untuk kita semua." Ucap Lina sambil usap air mata nya.


"Ma, ini memang tidak adil bagi kita dan juga Nayla tapi kita harus menerimanya untuk kebaikan bersama dan Papa harap, kebohongan ini bisa berakhir dengan baik hingga akhirnya, Nayla bisa diterima oleh Oma dan Opa nya Arya. Oh iya Ma, agar kita bisa bertemu dengan Nayla, bagaimana kalau kita adakan tujuh bulanan kehamilannya Raya. Sebentar lagi cucu kita akan segera lahir kita harus mempersiapkan semuanya termasuk acara tujuh bulanan dan pastinya Nayla akan datang kemari." Ucap Roy sambil tersenyum kepada Lina.


"Mama setuju dengan usul Papa, melalui acara itu kita bisa bertemu dengan Nayla. Pa, kita bicarakan ini dulu kepada Bram tentang acara tujuh bulanan kehamilannya Raya. Setelah itu kita akan undang keluarga Reynaldi dan mereka pasti akan datang bersama dengan Nayla." Ucap Lina kepada Roy.


"Kalau begitu kita katakan hal ini kepada Bram dan Raya mereka pasti akan setuju." Ucap Roy kepada Lina.


Roy dengan Lina kemudian pergi menemui Bram dan Raya di kamar untuk membicarakan tentang tujuh bulanan kepada Bram dan Raya.


******


Di Kamar Bram


"Sayangnya Papa, Papa sudah tidak sabar menunggu kelahiranmu dan mempertemukanmu dengan kakakmu bernama Nayla. Kakak mu juga ingin segera melihatmu termasuk Papa. Baik-baik lah sayang dan Papa akan menunggu kehadiranmu Papa sangat menyayangimu." Ucap Bram sambil peluk dan cium perut Raya.


"Sayang... Kau dengarkan, Papa dan Mama juga menunggu kedatanganmu kita akan bermain bersama-sama dan bernyanyi bersama-sama termasuk dengan kakakmu Nayla." Ucap Raya sambil usap perut nya.


"Sayang... Sebentar lagi kebahagiaan kita akan datang dan Nayla pasti akan bersama kita untuk melihat adiknya." Ucap Bram sambil peluk dan cium kening Raya.


"Sayang... Kau pasti sangat merindukannya tidak ada seorang ayah yang tidak merindukan anaknya. Aku bisa melihat itu di wajahmu dan bisa merasakan itu. Tapi aku yakin Nayla pasti akan kemari dia akan mengatakan bahwa dia sangat merindukan kita karena aku juga sangat merindukannya." Ucap Raya sambil usap air mata nya.


"Bram, boleh Papa dan Mama masuk?" Ucap Roy sambil masuk ke kamar Bram dengan Raya.


"Bram... Bukan kamu dengan Raya saja Yang merindukan Nayla Papa dengan Mama juga sangat merindukan Nayla untuk itu, Papa dengan Mama datang kemari untuk membicarakan sesuatu yang penting kepada kalian." Ucap Lina kepada Bram dan Raya.


"Memangnya apa yang ingin Papa dan Mama bicarakan?" Tanya Bram kepada Lina dan Roy.


Lina dan Roy kemudian mengatakan rencana mereka kepada Bram dan Raya yang mana mereka akan mengadakan tujuh bulanan kehamilan Raya.


"Tujuh bulanan? Aku setuju sekali Kapan kita bisa melakukannya dan jangan lupa Kita juga harus mengundang keluarga Reynaldi agar Nayla bisa datang kemari?" Tanya Bram kepada Roy dan Lina.


"Aku juga setuju tetapi, kapan kita bisa melakukannya?" Tanya Raya kepada Lina dan Roy.


"Bagaimana kalau minggu depan karena di saat itu adalah waktu yang tepat." Jawab Lina kepada Raya.


"Boleh juga jadi, mulai sekarang kita harus mempersiapkan semuanya dan sekalian kita harus mengundang keluarga Reynaldi karena yang penting adalah kehadiran Nayla." Ucap Bram kepada Lina.


"Kita berdoa saja yang terbaik dan semoga dengan acaranya ini Nayla bisa datang untuk menghilangkan rasa kerinduan kita kepadanya." Ucap Roy kepada Lina.


"Tapi kita akan tetap terus mencoba untuk bertemu dengan Nayla karena aku juga sangat merindukannya." Ucap Raya kepada Bram.


Keluarga Nugraha mengadakan acara tujuh bulanan dengan harapan Nayla akan segera datang di acara tersebut.


******


Di rumah Nada

__ADS_1


Nada tiba-tiba pusing dan mual-mual Hal itu membuat Fandy khawatir kepada Nada dan meminta Nada untuk memeriksanya ke dokter. Nada menyetujui apa yang dikatakan Fandy tapi sebelum itu Nada ini memeriksakannya melalui tespek di kamar mandi.


"Apakah Nada hamil? Aku harap seperti itu maka dengan itu Sonia tidak akan kesepian lagi dan tidak akan mengingat apa yang telah dilakukan oleh Nayla. Nada lama sekali keluar dari kamar apa yang terjadi dan aku harap semua baik-baik saja dan hasilnya Nada benar-benar hamil. Aku benar-benar tidak sabar menunggu hasilnya, karena satu-satunya harapanku adalah Nada hamil saat aku berada di sisinya karena sebelumnya aku tidak di sisinya saat dia hamil." Ucap Fandy dalam hati.


"Sayang... Sayang... Kau lihat ada kabar baik... Aku hamil sayang... Akhirnya kita akan memberikan adik untuk Sonia." Ucap Nada sambil peluk Fandy.


"Subhanallah akhirnya ini yang kita tunggu-tunggu kita akan memberikan adik untuk Sonia. Sebelum itu kita ke rumah sakit dulu dan kabarkan hal ini kepada Sonia karena ini pasti kapan yang sangat menggembirakan untuk Sonia." Ucap Fandy sambil peluk Nada.


Fandy kemudian membawa Nada ke rumah sakit tanpa diketahui oleh Sonia dan juga Kamila karena ini akan menjadi kejutan yang sangat spesial untuk mereka.


******


Di rumah keluarga Reynaldi


Maya mencoba untuk bicara dengan Arya tentang keinginan Nayla yang mana Nayla ingin menginap di rumah Papanya.


"Kalau Nayla ingin menginap di sana antar lah dia ke sana karena Papanya juga berhak atas Nayla." Ucap Arya kepada Maya.


"Tapi Mas, pasti Mama tidak suka dan tidak mengizinkan Nayla untuk menginap di sana apalagi nanti jika Oma dan Opa tahu." Ucap Maya kepada Arya.


"Semua akan baik-baik saja kau jangan khawatir tentang hal itu. Jadi, kau antar saja Nayla ke sana karena Nayla berhak untuk bertemu dengan Bram." Ucap Arya kepada Bram.


"Ya sudah kalau begitu aku akan mengantar Nayla ke rumah Omanya. Aku siap-siap dulu untuk mengantar Nayla." Ucap Maya kepada Arya.


Maya kemudian pergi ke kamarnya Nayla untuk meminta Nayla bersiap-siap agar diantar ke rumah Omanya.


******


Di rumah sakit


Nada dengan Fandy pergi ke rumah sakit untuk memeriksa dan ternyata Nada telah hamil dua bulan. Hal itu membuat Fandy sangat bahagia sekali setelah itu Fandy akan segera mengatakannya kepada Sonia.


"Aku sudah tidak sabar ingin memberitahukan hal ini kepada Sonia aku yakin Sonia Pasti akan sangat bahagia sekali ketika dia tahu bahwa dia akan segera mempunyai adik." Ucap Fandy kepada Nada.


"Ya sayang dan aku yakin Sonia pasti akan senang sekali dan bahagia setelah mendengar bahwa dia akan segera mempunyai adik. Ayo kita pulang sekarang dan kita katakan kepada Sonia." Ucap Nada sambil tersenyum kepada Fandy.


Nada dengan Fandy kemudian pulang ke rumah untuk memberitahukan kehamilan Nada kepada Sonia.


******


Di rumah keluarga Reynaldi


Maya ingin mengantar Nayla ke rumah Opanya namun Diana tidak mengizinkannya karena pasti Oma dan Opanya Arya akan curiga karena Nayla datang ke rumah Opa nya.


"Ma..." Ucap Maya kepada Diana.


"Sudah tiga bulan kita merahasiakan ini dan kita belum siap mengatakannya kepada Opa dan Oma nya Arya." Ucap Diana kepada Maya.


"Aku mengerti apa yang Mama katakan, tetapi Mama jangan khawatir aku akan mengatakan kepada Oma bahwa Nayla akan pergi untuk menginap di rumah nya. Bukankah Oma mengatakan bahwa tante Lina adalah adiknya Mama ku? Jadi pastinya Oma tidak akan curiga untuk sementara waktu." Ucap Maya kepada Diana.


"Ya sudah kalau begitu Kau pergilah antar Nayla ke sana tetapi ingat jangan sampai ketahuan dan jangan sampai ada yang tahu siapa sebenarnya Nayla." Ucap Diana kepada Maya.


Maya kemudian pergi bersama dengan Nayla untuk mengantar Nayla ke rumahnya Lina.


******


Di rumah keluarga Hutama


Kartika belum kembali pulang ke rumah dan membuat semua khawatir kepadanya hingga Rani berpikir bahwa pasti Kartika sudah menikah dengan Rio.


"Mereka pasti sudah menikah karena sudah tiga bulan mereka pergi dari rumah lebih lagi Rio tidak ada kabar di keluarganya." Ucap Rani dengan perasaan kesal.


"Kalau memang itu adalah benar, biarkan saja mereka menikah dan biarkan Kartika tahu siapa Rio sebenarnya. Apakah Rio bisa bertanggung jawab atas Kartika atau tidak." Ucap Zaky kepada Rani.


"Rio pasti tidak mau bertanggung jawab karena anak seperti dia tidak akan ada tanggung jawabnya karena Rio tidak akan bisa mencintai Kartika dengan tulus apalagi dia telah membohongi semua orang Setelah dia benar-benar mencintai Kartika baru dia berkata jujur tentang keluarganya." Ucap Rani dengan perasaan kesal.


"Aku harap Rio benar-benar mencintai Kartika dan bertanggung jawab atas Kartika. Jika memang Rio dengan Kartika sudah menikah, itu adalah yang terbaik dan kita tidak akan bisa memaksakan Kartika untuk menikah dengan siapapun selain daripada Rio. Aku sudah mengikhlaskan Kartika dengan baik. Jadi, biarkanlah seperti itu tante biarkan mereka bahagia jika memang Kartika dengan Rio sudah bahagia dan menikah." Ucap Zaky kepada Rani.


"Tapi Tante tidak bisa menerima semua ini apalagi menerima Rio bersama dengan Kartika tidak bisa Tante menerima semua ini. Karena tante yakin, Rio bukanlah orang baik karena dia hanya memanfaatkan Kartika itu yang sebenarnya." Ucap Rani dengan perasaan kesal.


Rani Masih kelihatan sangat kesal karena Kartika dengan Rio belum saja kembali ke rumah namun Rani berharap Kartika dengan Rio tidak menikah secara diam-diam karena Rani tidak akan pernah merestui hubungan mereka.

__ADS_1


#BERSAMBUNG


__ADS_2