ORANG KE 3

ORANG KE 3
suami penyayang


__ADS_3

pagi hari yang cerah.


seli yang sudah siap mempercantik diri didepan meja riasnya.


sedangkan suaminya brayen masih dengan posisi tidurnya yang sangat nyenyak.


seli sengaja tidak membangunkan suaminya. karna dia melihat tidurnya suaminya sangat nyenyak.


"mas seli berangkat kerja dulu ia. "seli membisikkan kuping suaminya dan mencium kening suaminya.


sontak saja suaminya terbangun dan langsung menarik tangan istri.


yang tadinya seli sudah berbalik untuk pergi. tiba tiba saja terhenti karna dia merasa tangannya ada yang menariknya.


"tunggu sayang. ini jam berapa kok sudah mau berangkat. "ucap brayen.


"mas ini sudah jam setengah delapan sayang."ucap seli.


"kenapa kamu tidak membangunkan mas. "ucap brayen yang masih memulihkan tubuhnya dari bangun tidur.


"seli tidak tega membangunkan mas. seli lihat mas nyenyak sekali tidurnya. "ucap seli yang mengelus elus wajah suaminya.


"tetap saja seli. setidaknya bangunkan saja mas. mas tidak apa apa. nanti siapa lagi yang mengantar kalau tidak membangunkan mas. "ucap brayen.


"selikan bisa pergi sendiri mas."ucap seli.


"naik sepeda motor. "ucap brayen.


"ia sayangku. "ucap seli.


"tidak tidak. kamu duduk tunggu disini kan kerja juga jam delapan. mas mandi dulu sebentar. pokoknya mas yang antar ok. "ucap brayen yang bergegas turun dari 6tempat tidurnya.


"mas tidak usah,seli tidak apa apa kok tidak diantar. mas tu nah kasian masih ngantuk. "ucap seli sambil bertriak kecil kepada suaminya yang berada dikamar mandi.


"tidak,mas tidak mengantuk sudah seli tunggu saja disitu. "triak brayen dari kamar mandi.

__ADS_1


brayen bergegas mandi karna menurutnya selama ada dia hanya dia yang boleh mengantar dan menjemput istrinya.


"nah kan mas sudah segar sekarang.jam berapa sayang. "tanya brayen.


"setengah delapan mas. "ucap seli pelan.


"loh kok dari tadi jam setengah delapan terus sayang. "ucap brayen yang mengerutkan keningnya sambil mengenakan pakaian.


seli hanya tersenyum saja. dia sengaja membohongi suaminya.tapi ternyata gagal.


"seli kamu berbohong ia sama mas."ucap brayen.


"apaan sih mas. seli tidak berbohong. tuh lihat saja kalau tidak percaya. memang sekarang jam setengah delapan mas."seli menunjuk jam dinding dikmar mereka.


"berartikan tadi belum setengah delapankan sel. "ucap brayen.


"ia ia maaf mas. tadi memang bukan jam setengah delapn tapi jam tujuh. "ucap seli merasa bersalah.


"kenapa mau pergi kerja sepagi itu. "tanya brayen.


"pokoknya lain kali mas tidak mau begitu. selama masih ada mas disini,itu sudah menjadi tugasnya mas ok. dan jangan pernah menolak suamimu. mengerti."brayen mengangkat dagu istrinya dan mengecup bibir seli.


seli seketika terkejut dengan perlakuan suaminya.


"ayo mas dah siap. mas antar kerja. "meraih tangan seli.


dengan senang hati seli meraih genggaman suaminya.


"ayo sayang. "ucap seli manja.


brayenpun pergi mengantar istrinya kekantor.


disepanjang jalan seli berbicara kepada suaminya.


"mas berapa hari lagi disni.. "tanya seli.

__ADS_1


"seli ngusir mas ini. "ucap brayen.


"bukan begitu mas. selikan hanya bertanya saja. apa salah. "ucap seli


"salah dong sayang. "ucap brayen yang masih fokus dengan kemudinya.


"salahnya dimana mas. "tanya seli lagi.


"pertanyaannya yang salah sayang. "ucap brayen.


"pertanyaannya mas. terus yang benar bagaimana. "ucap seli polos.


"yang benar itu. mas kalau bisa jangan pulang tetap disini. "brayen berucap sambil tertawa mengerjai istrinya.


"ih mas ini ia. suka sekali bercanda. "sambil mencubit perut suaminya.


"loh memang salah mas bicara seperti itu,tidak kan. "ucap brayen.


seli hanya tersenyum malu. karna seli menginginkan suaminya lebih lama lagi menemaninya.


"sini tidak usah malu malu. peluk mas dong."ucao brayen dengan sebelah tangan merangkul tu bu uh istrinya sambil mengemudi.


seli merasa sangat bahagia dengan perlakuan suaminya yang sangat menyayanginya.


"mas disini hanya seminggu sayang. nanti kalau mas bisa abil cuti kembali mas bakal lama nemeni seli disini. "ucao brayen.


"tapi kapan lagi mas. pasti masih lama lagikan. "ucap seli sedih.


"ia harus sabar. makanyakan kemarin mas suruh seli untuk berhenti bekerja. biar bisa ikut mas. biar kita bisa tinggal bersama tidak berjauhan seperti ini.


"tapi seli belum siap untuk meninggalkan pekerjaan. ia mau tidak mau mas harus mengerti. "ucap brayen.


"maaf ia mas. "


seli hanya bisa mengucapkan kata maaf. karna kalau dia bicara banyak lagi bisa menjadi pertengkaran yang tak terduga.

__ADS_1


__ADS_2