ORANG KE 3

ORANG KE 3
ORANG KE TIGA EPISODE 53


__ADS_3

ORANG KE TIGA EPISODE 53


Diana kemudian mengusir Maya dari rumah ketika Maya sedang hamil. Diana menuduh Maya dan menyebabkan Arya meninggal. Maya kemudian pergi ke rumahnya sambil menangis dan merasa kecewa dengan sikap Diana.


******


Sampai di rumah Maya langsung peluk Rani dan mengatakan semuanya kepada Rani dan membuat Rani kaget mendengar apa yang dikatakan Maya.


"Jadi Bu Diana melakukan hal seperti itu kepadamu? Mengapa Bu Diana melakukan hal itu padamu? Apa yang telah kamu lakukan kepadanya?" Tanya Rani kepada Maya.


"Karena Arya sudah meninggal maka dari itu, Mama nya Mas Arya melakukan ini dan mengusirku dan mengatakan bahwa karena akulah penyebab Arya meninggal. Mama nya Mas Arya tidak terima kematian Mas Arya Apalagi aku yang tidak terima kematian Mas Arya." Jawab Maya kepada Rani.


"Keterlaluan sekali Bu Diana, kenapa dia melakukan hal itu kepadamu. Bu Diana benar-benar sangat keterlaluan." Ucap Rani dengan perasaan kesal.


"Sudah lah Ma, biar saja Bu Diana seperti itu. Kita kan tau seperti apa Bu Diana apalagi sekarang Bu Diana benar-benar kehilangan Arya dan termasuk kita semua yang benar-benar kehilangan Arya. Kita harus bagaimana Arya benar-benar sudah enggak ada dan tidak mungkin bisa kita hidupkan kembali." Ucap Tommy kepada Rani.


"Iya Pa, Mama ngerti tapi tidak juga harus seperti itu sampai mengusir Maya. Maya adalah istrinya Arya dan saat ini Maya sedang hamil anaknya Arya. Tidak baik Jika seorang mertua mengusir menantunya dalam keadaan seperti ini apa kata orang nanti? Pasti orang akan beranggapan yang lain tentang Maya." Ucap Rani kepada Tommy.


"Ma... Sudahlah Maya tidak apa-apa kok... Maya akan tetap di sini sampai menunggu Mas Arya pulang." Ucap Maya sambil usap air mata nya.


Semua kaget mendengar perkataan Maya. Mereka masih berpikir bahwa Maya masih depresi atas kematian Arya.


******


Sementara itu Raya sedang berjalan-jalan pergi ke mall sambil mengajak Nayla. Raya memberikan sesuatu kepada Nayla dan Nayla menyukai pemberian dari Raya tersebut.


"Tante Mama, habis ini kita jalan-jalan ke mana? Apakah kita akan keliling Mall lagi? Ke tempat lain atau ke mana?" Tanya Nayla kepada Raya.


"Ke mana saja Nayla mau yang penting kita selalu bersama-sama dan Nayla Jangan sedih lagi itu saja pesan Tante Mama kepada Nayla." Jawab Raya kepada Nayla sambil tersenyum kepada Nayla.


"Nayla tidak bisa senang dan bahagia jika Om Papa tidak kembali. Apalagi Mama saat ini sedang sedih ketika tau Om Papa tidak akan pernah kembali." Ucap Nayla kepada Raya.


"Nayla kita berdoa saja untuk Om Papa pasti dia sangat bahagia di sana dan Nayla jangan bersedih nanti Om Papa juga pasti akan bersedih di sana dan Mama juga akan bersedih ketika Nayla bersedih. Jadi Nayla jangan bersedih lagi berdoa saja buat Om Papa dan bayangin kalau Om papa selalu ada bersama Nayla." Ucap Raya sambil peluk dan cium kening Nayla.


Saat sedang peluk Nayla tiba-tiba Raya melihat seseorang yang mirip dengan Arya bersama dengan wanita lain dan berpikir bahwa Arya masih hidup. Raya masih terus melihat orang tersebut yang mirip dengan Arya bersama dengan wanita lain.


Nayla melihat Raya sedang melihat seseorang dan memanggil nama Raya agar supaya membawa belanjaan dan berjalan-jalan kembali keliling Mall.


"Tante Mama lagi lihat apa? Apa yang Tante Mama lihat di sana?" Tanya Nayla kepada Raya.


"Tidak ada apa-apa sayang semua kan baik-baik saja ayo kita pergi sekarang kita bayar belanjaan kita dan kemudian kita lanjut berjalan-jalan." Ucap Raya kepada Nayla.


Raya kemudian mengajak Nayla untuk melanjutkan perjalanan jalan-jalan keliling mall dan kemudian membayar belanjaan mereka.


Sementara itu orang yang mirip dengan Arya tersebut sedang bersama dengan seseorang dan berbelanja namun hal itu dilihat oleh Raya kembali saat sedang belanja.


"Sayang kau lihat, ini sangat bagus kan? Aku sangat menyukainya aku harap kau juga menyukainya." Ucap Tina kepada Ruben.


"Iya sayang aku juga sangat menyukainya apalagi ketika kau memakainya Aku akan menunggunya apalagi Sebentar lagi kita akan segera menikah." Ucap Ruben kepada Tina.


"Aku senang sekali sayang akhirnya Sebentar lagi kita akan segera menikah dan Sekarang kita akan bersama-sama selamanya Kau tau aku sudah tidak sabar mendengar hari itu kapan waktu itu tiba. Setelah sebulan kau koma dan sekarang saatnya aku menunggu hari bahagia itu sayang." Ucap Tina sambil tersenyum dan peluk Ruben.


Di samping itu Raya melihat laki-laki tersebut mirip sekali dengan Arya terlebih lagi cara berbicaranya termasuk ciri-cirinya. Raya ingin mendekatinya namun tiba-tiba Nayla datang dan Raya tidak sempat mendekatinya sama sekali.


"Tante Mama ke mana saja sih bukannya tadi katanya kita berbelanja lagi dan jalan-jalan malah kemari dan Tante Mama tadi di mana? Tante Mama ternyata di sini." Ucap Nayla kepada Raya.


"Tidak ada apa-apa Sayang ayo kita lanjutkan jalan-jalan tapi kita bayar dulu belanjaan kita." Ucap Raya kepada Nayla.

__ADS_1


Raya kemudian mengajak Nayla berjalan-jalan kembali namun sebelum itu Raya membayar belanjaan terlebih dahulu dan kemudian mengajak Nayla jalan-jalan.


******


Di rumah Reynaldi Diana masih belum terima atas kepergian Arya. Diana masih berharap agar Arya segera kembali dan berkata bahwa Arya akan kembali. Tidak berapa lama Reno kemudian pulang ke rumah dan bertanya tentang Maya kepada Diana kemudian Diana mengatakan bahwa dia sudah mengusir Maya dan tidak akan pernah kembali lagi.


"Tidak seharusnya Mama melakukan hal seperti itu Maya adalah istrinya Arya dan dia sedang hamil anaknya Arya. Tidak pantas kita perlakukan Maya seperti itu apalagi Mama menuduh Maya yang menyebabkan Arya meninggal padahal bukan Maya yang melakukannya." Ucap Reno kepada Diana.


"Apakah seperti itu lalu Siapa yang melakukannya? Orang lain? Kalau bukan karena Maya yang mengizinkan Arya pergi ke Amerika yang tidak akan terjadi. Seandainya Arya tidak pergi tidak akan terjadi." Ucap Diana kepada Reno.


"Mama benar-benar sangat keterlaluan ini bukan salahnya Maya. Ini sudah takdir dan ini bukan salah Maya atau siapapun. Jadi kita jangan menyalahkan siapapun maupun menyalahkan Maya karena Maya tidak salah apapun." Ucap Reno kepada Diana.


"Sudah lah Papa memang selalu saja membelanya." Ucap Diana dengan perasaan kesal dan langsung masuk ke kamar.


"Pa, Sudahlah kita kan tau seperti apa Mama semenjak kematian Kak Arya Mama sudah berubah dan tidak seperti dulu lagi dan suka marah-marah. Apalagi suka mengatakan bahwa Kak Arya masih hidup dan akan segera kembali. Kita tidak bisa berbuat apa-apa kepada Mama untuk saat ini karena kalau kita membuat dia untuk menerima kenyataan maka Sesuatu akan terjadi lebih dari ini. Jadi kita akan membuat Mama percaya secara perlahan agar bisa menerima semua ini." Ucap Nada kepada Reno.


Reno merasa kecewa atas sikap Diana kepada Maya yang mana sesungguhnya Maya tidak bersalah atas kematian Arya namun Diana masih bersikeras dan menuduh Maya.


******


Sepulang dari mall jalan-jalan Raya Bram untuk berbicara dengannya dan mengatakan tentang apa yang dilihatnya tadi di mall. Orang yang mengatakan ada seseorang yang mirip dengan Arya dan Bram mengatakan itu hanya kebetulan saja.


"Tapi Mas, ciri-ciri nya sama apalagi dari gaya bicaranya caranya berjalan itu mirip seperti Arya dan juga cara bagaimana dia bersikap. Tapi aku entah kenapa yakin bahwa itu adalah Arya karena kan kita belum melihat jenazah Arya kita hanya tau dia tenggelam di laut." Ucap Raya kepada Bram.


"Kau bener sayang tapi, bagaimana jika dia bukan Arya atau hanya orang yang mirip dengan Arya saja? Walaupun itu adalah Arya pasti dia sudah kembali ke rumah bahagia bersama Maya apalagi sebentar lagi anak mereka akan lahir." Ucap Bram kepada Maya.


"Iya sayang kau ada benarnya juga, karena banyak juga orang mirip di dunia ini." Ucap Raya kepada Bram.


"Sudah lah sayang kita lupakan saja itu. Sekarang aku ingin menemui Nayla dan menghiburnya aku ke kamar Nayla dulu." Ucap Bram sambil ke kamar Nayla.


"Entah kenapa aku merasa dia adalah Arya dan Arya masih hidup. Ya Tuhan... Kenapa perasaanku seperti ini Apa benar yang aku lihat itu adalah Arya? Aku Ingin bertemu dengannya lagi dan bertanya kepadanya dan mencari tau tentangnya Apakah dia adalah Arya atau bukan." Ucap Raya dalam hati.


******


Di kamar Nayla sedang melihat foto Arya bersama dengan Maya. Nayla mengatakan bahwa dia sangat merindukan Arya dan akan selalu merindukannya.


"Om Papa, Apakah Om Papa sekarang sedang bahagia? Nayla sangat merindukan Om Papa. Nayla berharap Om Papa kembali dan kita bersama-sama lagi seperti dulu. Tapi itu rasanya tidak mungkin karena Om Papa sudah pergi meninggalkan Nayla. Nayla sangat merindukan Om Papa sampai saat ini Nayla masih tetap merindukan Om Papa." Ucap Nayla sambil peluk foto Arya dan Maya.


"Nayla, Kita semua juga merindukan Om Papa dia pasti sekarang sudah bahagia di sana dan sekarang ini dia pasti sedang melihat Nayla di sana Dan tersenyum kepada Nayla. Nayla kau tau tidak, jika Nayla merindukan Om Papa maka doakanlah Om Papa dan Om Papa akan merasa bahagia dan lebih bahagia lagi. Papa yakin Om Papa akan sangat bahagia ketika Nayla mendoakannya." Ucap Bram kepada Nayla sambil cium kening Nayla.


******


Sementara itu di kantor Mahesa begitu marah dan emosi karena gagal mendapatkan perusahaan milik Reynaldi. Mahesa kemudian melakukan sesuatu agar keluarga Reynaldi memberikan perusahaannya kepada Mahesa.


"Apa yang akan kita lakukan selanjutnya kita tidak boleh gagal lagi culik lah anak itu Nayla dan Sonia dengan itu mereka akan memberikan perusahaan itu kepada kita." Ucap Mahesa kepada Bodyguard.


"Bagaimana jika mereka tidak memberikannya apalagi jika kita menculik anak-anak? Bagaimana jika Maya kita lakukan kepadanya?" Tanya Bodyguard kepada Mahesa.


"Kalian lakukan saja kalau perlu kalian culik Maya agar kita berhasil merebut yang kita inginkan. Jadi yang pertama harus kita lakukan kalian harus sulit kedua anak itu lebih dulu karena itu lebih penting dan mereka pasti akan memberikan perusahaan itu untuk kita." Ucap Mahesa kepada Bodyguard.


"Baik bos akan kami laksanakan sesuai dengan keinginan anda." Ucap Bodyguard kepada Mahesa.


Bodyguard kemudian pergi dari ruangan Mahesa untuk melaksanakan rencana Mahesa selanjutnya agar mendapatkan perusahaan milik Reynaldi.


******


Perusahaan Reynaldi kedatangan salah satu bidang bisnis terkenal di Amerika yang bernama Ria Dikna seorang wanita bisnis yang berada di Amerika yang sudah bekerjasama dengan perusahaan Reynaldi dan menolak perusahaan milik Mahesa pada waktu itu di Amerika.

__ADS_1


"Jadi anaknya Pak Reno meninggal dalam kecelakaan tersebut disebabkan pesawat tenggelam di laut dan sampai sekarang belum ditemukan sama sekali? Pantas saja aku menunggunya sebulan yang lalu beliau tidak datang sama sekali. Tapi tidak masalah bagiku kamu katakan kepadanya bahwa aku ingin bertemu dengannya besok untuk membicarakan tentang bisnis kami meskipun putranya tidak datang tapi bisnis kami tetap masih berjalan sampai sekarang ini. Aku ingin kami melakukannya begitu lagi agar supaya bisnis kami bisa menjalankan dengan baik." Ucap Ria Dikna kepada Karyawan.


"Baik Bu akan saya lakukan apa yang anda katakan Nanti akan saya sampaikan kepada Pak Reno sesuai dengan yang anda katakan dan besok anda bisa bertemu dengan Pak Reno." Ucap Karyawan kepada Ria.


"Saya akan tunggu pertemuannya besok. Sekarang saya pulang dulu dan besok jangan lupa jam sepuluh pagi saya akan kemari." Ucap Ria Dikna kepada Karyawan.


Ria kemudian pergi meninggalkan kantor Reynaldi dan menelepon suaminya Dengan mengatakan bahwa dia akan ke kantor suaminya sekarang juga.


"Iya sayang aku akan datang ke sana secepatnya aku sudah tidak sabar bertemu dengan dirimu satu lagi nanti kita makan siang di restoran bagaimana?" Ucap Ria Dikna kepada Arka.


"Boleh juga sayang datanglah kemari dan kita akan makan siang di restoran hari ini aku akan menunggumu." Ucap Arka kepada Ria Dikna.


"Iya Sayang aku akan datang dan satu lagi aku sangat mencintaimu Sayang." Ucap Ria sambil tersenyum dan tutup telpon nya.


Setelah Ria menelepon suaminya Ria kemudian meninggalkan kantor Reynaldi dan menuju rumah sakit tersebut.


******


Di rumah Maya masih menyendiri di kamar nya dan melihat foto Arya. Maya selalu berharap Arya masih hidup dan akan segera kembali Maya yakin Arya masih hidup karena Arya tidak akan mungkin meninggalkannya itu adalah janji Arya kepada Maya.


"Mas Arya aku tau Mas Arya masih hidup entah dimanapun Mas Arya berada, aku sangat yakin mungkin ada seseorang yang menemukan Mas Arya dan bisa jadi mungkin orang itu ada bersama Mas Arya. Karena aku sangat yakin mungkin Mas Arya di suatu tempat namun akan sulit untuk kembali dikarenakan terlalu jauh dan terlalu lama berada di sana. Mas Arya cepatlah kembali karena aku sangat merindukanmu. Dan anak kita pasti akan sangat merindukanmu anak kita akan segera lahir bulan depan dia akan lahir anak kembar kita Arnav dan Arpen nama yang sudah kita siapkan sejak lama." Ucap Maya dalam hati sambil peluk foto Arya.


Saat Maya peluk foto Arya namun tiba-tiba perut Maya sakit dan kram, Kartika tiba-tiba datang dan melihat Maya kesakitan dan langsung memanggil Rani untuk melihat Maya di kamarnya. Rani kemudian menelepon Bram mengatakan tentang kondisi Maya dan Maya kemudian langsung dibawa rumah sakit, namun Bram dengan Nayla pun nyusul rumah sakit.


******


Ria datang menuju rumah sakit kantornya Arka. Dan langsung peluk Arka untuk melepaskan kerinduannya. Ria mengatakan bahwa dia sangat merindukan Arka setelah selama satu bulan Arka berada di Bandung dan sekarang baru kembali ke Jakarta.


"Aku juga sangat merindukanmu sayang dan merindukan anak-anak kita Oh ya kau tidak mengajak anak kita? Aku sangat merindukannya dan aku ingin sekali bertemu dengan mereka dan peluk mereka untuk melepaskan rindu kepada mereka." Ucap Arka kepada Ria.


"Kita akan jemput anak-anak nanti bersama-sama Sayang karena ini adalah kejutan buat mereka kalau aku yang menjemput bukan kejutan namanya? Lebih baik kita bersama-sama saja menjemput mereka karena ini adalah kejutan untuk mereka." Ucap Ria Dikna kepada Arka.


"Baiklah sayang dan aku yakin mereka pasti akan senang sekali ketika aku bertemu dengan mereka dan memberikan mereka sebuah hadiah yang istimewa termasuk kamu aku juga sudah mempersiapkan untukmu." Ucap Arka sambil peluk dan cium kening Ria.


Dokter lain tiba-tiba datang ke ruangan kantor Arka saat berbicara kepada Ria. Dengan mengatakan bahwa ada pasien gawat karena pasien kali ini sedang hamil. Dokter tersebut meminta Arka untuk menangani nya karena dokter spesialnya sedang pergi dan liburan.


"Ya sudah kalau begitu aku akan segera ke sana. Sayang aku lihat pasien dulu ya nanti aku akan segera kembali." Ucap Arka kepada Ria dan Dokter sambil keluar dari ruangan.


Arka kemudian pergi menuju pasien yang sedang berada di ruang rawat untuk diperiksa.


******


Sementara itu Maya terbaring lemah dikarenakan kandungannya mengalami kritis diakibatkan Maya Depresi. Dokter Arka Kemudian datang dan langsung periksa Maya. Saat dokter Arka periksa Maya, Maya membuka matanya dan melihat wajah Arka yang lupa memakai masker dan di situ Maya menyebut nama Arya. Arka tiba-tiba langsung menutup wajahnya memakai masker saat Arka baru sadar bahwa lupa memakai masker.


"Mas Arya... Kau sudah kembali... Mas Arya aku tau kau masih hidup. Kau akan segera kembali Aku sangat mencintaimu Mas Arya. Aku dengan anak kita menunggumu kembali dan akhirnya aku melihatmu dan kita bertemu kembali. Mas Arya... Mas Arya... Mas Arya..." Ucap Maya kepada Arka sambil menyebut nama Arya dan kemudian pingsan.


Arka masih terus periksa Maya dan langsung menyuntikkan dengan obat bius agar istirahat dan tertidur. Dokter Arka kemudian keluar dan Bram melihat dokter Arka yang wajahnya mirip dengan Arya dan mengatakan bahwa Maya saat ini sedang depresi dan bayinya hampir saja keguguran.


"Keguguran? Ya Tuhan... Hampir saja Maya mengalaminya terus apa yang harus kami lakukan dokter?" Tanya Bram kepada Arka.


"Kalian harus menjaganya dengan baik. Satu lagi tadi dia menyebut nama Arya Siapa itu Arya?" Tanya Arka kepada Bram.


"Arya adalah Suaminya Maya, dia tenggelam di laut saat mengalami kecelakaan pesawat sampai sekarang dia tidak ditemukan maka dari itu Maya mengalami depresi dan selalu berpikir bahwa Arya masih hidup dan berpikir bahwa juga Arya akan segera kembali.


"Kasihan sekali Maya dia harus menderita apalagi saat ini dia sedang hamil dan usia kandungannya saat ini berusia delapan bulan. Jadi kalian harus menjaganya dengan baik dan jangan sampai dia mengalami depresi yang berat. Jika tidak, terpaksa kita harus mengeluarkan bayinya meskipun prematur. Saya akan memberikan vitamin kepadanya dan kalian bisa datang ke ruangan saya nanti akan saya berikan vitaminnya." Ucap Arka kepada Bram dan kemudian pergi ke ruangan nya.


Bram kaget melihat wajah Dokter yang mirip dengan Arya kemudian langsung datang ke ruangan dokter Arka.

__ADS_1


#BERSAMBUNG


__ADS_2