
ORANG KE TIGA EPISODE 44
Di taman Kamila menemui Yurisa diam-diam. Saat bertemu di taman, mereka pun ngobrol dan Kamila pun langsung memberikan uang kepada Yurisa dan membuat Yurisa kaget melihat nya.
Yurisa bertanya untuk apa uang tersebut dan Kamila pun mengatakan bahwa Yurisa harus meninggalkan Fandy selamanya dan membawa uang ini pergi karena Fandy memiliki istri dan juga Anak. Lalu kenapa Yurisa masih tetap bersama Fandy sementara punya istri dan anak.
Yurisa kaget mendengar perkataan dari Kamila dan tidak menyangka akan membuat hal seperti ini dengan Yurisa. Kamila masih tetap memaksa Yurisa untuk bercerai dari Fandy jika Yurisa tidak ingin melakukannya, maka Kamila akan membuat perhitungan kepada Yurisa dan membuatnya berada di penjara kembali.
"Jadi bawa uang ini dan bercerai dari Fandy sekarang juga. Aku sudah persiapkan surat cerai kalian berdua kau tinggal tanda tangan tidak perlu menunggu sampai bayi itu lahir karena anak itu bukan anak Fandy." Ucap Kamila kepada Yurisa
Yurisa kaget mendengar perkataan dari Kamila, Kamila masih tetap memaksa untuk menandatangani surat cerai tersebut. Kamila tetap meminta Yurisa untuk menandatangani surat cerai tersebut jika tidak, maka Kamila akan membuat Yurisa masuk penjara.
"Ma... Tapi apa Fandy akan melakukan nya?" Tanya Yurisa kepada Kamila.
"Dia akan melakukan nya karena dia suami Nada. Apa kamu sadar yang kamu katakan? Dan itu akan membuat mempersulit Fandy dengan Nada untuk bersatu. Harusnya kau sadar diri dan mengakhiri hubungan dengan Fandy. Karena Nada dengan Fandy masih menikah dan kau jangan pernah mencoba untuk menghancurkan rumah tangga mereka yang ingin di satukan kembali bersama dengan Sonia." Ucap Kamila kepada Yurisa.
"Ma, maafkan aku, tapi aku tidak bisa melakukan ini tanpa ijin Fandy dan menerima uang ini." Ucap Yurisa kepada Kamila.
"Jadi kau ingin tetap bersama Fandy dan menghancurkan rumah tangga Fandy dengan Nada? Kau pikir kau itu siapa berani nya menghancurkan rumah tangga orang? Kau pikir aku akan menerima mu sebagai menantu ku ?? Kau pikir aku akan menerima mu begitu! Dan kau pikir aq akan menerima bayi yang bukan anak nya Fandy begitu dan kau pikir kau bisa memaksa Fandy untuk bertanggungjawab atas kehamilan kamu dan kau pikir aku akan biarkan kau merusak pernikahan Fandy dengan Nada! Jangan pernah bermimpi untuk jadi istri Fandy karena Istri Fandy yg di akui hanya Nada paham! Dan kau pergi dari sini!" Ucap Kamila sambil menampar Yurisa.
Setelah Kamila menampar Yurisa lalu Kamila mendorong Yurisa hingga terjatuh dan merasa kesakitan di dalam perutnya. Kamila tidak peduli dengan Yurisa bahkan mengatakan kalau itu terjadi kepadanya karena dirinya sendiri dan Karma untuknya karena sudah merusak rumah tangga Fandy dengan Nada. Lalu Kamila meninggalkan Yurisa sendirian dalam keadaan sakit perutnya dan pendarahan yang hebat.
Yurisa pingsan saat setelah pendarahan hebat dan tiba-tiba Ayu datang kemudian datang dan menemui Fandy. Fandy pun kemudian datang setelah Fandy datang, Fandy kaget melihat Yurisa pingsan dan pendarahan Fandy kemudian membawanya ke rumah sakit.
******
Sampai di rumah sakit Yurisa langsung di periksa oleh Dokter. Fandy sangat khawatir dengan keadaan Yurisa. Pak Mahesa dengan yang lainnya pun datang bersama dengan Kamila dan Rio namun Kamila tidak merasa khawatir dengan Yurisa dan berharap bahwa Yurisa kehilangan bayi nya agar Fandy kembali bersama dengan Nada.
"Ma, kenapa bicara begitu? Yurisa gadis yang baik Ma." Ucap Fandy kepada Kamila.
"Gadis baik apaan? Kalau dia gadis baik-baik dia tidak akan pernah mau merebut suami orang lain! Dan kau Fandy jangan coba-coba untuk membela nya. Kau itu punya istri dan anak harus nya kau lindungi mereka bukan Yurisa apalagi bayi Yurisa itu bukan lah anak kamu jadi untuk apa kamu bertanggung jawab atas kehamilan Yurisa!" Bentak Kamila kepada Fandy.
"Papa setuju yang Mama kamu katakan. habis ini kamu ceraikan Yurisa paham!" Perintah Mahesa kepada Fandy.
"Apa? Cerai? Tidak! Bagaimana mungkin kalian tega lakukan ini kepada Yurisa!" Ucapan Ayu membuat semua kaget mendengar nya.
"Apa? Tega? Lalu Yurisa itu bagaimana? Dengan menghancurkan rumah tangga orang lain apakah dia di namakan wanita baik-baik? Ucapan Kamila membuat Ayu kaget mendengarnya.
"Aku tidak akan bercerai dari Yurisa Ma, itu yg akan ku lakukan." Ucapan Fandy membuat semua kaget mendengarnya.
Nada tiba-tiba datang dan menampar Fandy. Nada sangat marah dan kemudian melemparkan surat perceraian di hadapan Fandy. Nada untuk tidak pernah menemuinya lagi dan juga jangan pernah menemui Sonia lagi jika dia tetap bersama dengan Yurisa.
Semua kaget mendengar perkataan Nada. Kamila tidak terima perkataan Nada dan Kamila meminta Fandy untuk menceraikan Yurisa sekarang juga tidak akan diterima sebagai menantu di keluarga Mahesa sampai kapanpun karena menantu keluarga Mahesa hanya Nada bukan Yurisa. Semua kaget mendengar perkataan Kamila termasuk Ayu, Ayu sangat kecewa kepada Fandy karena ternyata Fandy sudah menikah dengan Nada.
"Tidak usah buang air mata palsu mu itu, kau mau uang kan dari kami? Yurisa sudah menerima nya dan dia mengatakan akan menceraikan Fandy dengan syarat dia harus di berikan uang sepuluh juta. Dan aku sudah memberikannya uang sepuluh juta, jadi mulai sekarang Yurisa sudah bercerai dari Fandy selamanya!" Semua kaget mendengar perkataan Kamila.
Dokter pun tiba-tiba keluar dan mengatakan bahwa Yurisa melahirkan bayi prematur, bayi itu mengalami kritis dan Ibu nya sangat lemah karena bayinya belum lahir pada waktunya yang tepat bayi tersebut dimasukkan ke ruang Ekobator.
Semua kaget mendengar perkataan dokter. Ayu menyalahkan Kamila karena hal ini dab membuat Yurisa tertekan sehingga mengalami hal seperti ini.
"Kau menyalahkanku itu adalah kesalahan sendiri kesalahan anakmu Yurisa yang tidak mau meninggalkan Fandy. Akhirnya dia mengalami hal seperti ini dan ini adalah karma untuk nya dan pantas untuknya!" Bentak Kamila kepada Ayu.
"Cukup Ma!" Teriak Fandy di depan Mamanya.
"Dokter saya mau bawa bayi itu pulang dan mengirim nya keluar negri." Kedatangan Lina membuat semua kaget melihatnya.
__ADS_1
"Iya dokter Saya mau mengambil anak saya karena dia adalah anak kandung saya Saya dulu ayahnya Sebenarnya bukan Fandy." Ucap Bram kepada Dokter.
Dokter tidak mengizinkan dan keluarganya membawa bayi tersebut karena dokter mengatakan bahwa bayi tersebut dalam keadaan kritis dan tidak boleh pergi ke mana pun. Roy yang lainnya pun mengatakan kepada dokter bahwa tidak masalah bayi dirawat di sini akan tetapi keluarganya tidak boleh melihatnya termasuk Ayu dan Yurisa.
Para polisi datang dan memberikan peringatan kepada Fandy dan keluarganya agar tidak melihat bayi tersebut dan para polisi tersebut menuju ruang bayi dan mengawasi ruangan bayi tersebut. Fandy tidak terima perlakuan dari keluarga Bram begitu juga dengan Ayu yang tidak terima perlakuan keluarga Bram.
"Ini sudah jadi kesepakatan kami berdua Kalian percuma marah-marah karena ini adalah keputusannya Yurisa dan setelah anak itu lahir maka anak itu akan dirawat oleh Raya dan juga Bram." Ucap Roy kepada Fandy dan keluarganya.
"Fandy jadi mulai sekarang jangan pernah untuk mengurus Yurisa lagi karena keluarga dari anak itu sudah mau mengurus nya jadi kau tidak perlu lagi capek-capek bertanggungjawab. Sekarang tujuan mu adalah Nada dan Sonia bukan Yurisa untuk apa kau mengurus Yurisa sementara anak itu bukan anak kamu." Ucap Kamila kepada Fandy.
"Tapi Ma, Yurisa adalah istriku." Ucap Fandy kepada Kamila.
"Fandy! Sekarang kau pilih Nada atau Yurisa? Jika kau pilih Yurisa kau bukan lagi anakku dan kau bukan lagi ayah kandung Sonia! Paham!" Teriak Kamila kepada Fandy.
******
Di rumah Reynaldi Maya sudah mempersiapkan buka bersama dengan keluarga di sana Arya melihatnya dan mencoba untuk membantu Maya. Disamping itu Diana masih kesal kepada Nayla yang mana Nayla membandingkan Arya dengan Bram.
Buka bersama pun terjadi saat berbuka bersama Diana meminta Maya agar Nayla mengambil makanannya sendiri. Nayla kaget mendengar perkataan Diana, Maya lalu mengatakan kepada Nayla untuk mengambil makanannya sendiri dan menjelaskan bahwa Nayla harus bisa belajar mandiri.
"Nayla harus dibiasakan belajar mandiri agar supaya terbiasa setelah dewasa nanti." Ucap Diana kepada Maya.
"Ma, jangan berlebihan." Ucap Reno kepada Diana.
"Tidak ada yang berlebihan Pa, Mama lakukan ini untuk kebaikan Nayla." Ucap Diana kepada Reno.
"Ya sudah ayo kita makan.." Reno pun makan bersama dengan yang lainnya.
"Ma, andaikan Papa Sonia di sini." Semua kaget mendengarnya dan mereka pun saling memandang satu sama lain.
"Memang nya Papa Sonia kemana?" Tanya Nayla kepada Sonia.
"Sonia, Papa Sonia tidak perlu ada di sini. Kan ada Om Arya yang selalu ada untuk Sonia." Ucap Arya sambil tersenyum kepada Sonia.
"Om Arya, seandainya Mama dengan Papa bisa bersatu lagi..." Ucapan Sonia membuat semua kaget mendengarnya.
Ucapan Sonia yang membuat semua kaget mendengarnya. Mereka semua saling memandang dan tetap akan bersama meskipun tidak ada jawaban dari pertanyaan kepada Sonia.
******
Di rumah sakit Fandy dengan keluarganya tidak bisa berbuat apa-apa karena Polisi sedang menjaga bayi nya Yurisa.
Sementara Yurisa masih lemah tak berdaya. Fandy melihat keadaan Yurisa dengan sangat sedih dan kecewa atas sikap keluarga dari Bram dan Mama nya. Fandy kemudian pegang tangan Yurisa lalu cium kening Yurisa.
"Yurisa... Maafin aku Yurisa, ini semua salahku, aku tidak bisa melindungi mu Yurisa.." ucap Fandy kepada Yurisa.
"Mas Fandy.. anakku, Mas Fandy anakku dimana?" Tanya Yurisa kepada Fandy.
"Anak kita ada di ruang Ekobator syg kamu jangan khawatir ya." Ucap Fandy kepada Yurisa.
"Aku ingin bertemu dengan anakku, bawa aq kesana Mas... Ku mohon bawa aku kesana." Pinta Yurisa kepada Fandy.
"Tidak bisa! Kau tidak bisa melihat anak itu! Anak itu sekarang milik Bram dan Raya jadi jangan pernah bermimpi untuk mendapatkan anak itu!" Lina tiba-tiba datang dan membuat Yurisa kaget melihatnya.
"Tante Lina, aku mohon Tante, ijinkan aku menemui anakku." Ucap Yurisa sambil memohon kepada Lina.
__ADS_1
"Tante, ku mohon ijinkan Yurisa bertemu dengan anak nya. Tante, tidak baik memisahkan antara Ibu dan anak karena mereka memiliki ikatan bathin yang kuat. jadi ku mohon kepada Tante untuk tidak memisahkan Yurisa dengan anak nya." Ucap Fandy kepada Lina.
"Fandy, Kenapa sih kau selalu saja memikirkan perasaan Yurisa. Kau tidak memikirkan Bagaimana perasaan Sonia apakah dia ingin memiliki seorang ayah dan kau tidak memikirkan hal itu dan tidak memikirkan Bagaimana perasaan Sonia. Kau hanya memikirkan bagaimana perasaan Yurisa dan Yurisa." Ucap Kamila kepada Fandy.
"Ma, kenapa bicara begitu? Yurisa adalah istri Fandy dan anak nya juga sudah jadi tanggung jawab Fandy Ma?" Tanya Fandy kepada Kamila.
"Tanggung jawab apa? Anak itu adalah anak Bram bukan anak kamu. Sekarang anak itu sudah bersama Bram dia sudah menjaganya bersama tunangannya dan kau tidak perlu memikirkan Bagaimana Yurisa karena kau akan segera bercerai dengan Yurisa. Dan kau Yurisa jangan pernah kau bebani Fandy lagi karena sekarang Fandy sudah menikah dan punya anak. Apa kau sadar itu? Apa kau mau jadi Pelakor lagi Setelah Kau menghancurkan rumah tangga Maya dengan Bram pada waktu itu? Jadi jangan pernah kau membebani Fandy lagi. Karena kan dia kan bahagia bersama istri dan anaknya bukan bersama denganmu." Ucap Kamila kepada Fandy dan Yurisa.
"Ma, Fandy tidak merasa terbebani, jadi sudah cukup Ma jangan seperti ini." Ucap Fandy kepada Kamila.
Kamila kaget mendengar perkataan dari Fandy. Kamila kemudian menuduh Yurisa membuat Fandy melawan kepada mamanya dan selalu membela Yurisa. Kamila membuat sumpah untuk Yurisa, agar Yurisa menderita selamanya karena sudah menghancurkan rumah tangga Fandy dan Nada.
Yurisa kaget perkataan dari Kamila. Kamila tetap dengan sumpahnya jadi, jika Yurisa tidak menjauhi Fandy, maka itu akan terjadi kepada Yurisa selamanya karena sudah menghancurkan rumah tangga nada dengan Fandy.
******
Di ruang Ekobator Bram menangis melihat anaknya yang sedang kritis. Bram berjanji kepada dirinya sendiri akan menjaga anaknya dengan baik dan merawatnya sampai dewasa. Raya yang berada disamping Bram mengatakan bahwa dia dengan berlomba akan menjaga anak itu dengan baik bersama-sama dengan Bram.
"Bram, kita akan jaga dia bersama-sama ya. Oh iya Bram kau sudah punya nama untuk nya?" Tanya Raya kepada Bram.
"Aku sudah punya nama untuk nya. Namanya adalah Rena Nugraha bagaimana?" Tanya Bram kepada Raya.
"Nama yang bagus." Jawab Raya kepada Bram.
******
Di rumah keluarga Reynaldi, Reno mengajak Diana untuk berbicara kepadanya. Rino mengatakan tentang Nayla dan sikap Diana kepada Nayla dengan Maya. Diana tetap pada pendiriannya dan berkata itu adalah hal biasa tanggungjawab sebagai seorang Ibu kepada Menantu nya. Reno hanya terdiam mendengar perkataan Diana jangan bingung harus berkata apa lagi kepada Diana.
Diana berpikir bahwa apa yang dilakukannya adalah benar untuk kebaikan bersama termasuk kebaikan Arya. Diana juga mengatakan sudah sepantasnya Maya melakukan tugas sebagai seorang menantu di rumah ini.
Dan sudah sepantasnya Nayla untuk bersikap bijaksana dan tidak menyebut nama Bram di rumah ini karena itu akan membuat hubungan Arya dengan Maya tidak akan membaik karena Nayla selalu menyebut nama Bram di rumah ini.
"Iya Ma, Papa paham maksud Mama. Akan tetapi Nayla kan masih kecil jadi, dia belum mengerti Bagaimana perasaan Om Papa nya ketika dia selalu menyebut nama Bram di rumah ini." Ucap Reno kepada Diana.
"Iya aku mengerti akan tetapi Nayla harus diberi pengertian untuk tidak melakukan hal seperti itu. Jika ini terus berlanjut bagaimana hubungan Arya dengan Maya dan bagaimana dengan rumah tangga Arya dengan Maya. Apakah mereka mampu mempertahankan rumah tangga mereka? Karena Nayla selalu menyebut nama Bram di rumah ini meskipun Nayla adalah anaknya Bram Tidak sepantasnya Nayla bersikap seperti itu." Ucap Diana kepada Reno.
******
"Sayang, kamu pasti lagi pikirin perkataan Mama tadi? Sayang, maafin Mama ya soal tadi..." Ucap Arya kepada Maya.
"Tidak apa-apa Mas Arya jangan di pikir kan tentang itu. Mama benar aku adalah seorang istri dan menantu di rumah ini dan sudah sepantasnya aku bertanggungjawab atas keluarga ini. Dan Nayla, Mas Arya aku minta maaf soal Nayla karena Nayla selalu menyebut nama Bram dan membuat Mama dan kamu tidak nyaman. Justru aku yang minta maaf kepadamu atas sikap Nayla kepada mu." Ucap Maya kepada Arya.
"Aku tidak apa-apa Sayang. Sudahlah tidak perlu dibahas lagi. Lagi pula aku tidak mempermasalahkan itu untuk apa kita mempermasalahkan itu karena itu akan membuat kita bertengkar. Sayang jangan terlalu dipikirkan datang tadi. Nayla itu masih anak-anak pasti akan mengerti dewasa nanti kalau untuk sekarang biarlah seperti ini kau jangan khawatir karena aku tidak terlalu memikirkannya." Ucap Arya kepada Maya.
"Terima kasih ya Sayang kau selalu mengerti bagaimana Nayla. Sayang Aku janji kepadamu aku tidak akan membiarkan yang terjadi lagi biarpun Laila masih belum mengerti tapi aku berjanji akan membuat Nayla mengerti." Ucap Maya kepada Arya.
Arya kemudian pegang tangan Maya kemudian peluk dan cium kening Maya dengan hangat. Maya pun membalasnya dengan hangat dan peluk Arya dengan romantisnya.
Hari berganti Hari jelang lebaran pun tiba. Keadaan Yurisa dan Rena semakin pulih. Yurisa tiba-tiba datang ke rumah Nada dan maaf kepada Nada. Yurisa mengatakan sudah berpisah dengan Fandy. Fandy dengan nada kembali dan hidup bahagia bersama dengan Sonia. Yunisa dengan Fandy akan resmi bercerai setelah lebaran nanti.
"Nada hubungan ku dengan Fandy sudah berakhir, jadi bisa bersama dengan Fandy dan bisa memulai hidup baru lagi bersama dengan Fandy. Sonia tidak akan kekurangan kasih sayang seorang ayah lagi keluarganya akan lengkap di lebaran nanti dan aku harap kalian bahagia selamanya." Ucap Yurisa kepada Nada.
"Jadi kamu sungguh-sungguh bercerai dengan Fandy dan aku harap itu bukan perkataanmu saja. Karena aku dengan Fandy sudah lama menikah dan aku harap kau tidak mengganggu hubungan dengan Fandy lagi." Ucap Nada kepada Yurisa.
"Aku berjanji kepadamu dan setelah ini aku akan pergi dari Jakarta ini. Aku tidak akan kembali, mungkin saja aku tidak akan kembali ke Jakarta ini karena aku selalu membuat orang-orang disekitar menderita. Sekali lagi aku minta maaf kepadamu Nada, dan ku harap kau mendapatkan kebahagiaan bersama Fandy. Dan aku tidak akan pernah ganggu lagi hubunganmu dengan Fandy selamanya Aku janji kepadamu." Ucap Yurisa kepada Nada.
__ADS_1
Setelah ngobrol dengan Nada, Yurisa pun pergi dari rumah keluarga Reynaldi.
#BERSAMBUNG