
ORANG KE TIGA EPISODE 94
Lina begitu sangat panik karena Nayla dengan Rena dan juga Bimo menghilang secara tiba-tiba.
"Apa yang barusan Mama katakan, Nayla sama dengan kedua adiknya tiba-tiba menghilang?" Tanya Raya kepada Lina.
"Iya Raya, Mama bingung harus bagaimana, Mama jadi khawatir dengan Nayla kalau sesuatu terjadi kepada mereka," Jawab Lina kepada Raya.
"Ya Tuhan... Apa yang harus kita lakukan? Apakah kita harus mengatakan kepada Mas Bram tentang hal ini?" Tanya Raya kepada Lina.
"Mama akan menghubungi Papanya Bram dan juga Bram karena mereka harus tahu tentang kehilangan Laila beserta Bimo dan juga Rena," Jawab Lina kepada Raya.
Lina kemudian mengambil ponselnya setelah itu dia langsung menghubungi suaminya dan anaknya untuk memberitahukan tentang Nayla.
"Hallo Pa, Pa gawat," Ucap Lina dengan perasaan khawatir.
"Gawat apa Ma?" Tanya Roy kepada Lina.
Dengan keadaan panik serta khawatir, Lina mengatakan bahwa Nayla hilang bersama Bimo dan juga Rena.
"Iya Pa, Nayla, Bimo dan Rena secara tiba-tiba Pa dan Mama tidak tahu di mana mereka, apakah mereka diculik atau tidak. Mama sangat khawatir dengan mereka Jika sesuatu terjadi kepada mereka," Jawab Lina kepada Roy.
"Mama tunggu saja di rumah aku dengan Bram akan pulang ke rumah." Roy kemudian menutup teleponnya.
Lina masih terlihat khawatir karena Nayla bersama dengan Bimo dan Rena diculik " Harusnya Mama tidak meninggalkan mereka sendirian, ya Tuhan... Ke mana anak-anak itu? Mama takut sekali Jika sesuatu terjadi kepada mereka." Lina begitu panik karena Nayla belum saja kembali dengan Bimo dan Rena.
"Kita harus tenang Ma Kita tunggu Mas Bram dan Papa pulang ke rumah Setelah itu kita akan sering mereka atau kita laporkan hal ini kepada polisi." Raya berusaha tenangin Lina yang masih khawatir.
Raya berusaha tenang Lina yang masih khawatir sementara Lina berharap Rena bersama dengan Bimo dan juga Nayla bisa ditemukan secepatnya.
******
Di Rumah Keluarga Reynaldi
Diana meminta Maya untuk mempersiapkan makan siang secepatnya dan Maya pun menyanggupinya meskipun Maya masih khawatir dengan Nayla.
"Maya, tolong kamu masak hari ini dan siapkan makan siang," Pinta Diana kepada Maya.
"Nyonya, biar aku saja yang masak siang ini, Non Maya pasti sedang sibuk mengurus anak kembarnya," Ucap Bi Surti kepada Diana.
"Tidak Bi, Maya adalah menantu di rumah ini jadi sudah tugasnya untuk memasak makan siang. Apalagi dia jarang memasak di rumah ini sementara cucu kembarku, aku akan menjaganya, Ucap Diana kepada Bi Surti.
"Bi, aku tidak apa-apa biarkan aku yang masak hari ini," Ucap Maya sambil tersenyum kepada Bi Surti.
"Maya, Mama kamar dulu untuk melihat kedua cucu kembar Mama jadi kau masaklah makan siang hari ini," Ucap Diana kepada Maya.
Diana kemudian pergi meninggalkan Bi Surti dan Maya di dapur.
"Non Maya, tidak seharusnya Non Maya diperlakukan seperti ini," Ucap Bi Surti dengan perasaan sedih.
"Sudahlah Bi, aku tidak apa-apa biar aku saja yang masak." Maya tersenyum kemudian memulai masak di dapur untuk makan siang.
"Seandainya tuan Arya tahu mungkin dia akan kecewa, lebih lagi tidak seharusnya Non Maya melakukan hal ini," Ucap Bi Surti dalam hati.
Bi Surti kemudian melanjutkan pekerjaannya sambil membantu Maya masak di dapur.
Sementara Di Kamar Arpen dan Arnav
Diana pergi ke kamar Arpen dengan Arnav dan berilah cucunya sedang bermain, namun saat masuk ke kamar adalah bertanya tentang Nayla kepadanya.
"Arpen, Arnav..." Diana masuk ke kamar dan langsung peluk Arnav dan juga Arpen.
"Nenek..." Arnav dan Arpen kemudian membalas pelukan Diana.
"Kalian main apa? Boleh Nenek temani?" Tanya Diana kepada Arpen dan Arnav.
"Nenek, Arnav boleh tanya tidak, kapan Kak Nayla akan pulang ke rumah? Arnav kangen banget sama Kak Nayla?" Tanya Arnav kepada Diana.
"Anak itu selalu saja disebut seperti rumah ini dan membuat aku tidak menyukainya," Ucap Diana dalam hati.
"Nenek kok diam saja?" Tanya Arnav kembali.
__ADS_1
"Arnav, Arpen Kalian tidak perlu mengkhawatirkan Kakak kalian itu karena, dia sama sekali tidak peduli dengan kalian. Apalagi memikirkan kalian, jadi lebih baik, kalian tidak usah mengingatnya lagi," Jawab Diana dengan perasaan kesal.
Diana terlihat sangat kesal karena pertanyaan dari Arnav maupun Arpen yang menurutnya tidak penting untuk dijawab.
"Arnav, Arpen kalian mainlah dulu nenek keluar sebentar," Ucap Diana kepada Arpen dan Arnav.
Diana kemudian keluar dari kamar meninggalkan Arpen dan Arnav di kamar mereka.
******
Di Perusahaan Reynaldi
Arka datang ke perusahaan Reynaldi untuk menemui Arya dan kemudian masuk ke ruangannya.
"Arya, boleh kakak masuk? Karena ada yang ingin kakak bicarakan denganmu," Tanya Arka kepada Arya.
"Silakan Kakak masuk kebetulan aku tidak sibuk," Jawab Arya kepada Arka.
Arka kemudian masuk ke ruangan area setelah itu dia pergi menuju meja Arya duduk di kursi kemudian langsung mengajak bicara.
"Apa yang ingin Kakak bicarakan denganku?" Tanya Arya kepada Arka.
"Ini tentang Nayla dan juga Mama. Arya, Kakak mengerti dan bisa memahami apa yang kau inginkan. Kau pasti ingin Nayla kembali ke rumah dan Mama bisa menerima Nayla itu juga dengan Oma dan Opa bisa menerima Nayla," Jawab Arka kepada Arya.
"Kak sudah lah, aku tidak ingin membahas hal ini lagi sekarang Nayla sudah bersama dengan Bram mungkin ini adalah yang terbaik," Ucap Arya kepada Arka.
"Mengapa kau bicara seperti itu? Tidak seharusnya kau bicara seperti itu. Pasti ada cara lain agar Oma dan Opa bisa menerima Nayla dan Mama bisa juga menerima Nayla seutuhnya."
"Apakah ada cara lain? Rasanya tidak mungkin bahwa Mama maupun Oma dan Opa bisa menerima Nayla karena, apapun caranya itu tidak akan berhasil," Ucap Arya kepada Arka.
"Kakak akan membantumu dalam hal ini tetapi kau harus berusaha agar Nayla bisa kembali ke rumah karena kakak yakin Maya tidak akan mungkin bisa tanpa Nayla," Ucap Arka kepada Arya.
"Sekarang apa yang harus aku lakukan? Apakah aku harus membawa kembali Nayla?" Tanya Arya kepada Arka.
Arka hanya terdiam sebentar kemudian dia mengatakan bahwa ia akan membantu Arya akan Nayla bisa kembali ke rumah.
******
Bram dan Roy telah pulang ke rumah di sana Raya dan Lina mengatakan bahwa Nayla bersama Bimo dan juga Rena telah hilang.
Dengan perasaan emosi Roy mengatakan bahwa Lina tidak bisa menjaga Nayla bersama Bimo dan juga Rena " Bagaimana mungkin bisa Naila bersama dengan Bimo dan Rena hilang begitu saja? Apakah Mama tidak bisa menjaganya dengan baik sehingga mereka hilang begitu saja?" Tanya Roy dengan perasaan emosi.
"Mama tidak tahu ini mengapa terjadi karena di saat Mama membelikan mereka makanan namun mereka tiba-tiba menghilang," Jawab Lina dengan perasaan khawatir.
"Apakah mereka di culik?" Pertanyaan Bram membuat semua kaget mendengarnya.
"Mas Bram... Mungkin yang kamu katakan adalah benar tetapi siapa yang menculik mereka?" Tanya Raya kepada Bram.
"Apakah ini adalah perbuatannya Mahesa? Mungkin dia adalah pelakunya dan menyembunyikan Nayla bersama dengan kedua adiknya," Ucapan Roy membuat semua kaget mendengarnya.
"Pa, apa yang harus kita lakukan sekarang?" Tanya Bram kepada Roy.
Saat semua aja sedang panik tiba-tiba telepon berdering dan Lina kemudian mengangkat telepon tersebut.
Lina kemudian mengangkat telepon tersebut dan berharap bahwa Nayla yang menelepon " Halo... Halo," Ucap Lina dengan perasaan khawatir.
Saat mengangkat telepon tiba-tiba terdengar suara Nayla " Oma... Oma tolong Nayla," Ucap Nayla dari telepon.
"Nayla... Nayla kamu dimana?" Tanya Luna dengan perasaan khawatir.
Mendengar perkataan Lina, Bram kemudian langsung menjawab telepon yang diangkat oleh Lina.
"Nayla, kamu ada di mana sayang, adik-adikmu di mana?" Tanya Bram kepada Nayla.
"Hahahaha hahahaha saat ini Nayla bersama kedua adiknya ada di tangan kami. Jadi, jika dia ingin selamat, kau harus memberikan apa yang kami inginkan karena, keselamatan anakmu ada bersama dengan kami!" Seru Penculik kepada Bram.
"Apa mau kalian sebenarnya dan mengapa kalian menculik Nayla dan kedua anak-anakku!" Ucap Bram sambil Emosi.
"Hahahaha tunggu jangan marah-marah dulu karena di sini anak kamu baik-baik saja tetapi jika kamu tidak memberikan apa yang kami inginkan maka kau tidak akan pernah bisa menemui anak-anak kamu lagi!" Seru Penculik kepada Bram.
"Katakan saja kepadaku apa yang kau inginkan!" Ucap Bram yang makin Emosi.
__ADS_1
Penculik tersebut kemudian langsung menutup teleponnya dan membuat Bram semakin marah. Namun yang lainnya khawatir dengan keadaan Nayla bersama Bimo dan juga Rena.
"Mas Bram..." Raya terlihat khawatir dan langsung mendekati Bram.
"Penculik itu tidak mau mengatakan apa yang dia inginkan tapi aku yakin ini ada kaitanya dengan Mahesa," Ucap Bram dengan perasaan emosi.
"Apa yang harus kita lakukan sekarang? Mas Bram aku tidak ingin sesuatu terjadi kepada anak-anak kita," Tanya Raya kepada Bram.
"Papa akan mendatangi Mahesa dan memberikannya pelajaran!" Ucap Roy sambil Emosi.
Dengan perasaan emosi dan marah Roy kemudian pergi menuju ke rumah Mahesa untuk memberikannya pelajaran. Bram kemudian menyusul Roy ke rumah Mahesa.
"Ya Tuhan... Kenapa harus terjadi seperti ini?" Tanya Lina sambil usap air mata nya.
"Jika Maya tahu tentang Nayla dia pasti sangat khawatir aku akan mencoba untuk menghubunginya," Ucap Raya dalam hati.
Raya kemudian mengambil ponselnya untuk menghubungi Maya dan memberitahu tentang Nayla kepada Maya.
******
Di Rumah Keluarga Reynaldi
Saat Maya sedang memasak tiba-tiba suara ponselnya sedang berbunyi dan melihat ada panggilan dari Raya kemudian Maya mengangkat ponsel tersebut.
"Hallo..., " Ucap Maya kepada Raya.
"Maya, ada yang ingin aku katakan kepadamu tentang Nayla dan ini sangat penting sekali," Ucap Raya kepada Maya.
"Ada apa Raya? Apa yang terjadi kepada Nayla?" Tanya Maya kepada Raya.
"Aku tidak tahu harus bagaimana mengatakannya kepadamu, tetapi yang harus kau tahu adalah Nayla diculik oleh seseorang dan saat ini, Mas Bram dengan Papa sedang menuju orang itu untuk mencari Nayla," Jawaban Raya membuat Maya kaget mendengarnya.
"Apa? Nayla di culik? Kenapa bisa itu terjadi dan sebenarnya terjadi itu bagaimana?" Tanya Maya dengan perasaan khawatir.
Raya kemudian mengatakan tentang bagaimana kejadiannya kepada Maya dan membuat Maya khawatir setelah Raya mengatakannya.
"Ya Tuhan... Nayla... Kalian harus bisa menemukan Nayla secepatnya sementara aku akan menghubungi Mas Arya untuk mengatakan hal ini." Maya kemudian langsung tutup telpon nya dan langsung menghubungi Arya.
Maya kemudian langsung menghubungi Arya dengan membicarakan tentang Nayla kepadanya.
"Apa? Nayla di culik?" Tanya Arya kepada Maya.
"Iya Mas, cepat pulang sekarang akhirnya kita bisa mencari Nayla," Ucap Maya dengan perasaan khawatir.
"Aku akan segera pulang sekarang kau tunggu saja di sana," Ucap Arya kepada Maya.
Arya kemudian menutup telepon dari Maya namun tiba-tiba saat telepon ditutup, Syafira datang dan langsung menampar Maya.
"Berani sekali kau mau minta alias cepat pulang hanya karena Nayla hilang! Anak itu selalu saja mengganggu keluarga ini apalagi pekerjaannya Arya!" Ucap Syafira sambil Emosi.
"Oma... Mas Arya adalah Ayah tirinya Nayla jadi, dia punya hak untuk mengetahui apa yang terjadi kepada Nayla," Ucap Syafira kepada Maya.
"Jadi kau ingin menyusahkan Arya karena anak itu? Kau ini sangat keterlaluan Maya! Istri seperti apa kamu ini! Kamu tidak bisa menjadi istri yang baik untuk Arya!" Ucap Syafira makin Emosi.
"Mama, Maya ada apa ini? Kenapa ada keributan di dapur? Mengapa Mama marah-marah kepada Maya?" Tanya Diana kepada Syafira.
"Kamu tanya saja kepada menantu mu, dia selalu saja memikirkan Nayla dan Nayla Tetapi dia tidak pernah memikirkan kebahagiaan Arya dan keluarganya. Kau tahu Maya, sejak kecil Arya tidak pernah hidup susah, tetapi apa yang telah kau lakukan, hanya karena Nayla hilang, kau menyusahkannya dan menyuruh dia untuk pulang dari kantornya padahal dia masih sibuk bekerja dan kau sangat keterlaluan!" Teriak Syafira makin Emosi.
Arya Kemudian tiba-tiba datang dan mendengar teriakan Syafira saat berbicara dengan Maya " Oma... Aku tidak pernah merasa susah karena Nayla karena dia sudah kau anggap menjadi putriku sendiri! Saat ini Nayla hilang pastinya sebagai seorang ayah aku sangat khawatir kepada Nayla dan Maya juga sangat khawatir kepada Nayla jadi tidak sepantasnya Oma berkata seperti itu!" Ucapan Arya membuat semua kaget mendengarnya.
Diana kemudian tiba-tiba menampar Arya dan mengatakan bahwa dia tidak pantas perkara seperti itu kepada Oma nya.
"Apa pantas kau berbicara seperti itu kepada Oma kamu? Apakah seperti itu yang Mama ajarkan kepada kamu? Meskipun Oma kamu salah tidak sepantas kamu berbicara seperti itu! Hanya karena Nayla kamu seperti itu! Kenapa kau melihat Mama seperti itu apakah Kau juga ingin marah-marah kepada Mama? Ayo lakukan sekarang juga!" Teriak Diana makin Emosi.
"Ma bukan begitu..." Arya coba menjelaskan namun Sonia tiba-tiba datang dan memotong pembicaraan.
"Kak Nayla! Keluar kak Nayla!" Teriak Sonia tiba-tiba datang dan membuat semua kaget mendengarnya.
Semua menuju ruang tamu dan melihat kedatangan Sonia yang tiba-tiba datang dan marah-marah.
#BERSAMBUNG
__ADS_1