
ORANG KE TIGA EPISODE 51
Disaat semua orang sedang panik dan khawatir tentang kondisi Arya, tiba-tiba ada yang menelepon Bram dan kemudian Bram menyebut Innalilahi wa Inna ilaihi Raji'un dan membuat semua orang kaget mendengarnya.
Diana dengan Maya tanpa sengaja mendengar kabar tersebut, Diana kemudian pingsan namun Maya langsung keluar dari mobil dan menuju tempat kecelakaan tersebut.
"Mas Arya... Tidak, Mas Arya tidak boleh meninggal aku tidak bisa biarkan itu terjadi karena Mas Arya sudah berjanji tidak akan pernah meninggalkanku ini tidak mungkin." Ucap Maya lalu pergi meninggalkan mobil dan menuju tempat kecelakaan.
"Maya... Jangan pergi ke sana berbahaya..." Ucap Bram yang kemudian langsung menyusul arah Maya pergi.
"Ini tidak mungkin, Arya tidak mungkin meninggal aku tidak bisa terima semua ini. Ini tidak mungkin..." Ucap Diana dan kemudian pingsan.
"Mama... Ma bangun... Itu pasti bukan kak Arya, mungkin itu orang lain." Ucap Nada sambil peluk Diana.
"Om Arya..." Ucap Sonia sambil menangis.
"Om Papa pasti masih hidup... Om Papa tidak akan meninggalkan kita." Ucap Nayla sambil menangis.
"Nada, gosokkan minyak ke Mama sementara aku cek dulu ke sana." Ucap Fandy kepada Nada dan kemudian pergi ke tempat kecelakaan.
******
Maya telah sampai di tempat kecelakaan yang disusul oleh Bram. Setelah sampai ke sana, Maya langsung menuju laut namun di halangi oleh Bram. Maya berteriak memanggil Arya, namun Bram mengatakan bahwa Arya belum di temukan.
"Mas Arya... Mas Arya... Mas Arya tidak mungkin meninggal! Aku tidak bisa terima semua ini! Lepaskan aku Bram biar aku yang cari Mas Arya!" Maya masih saja terus berteriak memanggil nama Arya.
"Sudah cukup Maya! Hentikan! Ini sangat berbahaya bagi kandunganmu kau sedang hamil Maya!" Teriak Bram kepada Maya.
"Aku tidak peduli! Karena yang penting bagiku adalah aku ingin bertemu dengan Mas Arya! Aku ingin memastikan bahwa Mas Arya masih hidup!" Teriak Maya kepada Bram.
"Tenang lah Maya, mereka sedang mencari Arya dan kita sedang menunggu kabar Arya! Kita berharap juga Arya itu masih hidup! Kau tenang saja kita tunggu di sana ayo kembali ke sana!" Teriak Bram kepada Maya.
"Aku tidak mau! Aku mau ketemu dengan Mas Arya! Mas Arya belum meninggal! Kau salah Bram Mas Arya belum meninggal!" Maya masih terus berteriak dan kemudian pingsan.
Bram kemudian membawa Maya ke mobil, sementara itu yang lainnya masih terus mencari Arya begitu juga dengan Reno.
******
Mereka Semua terlihat khawatir dan berusaha berpikir bahwa yang dikatakan Bram bukanlah Arya tetapi orang lain. Bram Kemudian datang membawa Maya yang pingsan dan langsung meminta Raya untuk menyiapkan minyak agar Maya cepat sadar.
"Maya ada apa denganmu apa yang terjadi Mas Bram? Apa benar Arya meninggal? Dan siapa yang menelepon Mas Bram tadi?" Tanya Raya kepada Bram.
"Ya Tuhan... Pasti Maya salah paham tadi yang menelepon aku adalah dari pihak rumah sakit dan mengatakan bahwa Yurisa sudah meninggal." Ucapan Bram membuat semua kaget mendengarnya.
"Innalilahi wa Inna ilaihi Raji'un... Yurisa... Ya Tuhan..." Ucap Raya sambil menangis dan peluk Rena.
"Jadi itu artinya bukan Kak Arya yang meninggal? Ma... Tuh kan Ma, bukan kak Arya yang meninggal." Ucap Nada sambil peluk Diana.
"Innalilahi wa Inna ilaihi Raji'un... Ya Tuhan..." Ucap Fandy dalam hati.
"Innalilahi wa Inna ilaihi Raji'un... Ya Tuhan..." Ucap Lina dalam hati.
"Maya kau dengarkan itu, bahwa yang meninggal bukan Arya tetapi Yurisa." Ucap Rani sambil peluk Maya.
"Mas Arya belum meninggal Ma... Mas Arya sudah janji kepada Maya bahwa Mas Arya tidak akan meninggalkan Maya." Ucap Maya sambil menangis.
"Kak Maya... Kartika juga yakin bahwa kak Arya itu masih hidup." Ucap Kartika sambil menangis.
Semua terlihat khawatir dan menangis menunggu kabar Arya dan atas kematian yurisa. Mereka menunggu kabar Arya dari siang hingga sore hingga kembalinya Reno dan yang lainnya mobil dengan membawa sebagian barang milik Arya yang ditemukan.
"Mas, ini barang milik Arya?" Tanya Diana kepada Reno.
"Ini barang milik Mas Arya... Pa... Dimana Mas Arya? Katakan Pa..." Ucap Maya kepada Reno.
Kami hanya menemukan barangnya namun tidak menemukan Arya Tim SAR sedang mencari Arya sampai ke dasar laut jadi lebih baik kita pulang saja dulu dengan membawa barang milik Arya." Ucapan Reno membuat semua kaget mendengarnya.
"Tidak! Mama tidak mau pulang! Mama masih mau di sini sampai Arya ketemu!" Teriak Diana kepada Reno.
"Tidak... Mas Arya pasti akan ketemu..." Ucap Maya yang kemudian pergi begitu saja namun di halang Tommy.
"Tenanglah Maya kita akan terus berusaha untuk mencari Arya tapi kita tidak mungkin seharian di sini kita harus kembali ke Jakarta mereka akan mencari Arya dan kita akan menunggu kabar dari mereka." Ucap Tommy kepada Maya.
"Bagaimana jika mereka tidak menemukan Mas Arya? Bahkan mereka mengatakan bahwa Mas Arya meninggal! Padahal Mas Arya masih hidup! Teriak Maya kepada Tommy.
__ADS_1
"Maya dengarkan Papa, kita harus kembali ke Jakarta dan kau jangan seperti ini karena kau sedang hamil! Maya kau harus memperhatikan kandungan mu Maya! Sekarang ayo kita pulang dan kita tunggu kabar dari mereka." Ucap Tommy kepada Maya.
"Ayo Ma kita pulang sekarang." Ucap Reno kepada Diana.
"Tapi Pa..." Ucap Diana kepada Reno.
"Ayo lah Ma..." Ucap Reno kepada Diana.
"Ayo kita semua pulang." Ucap Roy kepada semua orang.
Keluarga Renaldi dengan yang lainnya kemudian kembali ke Jakarta dan pulang ke rumah masing-masing.
******
Malam harinya sampai di Jakarta keluarga Nugraha kemudian langsung ke rumah sakit untuk melihat Yurisa untuk terakhir kalinya. Di rumah sakit dokter mengatakan bahwa Yurisa tidak mampu selamat dari koma.
"Kami minta maaf atas kejadian ini namun ini di luar dari kemampuan kami." Ucap Dokter kepada Bram.
"Tidak apa-apa dokter ini adalah takdir kehidupan. Kita tidak tau seperti apa kehidupan kita nantinya." Ucap Bram kepada Dokter.
"Kalau begitu kita bisa mengurus jenazahnya besok dan kita akan makamkan Yurisa di samping makam ibunya." Ucap Roy kepada Bram.
"Kami akan mengurusnya besok kalian jangan khawatir. Jadi besok kalian bisa mengambil jenazahnya." Ucap Dokter kepada Roy.
"Terima kasih Dokter atas kerjasamanya." Ucap Roy kepada Dokter.
"Bagaimana dengan anak Yurisa? Dan keluarga Yurisa?" Tanya Dokter kepada Roy.
"Aku adalah ayah kandungnya. Biar aku saja yang mengurusnya sampai dia dewasa. Tentang keluarga Yurisa, kami adalah keluarganya dokter Jangan khawatir." Ucap Bram kepada Dokter.
"Mas Bram, kita bawa saja pulang jenazah Yurisa agar Rena merasa dekat dengan Yurisa untuk terakhir kalinya." Pinta Raya kepada Bram.
"Baik lah, kita akan bawa pulang Yurisa untuk Rena." Ucap Bram kepada Raya.
"Raya benar, apalagi Yurisa adalah ibu kandung nya kita bawa saja pulang Yurisa." Ucap Lina kepada Roy.
"Dokter boleh kami bawa Jenazah Yurisa?" Tanya Roy kepada Dokter.
"Tentu saja boleh... Silakan..." Ucap Dokter kepada Roy.
******
Di rumah Reynaldi Maya dengan Diana dan juga yang lainnya masih khawatir dengan keadaan Arya mereka berharap bahwa Arya masih hidup. Di samping itu Maya sedang melihat foto Arya dan mengatakan bahwa Maya yakin Arya masih hidup dan tidak akan pernah meninggalkannya.
"Mas Arya... Mas Arya cepat kembali, Mas Arya janji akan segera kembali sebelum anak kita lahir. Mas Arya berjanji akan mendampingiku saat melahirkan nanti dan anak kita sedang menunggumu kembali. Aku yakin bahwa Mas Arya akan segera kembali dan Mas Arya akan menemani ku melahirkan nanti seperti janji Mas Arya. Aku yakin Mas Arya tidak akan pernah meninggalkanku aku sangat yakin itu." Ucap Maya sambil menangis dan peluk foto Arya.
Di samping itu Diana mengingat perkataan Arya sambil melihat foto Arya dan mengatakan seandainya waktu itu dia bisa menghalangi Arya untuk pergi ke Amerika ini tidak akan mungkin terjadi. Kemudian mengingat perkataan Arya saat sebelum Arya berangkat ke Amerika.
******
Flashback sebelum kecelakaan
"Ma, jaga diri baik-baik dan ingatlah selalu bahwa Arya akan selalu ada di hati Mama begitu juga dengan Mama akan selalu ada di hati Arya dan itu tidak akan pernah hilang selamanya sampai kapanpun. Arya tidak akan pernah pergi meninggalkan Mama sendirian, Arya akan kembali dan membawa sebuah kebahagiaan itu janji Arya kepada Mama. Doakan Arya Ma, Arya bisa menjadi orang sukses seperti Papa seperti impian Mama selama ini." Ucap Arya kepada Diana.
******
Flashback setelah kecelakaan
Setelah mengingat perkataan Arya, Diana kemudian Langsung menangis dan peluk foto Arya tersebut. Dan mengatakan bahwa dia sangat menyayangi Arya dan dia yakin bahwa Arya akan kembali bersamanya dan tidak akan pernah meninggalkannya.
Reno melihat Diana merasa sedih dan sangat merasa kehilangan akan Arya. Namun Reno mengatakan kepada Diana bahwa dia harus berpikir positif tentang Arya dan yakin bahwa Arya akan ditemukan karena Reno juga yakin bahwa Arya masih hidup. Reno juga sangat kehilangan Arya namun Reno mengatakan kepada Diana bahwa dia yakin Arya masih hidup dan akan segera kembali.
"Seandainya Papa tau ini akan terjadi tidak mungkin Papa mengizinkan Arya untuk pergi ke Amerika. Karena Papa juga tidak ingin kehilangan Arya, Arya adalah putra kita satu-satunya setelah kita kehilangan saudara kembar Arya pada saat dia lahir. Arya adalah harapan kita sebelum Nada, karena Arya bisa melindungi keluarganya itu adalah harapan papa satu-satunya. Kenapa tidak, karena dia seorang anak laki-laki yang bertanggung jawab dan bisa melindungi keluarganya. Namun semua itu seolah-olah telah berakhir dalam sekejap." Ucap Reno sambil peluk Diana yang menangis.
Reno kemudian mengingat perkataan Arya agar Reno menjaga Diana dengan baik begitu juga dengan menjaga Nada dan Maya serta Sonia dan Nayla.
******
Sementara itu di rumah Pak Mahesa, Bodyguard datang dan mengatakan semua yang telah terjadi kepada Arya dan membuat Pak Mahesa sangat senang sekali atas apa yang terjadi kepada Arya.
"Jadi kita tidak perlu lagi repot-repot untuk mengambil apa yang seharusnya kita miliki jadi kita akan memiliki perusahaan yang ada di Amerika tersebut dan Arya akan rugi besar karena tidak bekerja sama dengan perusahaan tersebut." Ucap Mahesa kepada Bodyguard.
"Benar sekali Bos dan sekarang apalagi rencana kita selanjutnya?" Tanya Bodyguard kepada Mahesa.
__ADS_1
"Kalian lihat bagaimana perkembangan Arya dan jangan sampai ditemukan oleh siapapun. Sementara itu saya akan ke Amerika untuk mengambil perusahaan tersebut atas nama Arya." Ucap Mahesa kepada Bodyguard.
"Baik bos akan kami lakukan dan kami akan kabarkan kepada bos untuk kabar selanjutnya." Ucap Bodyguard kepada Mahesa.
******
Di rumah Nugraha, Jenazah Yurisa kemudian di letakkan di ruang depan. Raya melihat jenazah Yurisa sambil menggendong Rena putri kecilnya Yurisa bersama Bram.
"Rena, kau lihat nak... Itu adalah Mama kamu... Dia sudah pergi meninggalkan kita semua untuk selamanya. Rena, Tante janji, Tante akan jaga kamu dengan baik dan berikan cinta meskipun tidak sama dengan rasa cinta Mama kamu. Tapi Tante janji akan berusaha jadi Mama yang baik untuk kamu." Ucap Raya sambil peluk Rena dan menangis.
"Yurisa... Aku janji aku akan menjaga anak kita dengan baik dan mencintai nya sepenuh hati ku. Kau jangan khawatir Yurisa, Rena akan bahagia dan akan ku pastikan Rena tidak akan kekurangan apapun selamanya." Ucap Bram dalam hati.
Keluarga Nugraha mendoakan atas meninggalnya Yurisa. Di samping itu Bram mengingat saat-saat bersama dengan Yurisa dan berjanji akan menjaga Rena dengan baik.
******
Besok harinya Yurisa kemudian dimakamkan di samping makam ibunya yaitu Ayu.
"Yurisa... Tenanglah di sana aku berjanji kepadamu aku akan menjaga Rena dengan baik dan aku akan menjadi Ibu yang baik untuk Rena dan menyayanginya seperti kau menyayanginya." Ucap Raya dalam hati.
"Yurisa... Kau jangan khawatir, aku janji Kepadamu bahwa aku akan menjaga anak kita dengan baik dan aku tidak akan membiarkan dia menderita aku akan memberikannya kasih sayang dan dia tidak akan kekurangan apapun aku berjanji kepadamu Yurisa. Tenang lah di sana, Rena akan baik-baik saja dan aku akan menjaganya dengan baik." Ucap Bram dalam hati.
Setelah keluarga Nugraha ke pemakaman Yurisa Mereka pun kemudian pulang ke rumah. Begitu juga dengan yang lainnya.
******
Di rumah Reynaldi, Diana tiba-tiba memanggil Maya dan meminta Maya untuk mempersiapkan makanan buat Arya dan semua orang. Reno tiba-tiba datang dan melarang Maya untuk bekerja karena sedang hamil Reno kemudian meminta Diana untuk mempersiapkan sarapan.
Namun Diana menolak karena Diana ingin Maya Yang mempersiapkannya jika tidak Maya harus keluar dari rumah ini, mendengar perkataan Diana membuat semua kaget mendengarnya.
"Mama apa-apaan sih kenapa bicara seperti itu dengan Maya? Apa salah Maya kepada Mama sehingga Mama berbuat seperti ini?" Tanya Reno kepada Diana.
"Maya jelas salah di rumah ini karena Maya, Arya tidak ada di rumah ini apa Papa mengerti itu!" Teriak Diana kepada Reno.
"Cukup Ma jangan diteruskan Maya tidak akan pergi dari rumah ini karena Maya adalah istrinya Arya dan sekarang ini saatnya Maya istirahat karena Maya sedang hamil anaknya Arya!" Tegas Reno kepada Diana.
"Papa Sudahlah jangan bertengkar dengan Mama aku akan masak sarapan untuk kita semua aku tidak apa-apa dan tidak masalah." Ucap Maya kepada Reno.
"Mama... Apakah Om Papa sudah di temukan?" Tanya Nayla kepada Maya.
"Masih belum sayang, kita tunggu kabar nya ya sayang dan doakan Om Papa biar cepat pulang." Ucap Maya kepada Nayla sambil peluk Nayla dan menangis.
"Om Arya pasti akan pulang. Om Arya kan sudah janji sama Sonia akan cepat pulang." Ucap Sonia sambil peluk foto Arya.
"Itu pasti sayang... Kita berdoa saja untuk Om Arya." Ucap Nada sambil peluk Sonia.
"Bu Diana... Ya Tuhan... Aku tidak menyangka sesuatu terjadi kepada Arya. Fandy baru saja mengatakan nya kepada ku. Bu Diana jangan khawatir kita sama-sama berdoa agar Arya cepat kembali ke rumah dengan selamat." Ucap Kamila kepada Diana yang tiba-tiba datang.
******
1 Minggu Kemudian
Setelah satu minggu lamanya, Arya sama sekali tidak ditemukan dan kemudian telah diputuskan bahwa Arya sudah meninggal pada saat itu juga.
Keluarga Renaldi tidak terima apa yang telah terjadi begitu juga dengan Diana dan Maya mereka mengatakan bahwa Arya masih hidup belum meninggal.
"Arya itu masih hidup! Belum meninggal! Kalian mengerti! Kalian ini bagaimana mencari Arya? Selama satu minggu kalian tidak bisa menemukan Arya! Tidak! Arya masih hidup! Belum meninggal! Mas Reno katakan kepadaku Arya masih hidup! Teriak Diana kepada Reno sambil menangis dan peluk Reno.
"Kami sudah mencarinya ke dasar laut Namun kami belum menemukannya sama sekali Jadi kemungkinan besar bahwa Arya yang sudah meninggal hanyut di laut yang paling dalam." Ucapan Tim SAR dan Bodyguard membuat semua kaget mendengarnya.
"Tidak mungkin Mas Arya masih hidup aku yakin itu kalian hanya mengarang cerita! Kalian tidak bisa mencari Mas Arya dengan baik! Kalian cari kembali Mas Arya! Ini belum ada satu bulan! Jadi Mas Arya pasti masih ada di sana hidup atau mati Kalian harus menemukan Mas Arya karena aku yakin Mas Arya masih ada di sana! Mas Bram... Kau percaya kepadaku kan bahwa Mas Arya masih hidup! Ma, Pa kalian percaya kan bahwa Arya masih hidup? Kalian percaya kan! Nada kau harus percaya kepada kakak bawa Mas Arya masih hidup dan dia masih membutuhkan kita dia masih membutuhkan pertolongan kita! Mas Arya tidak akan meninggalkan kita dia sudah berjanji kepada kita bahwa dia tidak akan meninggalkan kita! Jadi intinya Mas Arya masih hidup!" Ucap Maya sambil menangis dan berteriak.
"Maya tenanglah dulu kau harus memikirkan kandunganmu Maya tenanglah dulu." Ucap Rani sambil peluk Maya.
"Bagaimana aku bisa tenang Ma, mereka berkata bahwa Arya meninggal padahal Mas Arya masih hidup! Aku percaya bahwa Mas Arya masih hidup karena hatiku berkata Mas Arya itu masih hidup dan dia tidak akan meninggalkan kita semua!" Ucap Maya sambil berteriak dan kemudian pingsan.
Maya pingsan dan kemudian langsung dibawa ke rumah sakit. Sementara itu Reno mengatakan kepada Tim SAR dan Bodyguard untuk mencari Arya sekali lagi Namun jika tidak bertemu juga maka Reno akan menghentikan pencariannya.
"Kami akan terus mencarinya sampai satu minggu lagi. Namun jika tidak bertemu juga kemungkinan besar Arya sudah meninggal itulah yang akan terjadi dan kita harus menghentikan pencariannya dengan sangat terpaksa. Karena kami hanya bisa mencari orang yang hanyut di laut selama dua minggu." Ucapan Tim SAR membuat semua kaget mendengarnya.
"Aryaaa... Arya tidak mungkin meninggal." Ucap Diana sambil menangis di pelukan Reno.
******
__ADS_1
Sementara di rumah sakit, Maya di periksa oleh Dokter. Dokter mengatakan Maya sedang depresi dan tertekan. Dokter kemudian mengatakan agar Maya tetap tenang agar kandungan nya tidak terganggu. Mendengar itu keluarga Maya sangat khawatir dengan kondisi Maya.
#BERSAMBUNG