
ORANG KE TIGA EPISODE 64
Saat Raya menangis tiba-tiba Lina masuk ke ruangan Raya dan melihat Raya menangis di ruangannya sambil memeluk foto Bram dan juga Nayla.
"Raya... Apakah kau sedang menangis?" Tanya Lina kepada Raya.
"Tidak Ma, oh iya Ma aku sudah siap untuk ke salon sekarang kita sudah bisa berangkat." Jawab Raya kepada Lina.
"Raya, Mama minta maaf soal Nayla dan Mama janji ini tidak akan terulang lagi satu lagi yang harus kau ingat Nayla masih kecil dan kita harus benar-benar mengerti bagaimana perasaanmu karena Dia belum mengerti apapun." Ucap Lina kepada Raya.
"Iya Ma aku mengerti mari kita berangkat sekarang." Ucap Raya sambil tersenyum kepada Lina.
Lina dengan Raya kemudian pergi meninggalkan kantor bersama-sama dan pergi menuju salon.
******
Sementara itu di rumah keluarga Reynaldi
Reno mengajak Arya untuk berbicara secara pribadi dengannya. Reno mengatakan bahwa Fandy telah bekerja kembali di kantor Mahesa dan membuat Arya sangat marah.
"Fandy telah kembali bekerja di perusahaan Mahesa dan pasti Papa nya Fandy akan melakukan sesuatu melalui Fandy untuk menyerang perusahaan kita." Ucap Reno kepada Arya.
"Keterlaluan sekali kenapa Fandy berbohong kepada kita dan sekarang dia kembali di perusahaan Mahesa. Apa tidak ada pekerjaan lain selain perusahaan Mahesa? Fandy benar-benar sangat keterlaluan!" Ucap Arya dengan perasaan kesal.
"Arya, kita harus berhati-hati kepada keluarga Mahesa termasuk Fandy. Ini semua kita lakukan untuk kebaikan Nada dan juga Sonia. Papa khawatir mereka akan melakukan sesuatu kepada Sonia dan juga Nada. Jika kita menentang mereka maka dari itu kita harus berhati-hati kepada mereka." Ucap Reno kepada Arya.
"Papa benar kita harus berhati-hati kepada keluarga Mahesa ini semua untuk Nada dan Sonia. Aku juga tidak ingin terjadi sesuatu kepada mereka seharusnya aku tidak mengijinkan Fandy menikah dengan Nada kalau seperti ini kejadiannya. Tetapi bukan itu yang aku khawatirkan aku hanya khawatir apa yang akan terjadi setelah Fandy bekerja di perusahaan Mahesa dan kemungkinan besar Papanya akan melakukan sesuatu melalui Nada dan juga Fandy. Dan aku tidak akan membiarkan itu terjadi termasuk mereka menyakiti Nada dan Sonia." Ucap Arya dengan perasaan kesal.
Arya begitu sangat kesal setelah mendapatkan kabar bahwa Fandy telah kembali bekerja di perusahaan Mahesa.
******
Sementara itu di kamar, Maya memarahi Nayla dengan mengatakan bahwa Nayla tidak boleh menyebut nama Papa nya di rumah maupun membandingkan Papanya dengan Arya Om Papa nya.
"Mulai sekarang kau tidak boleh sebut nama Papa mu apalagi menceritakan bagaimana Mama dengan Papa paham Nayla!" Tegas Maya kepada Nayla.
"Kenapa Ma? Kenapa tidak boleh? Apakah setelah menikah Mama sudah melupakan semua tentang Papa? Dan Om Papa akan Marah jika Mama masih mengingatnya?" Pertanyaan Nayla membuat Maya kaget mendengarnya.
Saat Maya ingin menampar Nayla, Ria tiba-tiba datang dan mengatakan bahwa Maya jangan terlalu keras kepada Nayla.
"Nayla masih terlalu kecil untuk menerimanya kita harus pelan-pelan memberitahukan kepada Nayla bahwa apa yang dilakukannya itu salah dan akan menyakiti Om Papanya. Aku sudah dengar semuanya karena aku mendengar teriakanmu dari kamar. Kau memarahi Nayla jadi aku mendengar semuanya. Maya, Nayla masih terlalu kecil untuk menerimanya apalagi
Menerima perceraian Mamanya dengan Papanya. Dan saat ini pasti sedang proses untuk menerimanya. Jadi jangan terlalu keras untuknya nanti dia berpikir bahwa kau sangat membenci Papanya sehingga dia tidak boleh menyebut nama Papanya." Ucap Ria kepada Maya.
"Aku sudah lelah dengan semua ini Nayla selalu saja menyebut nama Papanya dan bertanya yang tidak penting bahkan membandingkan Papanya dengan mas Arya padahal Mas Arya sangat menyayanginya." Ucap Maya dengan perasaan kesal.
"Aku sangat mengerti bagaimana perasaanmu dan aku juga mengerti bagaimana Nayla. Tapi begitulah seorang anak bagaimanapun juga dia akan selalu mengingat Papanya meskipun Papa dengan Mama nya sudah bercerai dan menikah lagi." Ucap Ria kepada Maya.
"Sudahlah terserah kau saja Nayla, tapi ingat baik-baik Mama tidak akan pernah menjawab pertanyaan mu jika itu pertanyaan menyangkut tentang Papamu mengerti!" Ucap Maya dengan perasaan kesal.
Maya kemudian pergi begitu saja keluar dari kamar. Namun di samping itu Ria mengajak Nayla berjalan-jalan di taman dan berbicara kepadanya.
******
Sementara itu Zaky datang ke kantor Kartika dan mengajaknya makan siang namun Rio kemudian datang.
"Kartika..." Ucap Zaky kepada Kartika yang saat ini bersama dengan Rio.
"Zaky, kenalkan ini pacarku Rio. Rio kenalkan ini sahabat ku Zaky. Zaky adalah teman masa kecil ku dan sampai sekarang kami tetap menjadi sahabat." Ucap Kartika kepada Rio.
"Kenalin namaku Rio pacarnya Kartika kami sudah lama pacaran dan kami akan segera menikah aku akan melamar Kartika setelah aku menjadi orang sukses nanti." Ucap Rio kepada Zaky.
"Selamat ya Kartika kalian akan segera menikah, aku selalu berdoa semoga kau bahagia bersama dengan Rio. Oh ya tadinya aku mau mengajakmu makan siang Namun karena kau ada janji aku pulang saja nikmati makan siang kalian. Aku permisi pulang dulu hati-hati di jalan Kartika kalau ada apa-apa jangan lupa hubungi." Ucap Zaky kepada Kartika dan Rio.
Zaky kemudian pergi meninggalkan kantor dengan perasaan kecewa dan setelah itu dia menghubungi Tommy Papanya Kartika dan mengatakan bahwa Kartika sudah ada janji dengan Rio jadi mereka tidak makan siang bersama di restoran.
******
Sementara itu di kantor Mahesa, Fandy datang dan mengatakan bahwa dia ingin berhenti kerja dari kantor Mahesa namun Pak Mahesa melarang Fandy berhenti bekerja dari kantornya.
"Tidak bisa Fandy Karena bagaimanapun juga kau adalah pewaris dari perusahaan ini kau harus bekerja di sini. Ini semua demi kebaikanmu dan juga istri dan anak-anak mu bagaimana mereka bisa bertahan jika kau tidak bekerja dan di mana kau akan dapat pekerjaan?" Tanya Mahesa kepada Fandy.
"Aku akan bekerja dengan Mama karena Mama juga memiliki perusahaan dan aku akan bekerja di sana aku yakin aku akan menjadi lebih baik setelah bekerja di perusahaan tempat Mama bekerja." Ucapan Fandy membuat Mahesa kaget mendengarnya.
__ADS_1
"Tidak bisa! Kau tidak bisa bekerja di sana karena sudah lama kau bekerja di sini dan sudah bertahun-tahun lamanya dan sekarang kau ingin bekerja di tempat Mamamu. Papa tidak akan membiarkan itu terjadi dan kau tidak bisa bekerja di sana pokoknya kau akan tetap bekerja di sini karena itu adalah keinginan papa dan itulah yang akan terjadi!" Teriak Mahesa kepada Fandy.
"Apa sebenarnya ingin Papa rencanakan sehingga Papa memaksaku untuk kembali bekerja di tempat ini?" Pertanyaan Fandy membuat Mahesa kaget mendengarnya.
"Kau pikir Papa merencanakan apa? Kau jangan aneh-aneh! Tidak ada yang Papa rencanakan! Justru Papa ingin kau bekerja di sini agar kau bisa menjadi lebih baik dan juga membuat anak dan istri mu menjadi lebih baik kehidupan mereka. Kalau kau tidak bekerja bagaimana kau menafkahi mereka? Kau sangat aneh sekali tidak ada yang direncanakan jadi kamu jangan berpikir seperti itu." Ucap Mahesa dengan perasaan kesal.
"Aku tahu bagaimana Papa tapi ingat baik-baik apapun yang direncanakan Papa itu tidak akan pernah berhasil karena aku akan menggagalkannya. Jika aku mengetahui bahwa Papa punya rencana jahat kepada keluarga Reynaldi dan aku tidak akan pernah membiarkan itu terjadi." Ucap Fandy dengan perasaan emosi.
Fandy kemudian pergi meninggalkan ruangan Mahesa begitu saja dengan perasaan kesal dan marah namun disamping itu Mahesa sangat kesal dengan sikap Fandy kepadanya. Namun dia tidak peduli dan akan membuat rencana besar untuk menghancurkan keluarga Reynaldi dan berebut perusahaannya.
******
Sementara itu di rumah keluarga Reynaldi, Ria mengajak Nayla jalan-jalan di taman dekat rumah sambil berbicara dengannya.
"Nayla... Apakah Nayla merindukan Papa Nayla?" Tanya Ria kepada Nayla.
"Iya Tante, dan Nayla juga ingin sekali Papa dengan Mama bersama meskipun hanya sekali dalam satu hari. Nayla ingin jalan-jalan bersama dan Papa dan Mama hanya bertiga sama seperti Sonia dengan Papa dan Mamanya. Nayla ingin seperti itu meskipun hanya dalam satu hari. Tidak salahkan Nayla bertanya seperti itu kepada Mama dan Papa karena Nayla ingin tahu jawabannya." Ucap Nayla kepada Ria.
"Tentu saja tidak salah sayang dan Nayla juga bisa tanya lagi nanti kepada Mama dan pasti Mama akan menjawab pertanyaan Nayla dengan baik karena Nayla kan ingin tahu jawabannya dari Mama." Ucap Ria kepada Nayla.
"Berarti nanti Nayla boleh bertanya lagi kepada Mama tentang Papa?" Tanya Nayla kepada Ria.
"Tentu saja boleh sayang tanya saja pada Mamanya Nayla dan pasti dia akan menjawabnya." Jawab Ria kepada Nayla.
Nayla kelihatan sangat senang apa yang dikatakan oleh Ria dan akan melakukan apa yang dikatakan oleh Ria kepadanya.
******
Sementara itu di rumah Tommy marah-marah dan menghubungi Kartika untuk memintanya kembali ke rumah dengan Kartika menolaknya karena dia masih ingin bersama dengan Rio.
"Kartika kau harus cepat kembali ke rumah karena Papa ingin bicara dengan sekarang juga!" Tegas Tommy kepada Kartika.
"Tapi Pa, aku masih makan siang bersama dengan Rio. Sudahlah Pa nanti aku akan kembali ke rumah sebentar lagi tunggu saja aku akan datang." Ucap Kartika yang kemudian tutup telpon nya.
"Keterlaluan anak itu!" Ucap Tommy dengan perasaan kesal.
"Ada apa Mas kenapa marah-marah?" Tanya Rani kepada Tommy.
Tommy kemudian menceritakan semuanya apa yang dilakukan Kartika dan membuat Rani sangat marah setelah mendengar apa yang dikatakan oleh Tommy kepadanya.
"Rio harus di kasih pelajaran agar tidak bertemu dengan Kartika lagi karena sampai kapanpun aku tidak akan pernah merestui hubungannya dengan Kartika." Ucap Tommy dengan perasaan kesal.
Tommy dengan Rani terlihat sangat kesal dan berharap segera menjauh dari Kartika. Karena sampai kapanpun Tommy tidak akan pernah mengizinkan Kartika bersama dengan Rio.
******
Sementara itu di rumah, Fandy menceritakan semuanya kepada Kamila sehingga membuat Kamila marah kepada Fandy.
"Apa yang kamu katakan Papamu tidak mengizinkanmu untuk bekerja di perusahaan Mama? Keterlaluan sekali dia! Pasti dia punya rencana dan sesuatu untuk menghancurkan keluarga Reynaldi dan perusahaannya karena dia pasti ingin memiliki apa yang diinginkan." Ucap Kamila dengan perasaan kesal.
"Sekarang apa yang harus kita lakukan dan bagaimana jika kak Arya tahu tentang ini dia pasti tidak akan menerima semua ini." Ucap Fandy kepada Kamila.
"Arya pasti akan mengetahuinya karena Mama yakin Papa kamu pasti akan menemui mertuamu Reno dan Reno akan memberitahukannya kepada Arya dan itu yang akan terjadi." Ucap Kamila dengan perasaan kesal.
"Sekarang Apa yang harus kita lakukan Ma? Papa pasti sedang merencanakan sesuatu untuk mereka agar Nada dan Sonia menderita dan aku tidak akan pernah biarkan hal itu terjadi." Ucap Fandy kepada Kamila.
Kamila terlihat sangat kesal namun tiba-tiba Kamila membuat rencana baru agar tujuan Mahesa gagal untuk mendapatkan apa yang dia inginkan termasuk menghancurkan keluarga Reynaldi.
******
Sementara itu di salon, Raya Masih memikirkan perkataan dari Nayla dan merasa bahwa Raya tidak pantas menjadi ibu untuk Nayla. Setelah selesai ke salon Lina mengajak Raya pulang ke rumah namun Raya mengatakan bahwa dia ingin menyendiri dan belum ingin kembali ke rumah.
"Ma... Aku minta maaf kepada Mama untuk saat ini aku ingin menyendiri dulu dan memikirkan dengan matang apa yang terjadi Mama pulanglah dulu nanti aku akan kembali." Ucap Raya kepada Lina.
"Kau mau kemana? Raya, Mama sangat mengerti bagaimana perasaanmu. Tapi, jika memang kau ingin menyendiri ya sudah kalau ada apa-apa kabarin Mama." Ucap Lina sambil tersenyum kepada Raya.
"Baiklah Ma aku pergi dulu aku akan mengabari Mama jika ada sesuatu yang terjadi." Ucap Raya sambil tersenyum kepada Lina.
Raya kemudian pergi begitu saja meninggalkan Lina di salon dan Lina berharap Raya segera kembali meskipun Raya masih sakit hati terhadap Nayla.
******
Malam harinya di rumah keluarga Reynaldi. Saat ingin makan malam Maya tiba-tiba ingin sesuatu dari Arya dan ingin agar Arya yang membelikannya untuk Maya. Arya bertanya kepada Maya bahwa apa yang Maya inginkan, Maya mengatakan bahwa dia ingin makan pizza dan Arya yang membelikannya.
__ADS_1
"Pizza? Sayang kenapa tidak beli online saja nanti akan segera cepat sampai." Ucap Arya kepada Maya.
"Tidak sayang aku mau kamu yang membelikannya. Aku ingin kamu membelikan Pizza untukku sekarang juga." Ucap Maya dengan perasaan kesal.
"Baiklah sayang aku akan memberikannya tapi aku tanya dulu kepada kakak aku Arka Apakah wanita hamil boleh memakan pizza." Ucap Arya kepada Maya.
"Tentu saja boleh sayang pilihlah yang bergizi sudah sana beli aku sudah tidak sabar ingin memakannya karena aku sangat lapar sekali." Ucap Maya dengan perasaan kesal.
"Baiklah sayang tunggu sebentar ya aku akan membelikannya untukmu." Ucap Arya sambil peluk dan cium kening Maya.
Arya kemudian pergi ke bawah dan minta izin keluar untuk membeli pizza karena Maya ingin sekali memakannya.
******
"Apa yang kau katakan Maya ingin sekali makan pizza? Memangnya buka jam segini Pizza?" Tanya Diana kepada Arya.
"Wahhh Pizza, mau dong Om Papa." Ucap Nayla dengan polosnya.
"Nayla mau, nanti Om Papa belikan juga untuk Nayla. Kak Arka, apa boleh Maya memakan pizza? Aku khawatir terjadi sesuatu kepada kandungannya." Tanya Arya kepada Arka.
"Tentu saja boleh tetapi jangan terlalu berlebihan ya sudah pergilah beli nanti keburu tutup." Ucap Arka kepada Arya.
Arya kemudian pergi dari rumah keluarga Reynaldi untuk membeli pizza yang dipesan oleh Maya.
"Tidak terasa sebentar lagi Maya akan melahirkan anak kembar dari Arya. Aku harap persalinan Maya akan baik-baik saja setelah semua yang terjadi." Ucap Arka kepada semua orang.
"Mama juga berharap seperti itu dan tidak akan ada lagi penderitaan setelah kelahiran anak nya Maya." Ucap Diana kepada semua orang.
"Mama... Nanti aku tidur di sini boleh kan aku akan tidur bersama Nayla." Tanya Umairah kepada Ria.
"Tentu saja boleh sayang kapanpun kau boleh tidur di sini." Ucap Ria sambil tersenyum kepada Umairah.
"Berarti aku sendiri dong nanti tidur di kamar." Ucap Deni kepada Ria.
"Deni kau ini ada-ada saja." Ucap Ria sambil tersenyum kepada Deni.
"Nayla ayo kita main di kamarmu aku ingin tiduran di sana." Ucap Umairah dengan polosnya.
Nayla dengan Umairah kemudian pergi ke kamar untuk main bersama di dalam kamar.
"Nayla hati-hati mainnya dengan Umairah kalau dia jatuh kau yang akan ku marahi." Ucap Diana kepada Nayla.
"Ma, kenapa bicara seperti itu? Kalau Maya atau Arya mendengarnya apa yang akan terjadi?" Tanya Reno kepada Diana.
"Jangan membela dia terus Pa, tidak baik apalagi akhir-akhir ini dia nakal sekali selalu saja menyebut nama Papanya di sini. Dan membandingkannya dengan Arya harusnya dia bersyukur Arya bisa menerimanya di sini. Ini tidak ada sama sekali rasa berterima kasihnya. Sudahlah Mama malas membahas hal seperti ini Mama mau bermain dulu dengan Mitha." Ucap Diana dengan perasaan kesal.
Diana kemudian pergi begitu saja membawa Mitha ke kamarnya dan bermain bersama Mitha.
"Mama kamu memang seperti itu Arka, sampai sekarang dia belum bisa menerima Maya menjadi menantu sepenuhnya di rumah ini. Meskipun dia menerimanya tetapi dia tidak bisa menerima Nayla meskipun hanya cucu tiri nya." Ucap Reno kepada Arka.
"Aku sangat mengerti Pa ini pasti sulit untuk Mama menerimanya. Apalagi Maya yang sudah punya anak dari laki-laki lain dan bercerai dari suami pertamanya. Tapi aku yakin suatu hari nanti Mama pasti bisa menerima Maya sepenuhnya begitu juga menerima Nayla sepenuhnya. Karena Nayla dengan Maya itu satu paket tidak akan mungkin bisa dipisahkan. " Ucap Arka kepada Reno.
"Kita berdoa saja yang terbaik untuk Mama agar Mama bisa menerima Maya dan juga Nayla sepenuhnya." Ucap Ria kepada Arka dan Reno.
Reno sangat kecewa atas sikap Diana kepada Nayla dan berharap Diana bisa menerima Nayla sepenuhnya sebagai cucunya sendiri dan menerima Maya sepenuhnya seperti menantunya sendiri.
******
Sementara itu di rumah Nugraha, Raya belum saja kembali pulang ke rumah dan membuat keluarga nya sangat khawatir. Bram mencoba menghubungi Raya namun tidak diangkat sama sekali panggilan dari Bram.
"Coba kau hubungi lagi Raya Ke mana dia pergi Kenapa dia belum saja pulang ke rumah. Mama juga seharusnya tidak mengizinkan Raya pergi bagaimana jika sesuatu terjadi kepadanya." Ucap Roy dengan perasaan khawatir.
"Mama juga tidak tahu ini akan terjadi kalau Mama tahu tidak mungkin Mama mengijinkan Raya pergi. Semua salah Nayla dan dia harus bertanggung jawab atas hal ini! Aku akan ke sana dengan memarahinya dan juga memarahi Maya." Ucap Lina dengan perasaan khawatir.
"Kita tidak perlu ke sana karena Raya tidak ada di sana sekarang kita fokus kepada Raya. Ke mana dia pergi untuk apa kita ke sana dengan memarahi Nayla? Apakah Raya akan kembali jika kita memarahi Nayla? Sekarang tujuan kita adalah mencari Raya kemana dia pergi bukan memarahi Nayla." Ucap Roy dengan perasaan Khawatir.
"Raya tidak mengangkat teleponnya dan sekarang ponselnya dimatikan dan kita tidak bisa menghubunginya sama sekali." Ucapan Bram membuat Roy dan Lina kaget mendengarnya.
Keluarga Nugraha begitu sangat khawatir dikarenakan Raya belum saja kembali dari salon. Lina berharap Raya secepatnya kembali ke rumah karena Lina sangat khawatir kepada Raya yang pergi sejak dari salon sampai sekarang belum kembali ke rumah.
******
Sementara itu di rumah Kartika, setelah pulang ke rumah Kartika tiba-tiba ditampar oleh Tommy dan membuatnya kaget.
__ADS_1
#BERSAMBUNG