
ORANG KE TIGA EPISODE 93
Bram berusaha untuk menenangkan Nayla agar Nayla tidak merasa sedih dikarenakan telah diusir dari rumah keluarga Reynaldi.
"Nayla... Sekarang Nayla sudah remaja berusia tujuh belas tahun dan Nayla sudah bisa berpikir lebih dewasa. Nayla... Untuk saat ini, Nayla harus banyak bersabar. Agar Nayla, bisa menerima semua dengan baik dan jangan biarkan kesedihan Nayla itu, berlarut karena Papa tidak ingin sesuatu terjadi kepada Nayla." Ucap Bram kepada Nayla.
"Iya Pa... Tapi Nayla Pasti akan sangat merindukan Mama dan ingin bertemu dengannya Nayla tidak ingin berpisah darinya." Ucap Nayla sambil usap air mata nya.
"Semua akan baik-baik saja sayang untuk sekarang ini biarlah seperti ini dan Nayla tinggal di sini bersama dengan Papa dan Tante Mama." Ucap Bram kepada Nayla.
"Mengapa ini semua bisa terjadi dan mengapa Papa dan Mama bisa bercerai? Aku tidak suka perceraian, aku tidak suka hal seperti ini. Tidak ada kebahagiaan di dalam kehidupanku, aku merasa tidak pernah merasa bahagia. Aku merasa asing di dalam kehidupanku sendiri ketika aku bahagia mereka pada iri dan tidak menyukai kebahagiaanku dan mengapa itu bisa terjadi?" Tanya Nayla kepada Bram.
"Nayla... Maafkan Papa dan Mama kamu karena kami, tidak bisa membuatmu bahagia. Tetapi, kami akan tetap berusaha agar kamu selalu bahagia. Kami tidak bisa seperti apa yang kau inginkan. Menjadi keluarga yang sempurna tetapi, meskipun kami sudah berbeda, kami masih menyayangimu dan mencintaimu. Apalagi kau punya Om Papa dan Tante Mama yang sangat menyayangimu dan menerimamu seperti anak mereka sendiri. Meskipun keluarga dari Om Papa kamu, belum bisa menerima mu, tetapi ada Om Papa kamu yang sangat menyayangimu." Jawab Bram kepada Nayla.
"Nayla... Kami semua sangat menyayangimu dan kami tidak ingin kau menderita. Di sini kau akan bahagia bersama kami, yang akan selalu membuatmu merasa bahagia. Meskipun, kau tidak bersama dengan Mama kamu, tapi ada Tante Mama yang akan selalu menemani mu." Ucap Raya kepada Nayla.
"Iya Nayla... Kau tidak akan kesepian di sini, kita semua akan selalu ada untukmu dan jangan terlalu dipikirkan tentang masalah yang tadi, sekarang adalah waktunya kita bahagia di sini. Nayla... Jika kau merindukan Mama kamu kau bisa menghubunginya dan tidak masalah dengan hal itu." Ucap Lina sambil peluk dan cium kening Nayla.
"Nayla... Sekarang, Nayla jangan bersedih lagi karena kita semua akan selalu ada untukmu." Ucap Roy sambil cium kening Nayla.
"Papa, Tante Mama, Oma, Opa... Terima kasih karena kalian selalu ada untuk Nayla." Ucap Nayla sambil usap air mata nya.
Raya yang lainnya kamu diperlukan Nayla dengan mengatakan bahwa mereka akan selalu ada untuk Nayla dan membuat Nayla merasa bahagia.
******
Di Rumah Tina
Tina begitu sangat bahagia dikarenakan setelah menghancurkan hari ulang tahun Nayla dan merasa bahwa rencananya telah berhasil menghancurkan keluarga Reynaldi.
"Ini masih belum seberapa, tetapi nanti aku akan melakukannya lagi dan aku akan terus melakukannya dan memberikan pelajaran buat mereka, sampai mereka benar-benar menderita untuk selamanya dan aku akan berhasil melakukannya. Aku akan melakukan apapun untuk membuat mereka menderita selamanya dan hancur di dalam kehidupan mereka karena itu adalah rencana terbesarku yang pastinya akan berhasil." Ucap Tina sambil tersenyum licik.
"Bos... Sekarang apalagi yang akan kita lakukan? Apakah kita akan membuat rencana baru?" Tanya Bodyguard kepada Tina.
"Kita akan membuat rencana baru yang paling besar dan akan membuat mereka menderita selamanya. Dengan rencana itu, kita akan berhasil menghancurkan keluarga Reynaldi untuk selamanya." Ucap Tina sambil tersenyum licik.
"Kira-kira apa rencana kita selanjutnya?" Tanya Bodyguard kepada Tina.
Tina kemudian mengatakan rencananya yang berikutnya dengan harapan rencananya itu akan berhasil.
"Apakah rencana kita akan berhasil?" Tanya Bodyguard kepada Tina.
"Tentu saja rencana kita akan berhasil, tapi kita harus berhati-hati agar rencana kita berhasil." Jawab Tina kepada Bodyguard.
"Itu pasti, kita harus berhati-hati jangan sampai ketahuan oleh siapapun karena kali ini, rencana kita harus berhasil." Ucap Bodyguard kepada Tina.
Tina sangat berharap bahwa rencananya berhasil untuk menghancurkan keluarga Reynaldi dan membuat mereka menderita selamanya.
******
Di Rumah Keluarga Reynaldi
Malam harinya
Pada saat makan malam semua berkumpul untuk makan malam bersama. Saat makan malam tiba-tiba, Arpen dan Arnav mencari Nayla dan membuat mereka terdiam sejenak.
"Ma, Pa... Kak Nayla Kenapa tidak makan bersama dengan kita aku juga sejak tadi tidak melihatnya?" Tanya Arpen kepada Maya dan Arya.
"Iya Ma... Pa... Di mana kak Nayla? Mengapa Kak Nayla tidak mau makan bersama dengan kita?" Tanya Arka kepada Maya dan Arya.
"Sayang... Sekarang Kak Nayla sedang pergi ke rumah neneknya. Jadi, sekarang kalian makan saja ya nanti pasti Kak Nayla akan pulang." Jawab Arya sambil tersenyum kepada Arpen dan Arnav.
"Mengapa Kak Nayla tidak mengatakannya kepada kami, biasanya dia mengatakannya tapi sekarang dia tidak mengatakannya?" Tanya Arpen kepada Arya dan Maya.
"Sayang... Kak Nayla Pasti tadi buru-buru apalagi Kalian sedang tidur jadi tidak ingin mengganggu kalian. Sekarang kalian makanlah dulu dan Jangan memikirkan apapun." Jawab Maya sambil tersenyum kepada Arpen dan Arnav.
"Arpen... Arnav Ayo kita makan malam dulu, setelah itu kalian, bermain di kamar dan jangan lupa tidur." Ucap Diana kepada Arpen dan Arnav.
Keluarga Reynaldi melanjutkan makan malam bersama di ruang makan keluarga. Mereka hanya berdiam saja dan makan malam pada waktu itu, serta tidak mengatakan apapun.
"Arka, Ria... Malam ini, kalian menginap saja di sini karena ini sudah malam. Apalagi anak-anak kalian masih terlalu kecil dan besok pula adalah hari libur." Ucap Diana kepada Arka.
"Iya Ma... Apalagi besok Arka tidak kerja jadi kita bisa berada di sini seharian." Ucap Arka kepada Diana." Ucap Arka kepada Diana.
"Ini adalah pertama kalinya Kita menginap di rumah Mama dan juga Papa. Karena selama ini, kan kita tidak pernah menginap di sini, apalagi kita baru saja bertemu dengan Mama dan Papa kamu." Ucap Rea kepada Arka.
__ADS_1
"Kalian sering-seringlah menginap di sini Apalagi anak-anak kalian juga sudah lama tidak menginap di sini." Ucap Reza kepada Arka dan Rea.
"Aku harus melakukan sesuatu untuk meluruskan masalah ini, bagaimanapun caranya. Ini tidak baik, untuk Maya dan juga Nayla, apalagi sampai memisahkan antara ibu dan anak." Ucap Arka dalam hati.
Arka berpikir akan melakukan sesuatu agar Nayla bisa kembali ke rumah. Dan Mamanya yaitu Diana, serta Oma dan Opa nya bisa menerima Nayla kembali di rumah.
******
Di Rumah Keluarga Nugraha
Di kamar Nayla termenung dan mengingat Mamanya dengan berkata dalam hati bahwa dia akan merindukannya.
"Ma... Mengapa nasib Nayla harus seperti ini, Nayla tidak menyukai hal seperti ini, Nayla ingin bahagia dan kita bersama lagi tetapi sekarang, kita sudah berbeda dan kita tidak mungkin bisa bersama lagi. Ma... Nayla Pasti sangat merindukan mama dan ingin bertemu dengan Mama..." Ucap Nayla dalam hati.
Nayla menyendiri di kamar dan hal itu dilihat oleh Raya kemudian Raya mengajak putranya masuk ke dalam untuk bertemu dengan kakaknya.
"Kak Nayla... Mengapa Kakak menyendiri di kamar dan mengapa Kakak menangis?" Tanya Bimo kepada Nayla.
"Tidak ada apa-apa sayang, kakak hanya ingin menyendiri saja. Dan kamu Kenapa belum tidur? Ini sudah malam Seharusnya kamu tidur." Jawab Nayla kepada Bimo.
"Aku Mau ditemani Kakak tidur dan kita bersama-sama di kamar ini boleh kan?" Tanya Bimo kepada Nayla.
"Tentu saja boleh, mari sekarang kakak temani kamu tidur di kamar ini." Jawab Nayla sambil tersenyum kepada Bimo.
"Bimo... Jangan nakal sama Kakak temanilah dia malam ini." Ucap Raya kepada Bimo.
"Mama jangan khawatir aku akan selalu menemani Kak Nayla sampai kapanpun." Ucap Bimo sambil tersenyum kepada Raya.
"Bimo..." Ucap Nayla sambil peluk dan cium kening Bimo.
"Bimo belum mengerti apapun dan tidak tahu bahwa, Nayla adalah kakak tirinya. Tetapi nanti, setelah dia besar, mungkin dia akan mengerti. Tapi untuk sekarang, biarlah dia menganggap Nayla adalah kakak kandungnya." Ucap Raya dalam hati.
"Tante Mama... Hari ini aku akan tidur bersama dengan Bimo aku akan menemaninya malam ini." Ucap Nayla kepada Raya.
"Lakukan apa yang menurutmu itu benar dan membuatmu bahagia, tante Mama akan selalu mendukung mu. Dan sekarang, kau tidurlah bersama adikmu Tante Mama akan mematikan lampu kamar mu." Ucap Raya sambil tersenyum kepada Nayla.
Raya kemudian keluar dari kamar Nayla dan mematikan lampu karena Nayla bisa tertidur nyaman bersama dengan adiknya yaitu Bimo.
******
Setelah dari kamar Nayla, Raya kemudian menemui belum di kamar dan mengatakan bahwa Bimo akan menemani Nayla di kamarnya.
"Untuk saat ini biarlah Nayla bersama dengan adiknya yaitu Bimo dan Rena bersama dengan kita." Ucap Bram kepada Raya.
"Mas Bram... Aku berharap, apa yang dilalui oleh Nayla merupakan awal dari kebahagiaannya dan Nayla mampu melewati semuanya dengan baik." Ucap Raya kepada Bram.
"Nayla pasti akan mampu melewatinya dengan baik karena, Nayla itu seperti Maya. Dia bisa bertahan dan mampu melewati semuanya dengan baik sampai sekarang ini." Ucap Bram kepada Raya.
"Mas Bram... Kadang aku kasihan kepada Nayla, karena hidupnya selalu seperti ini. Sejak kecil, karena perceraian orang tuanya kemudian, sejak Mamanya menikah dengan Arya. Dia seperti tidak diterima oleh keluarganya Arya, aku bisa melihat bagaimana yang dilakukan oleh tante Diana kepada Nayla. Dan sekarang, Itu semua terbukti setelah Nayla diusir dari rumah mereka." Ucap Raya kepada Bram.
"Semoga saja semua berakhir dengan baik dan Nayla bisa diterima keluarga Reynaldi. Karena itu adalah harapan terbesarku agar Nayla bisa berkumpul kembali dengan mereka dan kebahagiaannya telah kembali." Ucap Bram kepada Raya.
"Kita doakan saja yang terbaik untuk Nayla karena aku yakin sudah ada yang terbaik untuk Nayla di kehidupannya di masa depan." Ucap Raya kepada Bram.
Raya dengan Bram kemudian melanjutkan tidur mereka setelah ngobrol berdua.
******
Besok Harinya
Di Pagi harinya Lina mengajak Nayla berjalan-jalan bersama dengan Rena dan Bimo ke taman di pagi hari sambil menikmati udara segar.
"Ayo kita jalan-jalan Nayla daripada kita memikirkan sesuatu yang tidak penting." Ucap Lina kepada Nayla.
"Baiklah Oma... Kita berjalan-jalan sebentar sambil menikmati udara pagi di hari ini." Ucap Nayla kepada Lina.
"Ayo kak Lina... Aku sudah tidak sabar kita berjalan-jalan di taman di depan rumah kita." Ucap Rena sambil tersenyum kepada Nayla.
Nayla begitu sangat bahagia dia pun mengajak adik-adiknya berjalan-jalan bersama dengan Lina yaitu Omanya ke taman di depan rumah.
"Mas Bram... Seandainya Nayla tahu siapa Rena sebenarnya, pasti Nayla akan terluka." Ucap Raya kepada Bram.
"Sudah tujuh tahun kita merahasiakan ini dari Nayla dan jika nanti Nayla mengetahui kebenarannya, pasti Nayla akan sangat terluka. Dan aku tidak akan sanggup melihat Nayla terluka seperti itu, untuk kesekian kalinya." Ucap Bram kepada Raya.
"Mas Bram... Kita berdoa saja yang terbaik untuk Nayla. Jika memang, suatu ketika Nayla mengetahui kebenaran ini, kita harus siap untuk menerima apa yang akan terjadi. Meskipun, nantinya Nayla akan terluka setelah mengetahui kebenaran ini." Ucap Bram kepada Raya.
__ADS_1
Raya dan Bram berharap semua akan baik-baik saja jika suatu hari Nayla mengetahui tentang Rena yang sebenarnya.
******
Di Taman
Lina bersama Nayla dan Rena serta Bimo berjalan-jalan di taman sambil berbicara setelah itu Ina bersama Nayla kedua adiknya duduk di taman.
"Nayla... Sudah lama kita tidak seperti ini dulu di waktu kamu masih kecil kita selalu berjalan-jalan di taman ini." Ucap Lina kepada Nayla.
"Iya Oma... Dulu waktu itu ada Mama juga ikut kita berjalan-jalan di taman ini bersama Mama dengan Papa pada saat itu. Tetapi sekarang sudah berbeda dan kita bisa menikmatinya tanpa Mama dan Papa." Ucap Nayla sambil tersenyum kepada Lina.
"Kak Nayla... Di sana ada Siomay Ayo kita beli Rena sangat menyukainya..." Ucap Rena kepada Nayla.
"Bimo pengen siomay..." Ucap Bimo dengan polosnya.
"Biar Oma yang memberikannya untuk kalian dan kalian tunggu di sini." Ucap Lina sambil tersenyum kepada ketiga cucu nya.
Lina kemudian pergi membelikan siomay untuk ketiga cucunya sementara Nayla bersama dua adiknya sedang menunggu. Namun di saat mereka sedang menunggu, tiba-tiba ada preman yang berusaha untuk menculik mereka dan membawa mereka kabur.
"Nayla, Bimo, Rena... Ini Oma... Nayla... Nayla Di mana kalian... Nayla... Bimo... Rena..." Teriak Lina memanggil ketiga cucunya.
Lina berteriak memanggil ketika cucunya namun di saat berjalan, tiba-tiba Lina terpijak bando miliknya Rena dan merasa bahwa sesuatu terjadi kepada Rena.
"Ini adalah bando miliknya Rena, jangan-jangan Sesuatu terjadi kepadanya dan juga kepada Nayla serta Bimo. Di mana mereka sekarang ya Tuhan... Jangan-jangan Sesuatu terjadi kepada mereka dan mereka tiba-tiba saja menghilang. Tapi, aku harus pulang dulu ke rumah, untuk mencari tahu dan memastikannya, karena mungkin saja mereka pulang ke rumah." Ucap Lina dalam hati.
Lina merasa khawatir Dan panik kemudian pulang ke rumah untuk mencari keberadaan Nayla bersama kedua adiknya.
******
Di Rumah Keluarga Reynaldi
Tiba-tiba foto Nayla terjatuh dan hal itu dilihat oleh Maya hingga membuat Maya khawatir Sesuatu terjadi kepada Nayla.
"Nayla... Ya Tuhan... Mengapa perasaanku ini tidak enak? Apakah Sesuatu terjadi kepada Nayla? Ya Tuhan..." Ucap Maya dalam hati dengan perasaan khawatir.
"Arpen, Arnav... Papa berangkat ke kantor dulu dan kalian baik-baik di sini bersama dengan Mama dan juga nenek serta Eyang." Ucap Arya sambil peluk dan cium kening Arpen dan Arnav.
"Pa... Kapan Kak Nayla pulang ke rumah Arpen sangat merindukannya. Biasanya kak Nayla menemani Arpen bermain." Tanya Arpen kepada Arya.
"Kakak mu Nayla pasti akan pulang, kalian Tunggu saja pasti kakakmu Nayla akan segera pulang." Jawab Arya sambil peluk Arpen dan Arnav.
"Mas Arya... Entah kenapa perasaanku tidak enak tentang Nayla dan seolah-olah Sesuatu terjadi." Ucap Maya kepada Arya.
"Mungkin hanya perasaan kamu saja sekarang, Nayla sudah bersama dengan Bram dan sebentar lagi pasti Nayla akan kembali ke rumah. Aku sangat yakin itu kau jangan khawatir tentang hal itu." Ucap Arya kepada Maya.
"Aku harap yang kau katakan itu benar dan Nayla baik-baik saja di sana dan tidak ada masalah apapun di sana." Ucap Maya sambil melihat foto Nayla.
Arya mencoba menenangkan Maya dengan mengatakan bahwa, Nayla pasti akan baik-baik saja berada di rumah Papanya.
"Ya sudah... Aku berangkat dulu ke kantor hari ini sudah terlambat. Harusnya ini memang aku libur tetapi, karena aku lembur, jadi tidak ada libur Pada hari ini." Ucap Arya kepada Maya.
"Aku mengerti apa yang kau katakan hati-hati di sana dan jangan lupa cepat pulang." Ucap Maya kepada Arya.
Arya kemudian berangkat ke kantor tetapi, sebelum itu dia pamit kepada Diana yaitu Mamanya. Namun, Diana tetap cuek kepada Arya dan Arya pun langsung pergi berangkat ke kantor tanpa berkata apapun.
"Ma... Mengapa Mama cuek kepada Arya?" Tanya Arka kepada Diana.
"Mama tidak ingin membahas ini. Biarkan saja dia terserah dia karena, jika dia ingin seperti itu ya biarkan saja dia seperti itu." Jawab Diana dengan perasaan kesal.
"Ma, aku mengerti bagaimana perasaan Mama tapi tidak seharusnya Mama seperti itu kepada Arya. Dalam hal ini, sebagai anak pertama dari keluarga ini, aku ingin mencari jalan penengah agar Mama dengan Arya tidak seperti ini." Ucap Arka kepada Diana.
"Kau tidak perlu mencari jalan penengah Karena itu adalah keinginan Arya. Sudahlah, jangan dipikirkan dia, jika memang itu yang diinginkan biarkan saja seperti itu." Ucap Diana kepada Arka.
"Apapun akan kulakukan untuk keluarga ini dan Mama bersama Arya baik-baik saja. Aku akan memastikan hal itu apapun yang terjadi." Ucap Arka dalam hati.
Arka, kemudian pergi keluar dengan alasan, ingin membelikan sesuatu untuk anak-anaknya dan juga yang lainnya. Namun sebenarnya, Arka ingin pergi ke kantornya Arya untuk berbicara dengan Arya.
******
Di Rumah Keluarga Nugraha
Lina begitu sangat panik dan pulang ke rumah mencari Nayla, Bimo dan Rena. Namun ternyata, Nayla bersama kedua adiknya tidak pulang ke rumah dan Hal itu membuat Lina sangat khawatir dan panik. Dengan mengatakan bahwa Nayla bersama kedua adiknya hilang.
#BERSAMBUNG
__ADS_1