
ORANG KE TIGA EPISODE 100
Semua hanya terdiam tidak bisa mengatakan apapun tentang Bimo, namun Nayla menjelaskan semua yang terjadi. Lina pun pergi ke ruang perawatan bersama dengan yang lainnya untuk melihat keadaan Bimo.
"Ya Tuhan... Bram, apakah Bimo baik-baik saja?" Tanya Lina kepada Bram.
"Dokter bilang, Bimo baik-baik saja. Untung saja ada yang menolong Nayla buat mengantar Bimo kemari," jawab Bram kepada Lina.
"Syukurlah kita harus berterima kasih kepada orang itu termasuk kepada Tuhan, akhirnya anak-anak kembali dengan selamat," ucap Roy kepada semua orang.
Ketika semua orang melihat Bimo, tiba-tiba Nayla bertanya kepada Arka tentang Diana.
"Om Arka, tadi Om Arka bilang nenek baik-baik saja, apa yang terjadi kepada nenek? Apa Nenek dirawat di rumah sakit?" Tanya Nayla kepada Arka.
"Iya Nayla nenek kamu mengalami kecelakaan dan sekarang lagi, belum sadarkan diri," jawaban Arka membuat semua kaget mendengarnya.
"Ya Tuhan... Maya, mengapa kau tadi tidak cerita kepada kami?" Tanya Lina kepada Maya.
"Maya, harusnya kau mengatakannya kepada kami tentang ini," ucap Bram kepada Maya.
"Maafkan aku, aku tidak sempat untuk mengatakannya kepada kalian, apalagi saat itu kita sedang dalam masalah," ucap Maya kepada Lina dan Bram.
"Om Papa, Mama aku mau melihat nenek boleh?" Pertanyaan Nayla membuat Arya dan Maya kaget mendengarnya.
"Tentu saja boleh Arya, Maya antara Nayla ke ruang ICU," ucapan Arka membuat Arya dan Maya kaget mendengarnya.
Arya hanya mengangguk setelah itu mengajak Nayla ke ruang ICU dan disusul oleh Maya dan Arka.
******
Di Ruang ICU.
Ria yang masih menemani Diana di ruang ICU, melihat Diana masih terbaring lemah tak berdaya, sambil menyebut nama Arya.
"Ma, kapan Mama akan sadar, kasihan Mas Arka, dia baru sebentar bertemu Mama. Mas Arka selalu berkorban banyak buat Mama. Meskipun Mama hanya selalu mengingat Arya, menyebut namanya, tetapi Mas Arka selalu peduli kepada Mama dan menyayangi Mama. Aku mohon cepatlah sadar untuk Mas Arka karena dia sangat ingin selalu bersama dengan Mama," ucap Ria kepada Diana.
Diana yang hanya terdiam lemah tak berdaya membuat Ria merasa sedih. Dia pun melihat Diana menangis dan mengusap air matanya. Namun tak berapa lama kemudian, Arya bersama Maya dan Nayla serta Arka masuk ke dalam dan membuat Ria kaget melihat kedatangan mereka.
"Mas Arka, mereka... Nayla...," ucap Ria yang kaget melihat Arya.
"Ria, itu lupakan sejenak masalah itu, ayo kita keluar dan biarkan Nayla bertemu dengan Mama." Arka pun mengajak Ria keluar.
Ria hanya mengangguk, setelah keluar itu, dari ruang ICU bersama dengan Arka. Setelah Arka dan Ria keluar, Nayla kemudian menghampiri Diana dan pegang tangan Diana serta mencium kening Diana.
"Nenek, meskipun Nenek membenciku, di hatiku tidak pernah ada kebencian buat nenek maupun siapapun. Aku sangat menyayangi Nenek aku tidak pernah merasa merebut siapapun termasuk merebut Om Papa dari nenek maupun dari Sonia," ucap Nayla sambil usap air mata nya.
"Nayla nenek kamu pasti mendengar apa yang kamu katakan meskipun dia koma, dia bisa mendengar suara kita," ucap Maya sambil tersenyum kepada Nayla.
Nayla melihat Diana menangis kemudian mengusap air matanya Diana lalu serta mencium kening Diana.
"Ma, Nayla itu sangat menyayangi Mama bahkan, Nayla mengusap air mata Mama serta, Nayla tidak ingin Mama menangis. Nayla sudah kembali, dia sudah bebas dari orang yang menculiknya sekarang, Nayla bersama kita Arya harap Mama bisa menerima Nayla kembali karena Nayla sangat menyayangi Mama," ucap Arya kepada Diana.
Saat Nayla pegang tangan Diana tiba-tiba tangan Diana bergerak dan pegang tangan Nayla hingga membuat semua kaget melihatnya.
"Om Papa, tangan Nenek bergerak," ucap Nayla kepada Arya.
"Ya Tuhan... Nayla, Maya aku panggil Kak Arka dulu." Arya kemudian langsung panggil Arka.
"Ma, Nenek pegang tanganku," ucap Nayla kepada Maya.
"Itu pertanda dia mendengar dan merasakan sentuhan kamu sayang," ucap Maya sambil tersenyum kepada Nayla.
__ADS_1
Saat Nayla dan Maya melihat Diana, Arka kemudian masuk bersama dengan Arya dan Ria. Arka kemudian langsung periksa kondisi Diana.
"Bagaimana dengan kondisi Mama apakah dia akan sadar?" Tanya Arya kepada Arka.
"Itu hanya refleksi tidak ada reaksi apapun, tapi itu merupakan, sedikit kemajuan. Karena Mama bisa merasakan sentuhan kita. Ini belum bisa dinamakan ada perubahan. Tetapi masih sedikit reaksi dan ada sedikit perkembangan," jawab Arka kepada Arya.
"Nenek pasti akan sembuh dan akan sadar Nayla akan selalu berdoa untuk kesembuhan Nenek," ucap Nayla sambil cium kening Diana.
Arya kemudian pegang tangan Diana dan berkata bahwa Arya akan selalu berada di samping Diana.
"Ma, Mama harus kuat karena Arya akan selalu berada di samping Mama dan tidak akan pernah meninggalkan Mama. Sampai kapanpun, Arya akan selalu berada di samping Mama," ucap Arya sambil cium kening Diana.
"Ma, sebenarnya Mama sangat menyayangi Nayla tapi Mama tidak bisa mengungkapkannya. Rasa sayang itu tertutup karena Mama takut Arya akan pergi dari Mama. Jika Mama tidak menyayangi Nayla, bagaimana mungkin Mama bisa pegang tangan Nayla, meskipun hanya sedikit," ucap Arka dalam hati.
"Ya Tuhan... Entah apa yang akan terjadi setelah ini. Jika Oma dan Opa tahu Nayla masuk ke ruang ICU melihat Mama, mereka pasti akan sangat marah," ucap Ria dalam hati.
Maya tersenyum bahagia Nayla telah kembali lebih lagi, ada perubahan yang terjadi kepada Diana. Maya berharap Diana segera sadar dari koma agar permasalahan segera berakhir.
******
Di Rumah Hutama.
Malam harinya, Rani melihat foto Kartika dan tiba-tiba merindukannya. Rani berharap, Kartika segera pulang ke rumah, di samping itu, Tommy datang dan mengajak Rani untuk ke rumah sakit.
"Ke rumah sakit?" Rani langsung meletakkan foto ke meja dan menghampiri Tommy.
"Tadi siang mertuanya Maya kecelakaan, barusan Papa dikabarin. Ayo Ma, kita ke rumah sakit sekarang, melihat Bu Diana," jawab Tommy kepada Rani.
"Ya Tuhan... Ya sudah Mama siap-siap dulu Pa," ucap Rani kepada Tommy.
Rani kemudian bersiap-siap sementara Tommy melihat foto Kartika dengan harapan Kartika segera kembali.
"Kartika, Papa dan Mama sangat merindukanmu nak, kapan kau akan kembali, Papa berharap secepatnya kau segera kembali," Tommy kemudian cium foto Kartika.
******
Di Rumah Mahesa.
Mahesa marah besar kepada bodyguardnya karena Nayla dan kedua adiknya kabur begitu saja. Mahesa mengatakan bahwa sang bodyguard tidak bisa menjaga Nayla dan kedua di kehidupan baik.
"Harusnya kalian menjaganya dengan baik bukan malah membiarkan anak itu di gudang! Bagaimana bisa anak itu bisa kabur jika kalian menjaganya dengan baik!" Tegas Mahesa kepada Bodyguard.
"Maafkan kami Bos, kami kira ini tidak akan terjadi. Karena mereka masih anak-anak, jadi kami pikir mereka tidak akan kabur," ucap Bodyguard kepada Mahesa.
"Kalian ini! Rencanaku sudah gagal untuk menghancurkan Roy Nugraha dan anak-anak itu pasti sudah kembali ke rumahnya! Apalagi sudah remaja pasti dia tahu jalan pulang!" Tegas Mahesa sambil emosi.
"Maafkan kami Bos kami mengaku salah," ucap Bodyguard kepada Mahesa.
"Permohonan maaf kalian tidak ada gunanya semua sudah terjadi. Sekarang kita harus membuat rencana baru untuk menghancurkan Roy Nugraha," ucap Mahesa kepada Bodyguard.
Bodyguard hanya diam saja setelah dimarahi Mahesa. setelah itu, Mahesa kemudian meminta Bodyguard untuk pulang dan datang kembali besok untuk membuat rencana berikutnya.
"Lebih baik kalian pulang saja dulu besok kita akan bahas ini lagi," ucap Mahesa kepada Bodyguard.
"Bos kami akan datang kembali besok," ucap Bodyguard kepada Mahesa.
Bodyguard kemudian pergi dari rumah Mahesa. Sementara Mahesa masih terlihat kesal karena rencananya gagal.
******
Di Rumah Sakit.
__ADS_1
Reno bersama Nada, Sonia, Syafira dan Reza datang kaget melihat Nayla ada di rumah sakit. Pada saat yang sama Syafira menghampiri Maya dan langsung menampar Nayla di hadapan semua orang.
"Oma, Mengapa Oma menampar Nayla, salah Nayla apa kepada Oma?" Tanya Arya kepada Syafira.
"Kamu masih bertanya, salah dia apa, di mana letak pikiranmu Arya, apa kamu lupa karena dia Mama kamu mengalami kecelakaan! Karena Dia Kamu pergi dari Mama kamu, sehingga menyebabkan Mama kamu mengalami kecelakaan! Dengan kabar berita jadi culik padahal itu hanya permainan dia!" Tegas Syafira sambil emosi.
"Nayla benar-benar diculik dan Arka yang menemukan mereka saat mereka kabur. Ini bukan permainan, tetapi kenyataan bahwa, mereka benar-benar diculik. Beruntung Nayla bisa kabur bersama dengan kedua adiknya meskipun Bimo terluka dan sampai sekarang masih berada di rumah sakit," ucap Arka kepada Syafira.
"Apa? Ya Tuhan... Nayla, tapi kau baik-baik saja kan?" Tanya Nada kepada Nayla.
"Aku baik-baik saja tante, tapi Bimo sampai sekarang masih di rumah sakit," jawab Nayla kepada Nada.
"Cari perhatian biar dikasihani," ucap Sonia dengan kesal.
"Sonia! Kamu senang karena kakakmu sudah kembali dengan selamat bukan perkata seperti itu!" Tegas Nada kepada Sonia.
"Sudah sudah kenapa kalian ribut, ini rumah sakit Mama lagi sakit harusnya jangan ribut," ucap Fandy kepada semua orang.
"Fandy, harusnya kau usir Nayla! Karena dia kunci dari keributan ini dan dia juga penyebab kecelakaan Diana!" Teriak Syafira dengan emosi.
"Arya Lebih baik kau bawa saja Nayla daripada buat keributan," ucap Ria kepada Arya.
"Arya akan tetap berada di sini bersama Nayla dan tidak ada yang boleh mengusir Nayla. Karena Nayla adalah keajaiban buat Mama dan karena Nayla juga dengan Mama bisa bergerak dengan sendirinya," ucapan Arka membuat semua kaget mendengarnya.
"Arka, maksud kamu apa bicara seperti itu?" Tanya Reno kepada Arka.
"Tangan Ma tadi bergerak meskipun pelan dan itu semua berkat Nayla," jawaban Arka membuat semua kaget mendengarnya.
Di saat semua terdiam, Tommy dan Rani kemudian datang. Nayla kemudian peluk Rani dan mengatakan bahwa dia sangat merindukannya.
"Oma juga sangat merindukanmu sayang Sudah lama kita tidak bertemu," ucap Rani sambil cium kening Nayla.
"Maya bagaimana keadaan mertua kamu?" Tanya Tommy Kepada Maya.
"Mama mengalami kecelakaan dan saat ini, Mama masih koma dan Belum sadar dari koma," jawab Maya kepada Tommy.
"Pak Tomi, Bu Rani kalau mau masuk ayo aku temani," ucap Reno kepada Rani dan Tommy.
Tommy dan Rani kemudian masuk ke ruang ICU bersama dengan Reno. Sementara Syafira masih emosi karena kehadiran Nayla.
"Pokoknya Oma tidak setuju Nayla masuk ke ruang ICU! Karena dia adalah penyebab kecelakaan yang terjadi kepada Diana!" Teriak Syafira dengan perasaan emosi.
"Opa setuju yang Oma kamu katakan, apalagi Nayla bukan cucu kandung keluarga Reynaldi! Jadi, dia tidak pantas datang kemari apapun alasannya!" Teriak Reza dengan perasaan emosi.
"Meskipun Oma dan Opa tidak setuju Arka akan tetap mengizinkan Nayla untuk berada di sini dan melihat Mama," ucapan Arka membuat Reza dan Syafira kaget mendengarnya.
"Om Arka sudahlah," ucap Nayla kepada Arka.
"Tidak Nayla, ini adalah keputusan Om Karena Om tahu mana yang terbaik. Apalagi Om adalah dokter dan pastinya Om tahu mana yang terbaik," ucap Arka kepada Nayla.
"Arka, Apa kau tidak menyesal atas apa yang kau katakan?" Tanya Reza kepada Arka.
"Tidak Opa, Karena aku tahu mana yang terbaik," jawaban Arka membuat Reza dan Syafira kaget mendengarnya.
"Arka! Kau akan menyesal atas keputusanmu ini paham!" Teriak Syafira kepada Arka.
"Semua akan baik-baik saja Oma aku sangat yakin itu dan Oma akan melihatnya nanti," ucap Arka kepada Syafira.
"Arka, kalau sesuatu terjadi kepada Mama kamu, kamulah yang harus bertanggung jawab paham!" Tegas Reza kepada Arka.
Arka sangat yakin dengan keputusannya sementara Reza dan Syafira sangat kesal dengan keputusan Arka.
__ADS_1
#BERSAMBUNG