
ORANG KE TIGA EPISODE 57
Reno kemudian menampar Tina di hadapan semua orang dan memintanya untuk tidak mengganggu keluarganya lagi. Tina kemudian mengatakan bahwa dia akan melaporkan hal ini kepada polisi jika masih tetap membawa Arya dari rumah ini.
"Silakan saja bawa tetapi aku akan melaporkan hal ini kepada polisi atas kejadian yang tidak menyenangkan dan kalian akan dipenjara itulah yang akan terjadi." Ucapan Tina membuat semua kaget mendengarnya.
"Silakan saja telepon polisi sekarang lalu bagaimana denganmu Kau bersama dengan Arya berdua tanpa status menikah. Bukankah itu dinamakan sebuah tindakan yang tidak terpuji tinggal satu atap tanpa menikah justru kau yang pantas di penjara." Ucapan Diana membuat Tina kaget mendengarnya.
"Kalian ini benar-benar sangat keterlaluan sekarang kalian pergi dari sini dan jangan pernah kembali lagi dan satu hal dia adalah Ruben bukan Arya dan dia adalah tunangan ku apakah kalian tidak mengerti juga!" Ucapan Tina membuat semua kaget mendengarnya.
"Kau sudah gila Tina! Sudah cukup dan jangan ganggu keluarga kami lagi! Biarkan Arya bahagia dengan pilihannya karena saat ini Arya sudah menikah dengan Maya. Jangan pernah mengganggu Arya lagi apakah kau mengerti itu!" Ucapan Reno membuat Tina kaget mendengarnya.
"Mengganggu Arya? Sudah berapa kali aku katakan dia adalah Ruben bukan Arya dan dia adalah tunanganku apa kalian tidak mengerti juga!" Teriak Tina kepada semua orang.
"Tina sudah cukup!" Teriak Arya kepada Tina.
Tina sangat kaget mendengar teriakan Arya dan khawatir bahwa Arya sudah mengingat semuanya.
******
Semua sangat khawatir Arya tidak akan kembali ke rumah keluarga Ryenaldi. Nayla juga khawatir Arya tidak akan kembali ke rumah bahkan menanyakan apakah Om Papa akan pulang.
"Oma, Apakah Om Papa akan ikut pulang? Sepertinya Om Papa tidak akan pulang karena Om Papa tidak ingat kepada Nayla." Ucapan Nayla membuat semua kaget mendengarnya.
"Kita berdoa saja sayang semoga Om Papa Nayla ikut pulang bersama dengan Mama dan yang lainnya. Jadi Nayla jangan khawatir dan berdoa saja agar om Papa pulang dan ikut dengan Mama beserta yang lainnya." Ucap Rani kepada Nayla.
"Sayang di sini saja duduk sama Tante sambil menunggu kedatangan Om Arya." Ucap Kartika sambil tersenyum kepada Nayla.
"Rani, Kenapa selalu ada masalah di keluarga kita masalah demi masalah selalu datang meskipun satu persatu selesai. Aku khawatir Maya tidak bisa melewati semua ini." Ucap Tommy kepada Rani.
"Maya pasti bisa melewati semua ini Mas, anak kita anak yang kuat dalam menyelesaikan masalah termasuk masalah yang sedang dia hadapi. Namun meskipun begitu kita doakan yang terbaik buat Maya agar Maya mampu melewati semua ini." Ucap Rani kepada Tommy.
"Aku berharap seperti itu dan berakhir bahagia untuk Maya." Ucap Tommy kepada Rani.
Saat Romi dengan Rani sedang ngobrol di samping itu Arka berharap Arya secepatnya kembali agar bisa melakukan tes DNA.
"Aku harap Arya mau pulang kembali ke rumah dan aku bisa melakukan tes DNA terhadap Arya. Karena aku ingin tau hasilnya apakah Arya adalah saudara kembarku atau tidak. Jika benar berarti mereka adalah keluargaku dan aku akan melindungi Arya dari wanita itu yang berusaha untuk menghancurkan rumah tangga Arya dengan Maya. Maka dari itu Arya harus kembali ke rumah agar aku bisa lakukan Test DNA dengan nya." Ucap Arka dalam hati.
"Mas Arka, ini aku buatkan teh agar Mas Arka tidak terlihat sangat khawatir." Ucap Ria kepada Arka.
"Terimakasih Ria... Kau adalah wanita yang paling mengerti akan diriku dan membuat aku bahagia saat bersamamu." Ucap Arka sambil tersenyum kepada Ria.
"Aku akan selalu ada untukmu Mas dalam keadaan apapun dan apapun yang terjadi aku akan mendukungmu karena aku selalu ada untukmu." Ucap Ria sambil tersenyum kepada Arka.
Arka kemudian peluk dan cium kening Ria dan mengatakan bahwa dia sangat bahagia bersama Ria.
******
Di kamar Sonia melihat foto Arya dan mengatakan bahwa Sonia sangat merindukannya.
"Om Arya... Sonia kangen sama Om Arya. Apakah Om Arya juga kangen sama Sonia? Sampai sekarang ini Sonia kangen banget sama Om Arya." Ucap Sonia dalam hati.
"Sonia..." Ucap Kamila kepada Sonia.
"Oma, Om Arya akan kembali ke rumah kan? Sonia kangen banget sama Om Arya meskipun Om Arya tidak mengenal Sonia tapi Sonia yakin Om Arya juga kangen sama Sonia." Tanya Sonia kepada Kamila.
"Om Arya pasti akan kembali ke rumah Sayang, kita berdoa saja semoga Om Arya kembali ke rumah dalam keadaan apapun. Jika Om Arya tidak mengenal Sonia kita berdoa saja untuk Om Arya agar cepat sembuh dan bisa mengenal Sonia dan kita semua di rumah ini." Ucap Kamila sambil tersenyum kepada Sonia.
"Ya Tuhan... Kasihan Sonia dia harus mengalami hal seperti ini. Aku harap Kak Arya segera pulang meskipun dalam keadaan hilang ingatan yang penting kembali. Sonia akan bahagia karena itu yang paling penting." Ucap Nada dalam hati.
"Sonia..." Ucap Fandy sambil peluk Sonia.
Seluruh keluarga sangat khawatir dan berharap Arya kembali ke rumah dalam keadaan apapun.
******
Arya berteriak memanggil nama Tina dan mengatakan agar dia berhenti berteriak kepada keluarganya.
__ADS_1
"Sudah cukup Tina! Berhentilah berteriak di rumah ini dihadapan mereka termasuk di depan Mama dan Papa!" Bentak Arya kepada Tina.
"Ruben..." Ucap Tina kepada Arya.
"Namaku Arya bukan Ruben dan mereka adalah kedua orang tuaku." Ucapan Arya membuat semua kaget mendengarnya.
"Arya... Kau sudah Ingat kepada Mama dan Papa dan juga kepada Maya dan yang lainnya?" Tanya Diana kepada Arya.
"Mas Arya, Apakah Mas Arya Sudah ingat semuanya? Tanya Maya kepada Arya.
"Arya, Apakah kau sudah mengingat semuanya dan mengenal kami?" Tanya Bram kepada Arya.
"Arya... Aku adalah sahabatmu waktu kuliah dan kerja di kantor Mas Bram kau masih ingat kan? Tanya Raya kepada Arya.
"Aku memang sudah mengingat namaku adalah Arya bukan Ruben, aku juga ingat kepada Mama dan Papa. Meskipun belum sepenuhnya aku ingat yang penting aku sudah ingat separuh daripada ingatanku ini." Ucapan Arya membuat semua kaget mendengarnya.
"Iya benar Kau adalah Arya dan aku sengaja menyembunyikan identitasmu karena kau adalah milikku dan kita sebenarnya sudah bertunangan itu adalah sebenarnya dan Mama kamu telah mengusir kita dari rumah sehingga kita tinggal di sini." Ucap Tina kepada Arya.
"Mama dengan Papa tidak pernah mengusirku dari rumah mereka sangat menyayangiku dan mereka hanya tidak merestui hubungan kita saja. Tentang pertunangan kita? Aku tidak merasa bahwa kita sudah bertunangan karena aku hanya ingat Mama dengan Papa tidak merestui hubungan kita. Bahkan Mama mengirim ku ke Amerika untuk melanjutkan kuliah hanya itu saja yang aku ingat dan lebihnya aku belum bisa mengingat apapun." Ucapan Arya membuat Tina kaget mendengarnya.
"Kita itu sudah bertunangan Arya bahkan Kau memberikan cincin kepadaku dan aku masih memakainya. Dan cincin ini, kau yang memberikannya kepadaku dan jangan lupakan itu Arya! Ucapan Tina membuat Arya kaget mendengarnya.
"Aku hanya memberikannya kepadamu tapi bukan berarti kita bertunangan Karena pada saat itu kita berpacaran dan aku menghadiahkan cincin itu kepadamu." Ucapan Arya membuat Tina kaget mendengarnya.
"Sudah aku duga itu hanya karangan dari Tina, kau itu wanita tidak tau malu Pelakor! Kau ingin merusak kebahagiaan orang lain dengan merebut Arya dariku bahkan kau menghilang kan cincin pernikahan kami dan kau sangat hebat sekali. Kau pikir aku akan membiarkanmu untuk merebut Arya dariku tidak akan bisa karena Arya adalah suamiku bukan suami mu paham!" Ucapan Arya membuat Tina kaget mendengarnya.
"Aku memang membuang cincin pernikahannya Arya dengan mu karena sesungguhnya dia adalah milikku dan aku sudah memberikan cincin pertunangan kami yang sama denganku yang telah dia pakai sekarang ini." Ucapan Tina membuat Arya kaget mendengarnya.
"Cincin ini?" Ucap Arya kepada Tina dan tiba-tiba mengingat sesuatu.
"Iya cincin ini disaat kau pakaikan kepadaku restoran itu dan kita sudah petunangan di restoran dan akujuga sudah memakaikannya kepadamu meskipun kedua orang tuamu tidak setuju pada saat itu. Dan pada saat itu adalah anniversary hubungan kita yang ke tiga tahun. Di saat itu kau melamarku di sebuah restoran dengan sebuah cincin. Kita mengikatkan cincin itu bersama, kamu memakaikan cincin itu kepadaku dan aku memakaikan cincin ini kepadamu. Apakah kau masih ingat pada saat atau kau sudah melupakannya kita sudah berpacaran tiga tahun pada waktu itu dan akhirnya kita bertunangan di sebuah restoran." Ucapan Tina membuat semua kaget mendengarnya.
Kemudian Tina mengambil sesuatu yaitu kenangan saat berpacaran bersama dengan Arya dan tiba-tiba kepala Arya pusing dengan mengingat sesuatu dan membuat Diana marah kepada Tina yang sudah membuatnya pusing.
"Arya... Kau baik-baik saja nak...?" Tanya Diana kepada Arya.
"Arya, apa yang terjadi Apakah kau sudah ingat tentang pertunangan kita pada saat di restoran?" Tanya Tina kepada Arya.
"Tentu saja aku ingat dan aku juga sudah mengembalikan cincin ini kepadamu karena pada saat itu aku ingin ke Amerika untuk melanjutkan kuliah. Sekarang aku akan mengembalikannya lagi kepadamu dan aku ingin menyendiri itu saja." Ucapan Arya membuat Tina kaget mendengarnya.
Arya kemudian mengembalikan cincin tersebut kepada Tina setelah itu Diana mengajak Arya pulang ke.
"Arya, sekarang bagaimana apakah kau akan pulang bersama Mama dengan Papa? Arya semua orang di rumah sedang menunggumu tidak masalah kau tidak ingat semuanya yang penting kau pulang ke rumah bersama dengan Maya." Ucap Diana kepada Arya.
"Mas Arya ayo kita pulang, Nayla pasti sudah menunggu kita karena Nayla sangat merindukanmu dan dia pasti berharap agar Mas Arya ikut pulang bersama kami." Ucap Maya kepada Arya.
"Iya Arya, Ayo kita pulang dan kita akan berobat ke rumah sakit untuk ingatanmu karena aku yakin Tina tidak mengobatimu karena ingin memilikimu sepenuhnya. Dan obat yang diberikannya kepadamu pasti bukanlah obat untuk menyembuhkan ingatan." Ucapan Reno membuat Tina kaget mendengarnya.
"Arya, Ayo kita pulang tidak baik kau berada di sini bersama dengan Tina apalagi kalian tidak menikah apa kata orang nanti. Jika mereka tau bahwa kalian tinggal satu atap tanpa menikah." Ucapan Bram membuat Tina kaget mendengarnya.
"Benar sekali kata Mas Bram lebih baik Arya ikut pulang bersama dengan kami dan biarkan Tina tinggal sendiri di sini." Ucapan Raya membuat Tina kaget mendengarnya.
"Kalian tidak bisa melakukan ini karena Arya adalah tunanganku dan berarti dia adalah milikku kalian mengerti!" Ucapan Tina membuat semua kaget mendengarnya.
"Tunangan, bukan kah Arya melepaskan cincinnya dan mengembalikannya kepadamu? Kau itu aneh sekali!" Bentak Maya kepada Tina.
"Arya itu Milikku dia hanya mengingat kami sudah tunangan dan kemudian pergi ke Amerika. Dan Arya tidak ingat kepadamu sama sekali maka itu berarti Arya adalah tunanganku dan kami sudah bertunangan. Maka berarti Arya adalah milikku dan kau tidak akan bisa merebut Arya dariku kau mengerti itu!" Bentak Tina kepada Maya.
"Sudah cukup Tina! Bentak Arya hingga membuat Tina kaget mendengarnya.
"Arya..." Ucap Tina kepada Arya.
"Ma, Pa aku akan kembali ke rumah bersama kalian semua." Ucapan Arya membuat Tina kaget mendengarnya.
"Arya... Aku adalah tunangan mu jadi kau harus tinggal di sini." Ucap Tina kepada Arya.
"Aku tidak akan tinggal di sini lagi aku akan pergi dari sini dan juga aku sudah memutuskan pertunangan ini dan tidak akan pernah melanjutkannya lagi. Kedua orang tuaku adalah segalanya bagiku apapun akan aku lakukan untuk mereka. Jadi aku akan ikut dengan mereka karena ini adalah keputusanku." Ucapan Arya membuat Tina kaget mendengarnya.
__ADS_1
"Kau tidak bisa melakukan ini kepadaku Arya karena aku adalah kekasihmu dan tunanganmu dan kita akan segera menikah seperti janjimu kepadaku!" Teriak Tina kepada Arya.
"Maafkan aku Tina, Mama dengan Papa benar aku akan ikut dengan mereka. Lagi pula kita belum menikah dan tidak pantas kita tinggal berdua di dalam rumah ini. Aku akan pulang dengan mereka ke rumahku yang sebenarnya. Jadi maafkan aku Tina aku harus pulang ke rumah karena ini adalah yang terbaik." Ucapan Arya membuat Tina kaget mendengarnya.
"Kalau begitu Sekarang kita pulang Mereka semua sedang menunggumu apalagi Nayla dan Sonia begitu juga dengan Nada." Ucap Diana kepada Arya.
"Kau tidak bisa melakukan ini kepadaku Arya karena aku ini adalah tunanganmu dan seharusnya kau berada di sini karena kita akan segera menikah." Ucap Tina kepada Arya.
"Maafkan aku Tina tapi aku tetap tidak bisa tinggal di rumah ini. Tidak baik aku tinggal di rumah ini apalagi kita belum menikah karena itu perbuatan yang tidak baik aku harus pulang kembali ke rumahku. Itulah yang harus aku lakukan Karena itu adalah yang terbaik agar tidak terjadi fitnah di saat orang-orang mengetahuinya." Ucapan Arya membuat Tina kaget mendengarnya.
"Sudahlah Arya jangan didengarkan dia lagi mari kita pulang karena semuanya sedang menunggumu di rumah." Ucap Reno kepada Arya.
"Kau tidak bisa pergi Arya karena Aku ini adalah calon istrimu dan orang-orang berpikir bahwa kita sudah menikah. Karena aku mengatakan kepada mereka bahwa kita sudah menikah." Ucapan Tina membuat semua kaget mendengarnya.
Maya kemudian langsung menampar Tina dan mengatakan bahwa dia sudah mempermalukan dirinya sendiri dengan mengatakan kepada semua orang bahwa dia telah menikah dengan Arya yaitu suami orang lain.
"Kau sedang bermimpi ya dengan mengarang cerita bahwa kau dengan Arya sudah menikah dan sekarang Arya sudah ingat meskipun tidak semuanya. Tapi dia ingat bahwa kau belum menikah dengannya dan mungkin dia akan mengatakan kepada orang-orang bahwa kalian sebenarnya tidak menikah. Dan akhirnya kau akan malu dengan perkataanmu sendiri." Ucapan Maya membuat Tina kaget mendengarnya.
"Tina, terimalah kenyataan bahwa kita tidak menikah dan itu adalah faktanya. Sekarang lihat orang-orang sudah datang dan mendengar pembicaraan kita dan akhirnya mereka tau bahwa sebenarnya kita tidak menikah. Jadi lebih baik aku pulang bersama Mama dan Papa. Karena aku sudah ingat sebagian dari ingatanku Karena itu adalah yang terbaik." Ucapan Arya membuat Tina kaget mendengarnya.
"Ternyata mereka belum menikah Astagfirullah kok bisa-bisanya tinggal dalam satu rumah tetapi belum menikah itu bukalah perbuatan yang baik." Ucap Warga kepada Tina dan Arya.
"Sudah sudah lebih baik kalian ke rumah masing-masing karena ini sudah selesai dan Arya akan kembali ke rumah di mana rumahnya yang sebenarnya. Karena saat ini Arya sedang sakit dan ingatannya belum pulih sepenuhnya." Ucap Reno kepada Warga.
"Mas Arya ayo kita pulang." Ucap Maya kepada Arya.
Arya kemudian ikut pulang bersama keluarganya sementara itu para warga di sana kembali ke rumah masing-masing. Namun Tina terlihat sangat kesal karena Arya keluar dari rumah dan tinggal bersama keluarganya.
******
Sementara itu di rumah Reynaldi, keluarga masih menunggu kedatangan Arya dan berharap Arya datang sesuai dengan harapan mereka.
"Mas, kita sudah lama di sini Mereka belum saja kembali ke rumah Aku khawatir Arya tidak mau datang ke rumah ini." Ucap Lina kepada Roy.
"Kita berdoa saja yang terbaik untuk Arya dan semoga saja Arya mau kembali ke rumah ini agar semua masalah selesai." Ucap Roy kepada Lina.
"Semoga saja Mas kasihan juga Maya dia harus mengalami hal seperti ini. Mengapa Maya harus mengalami hal seperti ini kedua kalinya?" Tanya Lina kepada Roy.
"Semua sudah takdirnya karena kita hidup memiliki takdir masing-masing termasuk Maya dan Maya pasti bisa melewati semua ini maka dari itu kita doakan saja yang terbaik untuk Arya dan juga Maya." Jawab Roy kepada Lina.
Setelah sekian lama keluarga menunggu kedatangan Arya, Maya, dan juga yang lainnya. Akhirnya Arya Maya dan juga yang lainnya telah sampai ke rumah dan mereka kemudian melihat kedatangan Arya ke rumah.
"Arya..." Ucap Rani kepada Arya.
"Om Papa... Nayla kangen banget sama Om Papa meskipun Om Papa belum mengenal Nayla, tapi Nayla kangen sama om Papa dan Nayla janji akan membuat Om Papa ingat kepada Nayla kembali." Ucap Nayla sambil peluk Arya.
"Om Arya... Om Arya ternyata masih hidup... Sonia kangen banget sama Om Arya." Ucap Sonia sambil peluk Arya.
"Kak Arya... Subhanallah sungguh luar biasa... Kak Arya ternyata masih hidup... Kak Arya... Nada kangen banget sama kakak." Ucap Nada sambil peluk Arya dan menangis.
"Arya... Apakah kamu masih ingat mereka termasuk Nada Sonia dan Nayla?" Tanya Diana kepada Arya.
"Ma, jangan terlalu memaksakan Arya untuk ingat semuanya dia ingat kepada kita udah syukur. Ayo Arya kita masuk dan kau harus istirahat karena tadi kepalamu pusing Papa khawatir ini akan berakibat fatal kepadamu." Ucap Reno sambil membawa Arya masuk.
Setelah Arya masuk ke dalam rumah, Diana kemudian meminta minta Arka untuk memeriksa keadaan Arya. Arka kemudian periksa Arya dan mengatakan bahwa saat ini Arya harus istirahat.
"Tante Sebenarnya apa yang terjadi kenapa kalian lama sekali?" Tanya Arka kepada Diana.
"Iya Ma, Kenapa kalian lama sekali di sana?" Tanya Nada kepada Diana.
Diana kemudian menceritakan semuanya apa yang terjadi di sana kepada semua orang dan membuat semua orang kaget mendengar penjelasan dari Diana.
"Itu berarti ingatan Kak Arya belum sepenuhnya kembali? Ya Tuhan..." Ucap Nada dan kemudian langsung peluk Arya sambil menangis.
"Nada, jangan menangis kakak pasti akan sembuh dan ingat semuanya apalagi kakak ingin sekali Ingat Nayla dan Sonia." Ucap Arya kepada Nada.
Nada kemudian peluk Arya dengan erat dan mengatakan bahwa Arya akan sembuh dan akan ingat kepada semua orang termasuk kepada Maya.
__ADS_1
#BERSAMBUNG