ORANG KE 3

ORANG KE 3
ORANG KE TIGA EPISODE 39


__ADS_3

ORANG KE TIGA EPISODE 39


Diana menyuruh Maya memasak sup untuk Arya, suaminya. Dengan penuh cinta Maya pun memasak sup untuk suami dan keluarga suaminya. Bi Surti yang melihat Maya memasak, merasa kasihan dan ingin membantu.


"Nyonya biar saya bantu, ya," ucap Bi Surti kepada Maya


"Tidak usah, Bi. Aku bisa masak sup kok, Bibi lihat saja pasti Arya suka!" balas Maya dengan senyum penuh arti.


Maya pun mulai memasak dengan penuh cinta. Saat sedang mengaduk sup dalam panci, Arya tiba-tiba datang menghampiri Maya dari belakang dan mencoba untuk menggodanya.


"Sayang, kamu sedang apa? Hmmm wangi sekali sup ini, pasti masakan Istriku sangat enak, aku jadi tidak sabar untuk mencicipinya," celetuk Arya.


"Tunggulah sebentar lagi, aku akan menyiapkannya untuk kamu." Lagi, senyum Maya bertambah lebar saat menoleh sekilas pada Arya.


"Baiklah sayang aku akan menunggu masakan darimu tapi jangan lama-lama ya." Ucap Arya kepada Maya sambil cium kening istri tercintanya itu.


Maya pun kemudian memulai untuk masak makan siang untuk Suami dan keluarganya. Meskipun lama tetapi Maya memasak nya dengan penuh cinta sampai akhirnya Maya pun selesai memasak makanan untuk Arya dan keluarganya.


2 Jam kemudian


"Kamu ini lama sekali memasaknya Maya." Ucap Diana sambil memarahi Maya Menantunya itu.


"Mama ini kenapa sih? Kak Maya sudah cape masak, dia sendiri yang masak udah gitu malah Mama marah-marah kepadanya. Jangan gitu Ma, kak Maya itu Istrinya kak Arya, jika kak Arya tau dia pasti kecewa sama Mama." Ucap Nada kepada Diana dengan perasaan kesal kepada Diana.


"Apa semuanya sudah siap? Siapa yang masak Ma? Sepertinya ini sangat enak." Ucap Reno kepada Diana sambil menggoda Diana.


"Menantu kita yang masak Pa. Sudah Papa ganti baju dulu biar Mama panggil Arya untuk makan." Balas Diana kepada Reno. Namun tangan Diana tiba-tiba di tarik Reno dan Reno meminta Maya untuk memanggil Arya makan.


"Sudah Ma, ayo kita ke kamar, dan siapkan baju untuk Papa." Ucap Reno kepada Diana lalu membawa Diana ke kamarnya.


"Ehmmm Mama pasti kesal." Ucap Nada kepada Bi Surti.


"Maklum Nyonya kan ini baru pertama kali punya menantu." Ucap Bi Surti kepada Nada.


******


Di kamar Reno memarahi sikap Diana itu dan meminta Diana untuk tidak bersikap seperti itu kepada Maya. Karena Maya adalah menantu di rumah dan Maya adalah Istrinya Arya.


"Jadi, Papa salahin Mama?" Tanya Diana kepada Reno.


"Jelas Papa marah karena sikap Mama tadi. Sudah Ma cukup, Arya itu sudah dewasa, dia sudah menentukan hidupnya sendiri. Kita tinggal melihat bagaimana dia menjalani kehidupan baru masa depan baru bersama Maya. Ma, kita boleh mengatur Maya dan Arya, tapi yang tidak boleh kita lakukan terlalu ikut campur apa lagi kita cemburu kepada Arya itu tidak boleh Ma. Ma, meskipun Arya sudah menikah, Arya itu tetap milik Mama karena, Mama adalah cinta pertama Arya. Beda dengan Nada, jika Nada menikah dia sudah menjadi milik suaminya sama seperti Mama yang sudah bertahun-tahun menikah dengan Papa. Jadi, Papa minta kepada Mama untuk tidak melakukan hal seperti itu lagi ya Ma." Ucap Reno kepada Diana.


"Baiklah tapi, Mama tidak suka dengan Nayla!" Ucap Diana kepada Reno namun Reno langsung tutup mulut Diana untuk tidak melanjutkan perkataannya.


"Papa tau itu Ma. Tapi cobalah untuk terima Nayla ya Ma, karena Nayla juga sudah menjadi bagian dari Arya." Balas Reno kepada Diana sambil melihat Diana yang sedang kesal.


"Ahhh sudahlah terserah Papa saja. Tapi satu hal Mama tidak suka jika Nayla bicara tentang Bram kepada Arya. Anak itu akan selalu membandingkan Bram Papanya kepada Arya. Apa Papa lupa waktu di Swiss, Nayla berkata kata Papa masakan Mama juga enak dan Papa menyukainya. Coba Papa bayangkan gimana perasaan Arya?" Balas Diana dengan perasaan kesal.


"Nayla itu masih anak-anak Ma, jadi dia belum paham dan belum mengerti bahwa hal itu tidak boleh dikatakan di depan Arya. Kita sebagai orangtua harus bisa memahami Nayla, apalagi Nayla kan masih berusia sembilan tahun, masih belum mengerti. Jadi, Mama sabar saja ya, pelan-pelan bilangin Nayla agar dia paham bahwa dia tidak boleh berkata begitu di depan Om Papa nya. Ya sudah ayo kita makan siang, Papa sudah gak sabar mau suapin Mama makan." Ucap Reno sambil menggoda Diana dan mengajak nya makan siang.


Reno dengan Diana pun turun ke bawah untuk makan siang bersama. Maya dengan Arya sudah menunggu Reno dengan Diana untuk makan siang bersama.


Mereka kemudian makan siang bersama saat makan siang bersama Arya pun memuji masakan Istrinya itu begitu juga dengan Diana yang memuji masakan Maya.


"Maya, kamu pintar sekali masak berarti Mama bisa bilang kepada teman-teman Mama bahwa Istrinya Arya pandai memasak. Oh iya Maya nanti temani Mama ke spa ya..." Ucap Diana kepada Maya sambil tersenyum kepada Maya.


"Oh iya Maya jadi, Nayla di rumah Mama nya Bram?" Tanya Reno kepada Maya.


"Iya Pa, nanti malam Nayla pulang kemari setelah pertunangan Bram dengan Raya." Ucap Maya kepada Reno.


"Ma, Sonia tambah lagi dong?" Pinta Sonia Kepada Mamanya untuk tambahkan makanan ke piring Sonia.


"Maya, kalau bisa biarkan Nayla nginap saja disana Kan besok hari Minggu jadi gak apa-apa lah cuma sehari apalagi Bu Lina pasti kangen banget sama cucunya." Ucap Diana yang membuat semua yang sedang makan saling memandang satu sama lain.


"Iya Ma..." Jawab Maya singkat kepada Diana.


Keluarga Reynaldi pun makan siang bersama dengan penuh bahagia.


******


Sementara itu Bram kemudian jemput Nayla pulang sekolah. Di perjalanan Nayla bercerita banyak tentang liburan nya di Swiss. Nayla pun berkata, kalau Arya dengan Maya mengajak nya naik Kapal dan sangat bahagia saat itu. Mendengar perkataan Nayla Bram merasa cemburu dan Bram pun berkata akan mengajak Nayla jalan-jalan ke luar negeri bersama Raya.


"Beneran Pa?" Tanya Nayla kepada Bram.


"Iya sayang masa Papa bohong sama Nayla." Balas Bram kepada Nayla.


"Horee Nayla tunggu ya Pa..." Balas Nayla dengan penuh bahagia.


******


Sementara itu di rumah Kamila, Fandy tiba-tiba datang ke rumah Kamila dan marah-marah kepada Kamila. Dikarenakan Kamila berkata kepada Mahesa bahwa Fandy sudah menikah dengan Nada.


"Kenapa kau marah kepada Mama? Mama itu yang harusnya marah sama kamu karena kamu tidak beritahu kepada Mama bahwa kau sudah menikah dengan Nada!" Ucap Kamila dengan perasaan marah kepada Fandy.


"Tapi itu sudah lama Ma, dan Fandy sudah mengakhirinya. Dan seharusnya Mama tidak bicara begitu kepada Papa bahkan mengatakan punya anak dari Nada!" Balas Fandy kepada Kamila dengan perasaan emosi.

__ADS_1


"Tapi itu Faktanya kan Fandy? Kau punya anak dari Nada dan anak itu bernama Sonia itu yang sebenarnya Fandy!" Ucap Kamila dengan nada emosi kepada Fandy dan membuat Fandy kaget mendengar perkataan Kamila.


"Siapa yang mengatakan itu kepada Mama?" Tanya Fandy kepada Kamila.


"Nada sendiri yang mengatakannya jika kau tidak percaya datangi rumahnya Nada." Balas Kamila kepada Fandy.


"Kalau begitu bawa Fandy kesana biar Fandy tanya kepada mereka." Balas Fandy kepada Kamila.


Kamila lalu memberikan alamat kepada Fandy dan meminta Fandy untuk datang sendirian ke rumah Arya dan membawa Sonia ke rumahnya. Fandy pun langsung pergi ke rumah Reynaldi untuk bicara dengan Nada.


******


Di rumah Reynaldi setelah makan siang Maya dengan Diana pun bergegas pergi ke spa namun sebelum itu Diana pun mengajak Sonia dengan Nada ikut bersamanya.


"Tapi Ma, Nada cape Mama saja sama kak Maya." Ucap Nada dengan kesal kepada Diana.


"Mama mau kamu ikut agar Sonia tetap bersama Mama dan Mama gak mau nanti Sonia di culik." Balas Diana dengan perasaan kesal.


"Mama jangan khawatir Sonia akan aman disini. Kan disini ada kak Arya? Jadi Mama jangan khawatir." Balas Nada kepada Diana agar Diana tidak khawatir.


"Ya sudah kalau ada apa-apa kabarin Mama ya. Ya sudah ayo Maya kita pergi, kita harus dandan untuk nnt malam." Ucap Diana dan kemudian Diana pun membawa Maya pergi ke spa.


Diana dan Maya pun pergi ke spa bersama menaiki mobil dengan supir. Setelah Diana dengan Maya pergi ke spa, Fandy tiba-tiba datang dan marah-marah kepada di rumah Reynaldi. Arya mengetahui ini lalu mengusir Fandy yang marah-marah.


"Aku tidak akan pergi dari sini sebelum Nada jujur kepadaku!" Ucap Fandy dengan perasaan emosi dan Fandy pun memanggil terus nama Sonia dengan Nada.


"Fandy? Buat apa kau kemari?" Tanya Nada kepada Fandy.


Fandy begitu marah dan langsung menampar Nada namun Arya halangi tangan Fandy dan langsung tinju Fandy tanpa belas kasihan.


"Kak Arya jangan kak!" Pinta Nada agar Arya tidak terus meninju Fandy.


"Kenapa kau halangi kakak? Hampir saja kakak menghabisi Fandy!". Ucap Arya dengan perasaan emosi.


Sementara Diana dengan Maya pun telah sampai di spa. Ternyata di spa teman-teman Diana sudah menunggu Diana langsung perkenalkan menantu nya itu kepada teman-teman nya.


"Dek, tolong dandani menantu saya secantik mungkin karena saya mau dia paling cantik di pertunangan Bram dengan Raya malam ini. Pokoknya tolong spa dia dan salon rambutnya dengan cantik karena saya mau dia seperti wanita elegan yaitu nyonya Reynaldi." Ucap Diana kepada tukang salon rambut beserta perawatan wajah tersebut dan Tukang salon pun menyetujuinya.


"Ayo Nyonya Maya silahkan duduk." Tukang salon tersebut meminta Maya untuk duduk agar di dandani dengan cantik lalu di spa perawatan wajah.


"Beruntung nya Maya punya mertua baik seperti Bu Diana. Maya kau harus kelihatan cantik apa lagi sekarang musim Pelakor dimana-mana jadi kau harus hati-hati." Ucap Ratih kepada Maya.


"Saya percaya kok sama Mas Arya karena Mas Arya adalah suami saya. Terimakasih ya Tante sudah ingatin Saya dan saya akan ikuti saran Tante jangan khawatir saya akan selalu berhati-hati." Balas Maya kepada Ratih.


"Apa lagi aku juga dengar ada Seketaris yang dekat sama bos nya padahal bos nya sudah menikah." Ucap Ratih kepada Maya dan Diana.


"Mungkin dia pengen uang bos nya kali ya? Makanya berani jadi Pelakor. Untuk itu harus hati-hati karena banyak Pelakor dimana-mana." Sambung Ratih saat berbicara kepada Zaya, Maya dan Diana.


"Maka dari itu aku mau menantu ku kelihatan lebih cantik dan elegan agar para Pelakor tidak mengganggu pernikahan menantuku Maya dengan Arya." Sambung Diana.


Maya dengan Diana pun mulai perawatan wajah, spa dan salon. Sementara itu di rumah Reynaldi Fandy masih belum juga pulang dari rumah Reynaldi, Fandy kemudian di usir paksa oleh Bodyguard Arya tanpa belas kasihan sedikitpun.


******


"Sampai mati pun kau tidak akan pernah tau siapa Sonia karena aku tidak akan pernah memberitahunya kepadamu!" Ucap Nada kepada Fandy sambil Emosi.


"Kau keterlaluan Nada! Harusnya kau beritahu kepada ku kalau kau hamil anakku yaitu Sonia!" Balas Fandy dengan perasaan emosi.


"Anak? Anak siapa? Kau sudah gila ya Fandy! Meskipun Sonia anak kamu, kamu sudah tidak punya hak lagi atas Sonia paham! Sekarang pergi dari sini!" Ucap Nada sambil mengusir Fandy dari rumahnya.


"Bawa paksa Fandy pergi dari sini sekarang!" Ucap Arya kepada Bodyguard nya agar mengusir Fandy keluar dari rumah nya.


Fandy pun di usir dari rumah Reynaldi akan tetapi Fandy berkata dia akan segera kembali untuk meminta penjelasan apakah benar Sonia anak kandung nya dengan Nada.


Malam Hari pun tiba. Keluarga Bram Nugroho pun mempersiapkan pertunangan tersebut di rumah Raya Buana.


******


Di rumah Buana, Gita Buana dan Andhika Buana sedang menunggu calon tunangan Raya. Sambil menunggu kedatangan calon tunangan Raya mereka pun mengatur suasana di tempat acara bahkan para tamu pun datang ke rumah Raya Buana.


Bram Nugroho dan keluarganya pun datang. Bram begitu sangat tampan Sehingga calon tunangannya terpesona melihatnya.


"Mama... Lihat Papa sangat tampan bukan?" Nayla melihat Mamanya dan berlari dengan mengatakan Bram sangat tampan.


"Iya sayang, Papa nya Nayla kan emang tampan." Jawab Maya kepada Nayla sambil tersenyum.


"Nayla...! Sssttt." Ucap Rani kepada Nayla.


"Duh, kok anaknya malah puji Papa nya di depan Papa tiri nya sih, bahkan Mamanya juga memujinya." Ucap para tamu sehingga membuat Diana kesal dengan kelakuan Nayla.


"Raya...!" Ucap Arya sambil melihat arah Raya.


"Arya, kau sudah datang? Terimakasih kau sudah datang bersama dengan Maya." Ucap Raya kepada Arya.


"Ya sudah sekarang kita bisa mulai acaranya. Raya dengan Bram ayo kemari nak. " Roy pun memulai acaranya dengan memanggil nama Bram dengan Raya.

__ADS_1


Keluarga Buana dengan keluarga Nugroho pun berkumpul untuk acara pertunangan Raya dengan Bram. Keluarga Buana Pak Andhika Buana pun memulai pertunangan Bram dengan Raya.


"Para hadirin sekalian terimakasih atas kedatangan kalian di hari pertunangan Raya Buana putri kami dengan Bram Nugroho. Di hari yang bahagia ini saya ingin mengatakan, saya sangat bahagia Akhirnya putri saya Raya akan bertunangan dengan Bram pada hari ini dan di jam yang sama. Jadi sekarang ini kita akan mulai acaranya ayo Bram, Raya kita bisa mulai acaranya." Ucap Andhika Buana untuk memulai acara pertunangan Raya dengan Bram.


"Baiklah sekarang kita bisa mulai acaranya. Bram pasangkan cincin ke jari Raya sekarang ya..." Ucap Roy kepada Bram.


"Raya hari, ini di jam yang sama aku memutuskan untuk bersama dengan mu dengan menuju masa depan. Raya, aku berjanji akan selalu setia dan mencintai mu selamanya." Ucap Bram sambil memasang cincin pertunangan kepada Raya dan semua tamu undangan pun tepuk tangan.


"Raya sayang, ayo nak pasang cincin ke jari Bram." Ucap Gita kepada Raya.


"Ya Tuhan... Apakah ini benar? Apakah Bram benar-benar mencintai ku?" Ucap Raya dalam hati sambil melihat cincin pertunangan tersebut.


"Raya, ayo sayang." Ucap Andhika kepada Raya.


"Bram... Aku menerima lamaran mu dan aku janji akan selalu setia kepada mu." Ucap Raya sambil pasang cincin ke jari Bram dan semua orang tepuk tangan.


"Ya Tuhan... Semoga pilihan ku tidak salah." Ucap Raya dalam hati.


Acara pertunangan Bram dengan Raya berhasil dan mewah, ada acara dansa dan menari bersama.


"Bu Gita, Alhamdulillah anak-anak kita akan segera menikah." Ucap Lina kepada Gita dengan penuh bahagia.


"Alhamdulillah Bu, dan ku harap Raya bisa bahagia dengan Bram." Balas Gita kepada Lina.


******


"Papanya Nayla sangat tampan." Ucap Nayla kepada Bram sambil tersenyum.


"Benarkah sayang? Terimakasih sayang." Ucap Bram kepada Nayla.


"Iya Pa, bahkan kata Mama itu, Papa adalah pangeran tampan." Ucap Nayla kepada Bram sambil tersenyum.


"Kalau Tante gimana?" Ucap Raya kepada Nayla.


"Tante juga cantik kok kayak bidadari kata Papa." Ucap Nayla sambil melihat Papanya.


"Ehmm Nayla terlihat sangat bahagia kelihatannya." Ucap Raya sambil tersenyum kepada Nayla.


"Iya dong karena sebentar lagi Papa mau ajak Nayla ke Turki dan Italia jalan-jalan sama Tante Raya." Ucap Nayla dengan penuh bahagia.


Nayla begitu bahagia bersama Bram dan Raya, bahkan mereka pun pelukan bersama.


******


"Sayang kau kenapa diam saja?" Ucap Maya kepada Arya karena melihat Arya diam saja.


"Aku lelah Maya, aku mau pulang saja." Ucap Arya dengan perasaan kesal.


"Kau cemburu sayang? Apa kau cemburu dengan perkataan Nayla?" Tanya Maya kepada Arya.


"Cemburu? Gak ah, buat apa aku cemburu? Kau adalah istriku sayang dan akan selamanya begitu." Ucap Arya sambil peluk Maya dengan erat.


"Aku tau, kau cemburu sayang, tapi Sayang satu hal yang harus kau tau bahwa aku sangat mencintaimu dan akan selamanya begitu." Ucap Maya kepada Arya sambil tersenyum kepada Arya dan balas pelukan Arya.


******


"Romantis nya pasangan itu." Para tamu melihat Arya dengan Maya dansa.


"Iya, tapi sayangnya anak tirinya gak punya perasaan sama sekali kepada Papa tiri nya." Ucap para tamu sambil melihat arah Nayla.


******


"Pa, para tamu mulai bicara yang tidak-tidak tentang Nayla." Ucap Lina yang terlihat khawatir.


"Biarlah Ma, itu hanya pendapat mereka. Lagipula Nayla salah kenapa dia bicara begitu kepada Maya di depan Arya." Ucap Roy dengan perasaan kesal.


"Pa, Nayla itu masih anak-anak mana ngerti, yang disalahkan itu harusnya Maya tapi ini kan di pesta, Papa Yakin Maya pasti akan menasihati Nayla.


******


"Raya, apa kau bahagia?" Tanya Bram kepada Raya.


"Aku bahagia Bram dan aku sangat bahagia. Oh iya Bram kado untuk Nayla udah kamu kasih belum kepada Nayla?" Balas Raya kepada Bram.


"Aku sudah memberikannya apa kau tidak melihatnya?" Tanya Bram kembali kepada Raya.


"Aku tidak melihatnya mungkin karena kurang fokus. Tapi aku sangat bahagia karena akhirnya, kita bertunangan." Balas Raya kepada Bram.


"Aku akan selalu membuat mu bahagia Raya selamanya." Balas Bram sambil dansa dengan Raya.


******


"Mama, coba lihat cantikkan?" Ucap Nayla sambil tunjukkan cincin kepada Maya dan Arya.


"Cantik, siapa yang belikan sayang?" Tanya Maya kepada Nayla.

__ADS_1


"Papa Nayla, Papa bilang ini buat Nayla, cincin Berlian nya mirip kayak punya Mama waktu Mama nikah sama Papa dulu." Ucap Nayla dengan polos nya.


#BERSAMBUNG


__ADS_2