
ORANG KE TIGA EPISODE 72
Maya khawatir hubungan antara Kartika dan Rio akan memburuk karena orang tuanya tidak setuju Kartika berhubungan dengan Rio.
"Sayang... Besok kita coba bicara kepada Mama dan Papa tentang Kartika dan Rio." Ucap Maya kepada Arya.
"Apa yang akan kita bicarakan? Mama dan Papa sudah tidak merestui hubungan mereka karena Rio anak Pak Mahesa. Mama dan Papa pasti akan tetap begitu tidak akan merestui hubungan mereka." Ucap Arya kepada Maya.
"Tapi sayang, tidak salah kita mencoba karena siapa tahu Mama dan Papa akan berubah pikiran dan merestui hubungan Kartika dan Rio." Ucap Maya kepada Arya.
"Sayang... Sudahlah jangan terlalu dipikirkan. Sekarang kau istirahat dan besok baru kita pikirkan apa yang harus kita lakukan." Ucap Arya yang kemudian cium kening Maya.
"Ya Tuhan... Aku harap semua akan baik-baik saja dan besok aku bisa bicara dengan Mama dan Papa agar mereka mau merestui hubungan Kartika dan Rio." Ucap Maya dalam hati.
Arya melihat Maya dengan penuh kasih sayang dan mengatakan bahwa apapun akan dia lakukan utk membuat Maya bahagia. Arya kemudian menemani Maya tidur di rumah sakit sambil pegang tangan Maya.
******
Besok harinya, Arka datang untuk melihat keadaan Maya dan setelah itu periksa Maya bersama dengan bayi kembarnya.
"Maya, hari ini kau sudah boleh pulang, Alhamdulillah kesehatan mu membaik begitu juga dengan bayimu mereka sangat sehat." Ucap Arka kepada Maya.
"Kak Arka, Kapan Maya boleh pulang? Apakah boleh hari ini juga aku ingin mengantarnya pulang bersama dengan bayi kembar kami." Tanya Arya kepada Arka.
"Kau ini sudah tidak sabaran untuk mengantarnya pulang sebentar lagi Maya boleh pulang kau jangan khawatir tentang hal itu. Coba lihat kedua anak kalian begitu sangat cantik dan tampan Arpen dan Arnav." Jawab Arka sambil cium kening Arpen dan Arnav.
"Kak Arka..." Ucap Arya kepada Arka.
"Aku teringat waktu kita baru lahir pasti seperti mereka tetapi bedanya kita sangat mirip dan sulit untuk dibedakan. Mama dan Papa pasti sangat senang di saat kita baru lahir pada saat itu mereka memeluk kita dan mencium kita dengan penuh kasih sayang." Ucap Arka sambil tersenyum kepada Arya.
"Itu pasti kak, kita itu seperti mereka sama-sama memiliki saudara kembar dan mereka adalah bagian dari hidup kita." Ucap Arya kepada Arka.
"Arpen dan Arnav adalah bagian dari kehidupan kita dan kita harus menjaganya dengan baik dan menyayangi mereka. Aku sudah tidak sabar ingin membawa mereka pulang dan mereka juga pasti sudah tidak sabar untuk pulang ke rumah." Ucap Maya sambil tersenyum kepada Arya.
Saat Arka bersama dengan Arya ngobrol tiba-tiba Raya datang bersama dengan Bram dan Nayla.
"Mama... Di mana adik bayinya aku ingin melihatnya?" Tanya Nayla dengan polosnya.
"Nayla kemari sayang ini adalah adik bayinya mereka sangat cantik dan tampan namanya adalah Arpen dan Arnav." Jawab Arya sambil tersenyum kepada Nayla.
"Adik kembarnya sangat cantik dan tampan Aku ingin sekali memeluknya dan menciumnya." Ucap Nayla sambil cium kening Arpen dan Arnav.
"Maya... Selamat ya atas kelahiran bayi kembar mu semoga mereka menjadi anak yang sholeh dan sholehah berbakti kepada orang tua dan berguna bagi bangsa dan negara." Ucap Raya sambil tersenyum kepada Maya.
"Nayla... Apakah Nayla senang punya adik kembar?" Tanya Bram kepada Nayla.
"Tentu saja Nayla sangat senang sekali apalagi Nayla ingin sekali punya adik kembar maka dari itu Nayla sangat senang dan bahagia." Jawab Nayla dengan polosnya.
"Itu pasti Nayla apalagi sebentar lagi Nayla juga akan punya adik lagi dari Tante Mama." Ucap Raya sambil peluk Nayla.
"Wah... Rame di sini... Apa tidak apa-apa rame masuk ke dalam ruangan ini apalagi ada anak kecil? Kasihan bayinya rame-rame berada di sini." Ucap Ria yang tiba-tiba datang ke ruangan Maya.
"Benar sekali kata Ria seharusnya tidak rame-rame masuk dalam ruangan ini apalagi ada anak bayi dan itu tidak baik bagi kesehatannya." Ucap Diana kepada semua orang.
"Tidak apa-apa kok Ma, apalagi Maya sebentar lagi akan pulang jadi tidak apa-apa jangan khawatir tentang hal itu anak kembar Maya pasti juga akan baik-baik saja." Ucap Arka kepada Diana.
"Baguslah kalau baik-baik saja Mama hanya khawatir apalagi ini rumah sakit dan Maya baru saja melahirkan." Ucap Diana kepada Arka.
"Maya... Bagaimana perasaanmu sekarang ini? Aku ucapkan Selamat atas kelahiran anak kembarmu dan semoga mereka menjadi anak yang sholeh dan sholehah serta berbakti kepada orang tua dan berguna bagi bangsa dan negara." Ucap Ria sambil tersenyum kepada Maya.
"Kak Ria, Terima kasih karena sudah perhatian kepadaku dan kepada anak kembar dan juga terima kasih buat kalian semua yang sudah mau datang untuk melihat aku dan juga anak kembarku." Ucap Maya sambil tersenyum kepada semua orang.
Arya bersama dengan yang lainnya terlihat sangat bahagia atas kelahiran anak kembarnya Maya.
******
3 Bulan Kemudian
Tiga bulan berlalu keluarga Reynaldi mengadakan acara aqiqah anak kembar Maya dan Arya dengan acara yang mewah meriah dan penuh bahagia. Seluruh keluarga begitu sangat bahagia baik keluarga Hutama dan keluarga Reynaldi.
"Maya... Selamat ya atas kelahiran anak kembar mu, tante sangat bahagia melihat kau bahagia seperti ini." Ucap Lina kepada Maya.
__ADS_1
"Terima kasih Tante karena tadi sudah mau datang ke acara ini dan terima kasih juga atas hadiahnya untuk anak kembar Maya." Ucap Maya kepada Lina.
"Kau tahu Maya, sampai kapanpun dan sampai detik ini kau masih tetap aku anggap sebagai putriku sendiri karena kau adalah putriku dan sudah sepantasnya aku memberikan hadiah yang spesial ini untukmu dan juga untuk anak kembar mu. Aku selalu berdoa semoga kau selalu bahagia bersama dengan Arya dan juga anak kembar mu karena itu adalah harapan tante sebagai seorang ibu untuk putrinya." Ucap Lina sambil tersenyum kepada Maya.
"Terima kasih ya Tante karena Tante selalu menganggapku sebagai anak sendiri Meskipun aku bersama Bram sudah tidak bersama lagi." Ucap Maya kepada Lina.
Lina kemudian peluk Maya dengan mengatakan bahwa Lina akan selalu menganggap Maya adalah putrinya sendiri.
"Ma... Ayo kita foto-foto bareng bersama dengan adik kembar Nayla sudah tidak sabar mau berfoto bersama dengan adik kembar." Ucap Nayla dengan polosnya.
"Tentu saja sayang kita akan foto bersama dengan adik kembar coba Nayla ajak Om Papa kita foto bareng-bareng dengan adik kembar." Ucap Maya sambil tersenyum kepada Nayla.
Nayla kemudian berlari mencari Arya dan mengajaknya berfoto bersama dengan adik kembarnya. Setelah Nayla pergi tiba-tiba Tina datang dan mengucapkan selamat kepada Maya.
"Selamat ya Maya atas kelahiran anak kembar dan selamat juga karena hari ini kau sangat bahagia." Ucap Tina kepada Maya.
"Mau apa kau kemari? Apakah kau ingin membuat masalah di sini?" Tanya Maya kepada Tina.
"Kau ini kenapa? Aku kemari untuk melihat anak kembar mu mereka begitu sangat tampan dan cantik aku sangat terpesona melihatnya dan aku senang kau bahagia pada hari ini. Ini ada hadiah untukmu dan juga untuk anak kamu aku harap kalian menyukainya dan setelah itu Mungkin kalian akan kaget setelah melihat isinya." Ucap Tina sambil tersenyum kepada Maya.
"Tina, Mengapa lagi kau kemari? Apakah kau ingin menghancurkan acara ini atau membuat masalah di tempat ini? Lebih baik kau pergi dari sini daripada kamu membuat masalah." Tanya Diana kepada Tina.
"Aku kemari dengan niat baik kenapa Tante marah-marah? Itu tidak sopan namanya apalagi aku adalah tamu di sini jadi tante harus berniat baik kepadaku. Ya sudahlah kalau memang tante ingin aku pergi dari sini aku akan pergi dari sini tapi sekali lagi aku ucapkan selamat buat Maya dan juga Arya." Ucap Tina sambil tersenyum kepada Diana.
Tina kemudian meninggalkan acara Maya dengan Arya sambil tersenyum licik dan berharap apa yang direncanakan akan berhasil untuk menghancurkan keluarga Reynaldi.
"Pasti ada sebuah rencana besar yang dibuat oleh wanita itu sehingga wanita itu berani datang dan berpura-pura baik kepada kita. Kau harus berhati-hati dengan wanita itu Maya jangan sampai kau percaya kepadanya karena wanita itu sangat licik sama seperti Mamanya tidak jauh beda." Ucap Diana dengan perasaan kesal.
"Ma, Maya, Apakah semua baik-baik saja? Kenapa tadi Tina datang kemari? Aku tidak menyukainya dia datang kemari." Tanya Arya kepada Diana.
"Kenapa wanita itu bisa datang kemari seharusnya dia tidak kemari pasti ada sebuah rencana yang dia lakukan sehingga dia bisa datang kemari." Ucap Arka dengan perasaan kesal.
"Jangan khawatir dia sudah pergi dari sini dan dia tidak akan kembali lagi untuk menghancurkan acara kita sekarang kita lanjutkan acara kita dan foto bersama-sama." Ucap Diana kepada Arya dan Arka.
"Ayo kita foto bersama-sama karena inilah waktunya kita untuk berfoto bersama." Ucap Reno kepada Diana.
Keluarga Reynaldi kemudian berfoto bersama begitu juga dengan keluarga Hutama. Setelah berfoto bersama mereka kemudian melanjutkan acaranya dengan mewah dan pria serta berdansa bersama-sama dari pagi sampai pada malam hari.
******
"Kak Arya... Mana Arpen dan Arnav Aku ingin sekali melihat wajah mereka keponakan kembarku yang begitu tampan dan cantik." Ucap Nada kepada Arya.
"Lihatlah Nada, mereka terlihat sangat tampan dan cantik sekali. Arpen, Arnav Coba lihat tante kamu dia sudah datang untuk menemuimu." Ucap Arya sambil tersenyum kepada Arpen dan Arnav.
"Mereka begitu sangat cantik dan tampan, Arpen dan Arnav sayang..." Ucap Nada sambil peluk dan cium kening Arpen dan Arnav.
"Nada, mereka sangat lucu cantik dan tampan serta menggemaskan." Ucap Fandy sambil peluk dan cium kening Arpen dan Arnav.
"Rio..." Ucap Kartika kepada Rio.
"Aku bersama dengan keluargaku datang kemari untuk melihat keponakanmu si kembar yang sangat tampan dan cantik." Ucap Rio kepada Kartika.
"Bu Diana aku ingin memperkenalkanmu kepada seseorang ini adalah calon tunangannya Kartika bernama Zaky. Mereka akan segera bertunangan minggu depan aku harap Bu Diana datang bersama dengan yang lainnya di hari pertunangan Kartika dengan Zaky." Ucapan Rani membuat Kartika kaget mendengarnya.
"Tapi Ma, Kartika tidak mencintai Zaky dan kami hanya sahabat itu akan terjadi untuk selamanya dan pertunangan itu tidak akan terjadi." Ucapan Kartika membuat Rani kaget mendengarnya.
"Kartika sudahlah..." Ucap Zaky kepada Kartika.
Rani dengan Tommy begitu sangat kesal karena Kartika menolak untuk bertunangan dengan Zaky.
"Rio, Apakah kau tidak ingin menggendong keponakanmu? Dia juga adalah keponakanmu Sama halnya dengan keponakan Nada." Tanya Kamila kepada Rio.
"Aku akan mencoba untuk menggendongnya Sonia Kau tidak ingin memeluknya dan menciumnya mereka pasti ingin sekali mendapat ciuman dari kakaknya." Ucap Rio sambil tersenyum kepada Sonia.
"Adik kembarku sangat cantik dan aku sangat menyayanginya aku ingin memeluknya dan menciumnya dengan mengatakan bahwa aku sangat menyayanginya." Ucap Sonia sambil peluk dan cium kening Arpen dan Arnav.
"Kartika, kau tidak ingin menggendong keponakanmu? Mereka sangat tampan dan cantik dan pastinya mereka ini mendapat pelukan dari tantenya." Tanya Rio kepada Kartika.
"Sini biar aku gendong mereka mereka begitu sangat tampan dan cantik aku sangat menyayanginya." Ucap Kartika sambil peluk dan cium kening Arpen dan Arnav.
"Kartika... Arpen dan Arnav Pasti sangat bahagia dan senang memiliki tante seperti ini yang begitu sangat menyayanginya dan aku harap kau akan selalu seperti itu kepada mereka." Ucap Zaky sambil tersenyum kepada Kartika.
__ADS_1
"Itu pasti Zaky dan aku akan selalu menyayangi mereka dan mencintai mereka sampai kapanpun." Ucap Kartika sambil tersenyum kepada Zaky.
Rani dengan Tommy tidak menyukai kedekatan antara Kartika dengan Rio. Namun sementara itu tiba-tiba keluarga Reynaldi mengajak yang lainnya untuk melanjutkan pesta bersama sambil berdansa dan bernyanyi bersama.
******
Besok harinya di rumah keluarga Reynaldi, saat mereka sedang sarapan tiba-tiba datang seseorang ke rumah keluarga Reynaldi. Orang tersebut datang dan kemudian langsung peluk Reno dan memanggil nama Papa hingga membuat semua orang kaget melihat apa yang telah dilakukan orang tersebut.
"Ada apa ini? Kau siapa dan mengapa kau mengatakan hal itu kepada Papa ku? Kau jangan bermain-main ini adalah pencemaran nama baik dan aku bisa memasukkan mu ke penjara." Tanya Arya kepada Rima.
"Namaku adalah Rima dan Aku adalah anaknya Papaku." Ucapan Rima membuat Arya kaget mendengarnya.
"Bohong! Kau adalah seorang pembohong pasti ada seseorang yang menyuruhmu untuk melakukan kebohongan ini sehingga kau bisa berbuat bohong Dengan mengatakan Kau adalah anak dari keluarga Reynaldi. Papa ku tidak pernah berselingkuh dengan siapapun dia sangat menyayangi Mama dan mencintainya bahkan rumah tangga mereka selama bertahun-tahun sampai saat ini tidak ada apa-apa! Kau adalah seseorang yang dikirim oleh orang lain dan aku tahu pasti seseorang itu adalah Tina! Dia yang menyuruhmu untuk melakukan ini benarkan seperti itu!" Teriak Arya kepada Rima.
"Untuk apa aku berbohong kepadamu aku bersungguh-sungguh mengatakannya Aku ini adalah anak dari Papa Reno dan itu adalah fakta! Ucap Rima kepada Arya.
"Apa buktinya Kau adalah anaknya? Aku tidak percaya kepadamu dan aku tidak akan pernah menerimamu di rumah ini lebih baik kau pergi dari sini karena aku tidak suka kau Ada di rumah ini!" Teriak Arya kepada Rima.
"Arya tenang lah dulu..." Ucap Diana kepada Arya.
"Bagaimana aku bisa tenang Ma, wanita ini tiba-tiba mengaku dia adalah anaknya Papa, sementara Papa tidak pernah berselingkuh dan aku tidak terima wanita ini berada di sini karena aku yakin wanita ini adalah seorang pembohong!" Ucap Arya sambil emosi.
"Tapi aku bersungguh-sungguh mengatakannya bahwa aku adalah anaknya Papa Reno dan aku tidak berbohong kepadamu untuk apa kau berbohong kepadamu Padahal aku bersungguh-sungguh mengatakannya." Ucap Rima kepada Arya.
"Sudah cukup! Lebih baik kau pergi dari sini karena aku tahu bagaimana dirimu Kau pasti tidak mau berada dipenjarakan karena kau sudah mencemarkan nama baik keluarga ini dan katakan kepada Tina apapun yang dia lakukan tidak akan berhasil untuk menghancurkan keluarga Reynaldi!" Teriak Diana kepada Rima.
"Baiklah aku akan pergi tapi aku akan segera kembali dengan membuktikan bahwa aku adalah anaknya Papa Reno dan kalian akan tahu bagaimana rasanya Setelah kalian mendapatkan kenyataan bahwa aku adalah anaknya Papa Reno itunya fakta yang sebenarnya!" Teriak Rima kepada Diana
Rima kemudian pergi begitu saja meninggalkan rumah keluarga Reynaldi dengan perasaan kesal dan emosi.
"Pa, Kenapa diam saja? Wanita tadi ngaku-ngaku anak Papa malah Papa diam saja tapi aku tidak bisa menerima Ini semua!" Ucap Arya dengan perasaan emosi.
"Arya... Wanita itu bukan anak Papa atau siapapun yang berada di rumah ini kau jangan khawatir tentang hal itu kita akan tetap di sini tanpa gangguan dari wanita itu." Ucap Reno kepada Arya.
"Wanita itu benar-benar sangat keterlaluan dia sudah mencemarkan nama baik keluarga kita aku akan kasih pelajaran kepada wanita itu termasuk kepada Tina." Ucap Arya dengan perasaan emosi.
"Wanita itu memang benar-benar sangat keterlaluan! Dia sudah bikin malu di keluarga kita jangan sampai dia datang lagi ke rumah ini dan bikin masalah." Ucap Reno dengan perasaan kesal.
"Ya sudah ayo kita lanjutkan sarapan karena sebentar lagi kalian akan berangkat ke kantor." Ucap Diana sambil persiapkan sarapan.
"Nenek... Hari ini kita sarapan apa pasti enak sekali dan Nayla sudah tidak sabar ingin mencicipi masakan dari nenek." Ucap Nayla dengan polosnya.
"Hari ini nenek membuat sarapan makanan kesukaan Nayla ini dimakan sudah capek-capek nenek membuatnya khusus untuk Nayla." Ucap Diana sambil tersenyum kepada Nayla.
"Sayang ayo dimakan sarapannya nanti kamu akan terlambat sekolah dan Om Papa akan mengantarmu ke sekolah nantinya." Ucap Maya sambil tersenyum kepada Nayla.
"Nayla, nanti Om Papa antar ke sekolah ya dan pulangnya nanti Nayla mau ke mana Kalau Nayla Mau dijemput oleh Papanya Nayla katakan saja kepada Om Papa." Ucap Arya sambil tersenyum kepada Nayla.
"Nanti Om Papa jemput saja Nayla pulang karena Nayla ingin bersama dengan adik kembar." Ucap Nayla sambil tersenyum kepada Arya.
"Ya sudah nanti pulangnya Om Papa jemput Nayla." Ucap Arya sambil tersenyum kepada Nayla.
"Ya sudah ayo kita lanjutkan sarapan." Ucap Maya sambil tersenyum kepada Nayla.
Maya dan Arya kemudian melanjutkan sarapan bersama namun di samping itu Diana dengan Reno melihat mereka begitu bahagia saat sarapan bersama.
******
Sementara itu di rumah Nugraha, setelah selesai sarapan Raya tiba-tiba meminta Bram untuk tidak bekerja pada hari ini karena Raya ingin Bram menemani nya sehari di rumah.
"Tapi Raya aku kan harus bekerja sayang sekali nanti jika aku tidak bekerja karena jika aku tidak bekerja kontrak kita akan batal apalagi hari ini ada rapat penting." Ucap Bram kepada Raya.
"Tapi Mas Bram bisa tidak rapatnya nanti ditunda? Aku ingin kita berdua sehari di rumah itu saja entah mengapa aku ingin melakukan itu dan juga aku ingin kamu luangkan waktu untukku." Ucap Raya kepada Bram.
"Bram, Raya hari ini kalian tidak usah ke kantor Biar Papa dengan Mama kamu saja yang mengurus urusan kantor Jadi kalian di sini saja. Ma, Ayo kita berangkat hari ini kita ada rapat jadi Mama sebagai pengganti Bram untuk rapat nanti di kantor." Ucap Roy kepada Lina.
"Tapi Ma... Pa..." Ucap Bram kepada Lina dan Roy.
"Sudah enggak apa-apa biar Mama dan Papa yang berangkat ke kantor kalian berdua saja di sini. Ayo Pa Sekarang kita ke kantor pasti mereka sedang menunggu di sana." Ucap Lina kepada Roy.
Lina dengan Roy kemudian berangkat ke kantor setelah itu Raya begitu bahagia dan langsung peluk Bram dengan mengatakan Dia sangat bahagia karena saat ini hanya berdua bersama dengan Bram di rumah.
__ADS_1
#BERSAMBUNG