ORANG KE 3

ORANG KE 3
ORANG KE TIGA EPISODE 67


__ADS_3

ORANG KE TIGA EPISODE 67


Arya meminta Diana untuk perhatian kepada Maya karena Maya ngidam meminta hal itu dan itu membuat Diana marah kepada Arya.


"Istri mu itu mengada-ada mana ada ngidam seperti itu." Ucap Diana dengan perasaan kesal.


"Ini bukan mengada-ada tapi begitu kata Maya. Ayo lah Ma, tolong kabulkan permintaan Maya." Ucap Arya kepada Diana.


"Sudahlah Mama capek." Ucap Maya dengan perasaan kesal.


"Ma... Kenapa Mama kayak begini? Biasanya Mama tidak seperti ini? Apa karena Nayla? Ma, Nayla itu masih anak-anak jadi Mama jangan begini. Apa Mama tidak peduli lagi kepada Arya jadi Mama begini?" Tanya Arya kepada Diana.


"Kenapa kau tanya begitu? Tentu saja Mama peduli kepadamu. Karena ini Mama peduli kepadamu, Mama itu tidak mau kau terluka dan tersinggung atas perkataan Nayla maka itu Mama marah kepada Nayla. Mama sayang kepada mu Arya dan akan melakukan apapun untuk mu asal kau bahagia. Tapi tentang perkataan Nayla, Mama tidak bisa menerima nya kau harus mengerti." Jawab Diana kepada Arya.


"Baiklah kalau begitu Ma, kalau memang Mama tersinggung perkataan Nayla. Tapi Ma, lakukanlah ini untuk cucu kembar Mama? Apa Mama tidak menyayangi mereka? Mereka hanya ingin satu yaitu, Mama perhatian kepada Maya karena itu keinginan mereka. Mama mau kan mengabulkan permintaan Arya? Karena ini adalah permintaan cucu kembar Mama." Ucap Arya kepada Diana.


"Baiklah kalau begitu Mama akan menuruti apa yang kau inginkan dan Mama akan memberikan perhatian kepada Maya karena itu juga keinginan cucu kembar Mama. Tapi Arya jangan memaksa Mama untuk menerima perkataan Nayla kemarin karena Mama tidak bisa menerima itu." Ucap Diana kepada Arya.


"Iya Ma, Arya tahu, dan Arya bisa memahami bagaimana perasaan Mama. Tetapi Arya berterima kasih karena Mama mau menuruti keinginan Arya untuk memberikan perhatian kepada Maya." Ucap Arya sambil peluk Diana.


Arya sangat bahagia setelah Diana mengatakan bahwa dia akan memberikan perhatian kepada Maya sesuai dengan keinginannya.


******


Sementara itu di kamar Maya sedang menunggu kedatangan Arya untuk memberikan jawaban atas keinginan Maya. Arya akhirnya datang ke kamar dan mengatakan kepada Maya bahwa Mamanya mau menuruti keinginannya untuk memberikan perhatian kepada Maya.


"Benarkah Mas? Aku tidak mengerti mengapa tiba-tiba seperti ini tapi ini adalah keinginan anak kembar kita." Tanya Maya kepada Arya.


"Apapun akan aku lakukan untuk anak kembar kita yang penting mereka lahir dengan selamat dan baik-baik saja." Ucap Arya sambil tersenyum kepada Maya.


"Mas Arya, terima kasih ya... Atas semua cinta dan kasih sayang Mas Arya untuk ku dan untuk anak kita." Ucap Maya sambil tersenyum kepada Arya.


Maya dengan Arya kemudian pelukan karena merasa bahagia setelah berhasil membujuk Mamanya Arya untuk perhatian kepada Maya.


******


Sementara itu di kantor Kartika, sedang termenung dan memikirkan apa yang akan dia lakukan agar dia tetap bersama dengan Rio dan Zaky tidak mengejarnya lagi karena Kartika tidak mencintai Zaky.


"Apa yang harus aku lakukan Mama dengan Papa selalu saja menjodohkan ku dengan Zaky padahal aku tidak mencintainya sama sekali. Aku hanya mencintai Rio dan hanya dengan Rio aku bahagia. Aku tidak mungkin menerima cinta nya Zaky karena aku tidak mencintainya sama sekali. Aku harus melakukan sesuatu agar Zaky menjauh dariku dan tidak mengejar ku lagi karena aku tidak ingin hal itu terjadi lagi. Meskipun Mama dengan Papa akan kecewa tapi aku harus melakukan ini karena aku tidak mencintai Zaky sama sekali." Ucap Kartika dalam hati.


Sementara itu Rio tiba-tiba datang ke ruangan Kartika dan mengatakan apa yang dikatakan Mamanya Kartika kepada Rio. Rio mengatakan bahwa dia akan mengakhiri hubungannya dengan Kartika.


"Tidak Rio, kau tidak bisa melakukan itu kepadaku kita akan tetap bersama-sama dan aku yakin Mama dengan Papa akan merestui hubungan kita. Rio bukankah kita berjanji bahwa kita tidak akan menyerah apapun Yang terjadi lalu Kenapa kita menyerah? Apakah seperti ini caranya yang kita lakukan untuk hubungan kita? Sudah hampir dua tahun hubungan kita tetapi kau menyerah begitu saja. Rio, Aku tak ingin kita menyerah dalam hubungan kita karena kita saling mencintai dan aku yakin Mama dengan Papa akan merestui kita. Apapun Yang terjadi kita tidak boleh menyerah kan terus berusaha sampai Mama dan Papa merestui hubungan kita." Ucap Kartika kepada Rio.


"Lalu bagaimana dengan Zaky? Mama kamu bilang pertunangan kalian akan dilaksanakan itu yang dikatakan dan pasti Mama kamu sudah mengatakannya kepada keluarganya Zaky." Tanya Rio kepada Kartika.


"Aku akan cari cara agar pertunangan itu tidak akan dilakukan kalau bisa aku akan bertemu dengan Zaky dan mengatakan kepadanya bahwa aku tidak pernah mencintainya dan tidak akan bertunangan dengannya kau jangan khawatir tentang hal itu aku akan segera mengatakannya secepatnya." Ucap Kartika kepada Rio.


"Kartika, kuharap semua kan baik-baik saja dan tidak ada sesuatu yang terjadi termasuk hubungan kita karena aku sangat mencintaimu dan aku tidak akan pernah menyakitimu aku tidak sama seperti Fandy yang suka menyakiti seorang wanita karena aku tahu tidak baik untuk menyakiti seorang wanita." Ucap Rio kepada Kartika.

__ADS_1


"Aku percaya kepadamu Rio dan aku sangat percaya kepadamu kau jangan khawatir tentang hal itu." Ucap Kartika sambil tersenyum kepada Rio.


Kartika dan Rio kemudian pelukan bersama dan berharap semua akan baik-baik saja dan hubungan mereka tidak akan pernah terpisahkan.


******


Sementara itu di rumah Nugraha, Bram masak makanan kesukaan Raya dan kemudian, Bram suapin Raya dengan mengatakan bahwa Bram sangat mencintainya dan tidak akan pernah untuk menyakitinya.


"Raya, sekarang aku suapin kamu dan suapan ini adalah bentuk cintaku kepadamu untukmu dan untuk anak kita." Ucap Bram sambil suapin Raya.


"Mas Bram... Kau begitu baik kepadaku dan begitu perhatian tapi aku merasa sebagai seorang istri aku belum sempurna untukmu termasuk untuk Nayla. Bram aku minta maaf aku tidak bisa menjadi Maya wanita yang hebat dan perhatian meskipun dia pernah disakiti Tetapi dia tetap perhatian kepada orang yang menyakiti nya." Ucap Raya dengan perasaan sedih.


"Raya, jangan bicara seperti itu kau adalah wanita yang sempurna untukku dan aku sangat mencintaimu. Raya, kau adalah istri yang hebat, ibu yang hebat dan istri yang sempurna untukku. Kau tau kenapa aku mengatakan itu kepadamu? Karena kau adalah wanita yang hebat seorang ibu tiri yang mau menerima anak dari orang yang dicintai nya dan mau menerima kekurangannya. Meskipun dia memiliki banyak kesalahan dan belum menerima keadaan yang sekarang ini. Tetapi kau bisa menerimanya dengan baik maka dari itu aku mengatakan kau adalah wanita yang hebat karena mampu menjadi seorang ibu yang baik. Meskipun kau juga adalah ibu tiri bagi Nayla tetapi kau menganggap Nayla adalah anak kandungmu sendiri. Raya, aku sangat mencintaimu dan aku yakin Nayla pasti akan menerima keadaan ini sepenuhnya dan menerima bahwa Mama dengan Papanya tidak akan mungkin bisa bersama lagi karena mereka sudah memiliki hidup masing-masing." Ucap Bram sambil cium tangan Raya.


"Aku juga sangat mencintaimu Mas Bram dan aku janji akan menjadi Ibu yang terbaik buat Nayla bersama anak kita dan menjadi istri yang terbaik untukmu. Tentang Nayla, dari dulu aku sudah menganggap dia seperti anakku sendiri aku dan disaat kau bersama dengan Yurisa. Aku selalu ada untuk Nayla sampai sekarang ini dan akan seperti itu selamanya karena aku tahu bagaimana perasaan Nayla sampai sekarang ini." Ucap Raya sambil tersenyum kepada Bram.


"Aku tahu kau sangat menyayangi Nayla dan akan mengatakan hal seperti itu dan Nayla pasti juga sangat menyayangimu dan aku sangat mengerti itu. Sekarang aku ada bersamamu dan aku juga akan selalu ada untukmu kita akan selalu bersama-sama menghadapi semua ini apapun yang terjadi dan aku sangat mencintaimu. Sekarang ayo kita lagi makan lagi aku akan menyuapimu lagi dengan penuh cinta sebagai tanda aku sangat mencintaimu." Ucap Bram sambil suapin Raya makan.


Bram suapin Raya dengan penuh cinta dan romantisnya. Bram juga mengatakan bahwa dia akan melakukan apapun asal Raya bahagia dan tetap selalu bersamanya.


******


Sementara itu di rumah keluarga Reynaldi, Diana sudah mulai memperhatikan Maya dengan mempersiapkan makanan kesukaan Maya agar Maya senang dan bahagia apalagi saat ini Maya ngidam ingin diperhatikan oleh Diana.


"Maya, bagaimana dengan kehamilan mu? Sebentar lagi cucu Mama akan segera lahir dan Mama senang sekali kau akan melahirkan anak kembar. Mama harap setelah kelahiran anak kembarmu kebahagiaan telah datang untuk kita dan tidak akan ada lagi sebuah penderitaan setelah ini." Ucap Diana sambil tersenyum kepada Maya.


"Iya Ma, Aku juga berharap semua akan berakhir dengan kebahagiaan setelah anakku lahir nanti. Karena aku sudah tidak sabar menantinya karena ini adalah kebahagiaan yang sesungguhnya." Ucap Maya sambil tersenyum kepada Diana.


"Ma... Terima kasih karena sudah perhatian kepada Maya dan juga perhatian kepada cucu kembar Mama yang akan segera lahiran nanti. Ma, Maya janji akan menjadi menantu yang baik di keluarga kita dan akan menjadi istri yang baik untuk Mas Arya." Ucap Maya sambil peluk Diana.


"Semua ini untukmu dan untuk cucu kesayangan Mama yang akan segera lahir dan Mama selalu berdoa agar kelahiran anakmu nanti akan menjadi kebahagiaan untuk kita semua. Ayo kita makan dengan Mana suapi kamu agar supaya cucu kesayangan Mama bahagia di dalam." Ucap Diana sambil tersenyum kepada Maya.


Diana kemudian menyuapi Maya makan dan Maya terlihat sangat bahagia sekali sementara Arya yang melihat dari jauh sangat bahagia karena Mamanya sudah perhatian kepada Maya. Arya berharap, Diana akan selamanya perhatian Kepada Maya karena itu yang seharusnya Diana lakukan terhadap Maya.


Sementara itu tiba-tiba Ria datang. Ria datang dan melihat Diana menyuapi Maya makanan dan tiba-tiba terhenti ketika dia datang bersama dengan anak-anaknya dan babysitter


"Kau tolong jaga anak-anak dan aku ingin bicara dengan Mama dan Maya hal yang sangat penting." Ucap Ria kepada Babysitter.


"Ada Ria?" Tanya Diana kepada Ria.


"Aku kemari untuk berbicara tentang Nayla. Aku dengar Nayla ingin sekali kedua orang tuanya itu bersatu dan bersama-sama karena dia sangat cemburu kepada Sonia bener kan seperti itu Maya?" Tanya Ria kepada Maya.


"Kak Ria, Nayla itu masih anak-anak yang belum mengerti apapun nanti Nayla akan mengerti setelah dia dewasa dan benar-benar paham bahwa yang dia katakan itu tidak boleh dia lakukan." Ucap Maya kepada Ria.


"Aku paham yang kau katakan itu dan aku bisa memahaminya dengan baik. Tapi meskipun begitu, Nayla tidak pantas mengatakan hal itu kepada Arya. Apalagi Arya itu adalah suami kamu dan dia harus menghormatinya kalau seperti ini bisa dinamakan dia tidak bisa menghargai perasaan Arya. Jadi aku kemari untuk memberikan saran kepada kalian lebih baik Nayla ditaruh ke asrama atau pesantren agar bisa dia menjadi lebih baik lagi dan tidak berkata seperti itu lagi kepada Maya di depan Arya dan juga kepada Bram di depan Raya. Jadi memasukkan dia ke Asrama atau pesantren itu lebih baik apalagi di sana dia akan belajar agama dan belajar bagaimana caranya menghargai orang lain dan menghargai orang yang lebih tua darinya. Bagaimana dengan saranku ini? Ini adalah saran yang paling bagus agar Nayla menjadi lebih baik lagi." Ucapan Raya membuat semua kaget mendengarnya.


"Tidak! Nayla tidak akan dimasukkan ke manapun baik pesantren maupun asrama dia akan baik-baik saja dan tidak akan ada yang terjadi kepadanya dan dia akan bisa berubah dan menerima kenyataan tanpa harus dimasukkan ke asrama maupun pesantren." Ucapan Arya membuat semua kaget mendengarnya.


"Arya..." Ucap Diana kepada Arya.

__ADS_1


"Kak Ria, Tolong jangan katakan apapun tentang hal ini terhadap Nayla karena Nayla tidak akan kemana-mana baik pesantren maupun asrama. Jika kak Ria tetap mengatakan hal ini dan tetap ingin Nayla dimasukkan ke asrama dan pesantren maka aku bersama dengan Maya akan pergi dari rumah ini. Karena aku tidak ingin Maya berpisah dari Nayla karena Maya dengan Nayla itu satu paket jika kakak tidak menyukai Nayla, tolong jangan melakukan ini kepadanya." Ucapan Arya membuat semua kaget mendengarnya.


"Tapi Arya..." Ucap Ria kepada Arya.


"Kak Ria, aku sudah menganggap Nayla sebagai anakku sendiri dan sudah lama aku menganggapnya. Aku sangat menyayangi Nayla maka dari itu aku tidak ingin Nayla dikirim ke asrama atau pesantren. Tetapi jika kalian tetap melakukannya aku dengan Maya akan pindah dari rumah ini secepatnya. Agar kalian tidak memasukkan Nayla ke asrama atau pesantren karena itu tidak baik untuk perkembangan Nayla. Tetapi jika Karena untuk agama tidak masalah namun jika karena perkataan Nayla maka itu tidaklah baik untuk perkembangan Nayla. Pokoknya Nayla tidak akan dimasukkan ke asrama atau pesantren dia akan tetap berada di sini bersama dengan kami berdua yaitu aku dengan Maya." Ucapan Arya membuat semua kaget mendengarnya.


"Mas Arya..." Ucap Maya kepada Arya.


"Baiklah terserah kau saja tapi aku akan pastikan kau akan menyesal karena tidak membuat Nayla menjadi orang baik dan selalu membuat Nayla mengingat masa lalunya bersama dengan orang tuanya yang masih bersatu pada waktu itu dan kau akan merasa sangat tersinggung dikarenakan dia selalu mengatakan ingin seperti Sonia padahal perkataan itu tidak pantas dia katakan kepadamu." Ucap Ria kepada Arya.


"Aku tahu apa yang di katakan oleh Nayla dan aku sangat mengerti bagaimana perasaan Nayla jadi Biarkan saja seperti itu karena Nayla masih anak-anak dan belum mengerti bahwa apa yang dia katakan itu tidak boleh dilakukan karena itu akan bisa menyakiti perasaan semua orang tapi aku yakin suatu hari nanti Nayla pasti akan mengerti bahwa yang dia lakukan itu adalah salah." Ucap Arya kepada Ria.


"Arya, Ria Sudahlah Biarkan saja seperti ini semua akan baik-baik saja. Apalagi saat ini Maya sedang hamil dan kalian tidak boleh bertengkar seperti itu hanya karena Nayla masih anak-anak dan belum mengerti apapun dan aku yakin suatu hari nanti Nayla pasti akan mengerti." Ucap Diana kepada Ria dan Arya.


Diana sangat khawatir jika nantinya Arya akan pergi dari rumah maka Diana tetap membela Arya dan Maya untuk Nayla tetap tinggal di rumah dan tidak dimasukkan ke pesantren atau asrama. Namun di samping itu Ria kelihatan sangat kesal karena gagal membuat Maya menderita dan memasukan Nayla ke pesantren atau asrama.


******


Di rumah Kamila Mahesa datang untuk menjemput Sonia dan mengajaknya jalan-jalan namun Kamila datang dan melarang Sonia untuk berjalan-jalan dengan Mahesa.


"Kau tidak boleh jalan-jalan dengan Sonia. Aku sudah mengatakan kepadamu bahwa kau boleh bertemu dengan Sonia tapi tidak boleh berjalan-jalan dengannya karena aku tahu bagaimana dirimu dan Kau pasti akan menyakiti Sonia." Ucapan Kamila membuat Mahesa kaget mendengarnya.


"Untuk apa aku menyakiti Sonia? Dia adalah cucuku sendiri jadi aku tidak mungkin menyakitinya kau ini aneh sekali aku sudah berubah dan tidak akan menyakiti Sonia atau siapapun karena aku sangat menyayangi Sonia." Ucap Mahesa kepada Kamila.


"Ma... Sudahlah izinkan saja Papa pergi jalan-jalan dengan Sonia karena Sonia sangat bahagia sekali." Ucap Nada kepada Kamila.


"Kau dengar itu, menantumu itu sangat baik sekali tapi ingat jika sesuatu terjadi kepada Sonia Aku tidak akan pernah memaafkanmu karena Sonia adalah cucuku dan aku tidak akan biarkan dia Sesuatu terjadi kepadanya." Ucap Kamila dengan perasaan kesal


"Pa, pergilah dengan Sonia dan Sonia sudah siap-siap. Sonia Kamu jangan nakal jalan-jalan bersama dengan Opa ya..." Ucap Nada sambil tersenyum kepada Sonia.


"Iya Ma Sonia tidak akan nakal." Ucap Sonia sambil tersenyum kepada Nada.


"Nada, Papa berangkat dulu jalan-jalan bersama dengan Sonia dan kami akan segera kembali." Ucap Mahesa kepada Nada.


Mahesa kemudian mengajak Sonia jalan-jalan namun di samping itu Kamila terlihat sangat kesal dan merasa bahwa pasti ada sesuatu yang direncanakan oleh Mahesa.


"Nada, kau harus berhati-hati dan jangan sampai Sesuatu terjadi kepada Sonia atau kau akan menyesal karena Mama yakin Papanya Fandy pasti merencanakan sesuatu terhadap suaminya. Kalau dia tidak merencanakannya kepada Sonia mungkin dia akan rencananya kepadamu maka dari itu kau harus berhati-hati." Ucap Kamila dengan perasaan kesal.


Setelah memperingatkan Nada, Kamila kemudian pergi begitu saja dengan perasaan kesal di kamarnya dan berharap tidak ada sesuatu yang terjadi kepada Sonia karena Kamila yakin bahwa Mahesa telah merencanakan sesuatu terhadap Sonia.


******


Sementara itu di perusahaan Reynaldi, Tommy datang menemui Reno untuk mengatakan kepadanya agar Reno berhati-hati dan tidak terlalu percaya kepada Fandy karena Fandy bekerja kembali di perusahaan Mahesa dan Rio saat ini sedang bersamanya juga.


"Aku tidak mengerti apa yang harus aku lakukan tapi Pak Reno harus hati-hati karena Mahesa akan melakukan apapun dengan segala cara untuk mengambil apa yang dia inginkan." Ucap Tommy kepada Reno.


"Itu pasti apalagi Fandy telah bekerja kembali bersama dengan Mahesa dan aku khawatir Mahesa akan merencanakan sesuatu untuk merebut apa yang dia inginkan dan aku tidak akan biarkan hal itu terjadi." Ucap Tommy kepada Reno.


"Maka dari itu Pak Reno jangan terlalu percaya kepada Fandy dengan mengatakan bahwa Fandy telah berubah begitu juga dengan Mahesa karena siapa tahu mereka hanya berpura-pura dan kita tidak akan tahu bagaimana kedepannya." Ucap Tommy kepada Reno.

__ADS_1


Setelah berbicara banyak dengan Tommy Reno berpikir bahwa apa yang dikatakan Tommy adalah benar dan Reno harus berhati-hati jangan sampai Mahesa bisa merebut semuanya apa yang telah diperjuangkan oleh keluarga Reynaldi.


#BERSAMBUNG


__ADS_2