
ORANG KE TIGA EPISODE 92
Nayla kemudian pergi dari rumah keluarga Reynaldi sambil menangis menuju ke rumah Bram. Sampai di sana, Nayla menangis dan membuat Bram begitu sangat marah karena Nayla diusir oleh keluarga Reynaldi.
"Sungguh sangat keterlaluan sekali mereka berani sekali mereka mengusirmu! Seharusnya dari dulu Papa mengatakan yang sebenarnya kepada Eyang kamu agar ini tidak terjadi." Ucap Bram kepada Nayla.
"Nayla, masuk ke kamar kamu dulu dan tenangkan dirimu nanti kita bahas ini lagi." Ucap Raya kepada Nayla.
Raya kemudian membawa Nayla ke kamarnya untuk istirahat sementara itu Bram, Lina, Roy pergi keluar rumah untuk menuju ke rumahnya keluarga Reynaldi.
******
Di Kamar Nayla
Raya mencoba untuk menenangkan Nayla agar Nayla tidak merasa sedih setelah diusir dari rumah keluarga Reynaldi.
"Nayla... Nayla sekarang sudah dewasa pasti Nayla sudah bisa berpikir dewasa bagaimana sikap mereka dan neneknya Nayla di sana dan Nayla harus bisa memahami mereka satu persatu." Ucap Raya kepada Nayla.
"Tante Mama... Kenapa nasib Nayla harus seperti ini? Apakah Nayla tidak boleh bahagia sehingga harus mengalami hal seperti ini?" Tanya Nayla kepada Raya.
"Sayang... Ini adalah kehidupan, kau harus bisa melaluinya dengan baik tante Mama yakin, kau pasti bisa melaluinya dengan baik. Tetapi satu intinya adalah kau harus sabar dan terus berbuat baik itu yang harus kau lakukan." Ucap Raya sambil peluk Nayla.
Raya kemudian peluk Nayla sambil mengatakan bahwa Raya akan selalu bersamanya dan tidak akan pernah meninggalkannya.
******
Di Rumah Keluarga Reynaldi
Sampai di rumah keluarga Reynaldi, Bram bersama Lina dan Roy datang mereka kemudian marah-marah.
"Arya...! Apa maksudmu mengusir Nayla! Aku menyerahkan Nayla kepadamu karena aku percaya kepadamu dan aku percaya bahwa kau bisa membahagiakannya bersama dengan Maya! Tetapi apa yang terjadi kau malah mengusirnya setelah keluargamu mengetahui tentang Nayla yang sebenarnya!" Teriak Bram yang kemudian menghajar Arya.
"Bram sudah cukup! Aku mohon kau pulanglah bersama dengan tante Lina dan juga Om Roy." Ucap Arka kepada Bram.
"Siapa yang bisa tenang ketika putrinya diperlakukan seperti itu! Katakan kepadaku! Nayla sudah cukup menderita! Pertama perceraian kedua orang tuanya, kemudian dikarenakan kecemburuan Mama kamu, Sonia dan akan terus seperti itu sampai sekarang tidak pernah berubah! Apa lagi Oma dan Opa kamu tidak pernah bisa menerima Nayla!" Teriak Bram kepada Arya.
"Bram, dengarkan dulu penjelasanku." Ucap Arya kepada Bram.
"Ada yang perlu dijelaskan karena Sekarang semua sudah jelas! Jadi, untuk apa menjelaskannya lagi? Kalau saja sejak dulu kamu menceritakannya kepada Oma kamu, pasti ini tidak akan terjadi. Tetapi sekarang kamu baru menceritakannya ya pastilah ini akan terjadi!" Teriak Lina kepada Arya.
"Oma dan Opa kamu pasti berpikir bahwa Nayla sengaja membohongi mereka! Padahal, yang melakukan kebohongan itu adalah Mama kamu sendiri dan kamu menyetujui apa yang dia katakan!" Ucap Roy kepada Arya.
"Ada apa ini? Kenapa pada ribut-ribut di sini dan kalian Mengapa datang kemari? Apakah Nayla datang ke rumah kalian sehingga membuat kalian datang kemari? Katakan kepadanya bahwa dia tidak akan diterima di rumah ini." Ucapan Reza membuat semua kaget mendengarnya.
"Sekarang aku mengerti dan ingat aku baik-baik, Arya, jika kau memang tidak bisa menjadi Papa yang baik untuknya dan kau tidak bisa menjaganya, lebih baik kau berikan kepadaku Papa kandungnya. Meskipun sekarang kau berada bersama dengan Mama kandungnya. Karena aku sebagai Papanya akan selalu menjaganya dan melindunginya, apapun yang terjadi itulah yang akan aku lakukan. Tetapi kau telah membuatnya menderita dan membuat hatinya terluka! Kau benar-benar sangat keterlaluan Arya!" Teriak Bram kepada Arya sambil emosi.
"Mas Bram..." Ucap Maya kepada Bram.
__ADS_1
"Maya, kau itu Ibu seperti apa sih meninggalkan putrinya di luar dan membiarkannya diusir dari rumah? Kau memang tidak bisa bertanggung jawab kalau kau tidak ingin mengurus Nayla berikan saja kepada Bram!" Teriak Lina kepada Maya.
"Bram, Tante Lina, Om Roy Mari kita bicara dulu sejenak di luar agar semua bisa tenang dan tidak ada keributan di rumah ini karena aku tidak mau ada keributan di rumah ini." Ucap Arka kepada Lina dan Roy serta Bram.
"Tidak ada yang perlu dijelaskan lagi karena semuanya sudah jelas! Kalian tidak bisa menjaga Nayla dengan baik, kalian hanya bisa membuatnya menderita itu yang kalian lakukan!" Teriak Reno kepada Arka.
"Ada apa ini ribut-ribut di rumah orang? Siapa kalian? Kau Bram Papa kandungnya Nayla? Dia tidak ada di sini, aku sudah mengusir karena dia tidak pantas untuk tinggal di sini apa lagi menjadi bagian dari keluarga Reynaldi." Ucapan Reza membuat semua kaget mendengarnya.
"Bukan bagian dari keluarga Reynaldi? Lalu Mengapa bisa Maya menikah dengan Arya? Sementara Maya adalah ibu kandung dari Nayla? Arya menganggap Maya seperti anak kandungnya sendiri dan dia memiliki kewajiban untuk menjaganya dengan baik dan menerimanya seperti anaknya sendiri." Ucap Lina kepada Reza.
"Arya menikah dengan Maya bukan harus punya kewajiban dengan Nayla. Nayla bukan anak kandungnya sendiri. Karena dia tidak punya hak atas Nayla, karena dia sudah menghancurkan keluarga ini dan kebahagiaan keluarga ini. Aku tidak bisa menerima anak itu di rumah ini apalagi anak itu sudah membohongi keluarga ini dan menyetujui atas kebohongan ini." Ucapan Reza membuat semua kaget mendengarnya.
"Tentu saja Arya memiliki hak atas Nayla dan memiliki kewajiban atas Nayla dikarenakan telah menikahi Maya. Jadi sudah kewajiban Arya untuk menjaga Nayla dan membuatnya bahagia. Nayla tidak tahu apa-apa tentang kebohongan ini dia hanya mengikuti apa yang diinginkan oleh Mamanya Arya dan apa yang terjadi, Nayla jadi sasaran atas kebohongan ini. Jadi yang bersalah atas semua ini adalah Mamanya Arya bukan Nayla. Tetapi kalian menyalahkan Nayla dalam hal ini satu hal lagi buat kamu Maya kamu itu tidak bisa menjadi Ibu yang baik buat Nayla, berikan saja kepada Bram karena kami bisa menjaganya dengan baik dan memberikannya kasih sayang." Ucapan Lina membuat semua kaget mendengarnya.
"Tante Lina, Tante salah paham..." Ucap Maya kepada Lina.
"Tidak ada yang salah paham karena di sini semuanya sudah jelas kamu tidak bisa menjadi Ibu yang baik! Seharusnya kamu mengatakan dari awal siapa sebenarnya Nayla! Tapi sudahlah tidak perlu dijelaskan lagi." Ucap Lina kepada Maya.
"Ayo kita pergi dari sini tidak ada gunanya kita berada di sini. Yang penting sekarang, Nayla sudah bersama kita dan jangan pernah kita berikan lagi kepada mereka." Ucap Roy sambil mengajak Bram dan Lina pulang.
"Maya, aku pulang dulu dan aku yang akan menjaga Nayla Kau tidak perlu lagi menjaganya. Meskipun hak asuh ada pada dirimu tetapi aku bisa menjaga Nayla dengan baik." Ucap Bram kepada Maya.
Bram, Lina dan Roy kemudian pergi meninggalkan rumah keluarga Reynaldi dengan perasaan marah dan emosi dikarenakan keluarga Reynaldi telah mengusir Nayla dari rumah mereka.
"Mulai sekarang tidak ada yang boleh menyebut nama Nayla di rumah ini karena dia bukan lagi bagian dari rumah ini maupun bagian dari keluarga kita." Ucapan Reza membuat semua kaget mendengarnya.
"Maya... Semua akan baik-baik saja dan semua akan berakhir dengan baik kau jangan khawatir. Mungkin saat ini oppa dan Oma masih marah, tapi nanti mereka pasti akan menerima Nayla." Ucap Arya sambil peluk Maya.
"Ria..." Ucap Arka kepada Ria.
"Apa yang aku katakan ini adalah benar seharusnya Arya bisa bersikap adil kepada mereka. Lebih lagi kepada anak kandungnya sendiri yang mana dia juga harus bersikap adil bukan lebih mementingkan kebahagiaan Nayla." Ucap Ria dengan perasaan kesal.
"Kak Ria, emang aku bukanlah ayah kandung dari Nayla, tetapi aku bertanggung jawab untuk menjaga Nayla dengan baik dan memberikannya kebahagiaan. Sama halnya aku memberikan kebahagiaan untuk keluarga ini termasuk untuk Sonia dan kedua anak kembarku tidak ada yang berbeda. Tentang Sonia, dia memiliki orang tua yang lengkap dan mereka lebih berhak memberikan kebahagiaan yang lengkap. Sementara aku adalah Om nya yang pastinya juga akan memberikan dia kebahagiaan dan aku tidak pernah membanding-bandingkan mereka. Bagiku Sonia dan Nayla seperti putri kandungku sendiri sama seperti aku menyayangi kedua anak kembar ku." Ucap Arya kepada Ria.
"Terserah kau saja yang penting apa yang kau lakukan itu adalah salah apalagi, kau memiliki keponakan yang lain selain dari Sonia yang pastinya Kau harus memperhatikannya juga dan memberikan, mereka juga kebahagiaan. Kau selalu saja memperhatikan Nayla dan kebahagiaannya bukan keponakan mu dan kedua anak kembar mu itu yang sebenarnya. Kalau kamu tidak percaya, tanya saja kepada diri kamu sendiri dan kamu akan mengerti. Apalagi, kau tidak bisa memahami kedua orang tuamu dengan baik, karena kau hanya memikirkan kebahagiaan Nayla." Ucap Ria dengan perasaan kesal.
"Ria sudahlah... Biarkan aku yang mengurus ini semua dengan baik dan aku tahu apa yang akan aku lakukan kepada Arya dan kau Arya, pergilah ke kamar bersama dengan Maya. Biarkan ini semua tenang dulu dan jangan ada yang membahas Nayla dulu di rumah ini agar, semua bisa membaik dengan damai." Ucap Arka kepada Ria.
Arya kemudian membawa Maya ke kamarnya, setelah itu Ria Pergi melihat ketiga anaknya yang sedang bermain bersama dengan Arka.
******
Di kamar Diana
Reno datang untuk berbicara dengan Diana namun Diana tidak ingin mendengarkan apa yang dikatakan Reno kepadanya.
"Kalau Papa ingin membahas tentang Nayla Mama tidak ingin mendengar apapun." Ucapan Diana membuat Reno kaget.
__ADS_1
"Ma, justru Papa yang bertanya kepada Mama, apakah Mama menyayangi Arya dan ingin melihat dia bahagia? Ma, kenapa Mama bersikap seperti ini dan Kenapa harus seperti ini? Papa sudah berulang kali katakan kepada Mama, meskipun Arya menikah dengan Maya, dia tetap Putra kita dia akan tetap bersama kita, dia tidak akan meninggalkan kita. Dan ini sangat berbeda dengan Nada ketika dia menikah, dia sudah pergi bersama dengan suaminya, tetapi dia masih tetap menjadi anak kita. Ma, Mengapa Mama harus cemburu? Apa Mama khawatir kasih sayang Arya yang akan berkurang kepada kita? Ma..." Tanya Reno kepada Diana.
"Mama tidak ingin membahas ini lagi Mama ingin menyendiri dulu dan memikirkan semuanya dengan baik." Jawab Diana dengan perasaan kesal.
"Ma, Papa harap, Mama bisa berubah menjadi lebih baik dan bisa memahami, agar hal ini tidak terjadi. Apalagi sekarang Arya sudah dewasa dan memiliki kehidupannya sendiri. Kita sebagai orang tua, hanya membimbingnya bagaimana dia bisa mampu, menjalani kehidupannya setelah menikah. Kita tidak bisa ikut campur di dalam kehidupannya apalagi, ini adalah urusan rumah tangganya. Jangan sampai Arya nanti bercerai dari Maya hanya karena, Mama tidak menyukai Nayla karena Papa tidak mau itu terjadi kepada Arya. Jadi lebih baik Mama pikirkan ini karena kita sebagai orang tua Pasti ingin yang terbaik untuk anak kita." Ucap Reno kepada Diana.
Diana hanya terdiam setelah mendengar apa yang dikatakan oleh Reno namun Reno berharap Diana bisa memikirkannya kembali dan menerima Nayla seutuhnya.
******
Di Kamar Maya
Arya, berusaha menenangkan Maya Dengan mengatakan bahwa Nayla akan kembali ke rumah secepatnya.
"Maya... Aku berjanji kepadamu bahwa Nayla akan kembali ke rumah secepatnya. Tapi tidak untuk sekarang karena mereka masih butuh waktu apalagi Oma dan Opa baru mengetahui tentang Nayla mereka masih butuh waktu untuk bisa menerima Nayla." Ucap Arya kepada Maya.
"Jika seandainya dari dulu kita memberitahukan hal ini kepada mereka, mungkin ini tidak akan terjadi, Oma dan Opa pasti akan menerima Nayla dengan baik. Kecuali Mama kamu yang sama sekali belum bisa menerima Nayla." Ucap Maya kepada Arya.
"Aku tahu, aku minta maaf tentang apa yang dilakukan Mama, aku berjanji kepadamu, Mama akan segera menerima Nayla seutuhnya. Maya, Aku berjanji kepadamu akan selalu membuatmu bahagia begitu juga dengan Nayla dan aku akan memberikan segalanya untuk kebahagiaan kalian berdua." Ucap Arya kepada Maya.
"Mas Arya, jangan lakukan apapun lagi untuk Nayla, karena aku tidak ingin ini terjadi kembali. Apalagi Mama kamu tidak menyukai apa yang kamu lakukan kepada Nayla." Ucap Maya kepada Arya.
"Semua akan baik-baik saja Maya jangan khawatir tentang hal itu. Karena kebahagiaan akan selalu datang untuk kita dan juga Nayla, Mama pasti akan menerima Nayla kembali." Ucap Arya sambil peluk Maya.
Arya kemudian peluk Maya Dengan mengatakan bahwa semua akan baik-baik saja dan Nayla akan kembali ke rumah.
******
Di Rumah Keluarga Nugraha
Sesampainya di rumah Lina marah-marah dan mengatakan kepada Bram untuk tidak mengizinkan Maya bertemu dengan Nayla. Karena Maya telah membiarkan Nayla diusir dari rumah keluarga Reynaldi.
"Mama tidak habis pikir Mengapa mereka bersikap seperti itu kepada Nayla, apa kesalahan Nayla kepada mereka? Seharusnya hak asuh itu jatuh kepada kamu dan kamu jangan berikan itu kepada Maya seharusnya hal itu terjadi." Ucap Lina dengan perasaan emosi.
"Mulai sekarang Nayla tidak boleh lagi bertemu dengan Maya. Papa juga melarang untuk Nayla bertemu dengan Maya. Karena mereka telah mengusir Nayla namun Maya hanya diam saja." Ucap Roy dengan perasaan emosi.
"Mas Bram... Bagaimana dengan reaksi mereka di saat Mas Bram datang ke sana bersama Mama dan Papa?" Tanya Raya kepada Bram.
"Mereka hanya diam saja begitu juga dengan Maya. Aku tidak mengerti apa yang ada dalam pikiran mereka, yang aku pikirkan sekarang adalah bagaimana perasaan Nayla. Karena aku tidak ingin menyakitinya lagi, dia adalah putriku dan aku tidak akan membiarkan dia menderita." Jawab Bram kepada Raya.
"Papa..." Ucap Nayla kepada Bram.
"Nayla... Kamu jangan khawatir Sayang di sini ada Papa kamu yang sangat menyayangimu dan mencintaimu serta melindungimu. Meskipun mereka tidak menyukaimu tapi Papa kan selalu ada untukmu." Ucap Bram sambil peluk Nayla.
"Nayla... Kau tidak sendirian di sini ada Tante Mama, Oma kamu, Opa kamu serta Papa kamu kami semua akan selalu ada untukmu." Ucap Lina sambil peluk dan cium kening Nayla.
Pa, Tante Mama, Oma, Opa... Terima kasih karena kalian selalu ada untuk Nayla." Ucap Nayla sambil usap air mata nya.
__ADS_1
Bram kemudian peluk Nayla mengatakan bahwa dia akan selalu ada untuk Nayla dan akan selalu menemaninya serta akan selalu membuatnya bahagia.
#BERSAMBUNG