
ORANG KE TIGA EPISODE 43
Sonia melihat Arya dengan Maya suapin Nayla dan membuat Sonia cemburu kepada Nayla. Hal itu dilihat Diana begitu juga dengan Reno. Diana paham mengapa Sonia cemburu kepada Nayla. Hal itu membuat Diana memikirkan tentang Sonia yang ingin seperti Nayla.
Besok harinya Diana meminta Arya untuk menghubungi Kamila. Karena Diana ingin bertemu dengan Kamila dan memintanya untuk datang ke rumahnya. Akan tetapi Kamila tidak boleh mengajak orang lain hanya Kamila sendiri yang datang ke rumah.
Alia kemudian menghubungi Kamila dan memintanya datang ke rumah sendirian atas permintaan Diana. Setelah Arya menelepon Kamila, Arya pun kemudian berangkat ke kantor.
"Sayang aku berangkat dulu ya." Ucap Arya sambil cium kening Maya.
"Hati-hati sayang aku akan menunggumu di rumah bersama dengan Mama." Ucap Maya sambil tersenyum kepada Arya.
"Om Papa ayo kita berangkat Nayla sudah telat ini." Ucap Nayla sambil tersenyum kepada Arya.
"Ayo sayang. Sonia ayo Om antar juga." Ucap Arya sambil mengajak Sonia dengan Nayla kr sekolah.
"Ma, Papa berangkat dulu." Ucap Reno kepada Diana sambil cium kening Diana
"Ma, Arya berangkat dulu." Ucap Arya sambil tersenyum kepada Diana.
"Kalian hati-hati di jalan." Ucap Diana sambil tersenyum.
Arya dengan Reno pun berangkat ke kantor. Diana lalu meminta Maya untuk berbelanja bersama Nada untuk keperluan lebaran sepuluh hari lagi. Diana lalu mengatakan bahwa dia sudah mempersiapkan bahan-bahan yang untuk dibeli buat persiapan lebaran.
Nada lalu meminta Mamanya tidak terlalu keras kepada Maya. Tetapi Mamanya mengatakan itu adalah tugas seorang menantu di rumah ini jadi Maya harus mengabulkannya dan Nada yang akan menemani Maya.
Maya mengatakan kepada nada bahwa dia tidak apa-apa dan akan melakukan apa yang diminta oleh Diana dan akan mengabulkannya.
"Tapi kak Maya jangan lakukan ini Bi Surti kan ada dia bisa membelinya." Ucap Nada kepada Maya.
"Nada, kau berani menentang Mama, ini adalah perintah Mama jadi, kau pergi lah temani Maya untuk berbelanja kebutuhan buat lebaran." Ucap Diana kepada Nada.
"Sudahlah Nada, kakak tidak apa-apa. Kita pergi saja ini perintah Mama. Kakak siap-siap dulu ya kita akan segera pergi berbelanja buat kebutuhan lebaran." Ucap Maya kepada Nada sambil bersiap-siap.
"Ma, jika Kakak Arya tahu dia akan marah kepada Mama nantinya. Kenapa Mama meminta Kak Maya melakukan ini? Nada kecewa sama Mama." Ucap Nada dengan perasaan kecewa lalu pergi begitu saja meninggalkan Diana.
"Kamu belum mengerti Nada tapi jika nanti kamu menikah kamu pasti akan mengerti." Ucap Diana dalam hati.
Maya dengan Nada pun bersiap-siap untuk berbelanja setelah bersiap-siap mereka pun pergi untuk berbelanja persiapan buat lebaran.
******
Setelah Maya dengan nada pergi, Kamila pun datang ke rumah dan menemui Diana. Diana lalu kemudian mengajak Kamila ke taman dekat rumahnya dan duduk di sana. Diana dengan Kamila ngobrol bersama namun tiba-tiba terhenti karena suatu hal yaitu Diana memberikan uang sebanyak sepuluh juta dan meminta Kamila untuk memberikannya kepada Yurisa.
"Uang untuk apa ini kenapa di berikan kepada Yurisa?" Tanya Kamila kepada Diana.
"Kau ingin Sonia dekat denganmu kan? Maka itu kau berikan uang itu kepada Yurisa dan minta dia untuk meninggalkan Fandy selamanya." Ucapan Diana membuat Kamila kaget mendengar nya.
"Sebenarnya aku juga ingin melakukan ini sama sepertimu tapi kau sudah melakukannya lebih dulu. Tidak masalah kita akan melakukannya bersama-sama sampai Yurisa benar-benar meninggalkan Fandy. Aku tidak menyukai wanita itu apalagi anak yang ada di dalam kandungannya bukanlah anaknya tapi anaknya Bram. Ya Tuhan... entah apa yang dilakukan wanita itu sampai-sampai Fandy mau menikahinya." Ucap Kamila dengan perasaan kesal.
"Pasti ada sesuatu yang membuat Fandy mau menikahi wanita itu Tapi itu tidak masalah karena kita akan membuat sesuatu agar Yurisa dengan Fandy berpisah selamanya. Pertama-tama Kau berikan uang kepada Yurisa dan minta dia untuk meninggalkan Fandy. Jika dia tidak mau kita akan adukan ini kepada Lina dan Roy agar mereka bisa melakukannya dan membuat Yurisa meninggalkan Fandy untuk selamanya. Tapi jika Fandy tetap masih mencari Yurisa maka kau dengan Fandy akan kehilangan Sonia selamanya. Pokoknya kau lakukan dengan cara apapun agar Fandy dengan Yurisa berpisah selamanya." Ucap Diana kepada Kamila.
"Baiklah aku akan melakukannya ku harap rencana kita ini berhasil jika berhasil kita akan merayakannya dengan bahagia dan menikahkan Fandy dengan Nada kembali. Fandy dengan Nada berhak untuk bahagia begitu juga Sonia. Ucap Kamila kepada Diana.
******
Di Kantor Mahesa, Bodyguard Mahesa memberikan tentang kabar perusahaan milik keluarga Reynaldi. Perusahaan Reynaldi sangat besar dan kaya raya dan membuat Mahesa kaget mendengar nya. Namun tiba-tiba Pak Mahesa meminta bodyguard-nya untuk memanggil Fandy. Dan membuat rencana baru untuk keluarga Reynaldi.
"Memangnya mau bikin rencana baru apalagi Pak?" Tanya Bodyguard.
"Kau akan tahu nanti panggil saja Fandy kemari." Jawab Mahesa kepada Bodyguard.
"Baik Pak akan saya panggil." Bodyguard kemudian memanggil Fandy.
Bodyguard kemudian memanggil Fandy dan meminta Fandy untuk ke ruangan Mahesa karena dipanggil oleh Mahesa. Fandy pun kemudian pergi ke ruangan Mahesa dan berbicara kepada Mahesa.
Sampai di ruangan Mahesa, Fandy bertanya kepada Mahesa untuk apa memanggilnya. Mahesa tiba-tiba meminta Fandy untuk menikahi Nada dan menceraikan Yurisa. Fandy kemudian menolak permintaan Mahesa dengan alasan Yurisa sedang hamil. Mahesa tiba-tiba menampar Fandy karena menolak keinginannya agar Fandy bercerai dari Yurisa.
"Tapi Pa, Yurisa sedang hamil bagaimana mungkin aku menceraikan nya?" Tanya Fandy kepada Mahesa.
"Itu tidak penting karena bayi itu bukan anak kamu. Yang kamu pikirkan adalah Sonia! Sonia adalah pewaris dari keluarga Reynaldi dan Sonia itu adalah anak kamu dengan Nada. Jadi buat apa kamu pikirkan kehamilan Yurisa yang pasti itu bukan anak kamu? Jadi mulai sekarang lupakan Yurisa kembali kepada Nada. Apakah kau tidak memikirkan Bagaimana perasaan Sonia? Dia pasti sangat membutuhkan kasih sayang kedua orangtuanya. Sementara Yurisa dan anak nya tidak membutuhkan itu! Jadi kau harus menceraikan Yurisa apapun alasannya!" Bentak Mahesa kepada Fandy.
__ADS_1
"Kalau Fandy tidak mau apa yang akan Papa lakukan?" Tanya Fandy kepada Mahesa.
"Berani kau menentang Papa, kau akan tanggung akibatnya sendiri karena ini semua demi kebaikanmu! Buat apa kamu bertanggung jawab dengan Yurisa sementara anak itu bukan anak kandung kamu? Padahal anak kandung kamu ada bersama dengan Nada! Jadi untuk apa kamu bertanggung jawab atas kehamilan Yurisa? Biarkan Yurisa dengan hidup sendiri dan tidak perlu kamu khawatir bagaimana dengan hidup dia. Karena anak itu bukanlah anak kandung kamu dan bukan pewaris dari keluarga Mahesa!" Bentak Mahesa kepada Fandy.
"Itu bukan sifat kemanusiaan namanya bagaimanapun juga Yurisa berhak bahagia dan aku mencintainya dan aku akan bertanggung jawab atas anak itu meskipun bukan anak kandung ku sendiri." Ucap Fandy kepada Mahesa.
"Cukup Fandy! Kau keterlaluan! Berani sekali kau bicara begitu kepada Papa! Pokoknya kau ceraikan Yurisa apapun alasannya Paham! Bentak Mahesa kepada Fandy.
"Tidak bisa Pa, Yurisa lagi hamil bagaimana aku menceraikan nya?" Tanya Fandy kepada Mahesa.
"Papa tidak peduli dengan itu karena anak itu bukan cucu kandung Papa! Jadi kau ceraikan Yurisa sekarang juga dan kembali kepada Nada Paham!" Bentak Mahesa kepada Fandy sambil Emosi.
Fandy hanya terdiam mendengar perkataan Mahesa yang tiba-tiba membenci Yurisa.
******
Di rumah Hutama, Rio kembali datang untuk menemui Kartika. Namun Kartika menolak bertemu dengan Rio. Akan tetapi Rio masih tetap ingin bertemu dengan Kartika dan tidak peduli meskipun Kartika menolak nya.
Kartika pun mau berbicara dengan Rio namun Rani tidak setuju Kartika berbicara dengan Rio. Meskipun begitu Kartika dengan Rio tetap berbicara di taman di samping rumah Kartika.
Rio dengan Kartika berbicara tentang hubungan mereka. Rio meminta Kartika untuk memberikannya kesempatan untuk memperbaiki semuanya lebih lagi memperbaiki hubungan mereka.
"Apa yang harus kita perbaiki semuanya sudah berakhir dan hubungan kita pun sudah berakhir." Ucap Kartika kepada Rio.
"Tidak Kartika hubungan kita belum berakhir." Ucap Rio kepada Kartika.
"Rio sudahlah..." Ucap Kartika kepada Rio.
"Kartika aku tau, aku salah kepadamu tapi tolong berikan aku kesempatan untuk memperbaiki semuanya." Ucap Rio kepada Kartika.
"Bagaimana kau bisa memperbaiki nya? Semua sudah hancur. Dan kedua orang tua ku juga tidak merestui hubungan kita." Ucap Kartika.
"Aku tau itu akan terjadi. Tapi aku akan berusaha utk berubah dan membuat agar orang tua mu merestui hubungan kita aku berjanji kepadamu. Tolong beri aku kesempatan untuk merubah semuanya." Ucap Rio kepada Kartika.
"Bagaimana kau bisa merubahnya? Sementara semua sudah berakhir dan sudah hancur." Ucap Kartika kepada Rio.
"Tidak Kartika, semua belum berakhir kita bisa memulainya lagi dari awal. Jadi ku mohon berikan aku kesempatan untuk berubah menjadi lebih baik dan merubah semuanya." Pinta Rio kepada Kartika.
******
Rani kelihatan sangat kesal karena Rio yang datang ke rumahnya. Rani pun telepon Tommy dan mengatakan bahwa Rio datang ke rumahnya dan berbicara kepada Kartika.
"Mas aku harus bagaimana?" Ucap Rani kepada Tommy.
"Biarkan saja dulu mereka Nanti malam kita bicara kepada Kartika untuk tidak bertemu lagi kepada Rio." Ucap Tommy kepada Rani.
"Ya sudah kalau begitu Tunggu saja nanti malam aku akan bicara kepadanya nanti." Ucap Rani kepada Tommy.
Rani menutup teleponnya dan menunggu Tomi datang pada malam hari untuk berbicara kepada Kartika.
******
Di sebuah Mall Maya dengan nada berbelanja buat lebaran Setelah berbelanja Maya kemudian pulang kerumah membawa belanjaan yang sangat banyak bersama Nada.
Maya dengan membelikan perlengkapan buat lebaran. Di perjalanan Nada berkata bahwa mayat tidak perlu lagi melakukan hal seperti ini karena ada Sudah bibi yang akan membelikannya nanti. Namun Maya mengatakan kalau ini adalah tanggung jawabnya sebagai menantu dari keluarga Reynaldi.
******
Sampai di rumah keluarga Reynaldi Maya membawa barang-barang belanjaannya bersama dengan Nada. Setelah barang-barang itu di bawa, Diana meminta Maya dengan Nada untuk menyusunnya dengan rapi dan kemudian Diana meminta Maya untuk membuat kue lebaran bersama dengan Nada. Namun Nada mengatakan ada bibi yang bisa membuatnya akan tetapi Diana tidak menghiraukan perkataan Nada. Diana berkata ini adalah tugas dari seorang menantu di rumah keluarga Reynaldi.
"Ma, bagaimana jika nanti kak Arya marah? Mama sudah suruh kak Maya berbelanja dan sekarang buat kue Lebaran. Kak Maya harus istirahat, jika kak Arya tau bagaimana?" Ucap Nada kepada Diana.
"Kalau dia tidak mau melakukan tugas sebagai seorang menantu buat apa dia menikah dengan Arya? Ini adalah pertama Puasa Ramadhan bersama dengan Maya kakak Ipar mu. Maya Istirahat lah dulu sebentar nanti sore jangan lupa buat Kue Lebaran dengan Nada. Dan satu lagi jangan kau coba-coba adukan ini kepada Arya karena ini tidak ada hubungannya dengan Arya. Sudah istirahat dulu baru buat Kue Lebaran waktu kita tidak banyak. Ucap Diana lalu pergi begitu saja dengan perasaan kesal.
"Kak Maya, maafkan Mama ya... Aku juga tidak mengerti kenapa sikap Mama tiba-tiba begitu." Ucap Nada kepada Maya.
"Non, nanti bibi bantuin buat kue nya, sekarang Non istirahat dulu." Ucap Bi Surti kepada Maya.
"Iya Bi... Ayo Nada kita istirahat dulu." Ucap Maya kepada Nada dan Bi Surti. Lalu pergi ke kamar untuk istirahat bersama dengan Nada sampai sore hari tiba.
Sore harinya Maya dengan Nada membuat kue lebaran bersama-sama. Arya dengan Reno pulang ke rumah lalu tiba-tiba melihat Maya dengan membuat kue lebaran. Arya tersenyum melihat kedekatan Nada dengan Maya menuju kamarnya dan berganti pakaian untuk menemui mayat istri tercintanya.
__ADS_1
Setelah berganti pakaian Arya langsung menemui Maya istri tercintanya. Arya melihat Maya sedang membuat kue dan tiba-tiba Arya peluk dari belakang dan menggoda Maya pada saat Maya membuat kue.
"Istriku ini sangat pintar sekali memasak. Sayang kamu buat kue apa? Aku bantuin ya..." Ucap Arya kepada Maya.
"Tidak usah sayang sebentar lagi selesai kok." Ucap Maya kepada Arya.
"Tidak sayang biar aku bantu ya... Biarkan suami mu membantu mu. Ayo mana tepung yang mau di masukkan, apa yang ini?" Tanya Arya sambil tersenyum kepada Maya.
"Iya sayang yang itu tepung nya ayo kita masukkan." Jawab Maya sambil tersenyum kepada Arya.
Arya ikut membantu Maya membuat kue dengan tiba-tiba tepungnya tumpah sedikit. Saat tumpah sisa tepung yang tumpah di taruh Arya ke wajah Maya dan Maya pun menaruh tepung di wajah Arya. Sehingga mereka pun bermain tepung bersama dan kemudian saat tepung berserakan tiba-tiba Maya terpeleset dan ditangkap oleh Arya dan mereka pun saling memandang.
"Kau terlihat cantik seperti ini Sayang." Ucap Arya sambil tersenyum kepada Maya.
"Sayang sudahlah nanti ada yang lihat." Ucap Maya sambil tersenyum kepada Arya.
Diana tiba-tiba datang dan melihat dapurnya berserakan. Diana mengatakan kepada Arya mengapa dia ada di dapur dan menanyakan kepada Maya Kenapa dapurnya berserakan dan apa yang telah dilakukan Maya bersama dengan Nada di Dapur. Bukannya disuruh buat kue lebaran bermain-main sampai berserakan.
"Ma, ini tidak sengaja, sudah Ma jangan marah-marah ini bulan puasa. Oh iya Bi tolong beresin ya, Maya ayo kita ke kamar ganti pakaian mu." Ucap Arya kepada Maya.
"Mas Arya kue nya belum selesai sedikit lagi. Mas Arya ganti pakaian lah dulu, biar aku dengan bibi dan Nada yang beresin." Ucap Maya kepada Arya.
"Wahh ini ada apa kenapa tepung berserakan? Pasti Mama bermain bersama Om Papa. Dulu Papa Nayla juga begitu sama Mama waktu bantuin Mama bikin kue lebaran ya kan Ma..." Ucap Nayla dengan polosnya.
"Nayla..." Ucap Maya kepada Nayla.
"Waktu itu pun juga Mama hampir terjatuh ke lantai karena tepung dan untung saja ada Papa di samping Mama. Nayla senang banget pada saat itu, apalagi Papa juga bantuin Mama buat Kue dan Nayla ikut bantu." Ucap Nayla dengan polosnya.
"Nayla ayo ikut bibi, bibi buat kue untuk buka puasa ayo..." Bi Surti tiba-tiba mengajak Nayla melihat kue.
"Sayang, aku ke kamar dulu ya..." Arya lalu kemudian pergi ke kamar nya.
Diana terlihat sangat kesal dengan perkataan Nayla. Diana pergi meninggalkan Maya bersama Nada di dapur begitu saja.
******
Di rumah Nugraha. Pernikahan Bram dengan Raya tinggal sebentar lagi, keluarga Nugraha mempersiapkan semuanya. Namun tiba-tiba Mahesa datang dan berbicara tentang Yurisa kepada mereka.
"Yurisa bukan tanggungjawab kami buat apa kami bertanggungjawab! Ucap Roy kepada Mahesa.
"Aku tidak minta kalian untuk bertanggung tetapi aku minta kalian untuk mengatakan kepadaku tentang Yurisa." Ucap Mahesa kepada Roy.
"Kenapa nggak kau tanya saja kepadanya bukankah dia menantumu. Asal kau tahu Yurisa bukanlah wanita baik begitu juga dengan ibunya. Putriku sudah meninggal karena perbuatan ibunya dan ibunya telah membuat putri meninggal karena ibunya melindungi Gio keponakannya sendiri. Sampai sekarang ibu nya tidak pernah mengakui bahwa penyebab meninggal putriku adalah perbuatan ibunya Yurisa." Mahesa kaget mendengar perkataan Roy.
"Benar sekali maka dari itu kami tidak mau bertanggung jawab atas apa yang terjadi kepada Yurisa. Karena ibunya tidak mau bertanggung jawab atas apa yang terjadi kepada putri kami." Ucap Lina kepada Mahesa.
"Pak Mahesa buat apa kemari?" Tanya Bram kepada Mahesa.
"Aku kemari hanya bertanya tentang Yurisa kepada kalian apalagi Yurisa sudah hamil karena Bram. Dan bisa nya Fandy yang bertanggung jawab!" Ucap Mahesa dengan perasaan kesal.
"Kehamilan Yurisa itu bukan urusan kami. Lagipula Yurisa sudah berjanji akan berikan anak itu kepada kami setelah anak itu lahir!" Bentak Lina kepada Mahesa.
"Bagaimana jika tidak! Aku tidak yakin kepada wanita itu!" Bentak Mahesa kepada Lina.
"Kau urus saja dia kalau tidak yakin karena sekarang dia menantumu!" Teriak Roy kepada Mahesa.
"Dan satu lagi jangan coba-coba celakai anak itu paham!" Ucap Bram kepada Mahesa.
"Terserah kalian saja. Tapi ingat aku tidak akan biarkan Fandy yang bertanggung jawab atas anak itu paham!" Teriak Mahesa lalu pergi meninggalkan rumah Nugraha.
"Aneh sekali Mahesa itu!" Teriak Roy sambil Emosi.
"Ini semua karena Yurisa!" Teriak Lina sambil Emosi.
Mahesa pun pergi meninggalkan rumah keluarga Nugraha dengan penuh emosi dan marah.
******
Di taman Kamila menemui Yurisa diam-diam. Saat bertemu di taman, mereka pun ngobrol dan Kamila pun langsung memberikan uang kepada Yurisa dan membuat Yurisa kaget melihat nya.
#BERSAMBUNG
__ADS_1