ORANG KE 3

ORANG KE 3
ORANG KE TIGA EPISODE 97


__ADS_3

ORANG KE TIGA EPISODE 97


Di Rumah Sakit.


Di ruang ICU Reno melihat kondisi Diana yang sedang kritis dan berjuang untuk hidup. Reno kemudian mendekati Diana dan memegang tangannya, sambil mencium keningnya, dengan penuh kasih sayang.


"Sayang, aku harap kau secepatnya sadar. Karena aku tidak ingin sesuatu terjadi kepadamu, aku tidak ingin kehilangan mu. Kau tahu sayang, meskipun kau seperti ini, aku akan tetap selalu mencintaimu dan akan selamanya mencintaimu."Reno kemudian mencium tangan dan kening Diana.


Reno melihat Diana dengan perasaan sedih dengan harapan, Diana akan segera sadar dari koma dan Diana bisa berkumpul kembali dengan keluarganya serta cucunya. Arka tiba-tiba masuk dan melihat Reno termenung sambil memandang Diana. Arka kemudian mendekati Reno dan berkata bahwa semua akan baik-baik saja.


"Semua akan baik-baik saja Pa, Mama akan segera sembuh dan sadar dari koma," ucap Arka kepada Reno.


"Papa berharap seperti itu dan Mama kamu bisa sadar dari koma. Karena itu adalah harapan terbesarnya Papa. Setelah Mama kamu sadar nanti, kita akan bicarakan tentang masalah ini lagi. Jadi, untuk sementara, kita fokus kepada kesembuhan Mama kamu karena itu lebih penting," ucap Reno kepada Arka.


Arka menyetujui apa yang dikatakan Reno dan itu semua untuk kesembuhan Diana.


"Arka setuju apa yang Papa katakan, apalagi semua ini untuk kesembuhan Mama. Aku juga mengatakan hal ini kepada Arya agar dia juga fokus kepada kesembuhan Mama, karena itu lebih penting daripada yang lainnya," ucap Arka kepada Reno.


"Arya pasti akan fokus kepada Mamanya karena dia sangat menyayangi Mamanya," ucap Reno kepada Arka.


Perasaan Arka menjadi tenang setelah Reno mengatakan bahwa, Arya akan fokus kepada Mamanya. Arka berharap apa yang Papanya katakan adalah kebenaran. Sementara Reno berharap, Diana segera sadar dari, Karena itu adalah harapan Reno satu-satunya.


Sementara Di Ruang Tunggu.


"Nada sedih karena sang Mama belum juga sadar dari koma. Nada berharap, sang Mama segera sadar dan cepat sembuh. Karena itu adalah harapan terbesarnya Nada.


"Ma, Nada ingin Mama segera sadar, karena Nada tidak mau kehilangan Mama. Nada sangat menyayangi Mama dan tidak bisa hidup tanpa Mama," ucap Nada dalam hati.


Nada kemudian mengusap air matanya dan Fandy melihat itu kemudian duduk di sampingnya dengan mencoba menenangkannya dan berkata bahwa Mamanya akan segera sembuh.


"Sayang Mama pasti akan segera sembuh jangan khawatir tentang itu semua sayang," ucap Fandy kepada Nada.


"Aku berharap seperti itu sayang dan itu adalah harapan terbesarku untuk kesembuhan Mama. Aku juga berharap, Mama secepatnya sadar dan bisa menerima kak Maya dan Nayla kembali," ucap Nada sambil usap air mata nya.


"Sayang kita doakan saja yang terbaik untuk kesembuhan Mama dan aku yakin secepatnya Mama pasti akan sembuh," ucap Fandy kepada Nada.


Fandy mencoba tenangkan Nada, sambil meyakinkan Nada dan berkata bahwa semua akan baik-baik saja. Sementara itu, Reno dan Arka keluar dari ruang ICU dan mengatakan keadaan Diana.


"Papa, Kak Arka, bagaimana keadaan Mama?" Tanya Arka dengan perasaan khawatir.


"Mama baik-baik saja jangan khawatir, untuk sekarang, biarkan Mama istirahat dulu, karena sudah banyak orang yang menemui Mama tadi," jawab Arka kepada Nada.


"Benar sekali Nada, nanti saja kau temui Mama kamu, biarkan Mama kamu istirahat dulu," ucap Reno kepada Nada


Nada hanya mengangguk setelah mendengar perkataan Reno. Sementara Arka meminta keluarganya untuk pulang ke rumah.


"Pa, Oma, Opa, Nada, Fandy, Sonia, lebih baik kalian pulang saja dulu nanti kalau ada apa-apa aku akan menghubungi kalian. Ria, tolong jaga Mama di dalam aku masih ada urusan," ucap Arka sambil tersenyum kepada keluarganya.


Reno bersama yang lainnya kemudian pulang ke rumah. Sementara Ria masuk ke ruang ICU untuk menemani Diana.


******


Di Rumah Rima


Rima begitu sangat senang dan bahagia dia kamu kemudian tersenyum karena telah berhasil melakukan sesuatu yang tidak diketahui. Rima tersenyum licik dan berpikir yang dia lakukan telah berhasil. Bodyguard pun datang ke rumah Rima dan mengatakan bahwa rencananya berhasil.


"Bos, rencana kami berhasil dan wanita itu mengalami kecelakaan yang hebat," ucap Bodyguard kepada Rima.


"Apakah kalian sudah memastikannya?" Tanya Rima kepada Bodyguard.


"Kami sudah memastikannya bos saat ini wanita itu sedang kritis dan koma serta sekarang dia berada di ruang ICU," jawab Bodyguard kepada Rima.


"Bagus, kerjaan kalian sangat bagus, sekarang aku akan transfer uang untuk kalian. Tapi, setelah itu, kalian harus pantau terus wanita itu jangan sampai wanita itu sadar," ucap Rima kepada Bodyguard.


Rima kemudian langsung transfer uang kepada Bodyguard. Setelah itu dia meminta mereka untuk tetap pantau Diana. Sementara Rima berharap Diana tidak akan pernah sadar sampai dendamnya terbalas.

__ADS_1


"Ini adalah awal permulaan setelah itu aku akan melakukannya lagi yang lebih dari ini. Sekarang tante Diana pasti masih merasa kesakitan yang luar biasa. Tapi itu tidak seberapa, sebagaimana yang pernah, aku alami dulu. Tapi sekarang tante Diana sudah mengalaminya dan keluarga Reynaldi pasti sedang menderita," ucap Rima dalam hati.


Rima tersenyum licik karena merasa bahwa rencananya sudah berhasil. Setelah itu, Rima kemudian berpura-pura menghubungi rumah keluarga Reynaldi, untuk mengetahui apa yang terjadi. Setelah mengetahuinya dia pun langsung pergi ke rumah sakit.


******


Di Rumah Keluarga Nugraha.


Rai dan Bram hanya terdiam setelah mendengar perkataan Lina. Lina kemudian kembali bertanya kepada Roy dan Bram dengan pertanyaan yang sama. Namun Roy dan Bram tidak bisa mengatakan apapun.


"Bagaimana, kenapa kalian tidak bisa menjawab pertanyaan Mama?" Tanya Lina kepada Roy dan Bram dengan perasaan khawatir.


"Mas Bram, jawablah pertanyaan Mama," ucap Raya kepada Bram.


"Aku tidak tahu harus jawab bagaimana biar Papa saja yang menjawabnya," ucap Bram kepada Raya.


"Aku akan memberikan nya uang satu miliar tapi jika agen perusahaan, ya Tuhan... Ini sangat sulit bagiku," ucap Roy dengan perasaan khawatir.


"Agen perusahaan itu, sangat penting. Jadi, tidak mungkin Om Roy akan memberikan, agen perusahaan begitu saja kepadanya," ucap Arya dengan perasaan khawatir.


"Ya Tuhan... Nayla... Aku harap mereka tidak menyakiti Nayla maupun kedua adiknya," ucap Maya dalam hati.


"Sekarang, apa yang harus kita lakukan? Jangan sampai, mereka menyakiti Nayla dan kedua adiknya," ucap Raya dengan perasaan khawatir.


"Pa, Mama minta Papa harus melakukan sesuatu untuk menyelamatkan Nayla, Bimo dan Rena, jangan sampai mereka menyakiti anak-anak itu," ucap Lina dengan perasaan khawatir.


Roy mencoba untuk tenang dan berpikir apa yang harus dia lakukan untuk menyelamatkan Nayla, Bimo dan Rena. Bram tiba-tiba meminta Roy untuk menyerahkan agen perusahaan kepada Mahesa.


"Ini semua demi keselamatan Nayla, Bimo dan Rena. Jadi, lebih baik kita berikan saja agen perusahaan kepada Mahesa," ucap Bram kepada Roy.


"Kau kira segampang itu memberikan agen perusahaan kepada Mahesa! Lagi pula, memberikan agen perusahaan itu, tidak menjamin, Mahesa tidak akan mengganggu keluarga kita lagi!" Tegas Roy kepada Bram.


"Tapi ini adalah satu-satunya cara untuk menyelamatkan Nayla, Bimo dan Rena tidak ada cara yang lain Pa," ucap Bram kepada Roy.


"Apa yang dikatakan Bram itu adalah benar. Jangan sampai, kita mengorbankan, Nayla dan kedua adiknya, untuk kepentingan kita sendiri," ucap Lina dengan perasaan khawatir.


"Jadi Papa ingin menghancurkan kehidupan Nayla, Bimo dan Rena begitu!" Tegas Lina kepada Roy.


"Pa, Kita kan punya dua perusahaan, Biarkan saja perusahaan yang satunya diberikan kepada Mahesa karena ini semua demi keselamatan Nayla Bimo dan Rena," ucap Bram kepada Roy.


Roy terdiam mendengar perkataan Lina dan juga Bram. Namun di samping itu, Arya mengatakan akan mencoba membicarakan hal ini, kepada pengacaranya, agar Mahesa menyerahkan Nayla dan kedua adiknya.


"Tapi Mas Arya, apakah akan berhasil dan Mahesa akan menyerahkan Nayla dan kedua adiknya kepada kita?" Tanya Maya kepada Arya.


"Aku tidak tahu pasti Maya, tetapi aku akan mencobanya dan berusaha. Kita doakan saja, semoga saja pengacaraku berhasil dan Nayla bersama dengan kedua adiknya, akan bebas dari Mahesa," jawab Arya kepada Maya.


Maya terlihat sangat khawatir kepada Nayla dan kedua adiknya. Maya berharap, mereka secepatnya, dibebaskan oleh Mahesa dan tidak pernah disakiti oleh Mahesa.


******


Di Rumah Sakit.


Rima datang dengan percaya diri ke rumah sakit untuk melihat Diana Rima kemudian mencari ruang ICU tempat di mana Diana berada.


"Tante Diana, hari ini aku datang, Aku datang untuk menemui tante Diana yang saat ini sedang sakit tidak berdaya. Aku harus cari di mana ruang ICU nya dan ini pasti akan menjadi kejutan terbesar buat tante Diana," ucap Rima dalam hati.


Rima kemudian, berjalan mencari ruang ICU. Namun tiba-tiba Rima melihat Arka, yang sedang bicara dengan dokter, setelah itu rima kemudian, diam-diam mendekati mereka dan menguping pembicaraan mereka.


"Dokter kapan Mama saya akan sadar dan apakah dia akan selamat?" Tanya Arka kepada Dokter.


"Pak Dokter, saat ini Bu Diana sedang dalam masa kritis. Untuk sadar dari koma, masih tipis sekali, jadi doakan saja, agar ibu Diana bisa melewati masa kritisnya," jawab Dokter kepada Arka.


"Aku harap akan ada perubahan untuk Mama dan Mama secepatnya akan sadar," ucap Arka dalam hati.


Setelah ngobrol dengan dokter, Arka kemudian pergi ke ruang ICU dan diikuti oleh Rima diam-diam, tanpa sepengetahuan Arka.

__ADS_1


"Sekarang aku akan mengikuti mu karena sebentar lagi aku akan bertemu dengan tante Diana," ucap Rima dalam hati.


Rima kemudian mengikuti Arka dengan hati-hati. Agar Arka tidak merasa, ada yang mengikutinya dari belakang. Setelah sampai di ruang ICU, Rima melihat Arka masuk ke ruang ICU.


"Lebih baik aku menunggu Arka keluar dari ruang ICU agar aku bisa menemui tante Diana," ucap Rima dalam hati.


Rima kemudian bersembunyi di samping ruang ICU, sambil melihat arah ruang ICU. Agar Rima mengetahui, apakah Arka sudah keluar atau masih berada di dalam ruang ICU.


Di Ruang ICU.


Arka masuk ke ruang ICU untuk melihat Mamanya. Arka kemudian bertanya kepada Ria, bagaimana keadaan Mamanya, namun ia mengatakan bahwa, Diana selalu menyebut nama Arya dan hanya nama Arya tidak ada yang lainnya.


"Mama selalu saja menyebut nama Arya sampai sekarang pun seperti itu," ucap Ria kepada Arka.


Arya adalah, putra kesayangan Mama jadi, dia akan selalu menyebut nama nya bahkan hadir di dalam mimpinya," ucap Arka kepada Ria.


"Apakah kau tidak cemburu ketika Mama kamu hanya menyebut nama Arya?" Tanya Ria kepada Arka.


"Buat apa aku cemburu Arya adalah adikku tidak ada untungnya aku cemburu kepadanya Aku sangat menyayangi Arya Nada serta Mama dan Papa," jawab Arka kepada Ria.


"Yang kau katakan itu benar sayang," ucap Ria kepada Arka.


"Arya... Arya... Arya... Jangan tinggalkan Mama nak... Arya... Arya..." Diana mengigau menyebut nama Arya.


Arka mendengar Diana mengigau sebut nama Arya sambil mengeluarkan air matanya. Arka melihat Mamanya menangis, kemudian, mengusap air mata nya Diana dan mencium keningnya, serta memegang tangan Diana dan juga mencium tangannya.


"Ma, ini Arka anak Mama, meskipun Mama menyebut nama Arya, tapi Arka yakin, bahwa Mama mendengar suara Arka dan merasakan sentuhan tangan Arka. Ma, Arka sangat menyayangi Mama dan Arka tidak akan pernah, membiarkan siapapun menyakiti Mama. Arka janji, akan melakukan apapun untuk Mama asal Mama cepat sadar. Karena itu, akan membuat Arka sangat bahagia dan Mama harus kuat untuk Arka, Arya, Nada dan Papa serta yang lainnya, karena kami masih membutuhkan Mama," ucap Arka sambil cium tangan Diana.


Arka kemudian, mengusap air mata Diana dan meminta Ria, untuk terus menjaga Diana. Karena khawatir, akan ada orang, yang akan berbuat jahat kepada Diana.


"Aku permisi keluar dulu mencari makanan untuk kita. Kalau ada apa-apa kabari aku segera," ucap Arka kepada Ria.


"Iya sayang, kau jangan khawatir, aku akan menjaga Mama dengan baik. Kalau ada apa-apa, pasti aku akan menghubungimu," ucap Ria kepada Arka.


Arka kemudian keluar dari ruang ICU diantar oleh Ria.


Di Ruang Tunggu.


Rima melihat Arka keluar dari ruang ICU, tetapi Arka tidak keluar sendiri. Arka keluar bersama Ria dan Rima melihat itu, kemudian berbalik badan, agar Arka dan dia tidak mencurigainya.


"Sial! Ternyata istrinya Arka ada di sana, apa yang harus aku lakukan? Bagaimana aku bisa masuk? Aku harus cari cara agar aku bisa masuk ruang ICU," ucap Rima dalam hati.


Rima kemudian pergi ke ruangan ganti dokter untuk mencari pakaian dokter agar bisa masuk ke ruang ICU.


"Dengan ini aku pasti bisa masuk ke ruang ICU dan pasti tidak akan ada yang curiga. Kalau yang masuk adalah aku yang sedang menyamar menjadi dokter," ucap Rima dalam hati sambil tersenyum licik.


Setelah selesai memakai Jas dokter dan masker, agar tidak dikenal di siapapun, Rima kemudian berjalan ke ruang ICU dengan santai.


******


Di Ruang ICU


Tiba di ruang ICU, ternyata tidak ada orang dan hal itu membuat Rima begitu senang dan bahagia. Dia kemudian, membuka maskernya, sambil tersenyum licik ke arah Diana, yang saat ini dalam keadaan kritis.


"Tante Diana, apakah Tante masih ingat dengan suara ku atau sudah lupa? Sayangnya, tante tidak bisa bicara, aku dengar, tante mengalami kecelakaan, untuk itu, aku datang kemari. Untuk melihat keadaan tante dan aku senang melihat tante seperti ini. Aku harap tante akan terus seperti ini selamanya. Karena aku akan melakukan apapun untuk mendapatkan, apapun yang aku inginkan. Termasuk harta warisan dari keluarga Reynaldi dan aku akan menguasai itu semua dan mendapatkannya apapun caranya," ucap Rima kepada Diana sambil tersenyum licik.


Rima sangat bahagia dan senang, ketika melihat Diana koma dan dalam keadaan kritis. Saat melihat kondisi Diana, Rima mencoba melepaskan oksigen Diana, Namun gagal, karena Ria tiba-tiba masuk dan Rima kemudian, langsung pakai masker, setelah itu pergi begitu saja.


"Siapa dokter itu dan mengapa dokter itu kemari? Tetapi saat aku masuk, dokter itu kaget dan tiba-tiba keluar," ucap Ria dalam hati.


"Ria sangat bingung dan penasaran siapa dokter yang masuk ke ruang ICU. Ria kemudian, melihat keadaan Diana dan tidak ada sesuatu yang mencurigakan tetapi, tetap saja Ria merasa ada yang aneh.


Di Ruang Tunggu


Hampir saja ketahuan oleh Ria, Rima menjadi lega perasaannya. Tetapi, Rima masih tetap ingin menemui Diana dan akan terus menemuinya. Tapi sekarang, Rima bahagia karena bisa bertemu Diana di ruang ICU. Tidak berapa lama kemudian, Rima pergi ke ruangan ganti untuk mengganti penyamarannya, agar tidak ada yang tahu bahwa Rima sedang menyamar.

__ADS_1


#BERSAMBUNG


__ADS_2