ORANG KE 3

ORANG KE 3
ORANG KE TIGA EPISODE 61


__ADS_3

ORANG KE TIGA EPISODE 61


Tina tidak terima kenyataan bahwa Arya sudah mengingat semuanya dan akan merebut Arya dari Maya. Di rumah Tina marah-marah dan mengatakan bahwa apapun akan dia lakukan untuk merebut Arya dari Maya.


"Apapun akan aku lakukan untuk merebut Arya dari Maya. Seenaknya saja wanita itu merebut Arya dariku. Arya itu adalah milikku dan akan selamanya seperti itu. Aku akan buat rencana untuk menghancurkan keluarga Reynaldi yang sudah pisahin aku dengan Arya. Dan aku akan merebut Arya dari Maya untuk selamanya. Arya akan menjadi milikku untuk selamanya dan itu yang akan terjadi." Ucap Tina dalam hati.


******


Sementara itu di perusahaan Reynaldi Ria datang dan kaget ketika melihat pemilik perusahaan Reynaldi adalah Reno Reynaldi.


"Pak Reno... Saya tidak nyangka Padahal kita sudah bertemu pada saat itu." Ucap Ria kepada Reno.


"Saya juga tidak menyangka kita bertemu di sini dan Bu Ria adalah klien saya. Kebetulan sekali ayo silahkan duduk kita bahas proyek kerjasama kita yang sudah lama kita tunggu." Ucap Reno kepada Ria.


"Iya Pak Reno, kita akan bahas tentang kerjasama perusahaan kita yang sudah lama kita tunggu. Oh iya Pak tapi sebelum itu bagaimana keadaan Arya?" Tanya Ria kepada Reno.


"Alhamdulillah Arya sudah ingat semuanya dan ini merupakan kebahagiaan buat kami semua Arya sudah ingat semuanya." Jawab Reno kepada Ria.


"Alhamdulillah saya turut bahagia mendengarnya." Ucap Ria kepada Reno.


Setelah ngobrol tentang Arya, Ria dengan Reno kemudian berbicara tentang bisnis mereka untuk kerjasama perusahaan.


******


Di samping itu di perusahaan Bram, Bram datang bersama dengan Raya kemudian mengatakan kabar gembira kehamilan Raya kepada Roy dan Lina yang baru saja datang ke kantor.


"Apa yang kau katakan kau sudah hamil?" Tanya Lina kepada Raya.


"Iya Ma aku sedang hamil dan Nayla Pasti sangat senang sekali mendengarnya." Ucap Raya kepada Lina.


"Ini adalah kabar yang sangat bahagia sekali kita akan beritahu Nayla tentang hal ini." Ucap Roy kepada Lina.


"Nayla Pasti sangat senang mendengar hal ini apalagi ketika dia tahu nanti bahwa tante Mamanya hamil dan dia pasti senang memiliki adik dari Tante Mamanya." Ucap Lina kepada Raya.


"Nanti kita jemput Nayla siang ini kita makan di restoran sambil mengatakan kabar baik ini kepada Nayla dan Nayla Pasti sangat senang sekali." Ucap Bram dengan perasaan bahagia.


"Raya kau jagalah kandunganmu dengan baik karena dia adalah cucu kami dan dia adalah adiknya Nayla dan pastinya Nayla akan menjaga adiknya dengan baik." Ucap Lina kepada Raya.


"Iya Ma aku akan menjaga kandunganku dengan baik karena dia adalah adiknya Nayla. Cucu nya Mama dan Papa serta kebahagiaan kita semua." Ucap Raya dengan penuh bahagia.


Keluarga Nugraha begitu sangat bahagia mendengar kehamilan Raya dan mereka pun mengatakan bahwa ini adalah kebahagiaan mereka yang sesungguhnya dan berharap kebahagiaan ini tidak akan pernah berakhir.


******


Sementara itu di kantor Mahesa, Mahesa memanggil Fandy untuk datang ke kantornya dan memintanya untuk kembali bekerja di kantornya tersebut.


"Apalagi tujuan Papa sehingga aku akan bekerja di kantor ini lagi. Padahal aku sudah berhenti dari kantor ini agar aku bisa menikah dengan Nada.


"Bagaimana kau bisa menafkahi Anak dan istrimu kalau kau tidak bekerja? Apakah kau sudah memikirkan itu? Kau yang sungguh keterlaluan Fandy tidak salah kau bekerja di sini. Memangnya apa kesalahannya? Ini adalah perusahaan milikmu Papa sudah membangun perusahaan dengan baik dengan susah payah untuk dirimu tapi kau menolak untuk bekerja kembali ke perusahaan ini." Ucap Mahesa kepada Fandy.


"Aku akan kembali ke perusahaan ini jika tujuan Papa adalah baik dan tidak merusak perusahaan milik keluarga Nada yaitu keluarga Reynaldi karena ini menyangkut masa depan Nada dan juga Sonia." Ucap Fandy kepada Mahesa.


"Hanya karena Nada kau berhenti dari perusahaan ini dan kau tidak memikirkan tentang masa depan keluargamu dan perusahaan ini! Fandy jika kau tidak bekerja bagaimana kau bisa menafkahi anak dan istrimu sementara kau tidak bekerja sama sekali. Maka dari itu Papa menawarkanmu untuk kembali lagi di perusahaan ini dan memulai hidup yang baru agar perusahaan kita semakin maju bersama dengan perusahaan Reynaldi! Papa tidak ada niat tertentu pada mereka dan itu tidak ada sama sekali." Ucap Mahesa kepada Fandy.


Apakah benar yang Papa katakan itu? Bahwa Papa tidak akan mengganggu perusahaan milik keluarga Reynaldi dan akan berbuat baik kepada mereka? Bersama dengan perusahaan tersebut? Aku tidak yakin Papa akan berkata seperti itu dan mengatakan bahwa Papa akan berbuat baik kepada mereka termasuk kepada perusahaan Reynaldi." Ucapan Fandy membuat Mahesa kaget mendengarnya.


"Terserah kau saja tetapi Papa bersungguh-sungguh mengatakannya dan berharap kau kembali kepada perusahaan ini karena itu adalah yang terbaik demi masa depanmu dan juga masa depan anak-anakmu itu saja." Ucap Mahesa dengan perasaan kesal.


"Baiklah aku akan kembali ke perusahaan ini tapi jika tujuan Papa tidak baik, aku akan keluar dari perusahaan ini dan mengembalikan semua yang Papa ambil dari perusahaan milik keluarga Reynaldi itulah yang akan aku lakukan." Ucapan Fandy membuat Mahesa kaget mendengarnya.


Fandy kemudian pergi begitu saja dan meninggalkan kantor milik Mahesa. Namun di samping itu Mahesa terlihat sangat kesal mendengar apa yang dikatakan oleh Fandy meskipun Fandy telah kembali bekerja di perusahaan milik Mahesa.


******


Siang harinya di rumah keluarga Reynaldi semua berkumpul untuk menunggu kedatangan dokter Arka. Dokter Arka Kemudian datang ke rumah keluarga Reynaldi untuk berbicara tentang tes DNA kepada mereka.


"Dokter Arka..." Ucap Diana kepada Arka.


"Dokter ada apa datang kemari?" Tanya Maya kepada Arka.


"Dokter Arka... Apa Dokter mau periksa kak Arya?" Tanya Nada kepada Arka.


"Ada apa Dokter kemari?" Ucap Reno kepada Arka.


"Dokter Arka..." Ucap Arya kepada Arka.


"Dokter Arka..." Ucap Fandy kepada Arka.

__ADS_1


"Terimakasih karena semua berkumpul di sini. Aku kemari mau beritahu hasil Test DNA yang mana aku lakukan kepada Tante Diana dan Om Reno.


"Bagaimana hasilnya?" Tanya Reno kepada Arka.


"Bagaimana hasilnya? Boleh Tante baca hasilnya?" Tanya Diana kepada Arka.


Arka kemudian berikan hasil Test DNA kepada Diana dan Reno. Diana dengan Reno kaget membaca hasil tes DNA tersebut dan ternyata hasilnya cocok yang mengatakan bahwa Arka adalah anak kandung dari Reno dan Diana.


"Ini tidak mungkin... Ini pasti salah." Ucap Reno kepada Arka.


"Ma, Pa... Surat apa itu? Coba Arya baca." Tanya Arya kepada Diana dan Reno.


"Itu adalah hasil yang sebenarnya dan aku sudah melakukannya dua kali dan hasilnya ternyata adalah aku adalah anak kandung kalian saudara kembar dari Arya." Semua kaget mendengar perkataan Arka.


"Kau adalah Arka saudara kembar Arya yang hilang pada waktu itu apakah aku sedang bermimpi?" Tanya Diana kepada Arka.


"Ya Tuhan... Ini benar-benar seperti mimpi." Ucap Reno kepada Arka.


Arya dengan Nada kemudian membaca hasil tes DNA tersebut dan meminta penjelasan kepada Diana dan Reno apa yang terjadi sebenarnya.


"Ada apa ini sebenarnya Ma, Pa... Tolong jelaskan kepada Arya dan juga kepada Nada?" Tanya Arya kepada Diana dan Reno.


"Iya Ma, Pa... Tolong jelaskan semuanya apa yang terjadi sebenarnya?" Tanya Nada kepada Diana dan Reno.


"Ma... Pa... Bertahun-tahun Aku mencari kalian selama di Panti Asuhan. Aku mencari kalian sampai aku menyerah pada saat itu dan berpikir bahwa kalian tidak pernah mencari ku atau kalian sudah tiada itu saja. Tetapi setelah aku bertemu dengan Arya dan bertemu dengan kalian Aku ingin melakukan tes DNA dan berpikir untuk mencari kalian kembali. Sehingga aku menemukan petunjuk dan akhirnya aku bertemu dengan kalian yang menyatakan bahwa aku adalah anak kandung kalian dan itu adalah hasil tes DNA yang resmi." Ucapan Arka membuat semua kaget mendengarnya.


"Arka... Anakku... Mas Reno ternyata anak kita masih hidup anak kita yang selama ini kita cari dan kita pikir bahwa dia sudah tiada namun ternyata dia masih hidup. Arka... Katakan sekali ucapan Mama dan Papa agar kami bisa memelukmu setelah bertahun-tahun lamanya." Ucap Diana sambil menangis.


"Ma... Pa... Apa boleh aku memeluk kalian karena aku ingin sekali memeluk kalian." Ucap Arka kepada Diana dan Reno.


Diana dengan Reno kemudian peluk Arka dengan erat sambil melepas Rindu setelah tiga puluh dua tahun lamanya tidak bertemu dan terpisahkan hingga akhirnya mereka bertemu sambil pelukan dan melepas rindu mereka yang selama bertahun-tahun lamanya.


"Ma... Pa... Ada apa ini?" Tanya Arya kepada Diana dan Reno.


"Arya dia adalah kakak kembar mu yang selama bertahun-tahun kalian terpisahkan hingga akhirnya kalian bertemu kembali. Nada, Arya... Arka adalah kakak kalian yang sudah lama Mama dan Papa mencarinya selama bertahun-tahun lamanya." Ucap Diana kepada Arya dan Nada.


Reno kemudian menjelaskan semuanya kepada Arya dan Nada hingga akhirnya mereka mengerti. Kemudian Arya dan Nada bersama Arka pelukan bersama sambil melepas kerinduan mereka setelah bertahun-tahun lamanya mereka terpisahkan.


"Mama dengan Papa tidak pernah bercerita kepada kami bahwa aku memiliki saudara kembar tapi aku tidak masalah yang penting kita sudah kembali bersama-sama." Ucap Arya sambil menangis.


"Ma, Pa, Arya, Nada... Kalian tunggu di sini sebentar karena akan ada kejutan lagi aku akan memanggil Ria bersama anak-anakku dan aku akan memperkenalkannya kepada kalian." Ucap Arka kepada semua orang.


"Mas Arya..." Ucap Maya kepada Arya.


"Mereka sudah datang." Ucap Fandy kepada semua orang.


"Ma, Pa, Ini istriku Ria dan ini adalah cucu kalian. Umairah, Deni, Mitha mereka adalah Oma dan Opa kalian yang selama ini kalian tanya kepada Papa dan kalian tunggu-tunggu.


"Oma... Opa..." Ucap Umairah dan Deni sambil lari menuju Diana dan Reno.


Reno dan Diana kemudian peluk Umairah dan juga Deni untuk melepas rindu mereka.


"Ma, ini Mitha dia baru berusia enam bulan." Ucap Arka sambil berikan Mitha kepada Diana.


"Pa... Kita punya cucu kandung sekarang. Akhirnya ya Pa..." Ucap Diana sambil peluk Mitha.


"Ma... Apa-apaan Mama bicara begitu di depan Nayla?" Tanya Nada kepada Diana.


"Nada sudahlah... Ini hari bahagia jangan sampai hari ini menjadi hari yang di mana kita bertengkar. Ma, sini Maya mau gendong Mitha keponakan Mas Arya." Ucap Maya sambil gendong Mitha.


"Ma, apa boleh Nayla peluk Adik bayinya?" Ucap Nayla dengan polosnya.


"Tentu saja boleh sayang ayo peluk Adik bayinya awas jatuh ya." Ucap Maya sambil tersenyum kepada Nayla.


"Apakah nanti Adik kembar akan seperti itu juga? Aku sudah tidak sabar ingin melihat adik kembar." Ucap Nayla dengan polosnya.


"Tentu saja Nayla tunggu saja sebentar lagi adik kembar Nayla akan segera keluar." Ucap Arya sambil tersenyum kepada Nayla.


"Aku tidak menyangka ternyata Papanya Arka adalah pemilik perusahaan keluarga Reynaldi. Kami bekerja sama di perusahaan itu dan aku tidak menyangka ini benar-benar kebetulan atau bagaimana. Tapi alhamdulillah ini adalah kabar yang baik agar perusahaan semakin baik." Ucap Ria kepada semua orang.


"Iya aku juga tidak menyangka dan aku harap ini adalah awal kebaikan untuk kita semua dan kebahagiaan untuk kita semua." Ucap Reno kepada semua orang.


"Ma... Apa boleh aku peluk adik bayi?" Tanya Sonia kepada Nada.


"Tentu saja boleh sayang sini Mama pegangkan biar jangan jatuh." Ucap Nada kepada Sonia.


"Adik bayinya sangat cantik jika nanti aku punya adik bayi pasti secantik ini atau mungkin sangat tampan." Ucap Sonia dengan polosnya.

__ADS_1


"Itu pasti Sonia suatu hari nanti Sonia akan punya adik bayi kita berdoa saja ya. Semoga Tuhan memberikan secepatnya seorang adik untuk Sonia." Ucap Fandy sambil peluk dan cium kening Sonia.


Keluarga Reynaldi begitu sangat bahagia terlebih lagi ketika Diana mengatakan kepada Arka bawah Arya sudah mengingat semuanya dan Arka pun bahagia mendengar berita tersebut.


"Sekarang kita harus merayakan hari bahagia dengan kita makan di restoran malam ini bagaimana kalian setuju?" Ucap Reno kepada semua orang.


"Boleh juga bagaimana apakah kalian setuju?" Ucap Diana kepada semua orang.


Boleh juga kita akan merayakannya bersama-sama dengan makan malam di sebuah restoran yang mewah." Ucap Arya kepada semua orang.


"Tapi Ma, Nanti sore Papa akan menjemput Nayla itu yang akan dia katakan." Ucap Nayla kepada Maya.


"Ya sudah Nayla sama Papa saja jika ingin ke sana." Ucap Maya kepada Nayla.


"Papa? Bukankah Papanya Nayla itu adalah Arya?" Tanya Ria kepada Maya.


"Nayla itu bukanlah anak kandungnya Arya tetapi anak tirinya Arya. Nayla itu anak orang lain anak dari Maya bersama laki-laki lain. Maya dengan Bram telah bercerai setelah anak mereka berusia sembilan tahun dan sekarang Maya sudah menikah dengan Arya." Ucap Diana kepada Ria.


"Apa-apaan Mama bicara seperti itu di depan Nayla itu tidak baik Ma... Apa lagi Nayla itu masih kecil belum mengerti apapun." Ucap Nada kepada Diana.


"Tapi yang Mama katakan itu adalah benar. Maunya kamu Mama bilang apa? Kau selalu saja bikin masalah jika menyangkut dengan Nayla." Ucap Diana dengan perasaan kesal.


"Sudahlah Nada tidak apa-apa semua baik-baik saja. Sekarang ini kita sedang bahagia dan jangan ada yang bertengkar." Ucap Maya sambil tersenyum kepada Nada dan Diana.


"Maya benar saat ini kita sedang bahagia dan jangan ada pertengkaran di antara kita jadi nanti malam kita akan makan malam di restoran yang mewah bersama-sama untuk merayakan kebahagiaan ini." Ucap Arya dengan penuh bahagia.


Keluarga Reynaldi sangat bahagia atas berita tentang Arka dan juga Arya dan mereka berharap ini adalah kebahagiaan yang sesungguhnya dan tidak akan pernah berakhir.


******


Malam harinya di rumah Bram, Nayla mengatakan semua yang terjadi kepada Arya termasuk ingatan Arya telah kembali. Dan hal itu membuat keluarga Nugraha sangat senang mendengarnya.


"Alhamdulillah Arya sudah mengingat semuanya terlebih lagi ternyata Arya memiliki saudara kembar yaitu dokter Arka." Ucap Raya kepada Nayla.


"Nayla, ada sebuah kabar gembira yang pasti bakal membuat Nayla sangat senang." Ucap Bram kepada Nayla.


"Kabar gembira apa itu Pa?" Tanya Nayla kepada Bram.


"Nayla akan punya adik lagi karena saat ini Tante Mama sedang hamil, Nayla pasti senang." Ucap Bram kepada Nayla.


"Benarkah seperti itu Pa? Apakah tante Mama sedang hamil?" Tanya Nayla kepada Bram.


"Ya Sayang apakah Nayla senang punya adik?" Jawab Raya kepada Nayla.


"Nayla senang banget... Nayla akan punya adik lagi setelah punya adik kembar." Ucap Nayla dengan penuh bahagia.


Nayla terlihat sangat bahagia itu lagi dia akan segera memiliki seorang adik dari Raya dan juga Maya.


"Nayla kau akan jadi seorang kakak dan itu berarti kau harus menyayangi dan menjaga adik mu paham." Ucap Lina kepada Nayla.


"Aku paham Oma. Aku akan jaga adik-adik ku dengan baik dan juga menyayangi mereka." Ucap Nayla dengan penuh bahagia.


"Nayla, Opa senang jika Nayla bahagia." Ucap Roy sambil tersenyum kepada Nayla.


Nayla begitu sangat bahagia begitu juga dengan yang lainnya.


******


Sementara itu di Cafe Zaky mengajak Kartika utk bicara dengannya meskipun Kartika menolak nya.


"Sudah lama kita tidak bertemu, aku tahu apa yang kau pikirkan setelah sekian lama sama kita tidak bertemu dan pada waktu kita bertemu kemarin kau sama sekali tidak berbicara denganku. Tapi itu tidak masalah bagiku Aku tetap ingin bicara denganmu kemarin Papamu berbicara kepadaku dan mengatakan bahwa aku harus dekat denganmu agar kau punya teman untuk diajak berbicara. Aku menyetujui permintaan Papamu maka dari itulah aku mengajakmu ke cafe ini untuk makan malam berdua." Ucap Zaky kepada Kartika.


"Apa yang ingin kau katakan? Katakan saja terus terang kepadaku dan mungkin aku akan menjawab apa yang ingin kau katakan." Tanya Kartika kepada Zaky.


"Aku tidak ingin apapun darimu aku hanya kita tetap berteman dan jika kita berjodoh mungkin kita akan menikah." Jawaban Zaky membuat Kartika kaget mendengarnya.


"Apa maksud dari perkataanmu itu? Apa yang sebenarnya ingin kau katakan? Dan apa yang Papaku katakan kepadamu?" Tanya Kartika kepada Zaky.


"Papa kamu sebenarnya ingin menjodohkan kita. Tapi karena aku melihat wajahmu yang kelihatan tidak menyukai hal itu jadi, aku memilih untuk berteman denganmu lebih dulu. Namun jika kita berjodoh kita akan menikah itu yang aku katakan kepada Papamu." Ucapan Zaky membuat Kartika kaget mendengarnya.


"Zaky, kau jangan pernah bermimpi untuk menikah denganku karena sesungguhnya aku tidak mencintaimu aku sudah mencintai orang lain dan mungkin aku akan menikah dengannya karena aku sudah memilih pilihanku sendiri. Namun jika kau masih bersikeras untuk menikah denganku lebih baik jangan pernah temui aku lagi." Ucap Kartika dengan perasaan kesal.


"Aku tahu kau akan mengatakan hal itu namun aku tidak bisa menolak apa yang Papamu katakan kepadaku. Tapi tidak salah jika kita berteman lebih dulu. Bukankah itu lebih baik daripada aku memberitahukan ini kepada Papamu bahwa kau menolak apa yang diminta oleh mereka? Kemungkinan besar Papamu akan kecewa begitu juga dengan Mamamu yang pasti akan lebih kecewa lagi. Jadi bagaimana keputusanmu Apakah kau mau berteman denganku lebih dulu dan menjalaninya lebih dulu sebagai seorang sahabat? Atau kau ingin membuat kedua orang tuamu kecewa?" Tanya Zaky kepada Kartika.


"Baiklah terserah kau saja tapi jangan harap aku bisa mencintaimu karena aku tidak mencintaimu dan aku sudah melupakan apa yang pernah terjadi diantara kita. Karena itu hanya masa lalu yang terjadi di antara kita dan aku sudah melupakan semua itu." Ucap Kartika kepada Zaky.


Kartika terlihat sangat kesal atas yang dilakukan kedua orang tuanya agar Zaky tetap berhubungan dengannya dan kembali menjadi kekasihnya.

__ADS_1


#BERSAMBUNG


__ADS_2