
ORANG KE TIGA EPISODE 68
Mahesa mengajak Sonia berjalan-jalan ke sebuah Mall bahkan Mahesa membelikan Sonia mainan yang sangat bagus untuk Sonia dan berkata bahwa dia sangat menyayanginya.
"Apa Sonia menyukai mainan yang Opa belikan untuk Sonia?" Tanya Mahesa kepada Sonia.
"Tentu saja Sonia menyukainya. Terima kasih ya Opa karena Opa telah membelikan mainan yang banyak untuk Sonia." Jawab Sonia dengan polosnya.
"Nanti Opa akan sering membelikan mainan untuk Sonia dan pasti Sonia akan menyukainya. Ya sudah sekarang kita beli makanan kemudian kita langsung pulang." Ucap Mahesa sambil tersenyum kepada Sonia.
Mahesa dengan Sonia kemudian melanjutkan jalan-jalan ke Mall sambil membeli makanan dan mainan untuk Sonia.
******
Sementara itu di rumah Tina, Dina meminta Bodyguard untuk menculik Nayla agar dia bisa mendapatkan Arya dan Maya akan menderita selamanya.
"Kalian culik anak itu sekarang dan taruh dia ke tempat rumah kosong setelah itu tinggalkan maka dengan itu Maya akan menderita selamanya bersama dengan Arya dan Arya akan menjadi milikku selamanya." Ucap Tina kepada Bodyguard.
"Baik bos kami akan melakukan apa yang Anda minta kami akan menculik anak itu dengan baik dan membawanya ke tempat rumah kosong agar tidak ada yang melihatnya." Ucap Bodyguard kepada Tina.
"Bagus kalau begitu ini ada fotonya dan Kalian cari orang itu di sekolah kemudian kalian culik dan taruh ke tempat rumah kosong agar Maya menderita selamanya karena aku tidak ingin dia bahagia bersama Arya." Ucap Tina kepada Bodyguard.
Tina kemudian menyerahkan foto Nayla kepada Bodyguard setelah itu Bodyguard kemudian pergi meninggalkan rumah Tina untuk menuju sekolah dan memulai aksi mereka menculik Nayla.
******
Sementara itu di rumah Reynaldi, Diana tetap melanjutkan perhatiannya kepada Maya bahkan ingin mengajak Maya berjalan-jalan ke mall untuk membelikan sesuatu keperluan anak kembar Maya bersama Arya.
"Kau bersiap-siap saja Nanti Mama akan mengajakmu ke Mall. Ria, kamu juga harus ikut ke mall Karena Mama juga akan mengajakmu dan membelikan mainan untuk cucu Mama." Ucap Diana kepada Ria dan Maya.
"Baik lah Ma, aku akan tanya dulu kepada Umairah dan Deni Apakah mereka mau ikut atau tidak jika mereka mau ikut, aku akan menyuruh mereka untuk bersiap-siap." Ucap Ria sambil mengajak Umairah dan Deni ke Mall.
"Aku siap-siap dulu Ma... Oh ya nanti kita jemput Nayla tidak apa-apa kan Ma?" Tanya Maya kepada Diana.
"Tidak apa-apa nanti kita jemput Nayla pulangnya." Jawab Diana sambil tersenyum kepada Maya.
"Ma... Terima kasih karena sudah perhatian kepada Maya dan Arya sangat bahagia dan senang karena Mama sudah perhatian kepada Maya." Ucap Arya sambil tersenyum kepada Diana.
"Ini semua untukmu dan untuk cucu kembar Mama. Ya sudah Mama berangkat dulu bersama dengan Maya dan Ria." Ucap Diana sambil tersenyum kepada Arya.
Maya, Ria dan Diana bersama dengan anak-anaknya Ria dan babysitter pergi ke Mall untuk jalan-jalan bersama. Namun di samping itu Arya merasa sangat bahagia akhirnya Diana mau perhatian kepada Maya.
******
Sementara itu di perusahaan Nugraha, Roy tiba-tiba memikirkan Nayla dan khawatir kepadanya kemudian Roy menghubungi Maya dan bertanya kepada Maya tentang keadaan Nayla.
"Nayla baik-baik saja dan saat ini dia sedang sekolah nanti pulang sekolah aku akan menjemputnya." Ucap Maya kepada Roy.
"Alhamdulillah dia baik-baik saja Om hanya tiba-tiba khawatir kepadanya tidak tahu kenapa tetapi begitulah perasaan Om saat ini." Ucap Roy kepada Maya.
"Itu Mungkin perasaan Om saja nanti aku akan menjemput Nayla sekolah dan setelah itu jika nanti Nayla ingin ke rumah Bram maka dia akan diantar oleh supir ke sana." Ucap Maya kepada Roy.
"Ya sudah kalau begitu Om tutup dulu teleponnya dan Om tunggu kedatangan Nayla di rumah." Ucap Roy yang kemudian tutup telpon nya.
Setelah Roy menutup telepon, Roy merasa sedikit lega karena mendengar keadaan Nayla baik-baik saja. Namun entah mengapa dia tiba-tiba khawatir seolah-olah akan terjadi sesuatu kepada Nayla.
"Ya Tuhan... Aku tidak mengerti dengan perasaanku ini tiba-tiba aku khawatir kepada Nayla dan akan sesuatu terjadi kepadanya Tapi aku tidak tahu apa ini." Ucap Roy dalam hati.
Roy tiba-tiba merasa khawatir Apa yang akan terjadi kepada Nayla kemudian dia menghubungi Lina untuk ke sekolah Nayla karena khawatir kepada Nayla.
"Jangan terlalu berlebihan Nayla tahu apa yang akan dia lakukan." Ucap Lina kepada Roy.
"Berlebihan bagaimana? Ini bukan sesuatu yang berlebihan kau ke sekolah saja untuk mencari tahu apa yang terjadi di sana dan tunggu saja di sana sampai Nayla pulang sekolah dan sampai Maya menjemputnya." Ucap Roy kepada Lina.
"Baiklah kalau begitu aku akan segera ke sekolah dan aku akan menunggu Nayla pulang sekolah. Sekarang kau tenang saja di sana dan jangan khawatir jika ada apa-apa aku akan menghubungimu." Ucap Lina kepada Roy.
"Ya sudah aku akan tunggu kabar darimu." Ucap Roy yang kemudian tutup telpon nya.
__ADS_1
Setelah Roy menutup teleponnya, Roy berharap bahwa semua akan baik-baik saja dan tidak akan terjadi sesuatu kepada Nayla.
******
Sementara itu di Mall, Diana, memberikan peralatan bayi untuk anak kembar Maya. Dan Maya sangat bahagia sekali atas perhatian yang Diana lakukan kepadanya.
"Maya... Belilah yang kau suka setelah itu kita berbelanja yang lain untuk keperluan bayi anak kembar mu." Ucap Diana sambil tersenyum kepada Maya.
"Maya, hari ini kau sangat bahagia dan senang tapi nanti aku akan membuatmu menderita." Ucap Ria dalam hati.
Setelah Diana Maya dan Ria berbelanja tiba-tiba Arka menghubungi Ria dan bertanya apakah dia masih ada di rumah Diana atau tidak, namun Ria mengatakan bahwa mereka sedang berbelanja.
"Iya, Mas kami berbelanja ke mall dan Mama yang membelikan banyak mainan untuk anak-anak mereka sangat bahagia sekali." Ucap Ria kepada Arka.
"Itu pasti karena ini baru pertama kalinya mereka mengalami hal seperti ini dan mereka mendapatkan hadiah dari Oma mereka. Aku akan menunggu kalian di rumah Mama cepatlah kembali." Ucap Arka kepada Ria.
"Iya Mas, kami akan secepatnya kembali ke rumah setelah banyak belanja dan nanti kami akan memberikan makanan untuk makan siang kita nanti." Ucap Ria kepada Arka.
"Baiklah kalau begitu aku akan menunggu kedatangan kalian dan jangan lama-lama karena aku sudah tidak sabar menunggunya." Ucap Arka kepada Ria.
Setelah Arka menelepon Ria, kemudian Arka menutup teleponnya dan akhirnya kembali berbelanja bersama dengan Diana dan juga Maya.
******
Sementara itu di sekolah setelah pulang sekolah Nayla menunggu Maya untuk menjemputnya namun tiba-tiba Nayla diculik oleh Bodyguard Tina. Lina yang baru saja datang tiba-tiba melihat penculikan tersebut kemudian meminta sopir untuk mengejar penculik tersebut dan menghubungi Roy atas penculikan tersebut.
Mobil Lina dan juga mobil penculik tersebut saling mengejar satu sama lain. Penculik tersebut melaju begitu dengan cepat begitu juga dengan Lina dan berharap Nayla akan selamat dari tangan penculik tersebut.
"Pak cepat kejar penculik tersebut jangan sampai Nayla di apa-apain oleh mereka karena aku tidak mau Sesuatu terjadi kepada Nayla." Ucap Lina dengan perasaan khawatir.
"Iya Bu, aku akan terus mengejar mereka dan jangan lupa telepon pak Roy dan juga Mamanya Nayla begitu juga dengan Bram." Ucap Sopir kepada Lina.
Lina kemudian menghubungi Maya dan Bram untuk mengatakan kepada mereka bahwa Nayla telah diculik dan mereka sangat panik setelah itu kemudian Lina meminta Bram menghubungi polisi untuk penculikan tersebut.
"Mama masih mengejar penculik tersebut tolong kalian hubungi polisi karena Mama tidak mau terjadi sesuatu kepada Nayla." Ucap Lina kepada Bram.
"Iya Ma, Bram akan hubungi polisi sekarang juga jika nanti ada apa-apa tolong hubungi Bram secepatnya." Ucap Bram kepada Lina.
Lina terlihat sangat khawatir atas penculikan yang terjadi kepada Nayla dan berharap penculik itu tidak berbuat sesuatu kepada Nayla.
Sementara itu para penculik itu masih melaju dan membawa Nayla pergi. Setelah itu mereka bersembunyi sehingga Lina tidak dapat menemukan mereka. Setelah mereka bersembunyi Nayla kemudian dibawa ke rumah kosong dan diletakkan begitu saja. Kemudian penculik itu pun pergi begitu saja meninggalkan Nayla sendirian tanpa jejak di rumah kosong tersebut.
"Jangan pernah tunjukan mukamu lagi karena tidak ada yang menyukaimu! Jadi lebih baik kau berada di sini itu lebih pantas untukmu! Hahaha hahaha berteriak sepuasnya tidak akan ada yang mendengar teriakan mu! Hahaha hahaha. Ayo kita pergi tinggalkan anak ini jangan sampai dia kembali lagi ke rumahnya." Ucap Bodyguard kepada Nayla.
"Kalian penculik akan masuk ke penjara Papa dengan Mama akan datang dan menyelamatkanku dan kalian akan masuk ke penjara!" Teriak Nayla kepada Bodyguard.
Bodyguard Tina tidak menghiraukan perkataan Nayla malah pergi begitu saja meninggalkan Nayla dan berpikir bahwa Nayla akan hilang dan tidak akan pernah kembali lagi ke rumahnya Maya. Bodyguard Tina kemudian menghubungi Tina dan berkata bahwa dia berhasil menculik Nayla dan meninggalkannya di rumah kosong sesuai apa yang dikatakan Tina.
"Kami berhasil menculik Nayla namun tadi ada yang mengejar kami dan mengikuti kami. Namun kami berhasil menghilang dari mereka setelah itu kami meninggalkan Nayla di rumah kosong dan berhasil melakukannya." Ucap Bodyguard kepada Tina.
"Bagus sekali kerjaan kalian dengan itu Maya tidak akan pernah bertemu dengan Nayla lagi dan setelah itu aku akan mendapatkan Arya seutuhnya. Aku akan mengirimkan uang kepada kalian sebagai tanda kalian telah berhasil melakukan tugas kalian dan setelah itu nanti aku akan menghubungi kalian lagi untuk tugas berikutnya terhadap keluarga Reynaldi.
"Terimakasih bos dan kami tunggu untuk tugas selanjutnya." Ucap Bodyguard kepada Tina.
Tina kemudian menutup teleponnya dan berkata bahwa dia telah berhasil melakukannya dan akan membuat Maya menderita selamanya serta akan mendapatkan Arya selamanya.
******
Di rumah keluarga Reynaldi Maya kembali ke rumah dan kemudian mengatakan langsung kepada Arya tentang Nayla dan Arya sudah mendengarnya dari Bram dengan mengatakan bahwa Bram sudah memanggil polisi.
"Biasanya Nayla tidak pernah seperti ini jika ada orang asing dia tidak pernah berbicara kepada orang itu dan tidak mau diajak orang itu tapi entah kenapa jadi begini." Ucap Maya sambil menangis di pelukan Arya.
"Siapa kira-kira yang menculik Nayla apa ada seseorang atau ini adalah perbuatan Mahesa?" Tanya Diana kepada Arya.
"Mungkin ini adalah perbuatan nya Mahesa dan Papa yakin sekali karena Mahesa tidak mendapatkan apa yang dia inginkan maka dia menculik Nayla itulah yang dia lakukan dan sangat keterlaluan orang seperti dia." Ucap Reno dengan perasaan kesal.
"Berani sekali dia melakukan hal itu kepada Nayla apa salah Nayla kepadanya. Nayla hanyalah seorang anak-anak aku akan ke sana untuk memberi pelajaran kepadanya kalau bisa aku akan ke tempat Kamila untuk memberi pelajaran kepadanya dan membawa Sonia bersama Nada kembali ke rumah ini." Ucap Arya dengan perasaan emosi.
__ADS_1
Arya kemudian pergi begitu saja meninggalkan rumah untuk menuju rumahnya Kamila dan disusul oleh Maya sementara itu Diana dengan yang lainnya berharap Nayla segera ditemukan.
"Tapi Ma, Pa bagaimana kalau bukan mereka dan bagaimana kalau itu adalah Tina? Karena kita tahu kan Tina tidak terima bahwa Arya bersama dengan Maya dan bisa jadi dia yang melakukannya. Tapi entahlah Arka tidak tahu sama sekali dan tidak bisa menebaknya." Ucapan Arka membuat semua kaget mendengarnya.
"Kenapa Mama tidak berpikir sampai ke situ seharusnya Mama berpikir sampai ke situ tetapi mungkin itu adalah benar karena Tina bisa melakukan apapun yang diinginkan untuk mewujudkan keinginannya karena Mama yakin mungkin ini ada kaitannya dengan Tina." Ucap Diana dengan perasaan khawatir.
"Kenapa bisa Nayla diculik? Apakah di sekolah itu tidak ada satpam atau semacamnya?" Tanya Ria kepada semua orang.
"Orang itu pasti menyamar sebagai keluarga kita dan Nayla percaya begitu saja apa yang dikatakan oleh orang itu yang mana orang itu mengatakan bahwa kita menyuruhnya untuk menjemput Nayla padahal kita tidak melakukan hal itu. Zaman sekarang apa yang tidak bisa dilakukan oleh penculik anak-anak mereka bisa melakukan apapun agar berhasil menculik anak-anak dan anak-anak itu sangat percaya kepadanya karena Nayla begitu sangat polos. Dan beruntungnya Sonia sudah pulang duluan dijemput oleh Mahesa itu yang dikatakan oleh Nada saat Papa ingin mau menjemput Sonia." Ucap Reno kepada semua orang.
"Itu berarti dugaan ku benar bahwa yang menculik Nayla adalah Tina bukan Mahesa karena Mahesa bersama dengan Sonia sangat keterlaluan wanita itu. Aku tidak tahu di mana tempat tinggal wanita itu tapi aku bersumpah tidak akan membuat wanita itu bahagia. Berani sekali dia menculik Nayla dia itu seorang wanita atau seperti apa sih tingkahnya seperti itu. Sangat beruntung Arya memiliki Maya wanita yang sangat baik dan sempurna untuk Arya." Ucap Diana dengan perasaan emosi.
"Sekarang Apa yang harus kita lakukan? Apakah kita harus menunggu?" Tanya Ria kepada semua orang.
"Kita tunggu telepon dari Bram semoga saja dia mau mengatakan bagaimana dengan Nayla dan apakah Nayla sudah ditemukan atau tidak." Ucap Arka dengan perasaan kesal.
Keluarga Reynaldi begitu sangat kesal yang mana Tina telah menculik Nayla melalui Bodyguard nya. Dan akan buat perhitungan kepada Tina.
******
Sementara itu di rumah Kamila Arya datang marah-marah kepada Fandy dengan meminta Fandy untuk berkata jujur tentang bagaimana Mahesa menculik Nayla.
"Papa menculik Nayla? Bukankah Papa bersama dengan Sonia ke mall dan mereka saat ini sedang menuju pulang kemari." Pertanyaan Fandy membuat Arya kaget mendengarnya.
"Jangan kau bersandiwara dan jangan melindungi Papamu jika dia bersalah ingat baik-baik jika benar Papamu yang menculik Nayla maka aku akan mengambil kembali Nada dan Sonia darimu! Dan kau tidak akan pernah bertemu dengan mereka lagi! Akan aku pastikan itu akan terjadi! Kau lihat saja nanti!" Teriak Arya kepada Fandy.
"Aku tidak membela siapa-siapa maupun membela Papa. Jika itu benar maka aku akan sangat marah kepadanya dan tidak akan membiarkannya lagi bertemu dengan Sonia." Ucap Fandy kepada Arya.
Mahesa kemudian pulang ke rumah bersama dengan Sonia dengan membawa berbagai macam barang yang mereka beli di mall Sonia kemudian mengatakan bahwa dia habis jalan-jalan bersama Mahesa.
Disaat Mahesa datang tiba-tiba Fandy bertanya kepada Mahesa tentang Nayla dan Mahesa mengatakan bahwa dia tidak menculik Nayla sama sekali dan tidak tahu apa yang terjadi kepadanya.
"Apakah Papa bersungguh-sungguh mengatakannya atau sedang berbohong?" Tanya Fandy kepada Mahesa.
"Untuk apa Papa berbohong? Kau bisa tanya Sonia kami dari Mall dan Papa tidak ada berniat untuk menculik Nayla Mungkin ada orang lain yang menculiknya." Jawab Mahesa kepada Fandy.
"Mas Arya, Jadi siapa yang menculik Nayla? Aku sangat khawatir sesuatu terjadi kepada Nayla sehingga ada yang menculik Nayla." Ucap Maya dengan perasaan khawatir.
"Katakan kepada kami sebenarnya apa benar Pak Mahesa yang telah menculik Nayla? Jangan coba-coba menyakiti Nayla maka Pak Mahesa akan tanggung akibatnya!" Teriak Arya dengan perasaan emosi.
"Aku sudah katakan berkali-kali bahwa aku tidak pernah menculik Nayla dan aku tidak ada keinginan untuk menculik Nayla dan pasti yang menculik Nayla adalah orang lain yang mungkin adalah musuh Kalian juga!" Teriakan Mahesa membuat semua kaget mendengarnya.
"Apakah kau berkata jujur atau kau sedang berbohong dengan menumpahkan kesalahanmu kepada orang lain?" Tanya Kamila kepada Mahesa.
"Aku sudah berkata jujur dan berkata kepadamu bahwa aku tidak ada menculik Nayla Bahkan aku baru saja tahu bahwa Nayla diculik dan aku tidak tahu siapa yang menculiknya." Jawaban Mahesa membuat semua kaget mendengarnya.
"Kak Nayla diculik? Tapi Siapa yang menculiknya jahat sekali penculik itu." Ucap Sonia dengan polosnya.
"Ya Tuhan... Siapa yang berani menculik Nayla? Semoga saja orang itu cepat tertangkap dan dipenjara untuk selamanya." Ucap Nada dengan perasaan khawatir.
Saat semua kelihatan khawatir tiba-tiba Diana menelpon Arya Dengan mengatakan bahwa menculik Nayla adalah Tina bukan Mahesa dan Diana yakin Tina menyuruh orang lain untuk menculik Nayla untuk mendapatkan apa yang dia inginkan.
"Apakah Mama yakin dengan yang Mama katakan itu?" Tanya Arya kepada Diana.
"Tentu saja Mama yakin kalau bukan dia jadi siapa lagi? Apalagi kata Nada bahwa Mahesa dengan Nayla sedang berjalan-jalan. Jadi aku yakin bukan dia yang menculiknya tapi Tina. Sekarang pulang kemari bersama dengan Maya dan kita akan cari cara agar Tina bisa dipenjara untuk selamanya." Ucap Diana kepada Arya.
"Baik Ma, Arya dengan Maya akan segera pulang sekarang." Ucap Arya sambil tutup telpon nya.
"Kak Arya..." Ucap Nada kepada Arya.
"Fandy, tolong jaga Sonia dengan baik dan Jangan biarkan sesuatu terjadi kepadanya karena selain dari Nayla, aku yakin dia pasti akan melakukannya kepada Sonia dan dia tidak akan tinggal diam jika rencananya itu gagal aku pulang dulu. Nada jaga diri baik-baik bersama dengan Sonia." Ucap Arya dengan perasaan kesal.
Arya dengan Maya kemudian pergi dengan perasaan emosi dan khawatir Tina akan melakukan sesuatu kepada Nayla dan Nayla tidak salah apapun tentang yang dilakukan oleh Tina.
******
Sementara itu Nayla masih berjalan dan ingin kembali ke rumah Nayla dan tidak tahu dia berada di mana. Tetapi dia yakin bahwa dia bisa kembali ke rumah karena dia tahu di mana rumahnya Arya atau rumahnya Bram.
__ADS_1
Saat sedang berjalan Nayla bertemu dengan seseorang yang berjalan ke arahnya dan kemudian Nayla menghampirinya serta meminjamkan ponsel untuk menghubungi Bram atau Maya.
#BERSAMBUNG