
ORANG KE TIGA EPISODE 95
Sonia datang ke rumah marah-marah dan emosi kepada Nayla. Arya bersama dengan yang lainnya menuju ruang tamu depan untuk menemui Sonia.
"Kak Nayla! Keluar kak Nayla!" Teriak Sonia sambil emosi.
Arya yang melihat langsung menegur Sonia " Sonia, ada apa datang ke rumah tiba-tiba marah?" Tanya Arya kepada Sonia.
"Dimana kak Nayla? Om Arya jangan mencoba untuk membela nya lagi karena kak Nayla tidak pantas untuk di bela!" Jawab Sonia dengan emosi.
"Sonia, ada apa dengan Nayla? Apa yang dia lakukan kepada mu? Kau tahu, Nayla sudah tidak di rumah ini, dia sudah Oma usir sampai sekarang dia tidak akan pernah kembali. Jadi katakan kepada Oma, sebenarnya ada apa dengan Nayla?" Tanya Syafira kepada Sonia.
"Kak Nayla sudah mengganggu kehidupan ku! Dia sudah merebut semua dariku! Sejak kecil aq selalu mengalah untuk nya tapi sekarang tidak lagi!" Jawab Sonia dengan emosi.
Nada kemudian tiba-tiba datang dan menampar Sonia " Apa seperti ini yang Mama ajarkan kepada mu? Kamu datang ke rumah Om Arya dengan marah-marah!" Ucap Nada dengan perasaan marah.
"Kenapa Mama masih saja membela Kak Nayla! Dia itu tidak pantas untuk di bela! Pertama Kak Nayla sudah merebut Om Arya dariku, sehingga Om Arya lebih perhatian kepada kak Nayla di banding aku keponakannya! Yang kedua kak Nayla sudah merebut apa yang harus nya jadi milikku! Dia merebut kekasihku! Dia sudah merebut semua dariku! Dia juga sudah merebut semua dariku termasuk kebahagiaan ku!" Teriak Sonia sambil emosi.
"Sudah cukup Sonia! Ayo sekarang kita pulang! Kau jangan bikin malu Mama dan bikin masalah di rumah Om kamu!" Ucap Nada sambil emosi.
"Mama bela saja terus kak Nayla itu sudah salah dia tetap di bela!" Teriak Sonia kepada Nada.
"Sonia!" Ketika Nada ingin menampar Sonia tiba-tiba di halangi Syafira.
"Nada! Tak seharusnya kau menampar Sonia karena yang salah di sini adalah Nayla! Dia adalah seorang pembohong besar dan sudah merebut apa yang seharusnya menjadi milik Sonia!" Ucap Syafira kepada Nada.
"Tapi Oma!" Ucap Nada kepada Syafira.
"Kau mau menentang Oma dan menyalahkan anak kamu? Di mana letak pemikiranmu? Udah jelas Nayla yang salah tetapi kamu menyalahkan Sonia! Sebagai seorang ibu, seharusnya kamu tidak bersikap seperti itu kepada Sonia karena Sonia adalah anak kamu sendiri Sementara Nayla bukan siapa-siapa di rumah ini!" Ucapan Syafira membuat semua kaget mendengarnya.
"Nayla tetap menjadi bagian di rumah ini karena Nayla adalah anaknya Kak Maya dan tidak akan pernah bisa berubah sampai kapanpun. Karena bagaimanapun Nayla adalah tetap menjadi bagian di rumah ini dan juga menjadi bagian dari Kak Arya!" Ucapan Nada membuat semua kaget mendengarnya.
"Apa yang barusan kamu katakan bagian dari rumah ini? Apakah sadar apa yang kamu katakan?" Tanya Syafira kepada Nada.
"Tentu saja aku sadar apa yang aku katakan Karena itulah yang terjadi sebenarnya dan Sonia bagaimanapun dia tetap salah apalagi Sonia masih terlalu dini untuk pacaran," Jawaban Nada membuat semua kaget mendengarnya.
"Nada!" Teriak Diana kepada Nada.
"Kenapa Ma? Apakah Mama keberatan atas yang aku katakan baru saja tadi? Ma, apa yang aku katakan adalah fakta dan kenyataan yang mana bahwa Nayla adalah bagian dari keluarga ini. Dia adalah anaknya Kak Maya dan Kak Arya sudah menganggap Nayla itu adalah anak kandungnya sendiri. Jadi itu berarti, Nayla adalah anak kak Arya juga dan dia sudah menjadi bagian di rumah ini!" Ucapan Nada membuat Diana kaget mendengarnya.
"Nada! Karena anak itu kau menjadi durhaka kepada Mama kamu tidak seharusnya kau bicara begitu kepadanya!" Ucap Reza kepada Nada dengan perasaan emosi.
"Opa, Oma, Mama," Arka tiba-tiba datang ke rumah dan menyapa keluarga nya.
"Kak Arka...," Ucap Arya kepada Arka.
"Nada benar, Nayla adalah bagian dari rumah ini karena Nayla adalah anaknya Maya dan juga anaknya Arya yang mana Arya telah menganggap Nayla anak kandungnya sendiri," Ucapan Arka membuat semua kaget mendengarnya.
__ADS_1
"Arka!" Teriak Reza kepada Arka.
Reno kemudian datang melihat ada keributan di rumahnya " Ada apa ini? Pa, kenapa Papa berteriak kepada Arka? Apa yang dikatakan Arka adalah benar Nayla adalah bagian di rumah ini dan dia juga adalah anak nya Arya meskipun bukan anak kandungnya tetapi Arya menganggap Nayla adalah anak kandungnya sendiri," Ucapan Reno membuat semua kaget mendengarnya.
"Mas Reno... Kenapa Mas Reno berkata seperti itu?" Tanya Diana kepada Reno.
"Maya adalah menantu di rumah ini meskipun dia memiliki satu anak dari mantan suaminya tetapi anak itu sudah menjadi bagian dari keluarga ini. Kita bisa menerima Maya sebagai menantu di rumah ini berarti kita juga harus menerima Nayla di rumah ini itu yang seharusnya kita lakukan," Jawaban Reno membuat semua kaget mendengarnya.
"Lihatlah, semua orang selalu membelanya padahal dia selalu salah sudah jelas kak Nayla yang salah kenapa selalu saja dibela, dia sudah merebut semua dariku termasuk dia sudah merebut kekasihku!" Ucapan Sonia membuat semua kaget mendengarnya.
"Sonia, Nayla tidak merebut apapun dari kamu maupun mereka kasihmu sekarang Opa tanya kepadamu pernahkah kau bertanya kepada kekasihmu? Apakah dia mencintaimu atau tidak? Dan mengapa kau selalu menuduh kamu Nayla padahal dia tidak bersama dengan kekasihmu?" Tanya Reno kepada Sonia.
"Buat apa kau bertanya seperti itu sudah jelas salah! Karena dia telah merebut semuanya dari Sonia! Seharusnya Nayla tidak mendapatkan apapun dari keluarga kita! Harusnya kamu membela Sonia karena yang salah jelas-jelas adalah Nayla!" Teriak Reza kepada Arka.
"Sudah cukup! Kenapa kalian selalu saja menyalahkan Nayla! Aku tahu, Nayla bukan anak nya Mas Arya, tetapi Nayla adalah anakku dan aku tidak suka kalian menuduh nya seperti itu terus-menerus!" Ucap Maya sambil menangis dan pergi begitu saja ke kamarnya.
"Maya... Harusnya kalian tidak berkata seperti itu tentang Nayla dan kau juga Sonia harusnya tidak berkata seperti itu! Kakak mu Nayla tidak pernah merebut apapun darimu maupun merebut kekasihmu sedangkan dia tidak ada di rumah ini! Aku kecewa dengan kalian semua selalu saja kalian menyalahkan Nayla dan kalian tidak pernah mengerti bagaimana perasaan Maya!" Ucapan Arya membuat semua kaget mendengarnya.
Diana kemudian menampar Arya di depan semua orang dengan berkata bahwa Arya yang tidak pernah mengerti keluarganya termasuk Mamanya sendiri.
"Seharusnya kau berpikir dulu baru berkata seperti itu, Apakah kamu ngerti bagaimana perasaan keluargamu dan Mama kamu sendiri? Kau tidak pernah mengerti bagaimana perasaan Mama kamu karena kau hanya mengerti bagaimana perasaan Nayla dan Nayla itu adalah pikiran kamu sendiri begitu juga Maya yang selalu ada di pikiranmu! Selama ini, apakah kau mengerti bagaimana perasaan Mama? Kau tidak pernah mengerti sama sekali!" Ucap Diana dengan perasaan emosi.
"Ma, kenapa Mama bicara seperti itu Arya selalu mengerti bagaimana perasaan Mama, masih bersikap seperti ini," Ucap Arya kepada Diana.
"Kau bilang mengerti bagaimana perasaan Mama? Kalau kamu ngerti seharusnya kau tidak membela Nayla, sudah jelas Nayla yang salah dan Sonia yang benar, tapi kamu selalu membela anak itu! Kau tidak pernah bisa mengerti bagaimana perasaan mama dan bagaimana perasaan Sonia karena yang kau pikirkan hanya Nayla dan bagaimana perasaan Nayla!" Ucap Diana dengan perasaan emosi.
"Arya!" Teriak Reno yg kemudian menampar Arya.
"Tidak seharusnya kau bicara seperti itu kepada Mama kamu meskipun Sonia itu salah! Tetapi kau tidak seharusnya bicara seperti itu kepada Mama kamu! Apakah ini yang Papa ajarkan kepadamu? Tidak kan? Papa tidak pernah mengajarimu bicara seperti itu kepada orang yang lebih tua meskipun orang itu salah!" Ucap Reno dengan perasaan emosi.
"Ma, Pa, Maya banyak berkorban untuk kita dan melakukan yang terbaik untuk keluarga kita. Arya sangat mencintai Maya dan juga menyayangi Nayla seperti Arya menyayangi anak kembar Arya bersama dengan Maya. Arya sudah menganggap Nayla itu sebagai anak kandung Arya sendiri. Tapi sekarang, Semua sudah jelas bawa Mama dan Papa memang tidak merestui hubungan aku bersama dengan Maya, Sudah dua tahun kami menikah dan mengapa sekarang aku baru mengetahuinya. Aku sangat kecewa dengan kalian termasuk dengan Opa dan Oma yang tidak bisa menerima kondisi Maya dengan baik. Lebih baik aku bersama dengan Maya pergi dari rumah ini dan kami akan membawa anak-anak kami serta mencari Nayla." Arya kemudian pergi begitu saja meninggalkan keluarga nya di ruang tamu dan pergi ke atas menuju kamar.
"Sudah ku duga, Om Arya akan terus saja selalu membela Nayla pastinya sampai kapanpun dia akan terus dibela meskipun dia bersalah!" Sonia kemudian pergi begitu saja meninggalkan rumah Reynaldi dan di susul Nada.
"Anak itu Mengapa selalu saja dibela oleh Arya sudah jelas Nayla yang salah Mengapa dia menjalankan Sonia? Gadis itu sangat keterlaluan Aku harap dia tidak akan pernah bisa ditemukan oleh Arya!" Ucapan Reza membuat semua kaget mendengarnya.
"Opa, Oma, Ma, Pa apakah kalian tidak bisa memahami Arya dan bisa menerima pilihan Arya begitu juga dengan Nayla? Nayla adalah anak yang tidak berdosa yang menjadi korban perceraian kedua orang tuanya dan seharusnya kita sebagai manusia bisa mengerti bagaimana perasaan Nayla ketika orang tuanya bercerai dan itu pasti akan sangat sulit dia terima. Sekarang Nayla bisa diterima oleh Arya dan Nayla menganggap Ayah itu seperti ayahnya sendiri karena Arya sangat menyayanginya sehingga Nayla tidak kekurangan kasih sayang. Ma..." Tiba-tiba Diana memotong pembicaraan Arka.
"Kau tidak perlu menasehati Mama seperti itu yang harus kau nasehati adalah Arya agar dia bisa ada dalam memberikan kasih sayangnya kepada keluarganya jangan hanya Nayla dan selalu Nayla!" Ucapan Diana membuat semua kaget mendengarnya.
Arya sama dengan Maya kemudian turun dari kamar yang membawa koper untuk pergi dari rumah dan membuat Diana kaget melihatnya.
"Arya... Kau benar-benar akan pergi dari rumah ini? Apakah kau tidak peduli lagi dengan Mama dan Papa?" Tanya Diana kepada Arya.
"Maaf Ma, aku terpaksa harus pergi dari rumah ini bersama dengan Maya, ini adalah jalan yang terbaik untuk kebaikan kita semua apalagi Mama tidak pernah bisa menerima Maya bersama dengan Nayla. Oma dan Opa juga sama dengan Mama tidak akan pernah bisa menerima Maya dan juga Nayla. Jadi lebih baik aku pergi bersama dengan Maya dengan membawa kedua anak kami dan ini adalah yang terbaik daripada Maya selalu kalian sakiti bersama dengan Nayla yang selalu disakiti." Arya kemudian pergi bersama Maya dengan membawa kedua anaknya dan memasukkan barang-barang ke mobil Setelah itu mereka pun pergi.
Diana melihat hal itu melarang Arya untuk pergi dari rumah namun dia tidak menghiraukannya, Arya tetap melajukan mobilnya pun Diana mengejar mobil Arya, disusul oleh keluarganya.
__ADS_1
"Arya... Jangan tinggalkan Mama nak... Arya... Jangan pergi... Arya maafkan Mama Arya... Arya jangan pergi!" Teriak Diana mengejar mobil Arya.
Diana yang mengejar mobil Arya kemudian berhenti di tengah jalan sambil menangis. Namun tiba-tiba ada mobil yang di belakang yang sedang melaju dan menabrak Diana dari belakang.
"Ma... Awas ada mobil!" Teriak Arka memanggil Diana.
"Aaarrrggghhh!" Diana berteriak dan kemudian tertabrak oleh mobil.
Diana kemudian terpental setelah ditabrak oleh mobil yang sedang melaju. Semua orang termasuk keluarga Diana yang melihat kecelakaan itu kemudian datang untuk melihat keadaan Diana.
"Ma! Ma bangun Ma, Ma!" Arka langsung peluk sang Mama sambil menangis.
"Arka, panggil ambulans sekarang cepat Arka!" Teriak Reno kepada Arka.
"Biar Papa yang memanggil ambulans!" Reza kemudian menelepon Ambulans untuk segera datang.
Tidak berapa lama ambulans Kemudian datang dan langsung membawa Diana ke rumah sakit dan disusul oleh keluarganya.
Sementara itu di perjalanan
Tiba-tiba mobil Arya berhenti karena merasakan sakit tidak adanya dan Hal itu membuat Maya khawatir kepada Arya dan memintanya untuk ke rumah sakit.
"Mas Arya, lebih baik kita ke rumah sakit saja untuk memeriksa keadaan masa Arya," Ucap Maya dengan perasaan khawatir.
"Apa yang sebenarnya terjadi kepadaku dan mengapa perasaanku tidak enak sekali," Ucap Arya dalam hati.
"Mas Arya," Ucap Maya sambil pegang bahu Arya yang duduk di samping nya.
"Sayang, kamu tunggulah di dalam bersama anak-anak nanti aku akan kembali lagi aku keluar sebentar," Ucap Arya sambil cium kening Maya
Arya kemudian keluar dari mobilnya namun setelah keluar dari mobil tiba-tiba mobil ambulans lewat dari samping mobilnya Arya namun Arya tidak mengetahui bahwa yang di dalam mobil tersebut adalah Mamanya.
"Entah mengapa aku merasa ini tidak adil, Ma, maafkan Arya karena Arya terpaksa melakukan ini untuk Maya dan juga Nayla karena juga Arya tidak ingin melihat mereka sedih dan menderita," Ucap Arya dalam hati.
Arya Kamu jangan duduk di pinggir jalan di samping mobilnya sambil merenung dan mengingat apa yang dikatakan Mamanya kepadanya begitu juga dengan apa yang dikatakannya kepada Mamanya dan tiba-tiba ada rasa penyesalan di dalam hatinya.
"Mengapa perasaanku tidak enak seperti ini? Apakah aku harus kembali ke rumah? Dan apa yang harus aku lakukan? Ya Tuhan... Apa yang harus aku lakukan?" Tanya Arya dalam hati.
Maya melihat Arya duduk melamun di pinggir jalan kemudian keluar dari mobil dan meminta Arya untuk masuk ke dalam dan melanjutkan perjalanan.
"Mas Arya, aku tahu bagaimana perasaan Mas Arya, pasti ini sangat sulit buat Mas Arya. Tapi jika Mas Arya tidak ingin kita pergi tidak masalah. Sekarang ayo, kita kembali ke rumah kasihan anak-anak di dalam mobil," Pinta Maya sambil mengajak Arya masuk ke mobil.
"Ayo kita lanjutkan perjalanan kita," Ucap Arya kepada Maya.
Arya kemudian melanjutkan perjalanan bersama dengan Maya dan kedua anaknya. Namun di perjalanan tiba-tiba ada yang menelepon Arya dan langsung Arya melajukan mobilnya.
#BERSAMBUNG
__ADS_1