ORANG KE 3

ORANG KE 3
ORANG KE TIGA EPISODE 98


__ADS_3

ORANG KE TIGA EPISODE 98


Ria masih penasaran siapa dokter yang masuk ke ruang ICU Ria kemudian periksa keadaan Diana tetapi Diana baik-baik saja.


"Siapa ya dokter itu? Mengapa dia tiba-tiba keluar saat aku masuk, aneh sekali," ucap Ria dalam hati.


Saat melihat keadaan Diana, Arka pun masuk dan langsung menghampiri Ria.


"Sayang apakah Mama baik-baik saja?" Tanya Arka kepada Ria.


"Mama baik-baik saja sayang, tapi tadi ada dokter yang datang, namun saat aku masuk dokter itu buru-buru keluar," jawab Ria kepada Arka.


"Benarkah, tapi mama baik-baik saja kan sayang?" Tanya Arka kembali kepada Ria.


"Syukurlah Mama baik-baik saja sayang dan tidak ada yang terluka, tapi dokter itu sangat aneh sekali, itu yang membuat aku bingung," jawab Ria kepada Arka.


Arka menjadi khawatir setelah Ria mengatakan, ada dokter aneh yang masuk ke ruang ICU. Tapi Arka menjadi lega Diana baik-baik saja.


******


Di Rumah Keluarga Nugraha.


Maya masih khawatir kepada Nayla, karena Nayla masih saja belum kembali. Maya meminta Arya untuk membawanya ke rumah Mahesa.


"Ke rumah Mahesa? Tidak Maya, di sana berbahaya, aku khawatir Mahesa akan menyakitimu," ucap Arya kepada Maya.


"Tapi Mas, bagaimana dengan nasib Nayla, aku sangat khawatir kepadanya," ucap Maya dengan perasaan khawatir.


"Arya, kita harus melakukan sesuatu untuk menyelamatkan Nayla dan kedua adiknya," ucap Bram kepada Arya.


"Aku yang akan ke sana dan aku yakin Mahesa akan melepaskan Nayla dan kedua adiknya," ucap Arya kepada Maya dan Bram.


"Mas Arya, aku ikut, aku mohon izinkan aku ikut," ucap Maya kepada Arya.


"Tidak Maya kau di sini saja aku dengan Bram yang akan ke sana," ucap Arya kepada Maya.


"Tapi Mas Arya, Mahesa pasti tidak akan memberikan Nayla dan kedua adiknya kepada kita. Jika cuma Mas Arya dengan Bram yang ke sana," ucap Maya kepada Arya.


"Maya, walaupun kamu itu juga ke sana, belum tentu juga Nayla dan kedua adiknya dibebaskan," ucap Bram kepada Maya.


"Maya bener apa kata Mas Bram dan Arya lebih baik kita tunggu di sini, karena Mahesa itu sangat berbahaya," ucap Raya kepada Maya.


"Maya, tunggulah di sini dan kami akan segera kembali," ucap Arya kepada Maya.


Arya dan Bram kemudian pergi ke rumah Mahesa dengan harapan, Nayla dengan kedua adiknya dibebaskan.


******


Di Rumah Nada.


Sampai di rumah Nada masih khawatir dengan Diana, Nada berharap Mamanya segera sadar dari koma. Di samping itu, Sonia membuat suasana semakin panas dengan berkata bahwa, Nayla adalah penyebab kecelakaan itu.


"Kak Nayla itu orangnya sok suci padahal, dia sudah merebut semuanya dariku, bahkan dia adalah penyebab kecelakaan ini!" Teriak Sonia dengan perasaan emosi.


"Sudah cukup Sonia! Kau jangan mengada-ngada! Nayla tidak mungkin menyebabkan semua ini lebih baik kau diam dan masuk ke kamar sekarang!" Tegas Nada kepada Sonia.


"Kalian selalu saja membelanya! Bela saja orang seperti Nayla dan kalian akan menyesal!" Tegas Sonia kepada Nada.


Sonia kemudian masuk ke kamar, dengan perasaan emosi sementara Fandy mencoba untuk menenangkan Nada.


"Sudahlah sayang jangan terlalu di pikirkan perkataan Sonia," ucap Fandy kepada Nada.


"Aku hanya heran sama Sonia karena tidak biasanya dia seperti ini," ucap Nada kepada Fandy.

__ADS_1


"Iya sayang aku tahu, namanya Sonia masih anak-anak. Kita sebagai orang tua, harus bisa mendidik dan memberikan dia pengertian, agar menjadi lebih baik," ucap Fandy kepada Nada.


Nada hanya terdiam setelah mendengar ucapan Fandy. Nada berharap Sonia bisa berubah jadi lebih baik dan kembali seperti dulu lagi.


******


Di Rumah Mahesa.


Sampai di rumah Mahesa, Arya dan Bram disambut dengan baik oleh Mahesa. Bram berpikir ada sesuatu yang direncanakan maka dari itu, Mahesa berubah jadi baik.


"Mahesa menjadi baik saat bertemu dengan Arya? Ini aneh sekali, apa Mahesa merencanakan sesuatu? Ini benar-benar aneh," ucap Bram dalam hati.


"Arya, Ayo kita duduk sudah lama kita tidak bertemu apalagi kau saat ini sedang sibuk," ucap Mahesa kepada Arya.


"Mama kecelakaan, Nayla di culik, dan aku tidak tahu siapa sebenarnya menculiknya. Pak Mahesa, aku berharap kau tidak ada kaitannya tentang penculikan anak," ucapan Arya membuat Mahesa kaget mendengarnya.


"Arya ayah langsung saja pada intinya," bisik Bram kepada Arya.


"Jadi, kamu bersama Bram kemari untuk mencari Nayla?" Tanya Mahesa kepada Arya.


"Iya Pak Mahesa, tapi jika itu karena anda, aku mohon tolong jangan sakiti Nayla dan kedua adiknya mereka tidak salah apapun," ucap Arya kepada Mahesa.


Mahesa hanya terlihat dan tersenyum licik seolah-olah tidak terjadi apa-apa.


"Pak Mahesa Mengapa anda tersenyum? Tolong dijawab pertanyaan Arya?" Tanya Bram kepada Mahesa.


"Aku tidak akan membebaskan mereka jika Roy tidak memberikan apa yang aku inginkan. Jika nanti dia memberikannya, aku akan membebaskan mereka," jawaban Mahesa membuat Arya kaget mendengarnya.


"Aku benar-benar tidak menyangka aku menikahkan adikku yang mana, mertuanya orang seperti kamu! Kamu benar-benar sangat keterlaluan Pak Mahesa!" Tegas Arya kepada Mahesa.


"Ini tidak ada hubungannya dengan Nada, Fandy, Sonia dan juga Kamila Mamanya Fandy. Karena ini adalah urusanku, bukan urusan mereka jadi, mereka sama sekali tidak ada hubungannya dengan semua ini," ucapan Mahesa membuat Arya kaget mendengarnya.


Bram begitu emosi dan ingin menghajar Mahesa namun dihalangi oleh Arya karena tidak mau Nayla dan kedua adiknya terluka.


"Bram, sabarlah tahan emosimu jika tidak mungkin Pak Mahesa akan menyakiti Nayla dan kedua adiknya," bisik Arya kepada Bram.


"Bagaimana, apa kalian mau memberikan apa yang aku inginkan? Pak Roy harus memberikannya kepadaku. Jika, tidak aku tidak akan pernah membebaskan Nayla dan kedua adiknya dan mereka akan tetap bersamaku selamanya," ucapan Mahesa membuat Arya dan Bram kaget mendengarnya.


"Baiklah, Pak Roy akan memberikan apa yang kau inginkan. Tapi bebaskan dulu mereka, baru dia akan memberikan semua yang kau inginkan," ucap Arya kepada Mahesa.


"Aku tahu bagaimana sifat Roy dia itu licik bahkan dia bisa mengingkari perkataannya. Untuk itu, aku mengatakan bahwa, Roy harus memberikan apa yang ku inginkan lebih dulu baru aku akan membebaskan Nayla dan kedua adiknya," ucapan Mahesa membuat Arya dan Bram kaget mendengarnya.


Bram dan Arya tidak bisa berbuat apapun, mereka pun diam saja. Setelah itu, Bram pun setuju dengan perkataan Mahesa.


"Baiklah kalau begitu, aku akan memberikan semua yang kau minta dan aku sendiri yang akan berikan berkas-berkas itu kepadamu. Tapi dengan itu, Pak Mahesa juga harus memberikan Nayla dan kedua adiknya kepadaku," ucap Bram kepada Mahesa.


"Aku pasti akan membebaskan mereka setelah kau berikan apa yang aku inginkan. Tapi ingat, jangan sampai kau berbohong jika kau berbohong, kau akan tahu, apa yang akan aku lakukan setelah ini," ucap Mahesa kepada Bram.


Bram menyetujui perkataan Mahesa sementara Arya tidak bisa berkata apa-apa dan tidak habis pikir belum bisa berkata seperti itu kepada Mahesa.


"Bram apakah kau yakin akan memberikannya kepada Pak Mahesa? Aku sangat mengenal Papa kamu dan dia tidak mungkin akan memberikannya kepada Pak Mahesa," bisik Arya kepada Bram.


"Aku yakin, Papa akan memberikannya kepada Pak Mahesa. Kau jangan khawatir tentang hal itu dan semua akan baik-baik saja," bisik Bram kepada Arya.


Belum meyakinkan Arya bahwa semua akan baik-baik saja, sementara Arya yang terlihat khawatir mengajak Bram untuk pulang. Di samping itu, Mahesa pun tersenyum licik karena rencananya berhasil.


******


Di Rumah Rima.


Rima memang telah gagal membunuh Diana namun dia tidak menyerah karena dia yakin kali ini rencananya pasti akan berhasil.


"Aku sudah berhasil menemukan di mana Tante Diana dan saat ini Tante Diana sedang kritis. Hal itu membuat aku sangat bahagia dan berhasil membuat tante Diana terluka serta celaka. Di lain waktu, aku akan melakukannya lagi dan aku yakin, rencanaku kali ini pasti akan berhasil," ucap Rima dalam hati sambil tersenyum licik.

__ADS_1


Rima tersenyum licik dan berpikir bahwa rencananya akan berhasil dan Rima akan melakukan apapun untuk menghancurkan keluarga Reynaldi.


Di Rumah Keluarga Reynaldi.


Reza dan Syafira marah kepada Reno, karena membiarkan Arya mencari Nayla yang mana seharusnya, Arya menemani Diana Mamanya di ruang ICU.


"Seharusnya kamu tidak membiarkan dia pergi! Nayla bukan anak kandungnya jadi buat apa dia mencarinya!" Tegas Reza kepada Reno.


"Reno kau seharusnya bersikap tegas dengan Arya! Apalagi Arya selalu saja membela Nayla dan Nayla! Mamanya lagi koma dan terbaring di ruang ICU, dia merasa itu tidak penting sama sekali dan malah mementingkan Nayla dibanding Mamanya sendiri!" Syafira kepada Reno.


"Ma, Pa, aku mengerti maksud perkataan kalian. Tapi untuk Arya aku tidak bisa melakukannya, apalagi Nayla adalah anak kandungnya Maya, jadi wajar Arya khawatir dengan Nayla. Tapi bukan berarti, dia tidak memperhatikan Diana. Arya sangat menyayangi Mamanya melebihi dari segalanya dan aku yakin, dia juga khawatir dengan Mamanya dan pasti akan lebih memperhatikan Mamanya. Aku sangat percaya dengan Arya maka dari itu aku tidak melakukan apapun terhadap Arya. Karena Arya tidak akan mungkin membiarkan Mamanya terluka." Reza dan Syafira kaget mendengar ucapan Reno.


"Kau akan menyesal atas keputusanmu itu Reno! Karena kau tidak bisa bersikap tegas terhadap Arya dan pastinya Arya akan selalu membela Nayla! Meskipun Nayla bersalah dan dia akan tetap seperti itu membela Nayla! Kau akan menyesal nanti Mama sangat yakin itu!" Tegas Syafira dengan perasaan kecewa.


"Ma, Pa, salah Nayla kepada kalian? Nayla adalah anaknya Maya, Arya sudah menganggap Nayla sebagai anak kandungnya sendiri. Apalagi Maya tidak pernah selingkuh dari Arya. Nayla itu anak yang baik, dia hanya menjadi korban perceraian dari kedua orang tuanya. Meskipun Nayla pernah melakukan kesalahan, Arya tidak pernah membelanya justru Arya menasehatinya, karena aku tahu, bagaimana Arya." Reza dan Syafira kaget mendengar perkataan Reno.


"Kau pikir dia tidak melakukan kesalahan dengan berpura-pura menjadi anak kandung dari Arya, dan merebut semua dari Sonia termasuk dari Diana! Itu adalah kesalahan! Bahkan dia tidak mengakui Ayah kandungnya sendiri dan justru itu dibela oleh Arya! Maka dari itu Papa dengan Mama tidak pernah menyukainya!" Tegas Reza kepada Reno.


"Reno, kau pasti akan menyesalinya nanti!" Tegas Syafira kepada Reno.


Syafira kemudian pergi ke kamarnya dan disusul Reza dengan perasaan kesal terhadap Reno. Sementara Reno hanya terdiam dan tidak mengatakan apa-apa.


Di Kamar Syafira.


Syafira itu sangat kesal atas perkataan Reno terhadapnya. Reza kemudian masuk yang juga merasa kesal atas perkataan Reno dan berpikir bahwa Reno benar-benar sangat keterlaluan.


"Arya dan Bram kembali ke rumah namun tidak membawa Nayla dan kedua adiknya. Maya yang begitu khawatir langsung bertanya kepada Arya apa yang terjadi.


"Mas Arya, apa yang terjadi dan di mana Nayla bersama dengan kedua adiknya?" Tanya Maya kepada Arya.


"Mahesa tidak mau membebaskan anak-anak itu sebelum dia mendapatkan apa yang dia inginkan," jawab Arya kepada Maya.


"Sudah kubilang, dia tidak akan melepaskan Nayla dan kedua adiknya, sebelum kita memberikan apa yang dia inginkan," ucap Lina dengan perasaan khawatir.


"Mas Bram." Raya kemudian menghampiri Bram dengan perasaan khawatir.


"Raya, aku akan membawa anak-anak kita aku janji kepadamu," ucap Bram kepada Raya.


"Apa yang akan kau lakukan?" Tanya Roy kepada Bram.


"Kita akan memberikan apa yang Mahesa inginkan, agar Mahesa melepaskan anak-anak itu," jawaban Bram membuat Roy kaget mendengarnya.


Roy kaget mendengar perkataan Bram dan langsung menghampiri Bram.


"Apakah kau sudah gila! Tidak seharusnya kau bicara seperti itu kepada Mahesa! Apalagi Mahesa itu sangat licik! Kau pikir dengan kau berikan itu dia tidak akan berubah kembali?" Tanya Roy dengan perasaan emosi.


"Pa ini semua demi keselamatan Nayla dan berdoa adiknya mereka itu sangat penting," ucap Bram kepada Roy.


"Papa tahu itu nak, tapi apa tidak Ada cara lain?" Tanya Roy kepada Bram.


"Tidak ada cara lain lagi Pa, Karena itu adalah satu-satunya cara. Kumohon Pa, kita lakukan saja apa yang dia inginkan," ucap Bram kepada Roy.


Roy hanya terdiam setelah mendengar jawaban Bram. Di samping itu, Lina meminta Roy untuk melakukannya, agar Nayla dan berdoa adiknya dibebaskan Mahesa.


"Mas, aku mohon ini semua demi keselamatan Nayla dan kedua adiknya," ucap Lina kepada Roy.


"Mahesa itu sangat licik, kita harus mencari cara lain untuk menyelamatkan Layla dan kedua adiknya," ucap Roy kepada Lina.


"Maksud Papa kita tidak akan memberikan apa yang Mahesa inginkan?" Tanya Bram kepada Roy.


"Kita akan memberikannya, tetapi kita juga harus berhati-hati. Karena Mahesa itu sangat licik jangan sampai kita masuk ke dalam jebakannya," jawab Roy kepada Bram.


"Kira-kira apa yang harus kita lakukan? Aku tidak ingin Mahesa menyakiti Nayla dan juga kedua adiknya? Apa yang harus kita lakukan?" Tanya Bram kepada Roy.

__ADS_1


Roy hanya terdiam dan belum menjawab apapun. Di samping itu, Maya sangat khawatir kepada Nayla dan berharap Nayla baik-baik saja.


#BERSAMBUNG


__ADS_2