ORANG KE 3

ORANG KE 3
ORANG KE TIGA EPISODE 59


__ADS_3

ORANG KE TIGA EPISODE 59


Di rumah Sakit Arka memberikan sampel darah miliknya bersama milik Diana dan Reno kepada dokter untuk dilakukan tes DNA dan berharap hasilnya sesuai dengan harapan Arka yaitu Diana dan Reno adalah orang tua kandungnya.


"Aku harap hasilnya begitu sangat memuaskan dan sesuai dengan apa yang aku harapkan. Setelah aku mendapatkan hasilnya namun jika cocok aku akan mengatakan semuanya kepada mereka semua termasuk kepada Arya dan kemudian aku akan mengobati Arya agar Arya bisa mengingat semuanya dengan baik." Ucap Arka dalam hati.


Arka kemudian masuk ke dalam ruangannya dan berharap hasilnya sesuai yang diharapkan selama ini.


******


Sementara itu di rumah Reynaldi Tina datang untuk menemui Arya namun Diana tidak mengizinkan Tina menemui Arya.


"Mau apa lagi kau datang kemari? Apakah kau mau menemui suami orang? Arya itu sudah menikah dan jangan pernah datang kembali lagi untuk mencarinya." Ucap Diana kepada Tina.


"Aku ingin menemui calon suamiku Arya dan kalian tidak berhak untuk menghalangiku." Ucap Tina kepada semua orang.


"Kau itu perempuan aneh, sudah di tolak Arya dan Arya tidak mau bertemu dengan mu malah kau tetap memaksa Arya bertemu dengan mu." Ucap Diana kepada Tina.


"Tante yang memaksa nya untuk tidak bicara dengan ku karena dari dulu Tante memang tidak menyukai ku." Ucap Tina kepada Diana.


"Arya itu sudah menikah dan harus nya kau malu karena mencoba merebut suami orang lain dan mengajak nya tinggal bersama mu. Kau itu bukan tunangan Arya dan bukan siapa-siapa Arya jadi lebih baik kau pergi dari sini!" Bentak Diana kepada Tina.


"Kalau aku tidak mau pergi apa Tante akan tetap marah kepadaku dan akan tetap mengusirku dari rumah ini? Tante tidak akan bisa mengusir ku dari di sini karena aku adalah tunangannya Arya! Sampai kapanpun itu akan tetap terjadi apalagi saat ini Arya tidak ingat apapun kan dan dia hanya mengingat diriku bukan istrinya karena itu adalah faktanya." Ucap Tina kepada Arya.


Diana kemudian langsung menampar Tina dan mengatakan bahwa Tina adalah wanita yang tidak tau malu.


"Kau wanita yang tidak tau malu di mana letak harga dirimu seharusnya kau tak sadar dan berkaca bahwa Arya sudah menikah dia ingat atau tidak Itu adalah fakta bahwa Arya sudah menikah. Dan kau bukan lagi siapa-siapa Arya karena Arya sudah menikah jadi buat apa kau kemari hanya untuk bertemu dengan Arya dan mengatakan bahwa kau adalah kekasihnya? Di mana letak pikiranmu kau itu adalah wanita yang tidak tau malu! Saat ini Arya sedang bahagia bersama dengan istrinya meskipun dia tidak ingat kepada istrinya tapi dia bahagia bersama dengan istrinya. Jadi pergi lah dari sini dan jangan Pernah kembali lagi paham!" Bentak Diana kepada Tina.


"Baiklah aku akan pergi dari sini tapi aku pasti akan kembali dan akan membawa Arya ke rumah karena Arya adalah milikku itulah yang sebenarnya." Ucap Tina dengan perasaan kesal.


Tina kemudian pergi dari rumah Reynaldi dengan perasaan sangat kesal karena tidak menemui Arya sama sekali.


******


Sementara itu di taman Maya datang mengantar minuman kepada Nayla dan juga Arya yang sedang berbicara.


"Kalian sedang ngobrol apa serius sekali?" Tanya Maya kepada Nayla dan Arya.


"Ada aja nanti Mama akan tau karena nanti malam akan ada kejutan untuk Mama." Ucap Nayla dengan polosnya.


"Kalian ini ada-ada saja kejutan apa? Ya sudah ini ada minuman jus untuk kalian Mama udah buatkan khusus untuk kalian." Ucap Maya kepada Nayla dan Arya.


"Om Papa ayo kita minum jusnya." Ucap Nayla dengan polosnya.


"Maya, jus nya enak sekali dan aku sangat menyukainya." Ucap Arya kepada Maya.


"Mama dengan Om Papa tunggu sebentar di sini ya karena ada yang ingin Nayla tunjukkan kepada kalian berdua." Ucap Nayla kepada Arya dan Maya.


Nayla kemudian mengambil sesuatu yang telah dia buat dan diberikan kepada Arya dan juga kepada Maya.


Setelah Nayla mengambilnya Nayla kemudian menunjukkannya kepada Maya dan juga Arya.


"Mama, Om Papa Coba lihat lukisan buatan Nayla bagus tidak?" Tanya Nayla kepada Arya dan Maya.


"Lukisan yang sangat bagus Sayang apakah kamu yang membuatnya?" Tanya Maya kepada Nayla.


"Aku yang membuatkan ini khusus untuk Mama dan Om Papa." Ucap Nayla dengan polosnya.


"Coba Om Papa lihat ini gambar siapa saja?" Tanya Arya kepada Nayla.


"Ini Mama, Om Papa, Nayla dan adik kembar bernama Arpen dan Arnav." Jawab Nayla dengan polosnya.


"Arpen dan Arnav?" Ucap Arya sambil mengingat sesuatu.


Tiba-tiba Arya mengingat sesuatu dan merasa pusing.


"Mas Arya..." Ucap Maya kepada Arya.


"Apakah Om Papa baik-baik saja?" Tanya Nayla kepada Arya.


"Om Papa baik-baik saja dan sekarang Om Papa mau istirahat dulu." Ucap Arya kepada Nayla.


"Ya sudah ayo kita ke kamar biar aku hantarkan." Ucap Maya kepada Arya.


Maya dengan Nayla kemudian mengantarkan Arya ke kamarnya. Namun di samping itu Sonia datang dan mengajak Arya berbicara dan memberikan sesuatu kepadanya.


******


Sonia datang ke kamar Arya dan memberikan sesuatu kepada Arya.


"Apakah Om Arya ingat ini? Ini adalah liontin yang Om Arya berikan kepada Sonia pada waktu itu." Ucap Sonia kepada Arya.

__ADS_1


"Sonia jangan begitu kepada Om Arya Karena Om Arya masih sakit Sayang." Ucap Nada kepada Sonia.


"Sonia cuman ingin menunjukkan Liontin ini apakah Om Arya ingat bahwa Om Arya pernah memberikan Liontin kepada Sonia." Ucap Sonia kepada Nada.


"Liontin ini... Aaaarrrggghhh...?" Ucap Arya dalam hati.


Tiba-tiba Arya merasa pusing dan berteriak seolah-olah mengingat sesuatu namun Maya mengatakan bahwa Arya harus istirahat.


"Mas Arya istirahatlah dulu." Ucap Maya kepada Arya.


"Kak Arya ayo kita istirahat di kamar Nayla tolong ambilkan minum ya..." Ucap Nada sambil membawa Arya ke kamarnya.


"Mas Arya... Mas Arya harus banyak istirahat jangan terlalu banyak memikirkan sesuatu yang sulit Mas Arya pikirkan nanti Mas Arya akan semakin pusing." Ucap Maya dengan perasaan khawatir.


"Arya... Kau baik-baik saja?" Tanya Diana kepada Arya.


"Om Papa ini minum nya." Ucap Nayla sambil berikan minuman kepada Arya.


"Kak Arya sedikit pusing dia harus banyak istirahat." Ucap Nada kepada Diana.


"Iya Ma, sekarang kita biarkan Mas Arya istirahat dulu." Ucap Maya kepada Diana.


"Ya sudah, Arya istirahatlah dulu jangan terlalu memikirkan apa yang ingin kau ingat karena nanti itu akan berakibat fatal kepadamu dan Mama sangat khawatir kepadamu." Ucap Diana kepada Arya.


"Iya Ma, Arya istirahat dulu karena kepala Arya pusing." Ucap Arya kepada Diana.


"Maya, tolong jaga Arya ya... Mama mau pergi dulu." Ucap Diana kepada Maya.


Maya kemudian pergi dari kamar Arya dan berharap Arya segera sembuh dan mengingat semuanya agar bisa melupakan Tina selamanya.


******


Sementara itu di kantor Bram, Raya masih mengingat apa yang dikatakan Nayla kepada Bram. Namun Raya berpikir bahwa dia akan mencoba menjadi yang terbaik untuk Nayla Meskipun Raya bukanlah ibu kandungnya.


"Nayla, Tante Mama tau apa yang Nayla inginkan. Tetapi Nayla tidak bisa melakukannya dan keinginan Nayla tidak bisa terwujud. Tapi Tante Mama janji kepada Nayla bahwa Nayla tidak akan kekurangan apapun termasuk kekurangan kasih sayang. Tante Mama akan menjadi Mama Nayla yang terbaik meskipun tidak sempurna seperti Mama kandung Nayla. Meskipun rasanya berbeda tapi Tante Mama akan berusaha yang terbaik untuk Nayla dan akan selalu menyayangi dan mencintai Nayla sepenuh jiwa dan raga Tante Mama." Ucap Raya dalam hati sambil melihat foto Nayla.


Raya melihat foto Nayla dan mengatakan bahwa Raya sangat menyayangi dan mencintai Nayla dan akan berusaha untuk menjadi yang terbaik buat Nayla.


******


Sementara itu di ruangan Bram, Bram masih memikirkan perkataan Nayla dan juga memikirkan bagaimana perasaan Raya saat ini.


Bram melihat foto Nayla dan Raya dengan harapan bahwa Bram akan selalu ada untuk Nayla maupun Raya dan akan membuat mereka bahagia selamanya.


******


Sementara itu Mahesa tiba-tiba datang ke ruangan Roy dan memberikan sebuah berkas kepadanya agar Roy mau memberikan apa yang diinginkan.


"Bagaimana? Kau mau memberikan perusahaan mu kepadaku atau aku akan membuat keluargamu menderita." Ucap Mahesa kepada Roy.


"Kau tiba-tiba datang setelah gagal merebut perusahaan milik keluarga Reynaldi dan itu membuat aku sangat bahagia akhirnya kau gagal melakukan rencana mu itu." Ucap Roy kepada Mahesa.


"Aku memang gagal merebut perusahaan milik keluarga Reynaldi tapi nanti aku akan berhasil merebut apa yang aku inginkan dan membuatmu menderita termasuk keluarga Reynaldi." Ucap Mahesa kepada Roy.


"Terserah apa yang kau katakan aku tidak peduli tapi yang pasti kau akan gagal mendapatkan apa yang kau inginkan. Kasihan sekali dirimu Kau tidak mendapatkan apa yang kau inginkan dari keluarga Reynaldi tapi jika mereka tau niat jahatmu itu kepada mereka bagaimana dengan Nada? Maka mereka akan memisahkan Fandy dengan nada dan juga dengan Sonia. Mungkin saja karena aku tau bagaimana mereka dan kau tentu tidak akan mendapatkan apapun dari mereka apalagi dariku." Ucapan Roy membuat Mahesa kaget mendengarnya.


"Kau berani menantangku! Kau tunggu akibatnya nanti karena aku akan membuatmu dan keluargamu menderita ingat itu baik-baik. Jika kau tidak mau memberikan apa yang aku inginkan maka kau akan menderita bersama dengan keluargamu. Kau akan tau itu nanti dan aku akan segera kembali!" Teriak Mahesa kepada Roy.


Mahesa kemudian pergi dari ruangan Roy dengan perasaan emosi dan kesal karena Roy tidak memberikan apapun yang diinginkan.


******


Sementara itu di rumah Tina, Tina begitu marah dan emosi dikarenakan Diana mengusirnya dari rumah namun Tina berkata bahwa dia akan kembali dan merebut Arya dari Maya.


"Aku tidak akan pernah membiarkan siapapun yang merebut Arya dariku karena Arya hanya milikku dan siapapun tidak akan bisa merebutnya dariku selamanya. Apalagi saat ini Arya tidak ingat Siapa dirinya dan siapapun dia karena Arya hanya mengingat diriku. Ini adalah kesempatanku untuk memiliki Arya seutuhnya dan aku akan menikah dengan Arya pada detik itu juga. Aku tidak akan membiarkan Arya mengingat apapun lagi termasuk mengingat Maya karena Arya hanya milikku dan tidak ada siapapun yang bisa merebut Arya dariku. Aku akan membuat rencana agar Arya bisa menjadi milikku selamanya dan aku yakin rencanaku kali ini berhasil dan aku tidak akan membiarkan Arya menjadi milik Maya atau siapapun karena Arya hanya milikku selamanya." Ucap Tina dalam hati.


Tina begitu marah dan kesal karena tidak dapat menemui Arya dan berbicara dengannya namun Tina membuat rencana agar Arya bisa menjadi miliknya selamanya dan yakin bahwa rencananya akan berhasil.


******


Sementara itu di kantor perusahaan Hutama seseorang datang menemui Tommy dia adalah teman masa kecil Kartika yang bernama Zaky.


Tommy sangat bahagia dan senang dan melihat kedatangan Zaky dan berharap Zaky bisa segera bertemu dengan Kartika.


"Aku tidak menyangka Om bisa membangun perusahaan sebesar ini dan aku sangat bahagia sekali karena Om bisa membangunnya hingga menjadi seperti ini." Ucap Zaky kepada Tommy.


"Om juga sangat bangga kepadamu apalagi sekarang kamu sudah dewasa dan sudah bisa bekerja dan mandiri setelah kamu kuliah di London pada saat itu." Ucap Tommy kepada Zaky.


"Alhamdulillah Om Sekarang aku sudah bisa mandiri dan juga mencari kerjaan sendiri. Oh iya Om bagaimana dengan Kartika? Aku ingin sekali bertemu dengannya." Tanya Zaky kepada Tommy.


"Kartika sekarang sudah bekerja, sudah bisa mandiri. Nanti malam kau datanglah ke rumah sekalian bertemu dengan tante. Om bisa perkenalkanmu kembali dengan Kartika." Ucap Tommy kepada Zaky.

__ADS_1


"Baiklah Om Nanti malam aku akan datang ke rumah untuk bertemu dengan Kartika." Ucap Zaky kepada Tommy.


Setelah ngobrol dengan Zaky, Tommy berharap Kartika bisa bersama dengan Zaky dan bisa melupakan Rio selama nya.


******


Malam harinya Arya mengajak Maya di sebuah taman dekat rumah untuk merayakan ulang tahun Maya.


"Nah sekarang Aku buka ikatannya dulu agar kau bisa melihat kejutan yang akan aku berikan kepadamu." Ucap Arya sambil membuka kain agar Maya bisa melihatnya.


"Mas Arya... Ini semua..." Ucap Maya kepada Arya.


"Selamat ulang tahun Maya..." Ucapan Arya membuat Maya kaget mendengarnya.


"Selamat ulang tahun Mama ku sayang..." Ucap Nayla dengan penuh bahagia.


"Ini semua kalian berdua yang buat? Arya... Kau sudah ingat semuanya? Kau ingat ulang tahun ku?


"Mama..." Ucap Nayla sambil tersenyum kepada Maya.


"Ini semua kami yang buat tapi ada satu kejutan lagi." Ucap Arya kepada Maya.


"Ini semua Kalian yang buat kejutan ini sangat istimewa. Mas Arya katakan kepadaku yang sebenarnya apakah masa Raya Sudah ingat semuanya?" Tanya Maya kepada Arya.


"Maya... Aku ingin memberitahukan kepadamu tentang sesuatu hal yang sangat penting dan ini merupakan kado yang spesial untukmu di hari ulang tahunmu di saat kita menikah untuk pertama kalinya. Maya, setelah apa yang terjadi tadi aku ingin mengatakan sesuatu kepadamu bahwa aku sudah ingat semuanya terlebih lagi tentang pernikahan kita dan anak kembar kita Arpen dan Arnav. Ini bermula saat Sonia memberikan Liontin kepadaku dan saat Nayla memberikan gambarnya kepadaku namun tiba-tiba kepalaku pusing dan mengingat sesuatu hingga akhirnya aku ingat semuanya." Ucapan Arya membuat Maya kaget mendengarnya.


"Mas Arya Apakah kau serius mengatakannya kau sudah ingat semua tentang pernikahan kita dan anak kembar kita kau serius mengatakannya?" Tanya Maya kepada Arya.


"Aku serius mengatakannya dan aku benar-benar sudah mengingat semuanya dan di saat hari ulang tahunmu ini dan ini adalah hadiah yang sangat spesial untuk dirimu." Jawab Arya kepada Maya.


"Mas Arya..." Ucap Maya dan kemudian peluk Arya.


"Maya, bukan itu saja aku ingin memberikan hadiah yang lebih spesial lagi untuk mu. Ini adalah cincin pernikahan kita aku sudah memperbaharuinya tadi sore dan aku ingin kita memakainya kembali." Ucap Arya kepada Maya.


Arya kemudian memasangkan cincin kepada Maya Begitu juga dengan Maya memasangkan cincin kepada Arya dan hal itu dilihat oleh Diana beserta dengan yang lainnya.


"Arya..." Ucap Diana kepada Arya.


"Ma... Arya Sudah ingat semuanya dan Arya juga sudah Ingat kepada Maya dan tentang pernikahan Arya dengan Maya." Ucapan Arya membuat semua kaget mendengarnya.


"Arya apakah kau serius mengatakannya?" Tanya Diana kepada Arya.


Arya kemudian mengatakan bagaimana dia bisa mengingat semuanya kepada Diana sehingga membuat Diana beserta yang lainnya begitu bahagia dikarenakan Arya sudah mengingat semuanya.


"Kakak... Alhamdulillah akhirnya Kakak sudah mengingat semuanya dan aku sangat bahagia sekali." Ucap Nada sambil peluk Arya.


"Jadi Om Papa sudah ingat semuanya, Nayla sangat bahagia sekali mendengarnya." Ucap Nayla dengan penuh bahagia.


"Om Arya Sudah ingat kami semua benar kah yang om Arya katakan?" Tanya Sonia kepada Arya.


"Arya... Alhamdulillah akhirnya kau sudah ingat semuanya dan Papa sangat bahagia sekali mendengarnya Ini adalah kebahagiaan yang sesungguhnya." Ucap Reno kepada Arya.


"Iya Pa, Alhamdulillah Arya Sudah ingat semuanya dan akhirnya kita bisa berkumpul lagi selamanya." Ucap Arya kepada semua orang.


"Kak Arya... Alhamdulillah... Semoga kebahagiaan selalu menyertai kita semua dan ini merupakan kebahagiaan yang begitu berharga." Ucap Fandy kepada semua orang.


Keluarga Reynaldi begitu bahagia ketika mendengar kabar bahwa Arya sudah ingat semuanya. Setelah itu mereka kemudian melanjutkan perayaan ulang tahun Maya.


"Alhamdulillah ini merupakan kebahagiaan yang sesungguhnya dan sekarang kita lanjutkan perayaan ulang tahun Maya. Sekarang kita potong kuenya dulu Setelah itu kita bernyanyi dan menari bersama." Ucap Arya kepada semua orang.


"Mama, sebelum potong kue Mama berdoa dulu." Ucap Nayla kepada Maya.


"Iya sayang..." Ucap Maya sambil tersenyum kepada Nayla.


Maya kemudian berdoa sebelum acara potong kue ulang tahunnya. Namun setelah selesai berdoa Arya kemudian memegang tangan Maya dan memotong kue ulang tahun Maya.


"Sayang Selamat ulang tahun ya doaku akan selalu ada untukmu dan kita akan selalu bersama-sama selamanya. Aku sangat mencintaimu Sayang dan aku berharap kita akan selalu bersama selamanya. Ini adalah suapan pertama di ulang tahun mu dari suamimu tercinta." Ucap Arya sambil suapin kue ulang tahun ke Maya dan cium kening Maya.


"Terima kasih ya sayang karena kau selalu ada untukku dan aku berjanji akan selalu ada untukmu dan kita akan selalu bersama-sama. Dari ini kue spesial dariku untukmu." Ucap Maya sambil suapin kue ulang tahun ke Arya.


"Mama... Nayla juga mau suapin Mama. Selamat ulang tahun ya Mama... Nayla berharap Mama selalu bahagia karena itu adalah harapan terbesar Nayla. Dan satu lagi Nayla ingin mengatakan bahwa Nayla sangat menyayangi dan mencintai Mama selamanya sampai kapanpun." Ucap Nayla sambil suapin kue ulang tahun ke Maya dan cium kening Maya.


"Mama juga sangat menyayangimu dan mencintaimu selamanya dan sampai kapanpun." Ucap Maya sambil suapin kue ulang tahun ke Nayla dan kemudian peluk dan cium kening Nayla.


Semua terlihat sangat bahagia di acara ulang tahun Maya. Mereka kemudian makan kue masing-masing dan langsung melanjutkan dengan perayaan kembalinya ingatan Arya dengan cara bernyanyi serta berdansa bersama dengan penuh bahagia.


******


Sementara itu di rumah Kartika, Zaky datang untuk menemui Kartika. Sehingga membuat Kartika kaget Melihat Zaky datang ke rumahnya.


#BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2