
jam makan siang selipun tiba.brayen sedang dalam perjalanan menuju kantor seli.
Dengan hati yang sangat bahagia karna bisa membuat masakkan yang ternyata seli suka.
"akhirnya sampai juga.lebih baik sekarang saya telfon seli saja. "ucap brayen.
sampai beberapa kali menghubungi ponsel seli. tapi tak juga seli menjawab.
"kemana seli ini. kenapa tidak menjawab telfon ku. "
"apa dia masih sibuk ia. tapi ini kan sudah jam makan siang. apa aku tunggu saja ia 5 menit lagi. "
brayenpun menunggu istrinya menghubunginya. tapi tak juga menghubunginya
sedangkan ditempat lain seli sedang berada di kantin kantor sedang membeli minuman. karna dia merasa haus. karna lupa membawa minum.
seli biasa membawa minum sendiri. tapi kali ini dia melupakannya.
karna brayen sudah tidak sabar menunggu. jadi brayen memutuskan masuk kedalam kantor seli.
"lebih baik aku masuk saja kedalam. kalau kelamaan makanannya bisa kembali dingin. "
Brayen memberanikan diri melangkah kesana.
"permisi pak "ucap brayen kepda penjaga.
"ia pak ada yang bisa saya bantu."ucap penjaga.
"saya mau bertemu dengan seli pak. saya mau mengantar makan siangnya. "ucap brayen kepada penjaga.
"oh mbak seli.silahkan masuk mas saya antar."ucap penjaga.
"ia pak. "brayenpun mengikuti penjaga tersebut masuk kedalam kantor seli.
"tunggu sebentar disini mas ia. saya panggilkan mbak selinya. "ucap penjaga.
tinggallah brayen sendiri menunggu.
penjaga tersebut masuk kedalam ruangan dimana seli dan kawan kawannya bekerja.
tetapi penjaga tersebut tidak menemukan keberadaan seli.
"bapak sedang mencari siapa.. ?"tanya dinda.
"saya mencari mbak seli,dimana ia..? "tanya penjaga.
__ADS_1
"owh seli dia sedang kekantin pak beli minuman. ada apa pak memangnya. "tanya dinda.
"tolong sampaikan ke mbak seli, kalau suaminya sedang menunggu di ruang tunggu."ucap penjaga.
"ia pak.. "dinda tanpa menyadari ucapan penjaga tersebut.
Dan tiba tiba dinda teringat dengan ucapan penjaga.
"pak tunggu,, "bertriak memanggil penjaga.
"ada apa mbak. "
"tadi bapak pesan apa ia.?"tanya dinda penasaran.
"tadi saya bilang kalau ada mbak seli,suaminya sedang menunggu diruang tunggu. "ucapan penjaga tersebut diulang.
"berarti sekarang ada suaminya seli pak. "tanya dinda.
"ia mbak.dia sedang menunggu mbak seli. "ucap penjaga.
"ok pak.nanti saya sampaikan. saya permisi dulu."dinda pergi dengan tergesah gesah.
karna ingin melihat suami seli secara langsung.
bapak penjaga pun hanya bisa bengong melihat tingkah laku dinda yang berjalan dengan terburu buru.
"pak kenapa sama dinda kok terburu buru begitu jalannya. "tanya linda.
"ia pak kenapa sama mbak dinda. "tanya lili juga.
aldo dan seli hanya bisa menyimak sambil menikmati minuman mereka.
"saya juga kurang tahu mbak. "penjaga pun juga bingung Dan melihat seli penjaga pun langsung memberi tahu seli.
"nah kebetulan ada mbak seli disini. "ucap penjaga.
"ia ada apa pak. "tanya seli.
"itu mbak ada suami mbak seli sedang menunggu."ucap penjaga.
dan seketika dua orang teman seli linda dan lili langsung berlari ke arah ruang tunggu. begitu mendengar suami seli sudah datang.
"owh suami saya sudah datang. kalau begitu terima kasih ia pak. "ucap seli.
"ia mbak. saya jadi bingung tadi mbak dinda sekarang mbak lili dan mbak linda. bingung saya. "ucap penjaga sambil menggaruk garuk kepalanaya.
__ADS_1
seli hanya bisa tersenyum karna dia sudah paham dengan tingkah laku temannya.
mereka seperti itu karan penasaran ingin melihat suami seli.
"mau ikut aldo nyusul mereka. "tanya seli kepada aldo.
"boleh sel aku juga penasaran sama suami kamu. "ucap aldo.
mereka pun pergi bersama sama mendatangi brayen.
dinda yang sedari tadi sudah menemui brayen dan mengajak bicara brayen. hingga tidak berkedip mata memandangi wajah brayen..
brayen merasa risih dengan perlakuan dinda yang terus saja mendangnya.
tiba tiba datanglah lili dan linda yang berhenti pak di hadapan brayen.
yang mematung memandang brayen sambil menjabatkan tangannya tanpa sadar.
brayen semakin merasa risih dan aneh melihat teman teman seli.
selipun datang dan menutupi pandangan ketiga temannya.
"sayang maaf sudah menunggu. "ucap seli mencium tangan suaminya.
"tidak apa apa sayang. cuma lain kali ponselnya dibawa ia jangan di tinggal. jado kalo mas hubungi tidak menunggu lama di angkatnya. "ucap brayen seketika menciun kening seli.
dan membuat teman temannya menjadi sangat iri melihatnya.
aldo yang hanya memandang dari jauh karna begitu aldo melihat wajah brayen aldo pun langsung menghentikan langkahnga.
"sel lihat lihat dong. disini masih ada kita. jangan buat kita iri dong. mentang mentang kita jomblo belum laku. "ucap dinda.
"ia mbak seli ini. bikin iri saja. mentang mentang suaminya ganteng. "ucap lili polos.
"aduh maaf ia bukan bermaksud begitu tapi tidak sengaja. jadi tidak apa apakan. "seli sedikit mengejek teman temannya.
"ia sudah kalian masih mau tidak aku kenalin sama suami aku. "ucap seli.
"mau mau mau. "ucap ketiganya.
"ia sudah gantiannya. "mas ini teman temanku. mereka ini penasaran ingin sekali melihat wajah mas. makanya mereka buru buru datang kesini ngebuat mas risij karna penasaran saja. "ucap seli bercanda.
"owh jadi begitu sayang. tidak apa apa kok. "
"kalau gitu kenalkan nama saya brayen. "brayen mulai memperkenalkan dirinya kepada teman teman seli satu persatu.
__ADS_1
mereka sangat kagum melihat ketampanan wajah brayen. membuat mereka berangan angan ingin memiliki suami seperti brayen