ORANG KE 3

ORANG KE 3
ORANG KE TIGA EPISODE 41


__ADS_3

ORANG KE TIGA EPISODE 41


Kamila dengan Rio di bawa ke kantor polisi oleh keluarga Reynaldi di karenakan Sonia telah terjatuh dari kamar atas. Kamila tidak terima di penjara namun Fandy tetap bersikeras meminta Kamila untuk menuruti keinginan keluarga Reynaldi untuk ke kantor polisi.


"Fandy! Kau ini keterlaluan! Berani nya kau lakukan ini kepada Mama, harusnya yang di penjara itu keluarga Reynaldi!" Bentak Kamila kepada Fandy.


"Tidak Ma, mereka tidak bersalah justru Mama yang bersalah bersama Rio Karena bertindak gegabah sehingga membuat Sonia terjatuh dari lantai kamar atas. Jadi, Mama dengan Rio harus bertanggungjawab atas apa yang terjadi kepada Sonia!" Ucap Fandy kepada Kamila dengan perasaan emosi.


"Fandy! Mereka juga salah dalam hal ini, mereka sembunyikan Sonia dari kita, dan bahkan Nada mengatakan kepada Sonia bahwa Papanya sudah meninggal itu yang dia katakan!" Teriak Kamila kepada Fandy.


"Itu memang pantas buat Fandy, karena Fandy tidak mau Bertanggungjawab dan meninggalkan aku begitu saja dengan Sonia! Apalagi saat Sonia bertanya dimana Papanya? Apa aku harus mengatakan yang sebenarnya? Bagaimana jika Sonia tau bahwa Papanya sudah meninggalkan nya selama 7 tahun bersama Mamanya hanya untuk kepentingannya sendiri, bahkan dia tidak pernah kembali dan sedikitpun bertanya tentang Sonia! Dan bagaimana perasaan Sonia jika mengetahuinya? Hati nya pasti akan sangat hancur!" Teriak Nada dengan perasaan emosi dan membuat semua kaget mendengarnya.


"Dan satu lagi Tante Kamila juga sudah memfitnah Arya dengan tuduhan menculik Sonia padahal kenyataannya Sonia memang tinggal di rumah Arya! Dan Sonia adalah keponakan Arya!" Ucap Bram dengan perasaan emosi.


"Apa? Mama Fitnah Arya? Kenapa Mama lakukan ini! Sekarang Mama bebaskan Arya atas tuduhan itu. Dan Mama pergilah ke kantor polisi bersama Rio dan bebaskan Arya." Ucap Fandy kepada Kamila.


Kamila pun kemudian terdiam dan akhirnya dibawa ke kantor polisi.


******


Di kantor polisi Arya pun akhirnya bebas dari penjara atas semua tuduhan yang tidak pernah dia lakukan. Saat Arya ingin keluar dari kantor polisi tiba-tiba Kamila pun datang bersama dengan Rio dan Polisi.


"Akhirnya Tante Kamila dengan Rio masuk penjara juga. Kalian tau, kenapa kalian di Penjara? Karena apa yang terjadi kepada Sonia termasuk kalian sudah fitnah saya atas penculikan terhadap Sonia." Ucap Arya sambil tersenyum licik.


"Kau ini!" Ucap Kamila dengan perasaan emosi.


"Sudahlah Ma tidak ada gunanya berdebat kita juga salah dalam hal ini." Ucap Rio kepada Kamila..


"Ayo kalian masuk cepat!" Perintah Polisi sambil membawa masuk Kamila dengan Rio.


"Mereka sekarang sudah dipenjara Pak." Ucap Pengacara kepada Arya.


"Iya, biarin saja karena itu pantas untuk mereka." Ucap Arya kepada Pengacara.


"Ya sudah Pak, sekarang kita ke rumah sakit untuk melihat keadaan Sonia." Ucap Pengacara kepada Arya.


Arya dengan Pengacara pun lalu ke rumah sakit untuk melihat kondisi Sonia.


******


Di rumah sakit semua masih terlihat sangat Khawatir dengan kondisi Sonia. Sonia masih belum sadar dari koma. Sementara itu Lina tiba-tiba ingin mengajak Yurisa bicara dengannya.


Saat sedang ngobrol Yurisa tidak terima permintaan Lina dan Roy tiba-tiba dan membuat Yurisa memilih Fandy di penjara atau bayi dalam kandungan Yurisa.


"Kenapa harus seperti ini Om, Tante? Anak ini tidak bersalah, jangan lakukan ini kepadanya. Kalian boleh menyiksaku tapi jangan lakukan itu kepada anak ini. Anak ini adalah cucu kalian anak nya Bram." Ucap Yurisa kepada Roy dan Lina.


"Aku tau itu, dan aku juga tau anak itu tidak bersalah. Maka dari itu aku akan menghukum mu dengan cara setelah bayi itu lahir kau harus memberikan nya kepada kami." Ucap Roy kepada Yurisa dan membuat Yurisa kaget mendengarnya.


"Setelah bayi itu lahir, kau serahkan bayi itu kepada Bagas dan Raya. Raya akan menjadi Ibu pengganti buat bayi itu, dan Raya akan mengurus bayi itu. Kamu hanya melihatnya dari kejauhan itu saja." Ucap Roy kepada Yurisa.


"Kenapa harus seperti ini Om. Jangan menyiksa anak itu dengan memisahkan nya dari ibunya karena itu adalah salah Om." Ucap Yurisa kepada Roy.


"Aku tau itu salah, tapi kau pantas mendapatkan itu karena kau sudah mempermalukan keluarga ku dan kau memang pantas menerimanya.* Ucap Roy kepada Yurisa.


"Kalau aku tidak melakukan nya apa yang akan terjadi?" Tanya Yurisa kepada Roy.


"Kami akan penjarakan Fandy atas perebutan perusahaan milik kami dan kau juga akan di penjara!" Ucapan Lina membuat Yurisa kaget mendengarnya.


******


Arya datang ke rumah sakit dan membuat Maya dan Diana begitu bahagia begitu juga dengan Nayla. Setelah bebas dari penjara Arya langsung menemui Sonia dan kemudian peluk Sonia.


"Sonia... Maafkan Om sayang... Om tidak bisa melindungi kamu." Ucap Arya dalam hati sambil cium kening Sonia.


"Kak Arya..." Nada menangis dan langsung peluk Arya.


"Apa kata dokter? Ma, Pa bagaimana Sonia?" Tanya Arya kepada Papa dan Mamanya.


"Belum ada perkembangan nak, setelah mendapatkan donor darah sampai sekarang." Ucap Diana kepada Arya.


"Donor darah? Apa keluarga Fandy mendonorkan darah buat Sonia?" Tanya Arya kepada Diana.


"Nada dengan Fandy yang donorkan darah untuk Sonia." Arya kaget mendengar perkataan dari Diana.


"Mas Arya, ini semua demi kebaikan Sonia dan keselamatan Sonia. Jadi kami pun terpaksa setuju Fandy ikut mendonorkan darah buat Sonia." Ucap Maya kepada Arya.


Arya hanya terdiam sejenak atas apa semua telah terjadi. Arya kemudian menemui Fandy mempertanyakan tentang Sonia kepadanya.


******


Arya lalu mengajak Fandy untuk berbicara tentang Sonia kepadanya dan meminta penjelasan kepada Fandy mengapa meninggalkan Nada dengan Sonia. Karena saat itu Nada sedang hamil Sonia. Dan kenapa Fandy diam-diam menikah dengan Yurisa tanpa seizin Nada.

__ADS_1


Fandy kemudian menjelaskan semuanya kepada Arya dan menceritakan semuanya kepada Arya. Arya lalu marah kepada Fandy karena meninggalkan Nada begitu saja bersama dengan Sonia.


"Meminta Maaf sudah tidak ada gunanya Fandy karena kau sudah merusak semuanya! Kau menghancurkan hidup Nada! Nada membesarkan Sonia sendirian dan kau pikir kau bisa merebut Sonia begitu saja!" Teriak Arya kepada Fandy.


"Aku tau, bahwa aku sudah menyakiti Nada. Dan aku sangat menyesal karena sudah menyakiti Nada." Ucap Fandy dengan penyesalan.


"Semua itu sudah terlambat tidak ada gunanya lagi Fandy. Sekarang apa yang ingin kau lakukan? Apa kau akan meninggalkan Yurisa dan kembali kepada Nada?" Tanya Arya kepada Fandy.


"Aku juga tidak tau harus bagaimana, apalagi aku baru tahu bahwa Sonia adalah anak kandung ku. Tolong beri aku waktu untuk menerima kenyataan ini. Aku juga tidak tau harus bagaimana..." Jawaban Fandy membuat Arya kaget mendengarnya.


Arya pun kemudian memberikan kesempatan kepada Fandy untuk menerima semua ini. Dan Arya ingin Fandy bertanggungjawab atas Sonia.


******


Disamping itu Yurisa bingung harus bagaimana dan bingung harus memilih yang mana. Yurisa kemudian meminta Roy untuk membuat pilihan lain. Roy kemudian membuat pilihan yang mana membuat Yurisa tidak sanggup melakukannya.


"Aku ingin saat Syukuran kehamilan mu yang kedelapan bulan tidak ada nama Fandy di dalamnya. Dan aku ingin setelah anak itu lahir hanya Bram yang punya hak atas anak itu bukan Fandy. Jadi semua untuk anak itu Bram yang melakukannya. Bagaimana kamu setuju? Jika tidak kami akan mengambil anak itu dan kamu tidak akan bertemu dengannya selamanya." Ucapan Roy membuat Yurisa kaget mendengarnya.


Yurisa tidak tau harus bagaimana dan akhirnya Yurisa menyetujui permintaan Roy. Lina sangat senang akhirnya Yurisa jatuh ke perangkap nya karena Lina ingin membuat Yurisa menderita selamanya.


"Bagus kalau begitu Yurisa. Dan dengan itu aku akan mengatakan ini kepada Bram dan Raya. Kau tau Yurisa menurut ku Raya yang lebih pantas jadi Mama dari anak kamu dan Bram. Kenapa? Karena kamu adalah seorang Pelakor yang tidak bertanggungjawab paham!" Ucap Lina kepada Yurisa sambil tersenyum licik.


******


Di rumah Mahesa, Mahesa terlihat sangat kesal atas apa yang telah terjadi gambar sepatu model baju batik untuk datang ke rumahnya untuk membahas tentang Arya.


Setelah Bodyguard Mahesa datang, Mahesa perintahkan Bodyguard nya untuk mencari tau apa pekerjaan Arya dan mencari tau tentang keluarga Reynaldi.


"Baik bos kami akan mencari tau tentang keluarga Reynaldi tanpa sisa." Ucap Bodyguard kepada Mahesa.


"Bagus! Kalian cari tau semuanya lebih lagi Nada dan Sonia jangan sampai ada yang tersisa paham!" Perintah Mahesa kepada Bodyguard tersebut.


"Baik Bos akan kami laksanakan." Ucap Bodyguard kepada Mahesa.


Para Bodyguard pun lalu pergi untuk mencari tau tentang keluarga Reynaldi termasuk nada dan Sonia. Disamping itu ia merencanakan sesuatu untuk menghancurkan keluarga Reynaldi dan Keluarga Nugraha.


******


Di cafe Bram mengajak Raya dan Nayla minum teh. Nayla bertanya kepada Bram apa sebenarnya kepada Sonia. Bram dengan Raya bingung harus jawab apa kepada Nayla karena Nayla masih belum mengerti apa sebenarnya yang terjadi.


Raya kemudian mengatakan kepada Nayla bahwa itu hanya kecelakaan, Sonia terjatuh dari lantai atas. Namun Raya tidak menceritakan semuanya kepada Nayla karena menurut Raya, Nayla belum mengerti apapun.


"Kasihan ya Sonia kenap Sonia bisa jatuh dari lantai atas?" Tanya Nayla kepada Bram.


"Iya Nayla, makanya kalau sudah berada di lantai atas di kamar harus hati-hati biar tidak jatuh." Ucap Bram kepada Nayla.


******


Malam harinya di ruang ICU Nada masih melihat kondisi Sonia yang terbaring lemah. Nada melihat Sonia dengan perasaan sedih dan menyesal atas apa yang terjadi kepada Sonia.


"Nada, kita berdoa saja yang terbaik buat Sonia ya." Ucap Maya kepada Nada.


"Terimakasih ya kak, karena kakak begitu baik kepadaku." Ucap Nada kepada Maya.


"Kak Nada, kakak harus sabar ya kita doakan saja yang terbaik buat Sonia." Ucap Kartika kepada Nada.


"Om Papa, Mama, kapan Sonia akan sadar?" Tanya Nayla kepada Maya dan Arya.


"Kita berdoa saja ya sayang, secepatnya Sonia akan sadar." Jawab Maya kepada Nayla.


"Semoga saja Sonia cepat sadar dan biar bisa main lagi." Ucap Nayla dengan polosnya.


"Oh iya, Maya malam ini Nayla tidur tempat ku dulu ya, ini kan hari Sabtu." Tanya Bram kepada Maya.


"Tapi Mas Bram, Nayla Bilang mau tidur tempat Mama, nanti akan pulang dengan Kartika." Ucap Maya kepada Bram.


"Bagaimana Nayla, apa mau sama Papa atau Tante Kartika?" Tanya Bram kepada Nayla sambil gendong Nayla.


"Nayla mau sama Papa saja. Tidak apa-apa kan Tante? Minggu Depan saja tempat Oma." Tanya Nayla kepada Kartika.


"Tidak apa-apa Nayla. Ya sudah kebetulan aku juga mau pulang, aku ikut kak Bram ya? Tanya Kartika kepada Bram.


"Tidak apa-apa kita bisa pulang bersama. Ya sudah, Tante Diana, Om, Arya, Maya, Nada aku pulang dulu." Ucap Bram kepada keluarga Reynaldi.


******


Bram dengan Raya bersama Nayla pun Pulang sekalian mengantar Kartika pulang ke rumah. Setelah sampai ke rumah, Kartika kemudian bercerita tentang apa yang terjadi di rumah sakit. Rani dengan Tommy kaget mendengar cerita dari Kartika.


Mendengar cerita dari Kartika, Rani meminta Kartika untuk menjauhi Rio. Karena Rio pasti sama dengan Fandy lalu, Rani pun meminta Kartika untuk melupakan Rio selamanya.


"Benar apa kata Mama kamu Kartika, Rio itu bukan orang baik dan semua ini untuk kamu Kartika." Ucap Tommy kepada Kartika.

__ADS_1


"Iya Pa... Ma... Kartika ngerti kok apa maksud Papa dan Mama." Ucap Kartika kepada Rani dan Tommy.


"Kartika, kamu tau nak, semua ini untuk kebaikanmu karena kami sangat menyayangi mu Kartika." Ucap Rani kepada Kartika.


"Ya sudah kalau begitu, Kartika ke kamar dulu mau istirahat." Kartika lalu pergi ke kamar nya untuk istirahat.


"Ya Tuhan habis ini ntah apa yang terjadi. Dari dulu Mama tidak suka dengan Rio karena keluarganya tidak jelas! Ucap Rani kepada Tommy dengan perasaan kesal dan emosi.


"Ma, anggap saja ini Pelajaran buat kita apalagi Kartika, dia harus lebih berhati-hati dalam memilih pendamping hidup apalagi orang itu harus jelas apalagi keluarganya." Ucap Tommy kepada Rani.


" Iya Pa, dan ini semua juga untuk kebaikan Kartika. Mulai sekarang Mama tidak akan biarkan Rio mendekati Kartika lagi sampai kapanpun!" Ucap Rani kepada Tommy dengan perasaan emosi.


******


Di kamar Kartika menangis dan mengingat yang terjadi di rumah sakit pada waktu itu. Kartika merasa kecewa terhadap Rio. Dan mengingat saat-saat bersama dengan Rio. Meskipun sebenarnya Kartika kecewa dengan Rio, tapi cinta Kartika masih ada untuk Rio.


Flashback 1 bulan yang lalu


"Kartika aku berjanji kepadamu akan selalu membuatmu bahagia dan Selamanya aku akan selalu mencintaimu." Ucap Rio kepada Kartika.


"Aku juga mencintaimu Rio dan selamanya aku akan selalu mencintaimu. Kau tau Rio sejak ada dirimu membuat aku sangat bahagia dan aku harap kita akan selamanya selalu bersama." Ucap Kartika kepada Rio dengan tersenyum kepada Rio.


"Aku janji kepadamu kita akan selalu bersama-sama selamanya." Ucap Rio sambil peluk dan Cium kening Kartika.


Flashback 1 bulan kemudian.


Setelah mengingat masa lalu Kartika menangis dan menyesali semua yang terjadi. Kartika sangat mencintai Rio dan pasti Kartika tidak bisa melupakan Rio.


******


Di rumah Roy menceritakan kepada Bram tentang rencananya untuk Yurisa. Roy berkata jika Yurisa melanggar janjinya maka Bram bisa mengambil anak Yurisa dan masukkan kembali Yurisa dan Fandy ke penjara. Bram setuju dengan pendapat Papanya. Akan tetapi, Bram mengatakan bahwa Papanya harus berhati-hati mungkin Fandy tidak akan tinggal diam jika kita melakukan hal seperti itu kepada Yurisa.


"Kita pasti akan berhati-hati karena Fandy tidak akan tinggal diam. Jika kita melakukan hal seperti itu kepada Yurisa. Tapi jika Fandy menggagalkan rencana kita, maka Papa akan melakukan sesuatu yang akan membuat Fandy tidak akan bisa melupakannya." Ucap Roy kepada Bram.


"Apa yang akan Papa lakukan? Jangan sampai kita gagal dengan rencana kita." Ucap Bram kepada Roy.


"Kamu jangan khawatir Bram semua sudah Papa siapkan untuk rencana kita agar tidak ada kegagalan di rencana kita. Pokoknya kita harus berhasil dengan rencana kita." Ucap Roy kepada Bram.


******


Di kamar Lina sedang menemani Kayla kamar Nayla bertanya kepada Nina sebenarnya apa sih yang dibicarakan berakhir dengan seperti terlihat sangat serius sekali akan tetapi Lina tidak mengatakan apapun kepada Nayla.


Nayla Terlihat sangat bingung dikarenakan Lina tidak mengatakan apapun kepada Nayla. Kemudian Lina meminta Nayla untuk tidur.


"Oma kenapa sih bertanya pasti jawabannya seperti ini." Ucap Nayla dalam hati dengan perasaan kesal.


"Nayla kau belum mengerti apa yang akan kau hadapi setelah ini. Jika kamu mengetahuinya Nayla apa kau akan menerimanya? Oma akan sangat bahagia sekali Jika tidak Bagaimana? Tapi Oma yakin kau pasti tidak akan menerimanya Karena ini pasti sangat sulit untukmu Nayla." Ucap Lina dalam hati sambil cium kening Nayla.


******


Di rumah Reynaldi di sebuah kamar, Arya melihat Maya menyisir rambutnya kemudian mendekati Maya dan peluk Maya dari belakang. Dan mengatakan bahwa Arya sangat bahagia menikah dengan Maya. Maya terlihat sangat bahagia mendengar perkataan dari Arya.


Maya lalu kemudian tersenyum karena perkataan Arya. Lalu Arya mencoba membelai rambut Maya dan mengajaknya berdansa.


Bersama


"Sayang malam ini aku ingin bermanja denganmu dan aku . Arya lalu cium kening Maya dan peluk Maya.


Arya dengan Maya pun bermanja di sebuah kamar sambil berdansa bersama. Sementara di kamar Diana, Diana masih terlihat khawatir dengan Sonia. Reno melihat Diana sedang melihat foto Sonia menangis.


"Ma... Sonia pasti akan baik-baik Papa yakin itu karena Sonia adalah anak yang kuat dan Sonia pasti akan sembuh." Ucap Reno kepada Diana.


"Bagaimana jika Sonia tidak bertahan Pa, Mama takut jika nanti kita akan kehilangan Sonia." Ucap Diana sambil usap air mata nya.


"Jangan berpikir begitu Ma, semua akan baik-baik saja dan Sonia pasti akan sembuh." Ucap Reno kepada Diana.


"Mama hanya takut Pa, jika nanti kita akan kehilangan Sonia karena, Mama belum siap untuk kehilangan Sonia." Ucap Diana kepada Reno.


"Papa mengerti bagaimana perasaan Mama. Tapi Papa yakin kok kalau Sonia pasti akan sembuh kita berdoa saja untuk Sonia ya Ma..." Ucap Reno sambil peluk dan cium kening Diana.


******


Di kamar Arya, dengan romantisnya Arya menggendong Maya sampai ke tempat tidur. Maya tersipu malu karena sikap Arya kepadanya.


"Sayang nanti ada yang lihat?" Ucap Maya kepada Arya.


"Siapa yang akan melihat? Tidak ada. Yang ada hanya kau dan aku kita berdua." Arya lalu peluk dan cium Maya sambil tarik selimut lalu mematikan Lampu.


******


Besok harinya di rumah sakit ruang ICU Sonia tiba-tiba sadar dan melihat di sekelilingnya tidak ada orang kecuali Nada yang selalu menemani Sonia.

__ADS_1


#BERSAMBUNG


__ADS_2