
ORANG KE TIGA EPISODE 55
Diana mengatakan semuanya kepada keluarganya tentang Arya dengan saudara kembarnya. Nada kaget mendengar perkataan dari Diana yang tidak pernah mengatakan kepadanya tentang hal tersebut.
"Mengapa Mama tidak pernah cerita kepada aku tentang saudara kembar kak Arya? Seharusnya Mama cerita kepadaku agar aku tau bahwa Kak Arya mempunyai saudara kembar." Ucap Nada kepada Diana.
"Maafin Mama, karena merahasiakan semua ini darimu." Ucap Diana kepada Nada.
"Aku mengerti mengapa Mama merahasiakan diri dariku dan dari Kak Arya Mungkin Mama ingin menyimpan rahasia ini tanpa diketahui oleh siapapun. Tapi aku tidak masalah dan aku mengerti apa yang Mama lakukan ini." Ucap Nada kepada Diana.
"Tante Boleh aku pinjam sebentar fotonya Besok aku akan bawa kembali ke mari." Ucap Arka kepada Diana.
"Tentu saja boleh tetapi untuk apa?" Tanya Diana kepada Arka.
"Iya Mas, untuk apa foto itu?" Tanya Ria kepada Arka.
"Aku ingin bertanya kepada kepada Ibu Panti Asuhan tentang foto ini. Karena dia pernah berkata kepadaku bahwa ada seorang dokter yang mengirimku ke Panti Asuhan dan dia berkata bahwa aku memiliki saudara kembar. Namun karena sebuah kecelakaan yang terjadi di rumah sakit aku terpisah dengannya." Ucapan Arka membuat semua kaget mendengarnya.
"Apa yang kau katakan barusan saudara kembar? Jadi kau memilikinya Kenapa kau tidak cerita kepadaku tadi setelah aku bertanya kepadamu?" Tanya Bram kepada Arka.
"Tentang itu aku memang sengaja berbohong kepadamu tapi sudahlah itu tidak perlu dibahas. Aku hanya ingin pinjam foto ini dulu sebentar nanti aku akan kembalikan lagi. Ayo Ria kita pulang." Ucap Arka sambil mengajak Ria pulang.
"Tunggu sebentar tadi kau bilang kau memiliki saudara kembar. Bagaimana kalau kita melakukan tes DNA." Tanya Diana kepada Arka.
"Ma, sudahlah... Biarkan dokter Arka pergi." Ucap Reno kepada Diana.
"Aku pulang dulu Tante nanti aku akan kembali lagi. " Ucap Arka kepada Diana.
Arka dengan Ria kemudian pulang ke rumah namun sementara itu Diana mengatakan bahwa Arka pasti adalah saudara kembarnya Arya dan Arya pasti masih hidup sampai sekarang ini.
"Aku yakin Arka adalah saudara kembar Arya dan Arya masih hidup aku sangat yakin itu." Ucap Diana kepada semua orang.
"Ya Tante Aku juga yakin Arya masih hidup karena dokter Arka mengatakan bahwa dia pernah bertemu dengan orang yang mirip dengan Arya sebulan yang lalu di rumah sakit Bandung. Tapi sekarang ini mungkin orang itu sudah sadar dari koma dan keluar dari rumah sakit." Ucapan Bram membuat semua kaget mendengarnya.
"Bukan itu saja tante aku juga bertemu dengan orang yang mirip Arya di mall bersama dengan seorang wanita. Tapi aku tidak tau siapa wanita itu karena aku bertemu dengannya tadi siang saat berada di mall. Namun aku tidak berbicara dengan orang itu." Ucapan Raya membuat semua kaget mendengarnya.
"Ya Tuhan... Jangan-jangan itu adalah Arya bagaimana kalau kita ke sana Siapa tau kita bertemu dengannya lagi." Ucap Diana kepada Arya.
"Pasti dia sudah pulang tante dan kita juga pasti sulit untuk bertemu dengannya lagi kita berdoa saja semoga kita bisa bertemu dengannya lagi untuk mencari tau apakah dia Arya atau tidak." Ucap Raya kepada Diana.
"Raya benar Pasti orang itu sudah tidak ada lagi berada di mall apalagi Mall itu sangat luas jadi kita berdoa saja semoga kita bisa bertemu dengannya." Ucap Reno kepada Diana.
"Iya aku harap seperti itu." Ucap Diana kepada Reno.
******
Sementara itu di rumah Tina, Tina melihat foto Arya dan mengatakan bahwa Tina tidak akan membiarkan Arya mengingat siapapun termasuk mengingat keluarganya karena Tina ingin memiliki Arya seutuhnya. Tina kemudian mengingat saat menyelamatkan Arya di pantai.
******
Flashback Pantai
Tina berjalan-jalan di area pantai dan melihat sosok laki-laki yang hanyut di daerah pantai setelah itu Tina memanggil seseorang untuk menyelamatkan Arya dan membawanya ke rumah sakit.
Setelah sampai di rumah sakit dokter memeriksa Arya dan mengatakan bahwa Arya mengalami hilang ingatan.
"Amnesia dokter? Apakah dia tidak mengingat semuanya termasuk keluarganya?" Tanya Tina kepada Dokter.
"Dia tidak bisa mengingat siapapun termasuk keluarganya kecuali jika dia bertemu dengan masa lalunya, apalagi bertemu dengan keluarganya, mungkin saja dia bisa mengingatnya secara tiba-tiba meskipun hanya sedikit." Ucap Dokter kepada Tina.
"Berapa lama dia akan Amnesia dokter?" Tanya Tina kepada Dokter.
"Tergantung berapa lama anda membuat dia mengingat semuanya jadi jika untuk mengingatkan dia tentang masa lalunya. Jangan terburu-buru karena itu akan mengakibatkan fatal itu yang akan terjadi kepadanya." Jawab Dokter kepada Tina.
"Itu berarti kita tidak bisa memaksanya untuk mengingat masa lalunya?" Tanya Tina kepada Dokter.
"Iya itu benar karena jika kita memaksa nya itu akan mengakibatkan fatal untuknya?" Jawab Dokter kepada Tina.
"Terima kasih Dokter Saya berjanji akan menjaganya dengan baik karena saya adalah tunangannya." Ucap Tina kepada Dokter.
"Ya sudah kalau ada apa-apa panggil saya kembali." Ucap Dokter kepada Tina dan kemudian pergi meninggalkan Tina.
******
Tina mengingat Di saat dia menemui Arya di pantai dan menyelamatkannya. Tina sangat bahagia dan senang karena Arya tidak mengingat siapapun apalagi keluarganya. Dengan Ini merupakan kesempatan untuk Tina demi mendapatkan apa yang dia inginkan termasuk mendapatkan Arya yang sudah lama ingin dia dapatkan.
__ADS_1
"Apapun akan aku lakukan untuk mendapatkan Arya karena dia adalah milikku selamanya. Tante Diana pasti sedang mencari Arya atau berpikir bahwa Arya meninggal dan itu bagus. Dengan itu aku bisa mendapatkan Arya dan mengubah nama Arya menjadi Ruben. Sekarang tidak akan ada lagi yang bisa merebut Arya dariku karena selamanya Arya akan tetap menjadi milikku itulah yang akan terjadi karena apapun akan kulakukan untuk mendapatkan Arya." Ucap Tina dalam hati.
******
Sementara itu Arya sedang melamun di teras rumah dan berpikir sesuatu dan merasa bahwa dia ingin mencari seseorang namun dia tidak tau siapa yang dicari.
"Ada apa denganku kenapa aku ingin mencari seseorang dan kenapa aku merindukan seseorang padahal aku sudah tunangan dengan Tina namun Kenapa aku merasa tidak bahagia bersama Tina? Kenapa aku merasa bahwa aku tidak pernah mencintai Tina? Ya Tuhan... Sebenarnya apa yang terjadi kepadaku? Aku ingin cari tau yang sebenarnya? Apa yang sebenarnya terjadi? Jika aku tanya kepada Tina, dia tidak mengatakan apapun. Apakah aku harus mencari tau secara diam-diam? Mungkin aku harus mencari tau secara diam-diam tanpa diketahui oleh Tina." Ucap Arya dalam hati.
"Sayang sedang apa kau di luar?" Tanya Tina kepada Arya.
"Tidak ada aku hanya duduk saja di teras. Sayang kau tau kadang aku merasa kehilangan akan sesuatu dan merindukan sesuatu termasuk Mama dan Papa ku." Ucap Arya kepada Tina.
"Sayang, sudahlah mereka sudah melupakan mu apalagi setelah mereka menghina ku dan mengusir kita karena tidak merestui hubungan kita. Jadi untuk apa lagi kamu mengingat nya sayang. Sekarang kan sudah ada aku yang selalu mencintaimu." Ucap Tina kepada Arya.
"Aku hanya ingin mengingat mereka saja sayang. Apalagi aku tidak bisa mengingat apapun sekarang ini termasuk keluargaku apalagi mengingat tentang hubungan kita." Ucap Arya kepada Tina.
"Sudah lah sayang jangan terlalu dipaksakan nanti kamu akan sakit. Jangan di pikirkan tentang hubungan kita nanti juga kamu akan ingat semuanya." Ucap Tina kepada Arya.
"Oh iya sayang bagaimana kalau malam ini kita makan malam di restoran yang romantis Kamu mau tidak?" Tanya Arya kepada Tina.
"Tentu saja mau sayang malam ini kita akan ke restoran yang paling romantis sambil mengenang masa lalu kisah cinta kita bersama." Ucap Tina sambil tersenyum kepada Arya.
Tina berpikir bahwa Arya benar-benar sangat mencintainya sehingga mengajaknya ke restoran yang romantis untuk makan malam.
******
Di sebuah restoran Bram ternyata mengajak Raya makan malam bersama dengan Nayla. Raya begitu sangat senang begitu juga dengan Nayla.
"Mas Bram tempatnya sangat romantis ini benar-benar sangat kejutan untukku dan juga Nayla." Ucap Raya sambil tersenyum kepada Bram.
"Tentu saja Ini adalah restoran yang mewah dan pertama kali aku mengajak kamu bersama Nayla makan malam di restoran ini." Ucap Bram sambil tersenyum kepada Raya.
"Papa pasti di sini makanannya enak-enak ya." Ucap Nayla kepada Bram.
"Iya sayang makanya di sini enak-enak semua dan Nayla Pasti sangat menyukainya. Papa pesan dulu makanannya ya." Ucap Nayla sambil tersenyum kepada Bram.
Saat Bram sedang pesan makanan tiba-tiba Nayla dengan Raya melihat orang yang mirip dengan Arya bersama dengan seorang wanita. Raya kemudian merekam orang tersebut. Namun Nayla tiba-tiba langsung datang menuju orang tersebut.
******
"Om Papa... Ini Nayla, Nayla kangen sama Om Papa, begitu juga dengan Mama yang kangen sama Om Papa. Bukan Mama saja tapi semua orang juga kangen sama Om Papa mereka berpikir Om Papa sudah meninggal tapi ternyata masih hidup. Dan anggapan Mama dan juga Nenek benar bahwa Om Papa masih hidup." Ucapan Nayla membuat Arya dan Tina kaget mendengarnya.
"Eh anak kecil kau ini bicara apa sih dia ini adalah tunanganku bukan Papamu sudah pergi sana mengganggu saja." Ucap Tina kepada Nayla.
"Sayang sudahlah namanya dia masih anak-anak lagi pula aku tidak mengenalnya apalagi aku juga tidak mengerti apa yang dia katakan barusan. Maaf ya sepertinya kamu salah orang yang maksudnya kamu maksud itu siapa? Tapi kamu adalah anak yang baik pasti kedua orang tuamu bangga sama kamu." Ucap Arya kepada Nayla.
"Jadi Om Papa tidak mengenal Nayla?" Tanya Nayla kepada Arya.
"Ehmmm Kalau boleh tahu nama Om Papa kamu namanya siapa?" Tanya Arya kembali kepada Nayla.
"Namanya Arya Saputra Reynaldi itu adalah nama Om Papaku." Ucapan Nayla membuat Tina kaget mendengarnya.
"Sudah cukup! Lebih baik kau pulang karena orang tuamu pasti mencari mu Apakah kau mengerti! Sayang lebih baik kita pindah saja dari sini tidak perlu lagi berada di sini." Ucap Tina dengan perasaan kesal.
"Sudahlah sayang dia masih anak-anak dan dia pasti belum mengerti. Tadi nama kamu siapa Nayla seperti tidak asing nama kamu itu tapi aku senang bertemu denganmu. Oh iya kenalin namaku Ruben bukan Arya." Ucap Arya sambil tersenyum kepada Nayla.
"Arya..." Ucap Raya kepada Arya yang kaget melihat wajah Arya.
"Tante Mama..." Ucap Nayla kepada Raya.
"Sayang ayo kita pulang saja Papa kamu sudah menunggu." Ucap Raya kepada Nayla.
"Raya, Nayla... Arya..." Ucap Bram ketika kaget melihat Arya.
"Maaf kenapa kalian memanggil namaku Arya namaku adalah Ruben bukan Arya tadi anak ini memanggil namaku Arya dan menyebut Om Papanya." Ucap Arya kepada Raya dan Bram.
"Sayang Sudahlah biarkan saja mereka karena mereka itu tidak penting Sekarang kita pindah tempat saja." Ucap Tina dengan perasaan kesal.
"Ya sudah kalau begitu kita pergi sekarang. Kami pergi dulu ya dan buat kamu Nayla Kamu sangat cantik sekali." Ucap Arya sambil pegang wajah Nayla dan pergi meninggalkan Nayla.
Di saat Arya pergi bersama Tina tiba-tiba Raya dan juga pernah melihat tanda bekas luka bakar yang ada di lengannya Arya.
"Luka bakar itu seperti aku pernah melihatnya." Ucap Raya dalam hati." Ucap Raya dalam hati.
"Dia seperti Om papa memiliki bekas luka di tangannya tapi dia tidak kenal kepadaku." Ucap Nayla dalam hati.
__ADS_1
"Raya... Nayla... Ayo kita lanjutkan makannya hidangannya sudah ada di meja." Ucap Bram kepada Nayla dan Raya.
"Entah kenapa Raya merasa dia adalah Arya. Aku harus cari tau siapa dia yang sebenarnya apapun Yang terjadi aku akan cari tau." Ucap Raya dalam hati.
******
Raya, Bram, dan Nayla kemudian lanjut ke meja makan mereka namun di samping itu Raya masih melihat Tina dengan Arya berada di tempat yang berbeda. Raya kemudian meminta Bram untuk mengikuti orang tersebut saat pulang nanti.
"Untuk apa kita mengikuti mereka?" Tanya Bram kepada Raya.
"Untuk mencari tau di mana mereka tinggal sekalian aku ingin mencari tau apakah dia Arya atau bukan. Karena ciri-cirinya sangat mirip dengan Arya apalagi bekas luka di tangannya. Tidak mungkin kan bekas luka di tangan itu sama dan mirip dengan orang lain dan pada tempat yang sama begitu juga dengan wajahnya yang sangat mirip." Ucap Raya kepada Bram.
Bram setuju dengan apa yang dikatakan Raya dan kemudian mempercepat untuk menghabiskan makanan agar bisa mengikuti ke mana Arya dan Tina pergi.
******
Di samping itu di rumah Arka, Arka masih melihat foto Arya sejak bayi dan Mencari fotonya yang mirip dengan foto Arya. Setelah Arka mendapatkan fotonya alangkah kagetnya Arka karena foto tersebut sangat mirip dengan foto Arya di waktu bayi begitu juga dengan kain yang dipakai pada saat itu.
"Ya Tuhan... Ini tidak mungkin apa artinya Arya adalah..." Ucap Arka sambil melihat foto Arya di waktu bayi.
"Mas Arka... Maksudnya apa apakah itu artinya Arya adalah saudara kembar Mas Arka yang selama ini Mas Arka cari? Meskipun Mas Arka tidak mau mencarinya lagi?" Ucap Ria kepada Arka.
"Mungkin saja tapi jika itu benar itu berarti Arya adalah saudara kembarku yang pernah aku cari. Namun aku tidak mencarinya lagi karena aku sudah menyerah untuk mencarinya dan aku tidak tau di mana dia berada. Namun karena foto ini, aku merasa aku akan mencarinya kembali untuk membuktikan apakah Arya saudara kembar ku atau tidak." Ucap Arka kepada Ria.
"Bagaimana kau bisa membuktikannya? Sementara kita tidak tau apakah Arya benar meninggal atau tidak." Tanya Ria kepada Arka.
"Aku akan menelepon pihak rumah sakit di Bandung dan bertanya tentang orang yang mirip dengan Arya dan aku akan minta alamat rumah mereka untuk mencari tau kebenarannya. Apakah Arya masih hidup atau tidak. Dengan itu aku akan mencari tau apakah Arya adalah saudara kembarku atau tidak." Ucap Arka kepada Ria.
Arka kemudian menelepon pihak rumah sakit di Bandung untuk mencari tau keberadaan orang yang mirip dengan Arya tersebut. Dokter mengatakan bahwa orang tersebut bernama Ruben dan dia mengalami kecelakaan pesawat namun dia telah kembali ke Jakarta setelah sadar dari koma.
"Jadi pasien itu sudah sadar dari koma dan kembali ke Jakarta?" Tanya Arka kepada Dokter.
"Iya Pak, pasien tersebut sudah sadar dari koma tapi sayang dia mengalami Amnesia. Sekarang dia sudah kembali ke Jakarta sudah satu bulan yang lalu." Jawab Dokter kepada Arka.
"Ya sudah kalau begitu terima kasih ya Pak." Ucap Arka dan kemudian langsung tutup telpon nya.
Arka sangat kecewa setelah mendengar kabar bahwa Arya sudah tidak ada lagi di Bandung dan saat ini berada di Jakarta. Arka terpaksa mencari cara lain untuk mendapatkan info tentang Arya.
******
Sementara itu Raya dengan Bram sudah selesai makan di restoran Kemudian mereka pun mengikuti Arya dengan Tina yang juga selesai makan di restoran tersebut.
Raya dengan Bram mengikuti Arya dengan Tina secara diam-diam tanpa diketahui oleh Tina. Raya dengan Bram kemudian berhasil mendapatkan alamat rumah milik Tina bersama dengan Arya tanpa diketahui oleh Tina.
"Rencana kita berhasil besok kita akan menemuinya di rumah itu." Ucap Raya kepada Bram.
"Apa yang akan kita lakukan setelah ini? Apakah kita akan masuk?" Tanya Bram kepada Raya.
"Kita tidak akan masuk tapi kita akan bertemu dengan Ruben secara diam-diam kalau bisa kita pertemukan dia dengan Maya secara diam-diam." Ucap Raya kepada Bram.
"Kita jangan dulu pertemukan dia dengan Maya tapi kita harus cari tau dulu tentang dia tanpa sepengetahuan dari wanita itu yang bernama Tina." Ucap Bram kepada Raya.
"Baiklah kalau begitu aku harap rencana kita akan berhasil jika memang benar itu adalah Arya namun dia tidak mengenal Nayla bisa jadi dia mengalami Amnesia dan wanita itu mencari kesempatan untuk merebut Arya dari Maya." Ucap Raya kepada Bram.
Raya dengan Bram pergi meninggalkan rumah Tina tanpa diketahui oleh Tina. Berharap apa yang Raya dengan Bram merencanakan berhasil.
******
Sementara itu di rumah Nugraha, Lina sedang melihat Rena tidur dan mengatakan bahwa Rena mirip dengan Bram.
"Ma, ayo kita tidur..." Ucap Roy kepada Lina.
"Sebentar lagi Pa, Mereka belum pulang Coba lihat Rena melihat matanya Rena, aku seperti melihat Bram. Kadang aku kasihan kepada Rena ketika hidupnya harus seperti ini apalagi Yurisa sudah meninggal. Jika nanti dia tau apakah dia bisa menerima semua ini?" Tanya Lina kepada Roy.
"Rena pasti bisa menerima semuanya apalagi ada kita selalu menyayanginya dan pasti Rena tidak akan kesepian maupun kekurangan kasih sayang dari kita meskipun ibu kandungnya sudah tidak ada tapi ada kita yang akan selalu ada untuknya." Jawab Roy kepada Lina.
"Iya Pa... Kita akan selalu ada untuk Rena Apapun Yang terjadi karena Rena adalah pengganti Sera setelah kita kehilangannya." Ucap Lina kepada Roy.
"Iya Ma, maka dari itu kita harus menjaga Rena dengan baik dan memberikan dia kasih sayang." Ucap Roy kepada Lina.
Roy dengan Lina hanya melihat Rena sedang tidur dan menemani nya hingga Bram dengan Raya pulang.
******
Sementara Bram dengan Raya telah sampai di rumah. Setelah sampai di rumah, Lina dengan Roy menanyakan kepada mereka Kenapa hingga larut malam pulang. Namun Nayla mengatakan bahwa ada yang mirip dengan Arya dan mereka mengikutinya sampai ke rumahnya.
__ADS_1
#BERSAMBUNG