ORANG KE 3

ORANG KE 3
ORANG KE TIGA EPISODE 80


__ADS_3

ORANG KE TIGA EPISODE 80


Maya keluar membawa Nayla ke dalam rumah dan Bram melihat Mata Maya yang sembab karena menangis. Bram bertanya kepada Maya sebenarnya apa yang terjadi, Maya berkata tidak ada yang terjadi.


"Maya... Apakah Arya menyakiti mu? Aku tahu ini tidak pantas untuk aku tanyakan tapi, tidak masalah kan aku menanyakan ini kepadamu? Maya... Aku tidak ingin melihat kamu menderita lagi, aku tidak ingin melihat kamu menangis lagi. Ini sudah cukup Maya, kau harus bahagia bersama dengan Arya. Maya..." Ucap Bram kepada Maya.


"Tidak ada yang terjadi Bram... Mas Arya tidak menyakiti ku dan tidak ada yang terjadi. Aku bawa Nayla dulu masuk ke rumah karena di luar dingin. Bram pulang lah, biar aku yang bawa Nayla ke dalam." Ucap Maya kepada Bram.


Maya kemudian membawa Nayla masuk ke dalam rumah. Sementara Bram masih berpikir bahwa terjadi sesuatu kepada Maya namun Maya tidak mengatakannya.


******


Di rumah keluarga Wijaya


Besok harinya Arya menghubungi Arka Dengan mengatakan bahwa dia ingin memberikan kejutan di hari ayah untuk Papanya. Arka sangat setuju karena ini adalah pertama kalinya akan dia lakukan.


"Pokoknya kau siapkan saja segalanya sore ini kita akan lakukan kejutannya." Ucap Arka kepada Arya.


"Baiklah Kak tapi Kakak juga harus bersiap-siap sore ini kita akan melakukannya di sebuah restoran yang mewah dan spesial aku akan mempersiapkan restorannya hanya khusus untuk kita sekeluarga." Ucap Arya kepada Arka.


"Baiklah kita akan bertemu kembali sore nanti. Ya sudah kalau begitu Kakak tutup dulu teleponnya nanti kita akan bertemu di restoran sore nanti." Ucap Arka sambil tutup telponnya.


Arya kemudian menutup teleponnya setelah itu mengajak Nada untuk mempersiapkan sesuatu yang spesial untuk Papa mereka yang pastinya yang sangat spesial. Nada setuju dengan usul Arya dan dia akan bertemu dengan Arya di restoran sore nanti.


"Baiklah Kak nanti kita akan bertemu di restoran kakak tunggu saja di sana nanti aku akan datang bersama dengan Sonia dan juga Fandy sekalian aku ingin bicara dengan Kak Maya karena ada sesuatu yang ingin aku katakan tentang Kartika." Ucap Nada kepada Arya.


"Memangnya ada apa dengan Kartika?" Tanya Arya kepada Nada.


"Kakak akan tahu nanti setelah aku mengatakannya kepada Kak Maya jadi kita akan bertemu nanti di restoran sesuai dengan perjanjian kita dan rencana kita." Ucap Nada kepada Arya.


"Ya sudah Kakak tutup dulu teleponnya nanti kita akan sambung lagi dan bertemu di restoran seperti yang kakak katakan kepadamu." Ucap Arya sambil tutup telponnya.


Setelah Arya menutup teleponnya Maya tiba-tiba datang dan menanyakan Siapa yang dia telepon dan Arya mengatakan bahwa dia menelepon Nada dan juga Arka untuk acara hari ayah.


"Sayang, kau juga undang Papa dan Mama, kita akan makan bersama di restoran yang sudah aku siapkan yang khusus hanya untuk kita sekeluarga. Keluarga besar kita yaitu keluarga Reynaldi dan Hutama. Setelah itu kita akan persiapkan kadonya bagaimana kalau kita beli sekarang tapi jangan beritahu Papa dan Mama tentang hal ini karena ini sangat spesial untuk mereka dan Kau pasti juga akan memberikan yang spesial untuk mereka." Ucap Arya kepada Maya.


"Boleh juga sayang aku siap-siap dulu Setelah itu kita akan ke mall untuk membelikan kejutan buat Papa dan Mama." Ucap Maya sambil tersenyum kepada Arya.


Arya terlihat sangat bahagia sekali karena akan memberikan hadiah spesial untuk orang tuanya. Namun sementara itu tiba-tiba Bram menghubungi ponselnya Maya dan Arya kemudian mengangkat ponselnya Maya tersebut.


"Hallo Bram..." Ucap Arya kepada Bram.


"Arya... Kebetulan sekali kau yang mengangkat teleponnya dan aku ingin bicara hal penting kepadamu bersama dengan Maya. Apa bisa nanti kita bertemu di cafe jam makan siang?Karena aku ingin bicara dengan kalian sesuatu yang sangat penting. Mungkin ini tidak penting bagimu tetapi ini sangat penting bagiku dan Maya karena berkaitan dengan Nayla. Jadi kalian mau kan datang di cafe nanti makan siang?" Tanya Bram kepada Arya.


"Ya sudah nanti kami akan datang ke cafe sesuai yang kau katakan siang ini Tunggu saja kami datang." Ucap Arya kepada Bram.


"Baiklah kalau begitu kami akan menunggumu di cafe siang ini dan jangan terlambat karena ini sangat penting." Ucap Bram kepada Arya.


Arya kemudian menutup teleponnya setelah berbicara dengan Bram. Di saat Arya menutup teleponnya Maya bertanya kepada Arya Siapa yang menelpon ponselnya Arya kemudian mengatakan bahwa itu adalah panggilan dari Bram.


"Bram ingin berbicara dengan kita meminta kita untuk bertemu dengannya siang ini katanya ada yang ingin dia katakan tentang Nayla." Ucap Arya kepada Maya.


"Ya sudah nanti kita temui saja Bram mungkin hal pentingnya tentang ulang tahun Nayla. Kamu tahu sayang, besok adalah ulang tahunnya Nayla dan aku ingin di ulang tahunnya kita membuat kejutan yang sangat spesial untuknya." Ucap Maya sambil tersenyum kepada Arya.


"Jadi besok adalah ulang tahun Nayla, mungkin ini yang akan Bram katakan kepada kita dan pastinya ini sangat penting sekali karena pastinya Nayla menunggu hadiah yang spesial dari kita. Kau jangan khawatir Sayang, aku akan memberikan yang istimewa untuk Nayla dan Nayla Pasti akan sangat bahagia sekali di hari ulang tahunnya apalagi Nayla sangat menyukai kejutan." Ucap Arya sambil tersenyum kepada Maya.


Arya kemudian mencium kening Maya setelah itu Arya mengajak Maya ke mall untuk memberikan kejutan untuk Nayla dan juga untuk Papanya.


******


Di ruang keluarga


Diana menelepon seseorang untuk mempersiapkan kejutan yang sangat spesial untuk Nayla dan Diana ingin membelikan yang spesial itu untuk Nayla.

__ADS_1


"Apakah kamu sudah membungkus pesananku? Besok adalah ulang tahun Nayla meskipun dia bukan cucu kandungku, tapi aku ingin membelikan dia kado untuk pertama kalinya. Jadi aku mau kau mempersiapkan segalanya sebuah kejutan untuknya." Ucap Diana kepada Seseorang.


"Baiklah kami akan mempersiapkan semuanya untuknya dan ibu Diana jangan khawatir tentang hal itu semua akan selesai dengan baik." Ucap seseorang kepada Diana.


"Ya sudah kalau begitu aku tutup dulu teleponnya." Ucap Diana dengan perasaan bahagia.


"Ma, Siapa tadi yang menelepon sepertinya Mama kelihatan sangat bahagia sekali?" Tanya Arya kepada Diana.


"Tidak apa-apa itu hanya teman Mama kau jangan khawatir dia adalah teman arisan Mama biasalah dia itu tukang gosip. Kalian berdua mau ke mana? Sudah bersiap-siap seperti itu?" Tanya Diana kembali kepada Arya dan Maya.


"Kami mau keluar sebentar ada urusan Oh iya nanti Mama dan Papa siap-siap karena kita akan makan di restoran sore ini." Jawab Arya kepada Diana.


"Iya Ma, pokoknya Mama dan Papa siap-siap saja karena sore ini kita akan ke restoran dan akan ada kejutan yang sangat spesial dari Mas Arya." Ucap Maya sambil tersenyum kepada Diana.


"Kejutan apa? Arya, kau jangan aneh-aneh dan jangan melakukan sesuatu lagi sudah pergilah kalian jalan-jalan. Mama juga nanti akan bilang ke Papa kamu bahwa kita akan makan ke restoran tetapi jangan kau melakukan yang aneh-aneh lagi." Ucap Diana sambil tersenyum kepada Arya dan Maya.


"Kami pergi dulu Ma." Ucap Arya sambil peluk Diana.


Arya dengan Maya kemudian pergi meninggalkan rumah sementara Diana langsung ke kamar nya Arnav dan Arpen untuk menjaga mereka.


******


Di rumah keluarga Handoko


Bram Masih memikirkan apa yang terjadi kepada Maya namun Bram tidak berani untuk menanyakannya karena Maya tidak mengatakan apapun kepada peran tentang apa yang terjadi tadi malam.


"Apa yang sebenarnya terjadi kepada Maya Mengapa Maya kelihatan sangat sedih sekali? Apakah Arya selingkuh dan menyakiti Maya? Itu tidak mungkin karena Arya sangat mencintai Maya jadi tidak mungkin Arya menyakiti Maya. Ya Tuhan... Sebenarnya apa yang terjadi kepada Maya dan jangan sampai Arya menyakiti Maya karena aku tidak ingin Maya tersakiti lagi dan aku ingin Maya bahagia." Ucap Bram dalam hati.


Bram masih mengingat apa yang terjadi kepada Maya dan hal itu dilihat oleh Raya kemudian Raya mendekati Bram dan bertanya kepada Bram apa yang terjadi.


"Sayang... Apa yang terjadi kenapa kau melamun sejak dari tadi dan aku melihatmu melamun sejak dari tadi?" Tanya Raya kepada Bram.


"Sayang... Apakah kau tahu, sekarang adalah hari ayah dan aku tidak tahu apa yang harus aku berikan kepada Papa karena aku selalu membuatnya kecewa termasuk menyakiti Maya." Jawab Bram kepada Raya.


"Aku harap Papa menyukai apa yang aku berikan nanti kepadanya karena ini akan menjadi hal yang sangat spesial apalagi aku sudah banyak membuatnya kecewa." Ucap Bram sambil tersenyum kepada Raya.


"Ya sudah sekarang kita harus bersiap-siap untuk bertemu dengan Arya dan Maya aku sudah tidak sabar kita membahas tentang acara ulang tahun Nayla besok. Karena acaranya sangat spesial sekali dan Nayla Pasti sangat menyukainya aku sangat yakin itu." Ucap Raya sambil tersenyum kepada Bram.


Raya begitu sangat bahagia ketika ingin mempersiapkan ulang tahunnya Nayla dan berharap Arya dan Maya mau membantunya untuk mempersiapkan ulang tahun Nayla.⁸


******


Di Mall


Arya dan Maya membeli kado spesial di hari ayah setelah mereka membelinya dan memilih maka mereka akan bersiap-siap untuk pergi ke cafe.


"Sayang Sepertinya kita sudah banyak membeli barang-barang sekarang kita bayar dulu." Ucap Maya kepada Arya.


"Belum cukup Sayang sekarang Aku ingin membeli hadiah untuk Nayla sejak tadi aku tidak mendapatkannya ada sesuatu yang aku ingin membelikannya kepada Maya." Ucap yg Maya.


"Memangnya Apa yang ingin kau berikan kepadanya? Sayang apapun hadiah yang kau berikan kepada Nayla aku sangat yakin dia pasti akan sangat senang sekali jadi kamu jangan capek-capek memberikan hadiahnya." Ucap Maya sambil tersenyum kepada Arya.


"Aku ingin memberikan kado yang sangat spesial di hari ulang tahunnya yang mungkin dia tidak akan bisa melupakannya. Tapi aku tidak tahu apakah Bram memberikan kado yang sama atau tidak apalagi ini adalah yang pertama kalinya aku berikan kado untuk Nayla." Ucap Arya sambil tersenyum kepada Maya.


"Baiklah kalau begitu kita cari kado untuk Nayla dan pastinya Nayla akan sangat senang sekali dapat kado dari Om Papanya." Ucap Maya sambil tersenyum kepada Arya.


Arya dengan Maya kemudian keliling mall untuk mencari hadiah buat Nayla yang pastinya hadiah tersebut sangat spesial dari Arya maupun Maya.


******


Di rumah Kamila


Mahesa datang ke rumah Kamila untuk bertanya tentang Rio tetapi, Kamila mengatakan bahwa Rio tidak pulang dari kemarin malam karena dia mengaku bahwa dia tidur di rumah Mahesa.

__ADS_1


"Bukannya Rio itu nginep di rumahmu Mengapa kau tanya di sini? Rio tidak ada di rumah ini jika dia ada di rumah ini aku sudah mengatakannya kepadamu." Ucapan Kamila membuat Mahesa kaget mendengarnya.


"Berarti benar Rio pergi bersama dengan Kartika jangan-jangan mereka menikah secara diam-diam. Rio sangat keterlaluan sekali dan aku tidak akan pernah bisa membiarkan dia melakukan hal seperti itu. Apalagi membawa Kartika secara diam-diam Meskipun mereka saling mencintai tetapi tidak pantas Rio melakukan hal seperti itu kepada Kartika!" Teriak Mahesa kepada Kamila.


"Kenapa baru hari ini kau memperhatikan anakmu? Biasanya kau tidak pernah melakukannya maupun memperhatikan Rio sedikitpun karena kau hanya memperhatikan Fandy dan membawanya kabur dari rumah serta memisahkannya dariku selama bertahun-tahun lamanya. Tentang Rio kabur bersama Kartika, aku tidak heran dia melakukan hal seperti itu karena Papanya juga melakukan hal seperti itu yang mana dia telah memisahkan antara ibu dengan anak selama bertahun-tahun lamanya. Serta membuat Fandy membenci Mamanya tapi sekarang aku sangat bahagia dan senang Fandy ada bersama denganku dan dia menyadari kalau Papanya Sebenarnya bukan orang baik. Akhirnya dia menyadari semua itu karena memang kenyataannya Papanya seperti itu haus akan kekuasaan itulah kenyataannya." Ucapan Kamila membuat Mahesa kaget mendengarnya.


"Kau jangan mulai lagi karena aku tidak ingin bertengkar denganmu aku hanya ingin agar Rio mengembalikan Kartika kepada keluarganya! Anak itu selalu saja bikin masalah aku sudah mengatakan kepadanya untuk tidak mendekati Kartika tapi apa yang dilakukan malah dia mendekati Kartika setelah itu dia membawanya kabur dari rumah orang tuanya Kartika bukankah itu namanya sangat keterlaluan dan membuat malu keluarga Mahesa!" Teriak Mahesa kepada Kamila.


"Kalau Rio bersikap seperti itu maka kamu yang harus disalahkan karena kamu tidak bisa mendidik anakmu dengan baik karena apa yang kamu lakukan sangat persis seperti apa yang dia lakukan. Apalagi kamu adalah ayahnya pasti sama sikapnya tidak jauh beda." Ucap Kamila dengan perasaan kesal.


"Jadi menurut kamu aku yang salah dalam hal ini kamu juga salah dalam hal ini! Seharusnya kamu juga memperhatikan Rio agar dia tidak melakukan hal seperti ini! Keluarga kita akan malu jika dia melakukan hal seperti ini dengan cara membawa kabur Kartika!" Teriak Mahesa kepada Kamila.


"Papa dengan Mama kenapa sih ribut sekali? Papa juga kenapa baru datang kemari ribut di rumahnya Mama?" Tanya Fandy kepada Mahesa.


"Tanya saja kepada Mama kamu apa yang dilakukan Rio bersama dengan Kartika, dia sudah kabur dari rumah bersama dengan Kartika itulah yang terjadi sebenarnya. Tetapi apa yang Mama kamu katakan, dia tidak peduli sama sekali. Bahkan dia menyalahkan Papa yang mana dia mengatakan bahwa Papa tidak bisa mendidik Rio dengan baik padahal Rio tinggal bersama dengan Mama kamu." Ucap Mahesa dengan perasaan emosi.


"Aku tahu Rio membawa Kartika kabur dari rumah dan kami sudah mengetahuinya. Papa terlambat mengetahuinya karena kami sudah mengetahuinya lebih dulu. Mereka kabur dari rumah dikarenakan orang tua Kartika tidak ingin Kartika dinikahkan atau dijodohkan dengan siapapun termasuk dengan Zaky. Karena Kartika tidak mencintai Zaky tetapi apa yang terjadi, orang tua Kartika tetap ingin Kartika menikah dengan Zaky meskipun Kartika tidak mencintainya." Ucapan Fandy membuat Mahesa kaget mendengarnya.


"Jadi mereka kabur bersama-sama, sekarang mereka ada di mana? Dan Papa ingin Rio pulang dan kembalikan Kartika kepada orang tuanya. Karena itu bukanlah tindakan yang baik dengan cara membawa kabur anak orang lain!" Teriak Mahesa dengan perasaan emosi.


"Kami tidak tahu di mana Rio jika kami tahu pasti akan kami kasih tahu. Karena Rio hanya menghubungi kami dan dia tidak memberitahukan kepada kami di mana mereka berada." Ucap Fandy kepada Mahesa.


"Keterlaluan sekali anak itu jika nanti anak itu pulang aku akan memberikannya pelajaran dan dia pasti akan mengerti." Ucap Mahesa kepada Fandy.


Mahesa kemudian pergi begitu saja meninggalkan rumah dengan perasaan emosi dan berharap oleh Rio segera kembali ke rumah agar Mahesa memberikannya pelajaran dan mengembalikan Kartika kepada orang tuanya.


******


Di Cafe


Arya dengan Maya Kemudian bertemu dengan Bram dan Raya di sebuah Cafe sesuai yang mereka janjikan setelah itu pun mereka ngobrol dan berbicara tentang Nayla tentang bagaimana rencana ulang tahun Nayla kepada Arya dan Maya.


"Apakah kalian setuju jika kita membuat kejutan untuk ulang tahunnya Nayla?" Tanya Bram kepada Arya dan Maya.


"Tentu saja kami setuju Apalagi itu yang kami rencanakan untuk membuat ulang tahun Nayla yang sangat spesial nantinya." Ucap Maya kepada Bram.


"Nayla Pasti sangat senang dan bahagia Apalagi kita akan membuat kejutan yang sangat spesial untuknya di hari ulang tahunnya Nayla." Ucap Raya kepada Maya.


"Itu pasti karena Nayla adalah kesayangan kita bersama dan kita akan membuat Nayla bahagia di hari ulang tahunnya dan tidak kekurangan apapun termasuk kekurangan kasih sayang dari kita. Nayla akan bahagia dan di hari ulang tahunnya merupakan hari yang sangat sempurna untuk Nayla nantinya." Ucap Arya kepada Raya.


"Jadi bagaimana rencana yang akan kita lakukan untuk ulang tahunnya nayla karena kita harus membuat hari yang sangat spesial itu merupakan hari yang bahagia untuk Nayla karena aku tidak ingin Nayla kekurangan apapun." Tanya Bram kepada Raya, Maya dan Arya.


"Aku punya ide untuk rencana ulang tahunnya Nayla aku akan mengatakannya kepada kalian." Jawab Arya kepada Maya, Bram dan Raya.


Arya kemudian mengatakan rencananya untuk merayakan ulang tahun Nayla kepada Bram, Maya dan Raya. Mereka kemudian setuju dengan usul rencana ulang tahun buat Nayla dan pastinya Nayla akan senang dengan kejutan tersebut.


******


Di rumah Sakit


Ria datang ke rumah sakit untuk mengajak Arka makan siang namun setelah itu Arka mengatakan rencananya bersama Arya untuk merayakan hari Ayah di sebuah restoran.


"Arya mengajakmu seperti itu? Lalu kenapa tidak kau yang membuat rencananya lebih dulu apalagi kalau lebih tua daripada Arya." Tanya Ria kepada Arka.


"Sebenarnya aku sudah mau melakukannya tetapi Arya sudah lebih duluan menghubungiku jadi tidak masalah kami berdua melakukannya bersama-sama." Jawab Arka kepada Ria.


"Iya Kau benar tapi begitulah kakak beradik terkadang-kadang dia ingin lebih dulu tetapi akhirnya mereka sama-sama melakukannya. Satu hal yang aku khawatirkan adalah Risma, Apakah kau yakin dia tidak akan kembali lagi ke rumah kita untuk menghancurkan keluarga kita?" Tanya Ria kepada Arka.


"Aku tidak akan biarkan itu terjadi Bahkan aku tidak akan pernah membiarkan Risma datang ke rumah lagi apalagi mengganggu keluarga kita dan aku tidak akan biarkan hal itu terjadi." Jawab Arka kepada Ria.


"Aku harap memang seperti itu dan Risma tidak akan mengganggu keluarga kita lagi karena itu adalah harapan terbesar kita." Ucap Ria kepada Arka.


Setelah Ria berbicara dengan Arka, Ria kemudian mengajak Arka makan siang bersama di sebuah Cafe dan mereka pun pergi ke sebuah kafe untuk makan siang.

__ADS_1


#BERSAMBUNG


__ADS_2