
ORANG KE TIGA EPISODE 89
Bram mengajak Raya keliling Jakarta karena Raya ingin bertemu dengan idolanya yaitu Afdal setelah itu Bram mengajak Raya makan di restoran bersama-sama. Raya begitu senang dan bahagia hingga akhirnya bertemu dengan idolanya dan makan bersama dengan idolanya di restoran.
******
Di Rumah Keluarga Reynaldi
Saat sedang bermain Arya kemudian menemui Nayla di kamarnya dan mengajaknya berbicara Arya bertanya tentang Papanya kepada Nayla yang mana bahwa tante Mamanya akan segera melahirkan.
"Nayla..." Panggil Arya kepada Nayla.
"Om Papa..." Ucap Nayla sambil peluk Arya.
"Nayla, Om Papa mau bertanya kepada Nayla, Apakah Nayla merindukan Papanya Nayla?" Tanya Arya kepada Nayla.
"Nayla sangat merindukan Papa dan ingin bertemu dengan Papa tetapi Mama katakan bahwa untuk saat ini tidak bisa bertemu dengan Papa." Jawab Nayla kepada Arya.
"Benar sekali sayang, tetapi sore ini Om Papa akan mengajak Nayla untuk bertemu dengan Papanya Nayla dan Nayla pasti senang." Ucap Arya kepada Nayla.
"Yang benar Om Papa akan mengajak Nayla ke tempatnya Papa dan tante Mama?" Tanya Nayla dengan perasaan bahagia.
"Benar sekali sayang dan sekarang Nayla bersiap-siap agar Om Papa antar Nayla ke rumahnya Papanya Nayla." Ucap Arya kepada Nayla.
"Baiklah Om Papa Nayla akan bersiap-siap dan Om Papa tunggu ya." Ucap Arya kepada Nayla.
Nayla kemudian bersiap-siap untuk diantar ke rumahnya Bram. Arya berharap dengan Nayla diantar ke rumah Bram, Nayla merasa sangat bahagia sekali karena sudah lama tidak bertemu dengan Papanya.
******
Di Kamar Nayla
Nayla sedang bersiap-siap ke rumahnya Bram dan hal itu dilihat oleh Maya. Maya kemudian bertanya apa yang terjadi kepada Nayla dan Nayla pun mengatakan bahwa Om Papa akan mengantarnya ke rumah Papanya.
"Om Papa akan mengantarmu ke rumah Papamu?" Tanya Maya kepada Nayla.
"Iya Ma, Om Papa sendiri yang mengatakannya dan dia akan mengantarkan Nayla ke tempatnya Papa." Jawab Nayla dengan polosnya.
"Mas Arya mau mengantar Nayla ke rumah Bram, Apakah Mama akan setuju Apa yang dilakukan oleh Mas Arya? Ya Tuhan..." Ucap Maya dalam hati.
Nayla sangat bahagia dan sangat senang dikarenakan Arya mengizinkannya untuk menginap di rumah Papanya selama beberapa hari sampai Tante Mamanya Nayla melahirkan.
Setelah bersiap-siap Nayla pun diantar oleh Arya ke rumahnya Bram dan pamitan kepada Diana untuk mengantar Nayla ke rumahnya Bram.
"Nenek... Nayla berangkat dulu nanti Nayla pasti akan kembali lagi ke rumah." Ucap Nayla dengan polosnya.
"Hati-hati ya sayang dan jangan lupa untuk cepat kembali." Ucap Diana sambil tersenyum kepada Nayla.
"Nayla... Cepatlah pulang ke rumah karena Eyang sudah pasti akan sangat merindukanmu." Ucap Syafira kepada Nayla.
"Iya Eyang... Nayla pasti akan segera cepat pulang ke rumah." Ucap Nayla sambil tersenyum.
"Ayo Nayla kita berangkat sekarang." Ucap Arya sambil tersenyum kepada Nayla.
Nayla kemudian diantar oleh Arya ke rumahnya Bram. Namun di samping itu, Maya berharap semua akan baik-baik saja setelah Nayla berada di rumah Bram.
******
Di Rumah Keluarga Nugraha
Bram sedang mempersiapkan kamar khusus untuk Nayla dan hal itu dilihat oleh Raya yang penasaran apa yang telah dilakukan oleh Bram di kamarnya Nayla. Bram kemudian mengatakan bahwa akan ada kejutan spesial untuk Raya.
"Kejutan spesial Apa itu sayang?" Tanya Raya kepada Bram.
"Kau akan tahu itu nanti Sayang jadi, Kau pasti akan sangat senang sekali nantinya." Jawab Bram kepada Raya.
"Ehmmm aku penasaran dengan kejutan yang spesial itu dan aku ingin sekali melihatnya." Ucap Raya sambil tersenyum kepada Bram.
"Itu pasti sayang dan kau akan tahu nanti kejutan yang spesial ini karena sebentar lagi kejutannya akan segera tiba." Ucap Bram sambil tersenyum kepada Raya.
"Ada apa ini?" Tanya Lina yang tiba-tiba datang melihat Bram dengan Raya.
"Hari ini akan ada kejutan dan Mama pasti akan senang sekali melihatnya." Jawab Bram kepada Lina.
"Kau ini kebiasaan selalu saja membuat Mama terkejut tetapi kali ini kejutannya Pasti sangat spesial." Ucap Lina sambil tersenyum kepada Bram.
"Aku juga penasaran dengan kejutannya." Ucap Raya sambil tersenyum kepada Bram dan Lina.
Nayla tiba-tiba datang dan memanggil Papanya dan tante Mamanya serta Omanya hingga membuat mereka kaget melihat kedatangan Nayla dan langsung memeluk Nayla.
"Nayla..." Ucap Bram sambil peluk Nayla.
"Arya... Apakah aku sedang bermimpi setelah dua bulan akhirnya kau mengantar Nayla kemari? Apakah mereka sudah tahu tentang siapa Nayla?" Tanya Raya kepada Arya.
"Sudahlah Raya tidak perlu kau pertanyakan hal itu kepadanya yang penting sekarang Nayla sudah kembali ke rumah kita meskipun hanya beberapa hari." Ucap Bram kepada Raya.
"Nayla... Apakah sekarang Nayla sudah senang datang ke rumahnya Papa?" Tanya Lina kepada Nayla.
"Tentu saja Nayla sangat senang sekali karena sudah bertemu kembali dengan Papa dan Nayla berharap kita akan selalu bersama-sama." Ucap Nayla sambil tersenyum.
"Nayla... Kalau begitu Om Papa pulang dulu dan jaga diri kamu baik-baik." Ucap Arya kepada Nayla.
"Om Papa juga hati-hati di jalan." Ucap Nayla sambil tersenyum kepada Arya.
__ADS_1
Arya kemudian pamit ingin pulang ke rumahnya sementara Nayla begitu sangat bahagia karena telah bertemu dengan Papa dan tante Mamanya.
"Nayla... Ayo kita ke kamar Karena setelah ini nanti kita akan makan malam bersama jadi Nayla harus mandi dulu dan bersiap-siap." Ucap Raya kepada Nayla.
"Bram... Akhirnya... Nayla datang kembali juga ke rumah ini dari rumah ini telah berseri kembali meskipun hanya beberapa hari tetapi itu sangat berarti buat kita." Ucap Lina kepada Bram.
"Nayla memang sangat berarti buat kita karena dia adalah cahaya di rumah ini." Ucap Bram sambil tersenyum kepada Lina.
"Tante Mama kapan adik bayi akan lahir Nayla sudah tidak sabar ingin melihatnya." Tanya Nayla dengan polosnya.
"Sebentar lagi adiknya Nayla akan lahir jadi Nayla harus bersabar menunggu nanti setelah lahir Nayla juga harus menjaganya dengan baik." Jawab Raya kepada Nayla.
"Itu pasti Tante Mama dan Nayla sudah tidak sabar ingin melihat adik yang akan segera lahir." Ucap Nayla dengan polosnya.
"Nayla... Oma sangat senang melihat Nayla yang begitu bahagia." Ucap Lina sambil peluk dan cium kening Nayla.
Nayla begitu sangat bahagia karena telah kembali ke rumah Papanya dan setelah itu tante Mamanya Nayla meminta Nayla untuk berganti pakaian untuk makan malam.
******
Malam Harinya
Di Rumah Keluarga Reynaldi
Ketika Diana Sedang mempersiapkan makanan Reno sedang bertanya tentang Nayla dan Diana mengatakan bahwa Nayla sedang berada di rumah Bram karena Arya telah mengantarnya ke rumah Bram.
"Aku sangat mengerti apalagi sebentar lagi Raya akan melahirkan dan pastinya Nayla sudah tidak sabar menunggu adiknya lahir." Ucap Reno kepada Diana.
"Menunggu kelahiran adik sepupu itu tidak masalah tetapi jangan terlalu berlebihan sampai lama-lama berada di sana pasti Raya akan bosan melihat Nayla." Ucap Syafira kepada Reno.
"Raya tidak seperti itu, bahkan dia sangat senang ketika Nayla tinggal di sana meskipun hanya beberapa hari." Ucap Reno kepada Syafira.
"Maya, di mana Arya ajaklah dia makan hari ini kita akan makan malam bersama." Ucap Diana kepada Maya.
"Aku sudah datang Ma mari kita makan malam aku sudah lapar sekali dan sudah lama kita tidak seperti ini meskipun tanpa Nayla." Ucap Arya sambil tersenyum kepada Maya.
"Biar aku siapkan makanan untukmu Mas Arya." Ucap Maya sambil tersenyum kepada Arya.
"Arya, jadi... Nayla nginap di rumah Bram selama beberapa hari?" Tanya Reza kepada Arya.
"Iya Opa dan sebentar lagi pasti akan pulang." Jawab Arya kepada Reza.
"Mas Reno... Ini makanannya." Ucap Diana sambil tersenyum kepada Reno.
Keluarga Reynaldi kemudian melanjutkan makan malam bersama tanpa kehadiran Nayla.
******
Di Rumah Keluarga Nugraha
"Nayla kangen banget sama Papa dan juga tante Mama sudah dua bulan kita tidak bertemu tetapi akhirnya kita bisa bertemu kembali." Ucap Nayla kepada Bram dan Raya.
"Iya Nayla... Akhirnya kita bisa bertemu kembali dan berkumpul kembali di rumah ini meskipun hanya beberapa hari. Tetapi Papa sangat senang dan bahagia sekali karena Papa juga sangat merindukan Nayla." Ucap Bram sambil tersenyum kepada Nayla.
"Kita semua di sini sangat merindukan Nayla termasuk Opa yang sangat merindukan Nayla." Ucap Roy kepada Nayla.
"Nayla... Tante Mama juga sangat merindukan Nayla dan berharap kita bisa bertemu kembali hingga akhirnya kita sudah bertemu kembali tante Mama sangat bahagia sekali sayang." Ucap Raya sambil peluk dan cium kening Nayla.
"Nayla... Oma sangat bahagia sekali setelah Nayla kembali ke rumah dan ini merupakan kebahagiaan terbesarnya dan harapan terbesarnya Oma hingga akhirnya kita sudah bersama-sama kembali meskipun hanya beberapa hari tetapi itu sangat berharga bagi Oma." Ucap Lina sambil tersenyum kepada Nayla.
"Nayla sangat senang banget berada di rumah ini karena Nayla saat merindukan Papa tante Mama, Oma dan Opa semuanya yang ada di rumah ini tanpa terkecuali karena sudah dua bulan kita tidak bertemu." Ucap Nayla sambil tersenyum.
Keluarga Nugraha begitu sangat bahagia karena Nayla telah kembali ke rumah mereka. Namun kebahagiaan mereka terhenti dikarenakan tiba-tiba perutnya Raya sakit karena ingin melahirkan. Raya kesakitan karena ingin segera melahirkan dan membuat seluruh keluarga panik melihat Raya dan kemudian langsung membawa Raya ke rumah sakit.
******
Di Rumah Keluarga Reynaldi
Maya, sedang menyisir rambutnya dan melihat Arya, Maya kemudian bertanya tentang Nayla kepada Arya.
"Mas Arya... Boleh aku bertanya sesuatu kepadamu?" Tanya Maya kepada Arya.
"Kau ingin bertanya apa sayang dan apa yang kau tanyakan?" Tanya Arya kepada Maya.
"Kau selalu baik kepada Nayla padahal Nayla bukan anak kandungmu sendiri bahkan kau bisa merahasiakan tentang Nayla kepada Oma dan Opa kamu. Mas Arya... Jika seandainya Oma dan Opa tahu tentang Nayla mungkin mereka akan sangat kecewa karena kita telah membohonginya. Mas Arya... Mengapa Mas Arya melakukan ini dan seharusnya Mas Arya jujur kepada Oma dan Opa apapun kondisinya?" Tanya Maya kembali kepada Arya.
"Jika aku berkata jujur apa yang akan terjadi? Kamu tahu kan apa yang dikatakan oleh Oma ketika dia nantinya tahu siapa Nayla yang sebenarnya, apakah kamu akan sanggup jika berpisah dari Nayla? Dan juga bagaimana dengan Mama? Apakah dia mampu menerima semua ini jika nantinya Sesuatu akan terjadi yang tidak kita ketahui? Aku sangat tahu bagaimana Oma dan juga Opa pasti ini sangat sulit untuk mereka terima. Jika mereka mengetahui tentang Nayla dan aku khawatir jika nantinya mereka akan mengusir Nayla dan kau akan berpisah darinya aku tidak mau itu terjadi." Jawab Arya kepada Maya.
"Mas Arya..." Ucap Maya kepada Arya.
"Aku sudah menganggap Nayla seperti putriku sendiri dia sudah menjadi anakku sendiri dan aku juga tidak ingin berpisah darinya sama seperti dirimu yang tidak ingin berpisah darinya. Aku akan berusaha semampu ku untuk kebahagiaan Nayla karena Nayla pantas untuk bahagia." Ucap Arya kepada Maya.
"Mas Arya... Aku sangat terharu mendengar apa yang kau katakan. Kau selalu menganggap Nayla adalah putrimu sendiri bahkan kau tidak pernah menganggap Nayla adalah anak tirimu aku sangat bahagia mendengar apa yang kau katakan." Ucap Maya kepada Arya.
" Aku akan selalu ada untuk Nayla sampai kapanpun dan akan tetap selalu memikirkan kebahagiaannya Karena itu adalah yang terpenting termasuk kebahagiaanmu juga." Ucap Arya sambil peluk Maya.
"Aku sudah bahagia seperti ini Mas Arya dan melihatmu seperti ini juga aku lebih bahagia. Aku tidak menyangka kau bisa menerima Nayla dengan baik jika kau orang lain, belum tentu dia bisa menerima Nayla dengan baik." Ucap Maya sambil peluk Arya.
Maya dengan Arya kemudian pelukan namun tiba-tiba datang telepon dari Bram yang mengatakan bahwa Raya akan segera melahirkan.
******
Di Rumah Sakit
__ADS_1
Raya akan melahirkan, membuat semua panik dan khawatir Raya kemudian minta ditemani oleh Bram karena Raya ingin Bram berada di sampingnya saat melahirkan.
"Mas Bram... Aku sudah tidak tahan lagi, ini sangat sakit sekali Mas Bram." Teriak Raya sambil pegang tangan Bram.
"Tenang dulu sayang dan sabar yang kuat Kau pasti bisa melaluinya dengan baik." Ucap Bram sambil pegang tangan Raya.
"Aaaarrrggghhh... Mas Bram... Aaagggrrrhhh..." Teriak Raya sambil pegang tangan Bram.
"Sedikit lagi sayang kau harus tahan dan berjuang Kau pasti bisa." Ucap Bram sambil cium kening Raya.
"Aaaarrrggghhh... Mas Bram... Aaaarrrggghhh..." Raya berterus sambil pegang tangan Bram hingga akhirnya melahirkan.
"Kau berhasil sayang Anak kita sudah lahir anak kita laki-laki." Ucap Bram sambil cium kening Raya.
"Sayang... Anak kita..." Ucap Raya dengan nada pelan.
"Selamat ya Pak dan Ibu anak kalian laki-laki sangat tampan sekali." Ucap Dokter sambil tersenyum kepada Raya dan Bram.
Dokter kemudian memberikan bayi tersebut kepada Raya agar Raya memeluknya dengan hangat untuk pertama kalinya.
"Anakku sayang..." Ucap Raya sambil peluk dan cium putranya.
"Putra kesayangannya Papa..." Ucap Bram sambil peluk dan cium kening putranya.
Bram kemudian mengazankan Putra kesayangannya tersebut di hadapannya Raya dan membuat Raya sangat bahagia ketika melihat Bram mengazankan Putra mereka. Setelah itu Bram kemudian menyerahkan kembali bayi tersebut untuk dibersihkan dan dimandikan.
"Sayang..." Ucap Raya sambil menangis.
"Kau sudah berhasil sayang Anak kita sudah lahir dia sangat tampan sekali." Ucap Bram sambil peluk dan cium kening Raya.
"Saya mandikan dulu bayinya dan Ibu istirahat dulu dengan tenang." Ucap Dokter kepada Raya.
Dokter tersebut kemudian memandikan bayi Bram dan juga Raya. Sementara Bram mengatakan kepada keluarganya bahwa anaknya bersama dengan Raya telah lahir dan anak mereka adalah laki-laki.
******
Keluarga Nugraha dan Buana sangat bahagia sekali ketika mendengar kabar bahwa Raya melahirkan anak laki-laki. Maya dengan Arya tiba-tiba datang setelah mendengar kabar tersebut dan bahagia ketika mendengar bahwa Raya melahirkan anak laki-laki.
"Om Papa... Mama... Akhirnya adiknya Nayla telah lahir adiknya Nayla laki-laki dan membuat Nayla sangat bahagia sekali." Ucap Nayla dengan polosnya.
"Mama senang Nayla bahagia dan tetap terus seperti ini sayang dan akan membuat Mama sangat bahagia sekali melihat Nayla bahagia." Ucap Maya sambil tersenyum kepada Nayla.
"Nayla, sekarang Nayla sudah punya adik dan sudah menjadi kakak lagi berarti Nayla sudah bisa menjaga dan melindungi adik-adik nayla karena mereka adalah adik-adik yang sangat baik dan Nayla kakak yang paling baik untuk mereka." Ucap Arya sambil tersenyum kepada Nayla.
"Nayla sangat bahagia sekali apalagi sekarang Nayla punya adik lagi." Ucap Nayla dengan polosnya.
"Nayla... Sekarang kita akan temui Tante mama dan kita akan melihat adiknya Nayla yang sangat tampan." Ucap Bram sambil gendong Nayla.
"Aku sangat bahagia sekali melihat kebahagiaan Nayla." Ucap Gita sambil tersenyum kepada Nayla.
"Itu benar sekali Apalagi setelah dua bulan tidak bertemu dengan Papanya dan aku sudah melihat kebahagiaan itu." Ucap Lina kepada Gita.
Seluruh keluarga sangat bahagia setelah mendengar Raya melahirkan anak laki-laki dokter kemudian datang dan mempersilahkan untuk keluarga Raya dan Bram masuk agar mereka bisa melihat keadaan Raya dan putranya.
******
Di Ruang Perawatan
Keluarga Nugraha dan Keluarga Buana bersama dengan Maya dan juga Arya masuk ke dalam untuk melihat keadaan Raya dan anaknya. Raya begitu sangat bahagia setelah melahirkan putranya Arya dengan Maya begitu sangat bahagia dan memberikan selamat kepada Raya.
"Selamat ya Raya putra mu lahir dan kami sangat bahagia sekali." Ucap Maya kepada Raya.
"Terima kasih buat semuanya dan juga buat Arya dan Maya karena telah datang di saat aku melahirkan aku sangat bahagia sekali ketika melihat kedatangan kalian." Ucap Raya kepada Arya dan Maya.
"Bram Apakah kau sudah memberikan nama untuk anak kalian?" Tanya Arya kepada Bram.
"Iya Bram Apakah kau sudah memberikan nama untuk anak kalian karena Papa juga penasaran dengan namanya." Tanya Roy kepada Bram.
"Aku sudah punya nama yang baik untuk anakku bersama dengan Raya namanya adalah Bara Saputra Nugraha yang akan menjadi pemimpin dan cahaya untuk di rumah kita." Jawab Bram sambil tersenyum kepada Raya.
"Sangat bagus Papa sangat senang mendengarnya." Ucap Roy kepada Bram.
"Bara... Cucu kesayangan Opa yang sangat tampan sekali. Coba lihat matanya mirip sekali dengan Raya." Ucap Dika sambil tersenyum kepada Bara.
"Itu benar sekali Pa matanya Bara mirip sekali dengan Raya dan matanya itu merupakan cahaya kehidupan untuk keluarganya." Ucap Gita sambil peluk dan cium kening Bara.
"Papa... Nayla pengen cium Adik Bara..." Ucap Nayla dengan polosnya.
"Tentu saja boleh sayang sini Oma yang gendong Bara dan nantinya Nayla akan menciumnya." Ucap Lina sambil tersenyum kepada Nayla.
Lina kemudian menggendong Bara setelah itu Nayla kemudian menciumnya sambil mengatakan bahwa dia sangat menyayanginya.
"Nayla senang sekarang Nayla sudah punya adik lagi." Ucap Roy sambil tersenyum kepada Nayla.
"Sekarang Nayla sudah punya banyak adik nanti Nayla pasti akan melindungi mereka dan menjaga mereka Nayla tidak akan membiarkan mereka menderita." Ucap Nayla dengan polosnya.
Nayla begitu sangat bahagia karena Nayla sudah memiliki adik lagi yang bernama Bara. Melihat hal itu keluarga Nugraha dan juga Buana begitu sangat bahagia dan berharap kebahagiaan akan selalu menghampiri mereka.
******
3 Bulan Kemudian
Keluarga Nugraha mengadakan acara syukuran atas kelahiran anak mereka melihat Bara Putra nya penuh bahagia dan berharap kehadiran Bara adalah kebahagiaan untuknya dan keluarganya.
__ADS_1
#BERSAMBUNG