ORANG KE 3

ORANG KE 3
ORANG KE TIGA EPISODE 45


__ADS_3

ORANG KE TIGA EPISODE 45


Setelah Yurisa menemui Nada, Nada kemudian mengatakan semuanya kepada Diana. Namun Diana tidak percaya kepada Yurisa dan mengatakan bahwa Yurisa hanya berbohong dan berpura-pura.


Nada bersikeras mengatakan bahwa Yurisa bersungguh-sungguh untuk bercerai dengan Fandy. Diana meminta kepada Nada untuk tidak terlalu percaya kepada Yurisa.


"Meskipun Yurisa mengatakan seperti itu tetapi kamu tidak boleh terlalu percaya kepadanya. Dengarkan Mama Nada, Yurisa adalah seorang pelakor jadi kamu harus berhati-hati kepadanya." Ucap Diana kepada Nada.


"Iya Ma, jangan khawatir aku tau apa yang aku lakukan. Jadi aku akan pegang kata-kata Yurisa untuk menjauhi Fandy dan melupakan Fandy." Ucap Nada kepada Diana.


******


1 Minggu Kemudian


Lebaran Idul Fitri pun tiba semua keluarga berkumpul untuk saling bermaaf-maafan. Sebelum bermaaf-maafan seluruh keluarga pun salat Idul Fitri terlebih dahulu dan kemudian mereka pun saling bermaaf-maafkan di rumah masing-masing.


"Pa, Maafin Mama ya, karena belum bisa jadi istri yang sempurna buat Papa dan Ibu yang sempurna buat Papa dan anak-anak." Ucap Diana kepada Reno.


"Papa juga minta maaf ya Ma, karena Papa belum bisa jadi suami yang sempurna buat Mama dan Papa yang terbaik buat anak-anak. Tapi Papa janji akan jadi suami yang baik untuk Mama dan Papa yang baik untuk anak-anak." Ucap Reno sambil cium kening Diana.


"Ma, Pa... Arya minta maaf ya, karena Arya belum bisa membuat Mama dan Papa bangga kepada Arya, karena Arya belum bisa membahagiakan Papa dengan Mama. Tapi Arya janji, sebisa mungkin Arya akan buat Papa dengan Mama bahagia." Ucap Arya kepada Diana dan Reno.


"Papa dengan Mama sudah maafin kamu nak. Papa dengan Mama juga minta maaf ya karena, Mama dan Papa belum bisa berikan yang terbaik buat kamu Arya. Tapi kau tau Arya, kau adalah kebahagiaan Mama dengan Papa. Tetap lah seperti ini nak, dan tetap menjadi kebanggaan Papa dan Mama." Ucap Reno dan Diana kepada Arya sambil peluk Arya.


"Ma, Pa... Maafin Nada ya karena belum bisa membuat Mama dan Papa bangga sama Nada. Tapi Nada janji akan menjadi yang terbaik buat kalian." Ucap Nada kepada Reno dan Diana.


"Papa dan Mama sudah maafin Nada, kamu tau Nada, kamu adalah kebahagiaan kami selamanya." Reno dengan Diana pun peluk Nada.


Keluarga Reynaldi semuanya pun saling bermaaf-maafan. Setelah itu Nayla tiba-tiba meminta Maya untuk ke rumah Bram dan bermaaf-maafan bersama dengan Bram dengan keluarganya.


Semua orang kaget mendengar perkataan Nayla. Diana tidak menyukai perkataan Nayla namun Sonia mengatakan bahwa Maya tidak bisa ke rumah keluarga Bram karena Maya adalah istrinya Arya.


Nayla terlihat sangat sedih mendengar ucapan dari Sonia. Nada kemudian mengatakan bahwa Nayla nanti bisa datang menemui Bram.


"Kak Nayla aku mengerti bagaimana perasaan kak Nayla. Tapi apa kak Nayla tidak mau menjaga perasaan Om Arya?" Tanya Sonia kepada Nayla.


"Sonia... Jangan bicara begitu. Nayla baik lah kita akan ke rumah Papa nya Nayla nanti ya.." Ucap Arya kepada Nayla dan Sonia.


"Nayla, kau dengar perkataan Om Papa? Nanti kita ke rumah Papa nya Nayla." Ucap Maya sambil tersenyum kepada Nayla.


Nayla terlihat senang setelah mendengar perkataan Arya dengan Maya. Setelah saling bermaaf-maafan Mereka pun melihat untuk bersilaturahmi ke rumah saudara dan rumah yang lainnya.


Arya dengan Maya pun mengajak Nayla ke rumah Bram untuk bersilaturahmi dan bermaaf-maafan. Nayla sangat bahagia dan senang setelah bertemu dengan Papa nya di hari lebaran Idul Fitri. Nayla pun Kemudian bertemu dengan Raya di rumah Bram dengan bahagia melihat Raya di sana.


******


1 bulan kemudian


Bram dengan Raya mempersiapkan pernikahan mereka setelah sekian lama akhirnya mereka pun akan segera menikah di hotel bintang lima.


Raya begitu cantik dengan gaun yang digunakannya dan membuat Nayla begitu senang melihat Raya yang begitu cantik.


"Tante Raya terlihat sangat cantik." Ucap Nayla sambil tersenyum kepada Raya.


"Nayla juga terlihat sangat cantik pakai gaun ini. Nayla tau, gaun ini adalah pilihan Papanya Nayla." Ucap Raya sambil tersenyum kepada Nayla.


"Pilihan Papa sangat mantap, Nayla suka..." Ucap Nayla dengan penuh bahagia.


"Raya, kau sudah siap? Akhirnya putri kesayangannya Mama akan menikah." Ucap Gita kepada Raya.


"Ma, Raya pasti akan sangat merindukan Mama dan juga Papa." Ucap Raya sambil peluk Gita dan Andhika.


"Mama dan Papa pasti akan merindukan mu tapi, kami bahagia jika kau bahagia nak." Ucap Gita sambil peluk Raya.


"Tetap lah selalu bahagia nak... Itu adalah pesan Papa." Andhika pun cium kening Raya.


"Ehmm pengantin nya sudah datang. Raya, kau harus bahagia bersama Bram." Ucap Maya kepada Raya.


"Kau juga harus bahagia Maya bersama Arya." Ucap Raya kepada Maya.


"Tante Raya ayo Papa sudah datang..." Ucap Nayla dengan penuh bahagia.


Raya pun keluar dari kamar pengantin dan untuk menemui Bram. Setelah Raya keluar dari kamar tiba-tiba Arya menghentikannya dan mengajar raya dan Bram berbicara di kamar dan disusul oleh Maya.


"Arya..." Ucap Raya kepada Arya.


"Bram, jagalah Raya dengan baik dan jangan pernah menyakiti nya seperti yang dulu kau lakukan kepada Maya. Dan kau Raya kau harus bahagia, berjanjilah kepadaku bahwa kau akan bahagia." Ucap Arya kepada Bram dan Raya.


"Arya, aku janji akan menjaga Raya dengan baik dan tidak akan pernah menyakiti Raya seperti aku menyakiti Maya. Aku akan selalu mencintai Raya dan akan terus mencintainya Aku berjanji kepadamu." Ucap Bram kepada Arya.


"Arya, Aku berjanji kepadamu aku akan selalu bahagia bersama dengan Bram. Dan kau juga harus bahagia bersama dengan Maya karena kebahagiaanmu dengan kebahagiaan Maya adalah kebahagiaan kami berdua." Ucap Raya kepada Arya dan Maya.


"Bram, Raya Aku harap kalian berdua selalu bahagia tanpa ada masalah apapun dan kalian selalu bersama-sama menghadapi berbagai masalah yang akan kalian hadapi. Bram kau harus bahagia bersama Raya dan buat lah Raya bahagia. Dan kau Raya, kau juga harus bahagia.


"Iya Maya, aku janji kepadamu akan selalu membuat Raya bahagia selamanya." Ucap Bram kepada Maya.


"Kau juga harus bahagia Maya..." Ucap Raya kepada Maya.


Setelah Arya, Maya, dan Bram berbicara Mereka pun keluar dari kamar untuk melanjutkan akad nikah antara Bram dengan Raya.


******


30 menit kemudian.

__ADS_1


Para tamu menunggu kedatangan Bram dengan Raya keluar dari kamar. Mereka khawatir Sesuatu terjadi di dalam kamar. Namun setelah sekian lama akhirnya mereka pun keluar dari kamar untuk melanjutkan akad nikah.


"Bram, Raya kalian lama sekali tidak baik terlalu lama menunggu ya Tuhan semoga tidak ada apa-apa." Ucap Lina kepada Bram dengan Raya.


"Ma, gak baik bicara begitu ini hari bahagia. Ayo kita lakukan akad nikah nya." Ucap Roy kepada Lina yang terlihat sangat khawatir.


"Ayo kita lakukan akad nikah nya sekarang sebelum lewat waktunya." Ucap ustad kepada pengantin.


Acara akad nikah pun dimulai Raya dengan Bram duduk berdua untuk melaksanakan acara akad nikah tersebut.


"Kedua mempelai sudah siap? Kalau sudah siap ayo, Bram dengan Pak Andhika jabat tangan ya." Ucap Ustad kepada Bram dan Andhika.


Bram dan Andhika pun jabat tangan untuk memulai akad nikah nya.


"Bismillahirrahmanirrahim. Saya nikahkan kamu kepadamu anak saya Raya Cahaya Bin Andhika Buana dengan Bramantyo Nugraha bin Roy Nugraha dengan mas kawin Cincin berlian, uang senilai 5 Miliar serta seperangkat alat sholat dibayar tunai." Ucap Andhika kepada Bram.


"Saya terima nikahnya Raya Cahaya Bin Andhika Buana dengan mas kawin tersebut dibayar tunai." Ucap Bram kepada Andhika.


"Bagaimana Sah?" Tanya Ustad kepada semua orang.


"Sah... Sah... Sah... Alhamdulillah..." Ucap semua orang dan membuat kedua mempelai bahagia.


Setelah sah menikah Raya dengan mengikat janji suci mereka dengan menukar Cincin pernikahan mereka.


"Raya aku berjanji kepadamu akan selalu mencintaimu selamanya dan selalu membuat mu bahagia." Bram lalu pasangkan cincin kepada Raya dan cium kening Raya.


"Mas Bram aku berjanji akan selalu menjaga cinta kita selamanya dan aku akan setia untuk mu selamanya." Raya kemudian pasangkan cincin ke jari Bram dan cium tangan Bram. Semua tepuk tangan dan merasa sangat bahagia setelah akad nikah Bram dengan Raya.


Setelah akad nikah Bram dengan Raya pesta pernikahan pun berjalan dengan baik dengan penuh bahagia ada menari dan menyanyi serta Dansa dari pagi sampai malam.


"Sayang aku merasa sangat bahagia Apalagi setelah kita menikah." Ucap Bram kepada Raya.


"Aku juga sangat bahagia sayang dan kuharap kau bahagia yang kita ini adalah kebahagiaan yang sesungguhnya." Ucap Raya kepada Bram.


"Sayang, kau lihat Bram dengan Raya mereka pasangan serasi." Ucap Arya kepada Maya.


"Iya sayang dan ku harap Raya benar-benar bahagia bersama dengan Bram." Ucap Maya sambil tersenyum kepada Arya.


Saat setelah mereka berdansa namun tiba-tiba Sesuatu terjadi, lampu tiba-tiba terjatuh sehingga membuat pesta Berhenti sejenak. Saat lampu tiba-tiba terjatuh Rani mengatakan bahwa akan ada sesuatu yang terjadi di pernikahan Raya dengan Bram.


"Ma, kenapa bicara begitu? Ini pasti hanya kecelakaan.


"Kecelakaan? Dulu saat kau dengan Arya tunangan juga begitu kan? Tiba-tiba tiang jatuh dan apa yang terjadi? Bu Lina juga mengatakan hal yang sama sesuatu akan terjadi di pernikahan Arya dengan Maya." Ucapan Rani membuat semua orang kaget mendengar nya.


"Bu Rani, kita doakan saja yang terbaik buat anak-anak kita untuk menuju masa depan mereka." Ucap Lina kepada Rani.


"Mas Bram, Raya jangan terlalu dipikirkan perkataan Mama ya..." Ucap Maya kepada Raya dengan Bram.


******


Besok harinya Raya dengan Bram Honeymoon ke Turki dan Swiss. Raya dengan Bram mengajak Nayla beserta keluarganya untuk liburan ke Turki dan Swiss.


Raya dg Bram beserta keluarga liburan 1 bulan di Turki dan Swiss. Mereka terlihat sangat bahagia termasuk Nayla yang begitu bahagia karena di ajak jalan-jalan oleh Bram dengan Raya.


******


Di Hotel Bram dengan Raya menikmati indahnya malam setelah sampai di Swiss. Mereka semua beristirahat sementara Bram dengan Raya menikmati indahnya malam.


Saat masuk kamar hotel, Raya menghidupkan lampu dan begitu kagum setelah melihat tempat tidur sudah di hias.


"Kau yang membuat nya sayang?" Tanya Raya kepada Bram.


"Aku membuatnya khusus untukmu. Ganti baju mu ayo buruan." Ucap Bram sambil tersenyum kepada Raya.


Raya pun berganti pakaian. Setelah itu Bram memasang musik dan mengajak Raya dansa.


"Sayang, malam ini kita jadikan malam yang indah untuk kita berdua." Bram kemudian cium kening Raya.


"Sayang kau tau, ini adalah malam yang spesial buat kita, karena kita sudah bersama dan akan selalu bersama selamanya.


Bram tiba-tiba gendong Raya dan membawanya ke tempat tidur. Setelah itu Bram mematikan lampu, dan kemudian Bram cium kening dan tangan Raya.


"Sayang, aku berjanji kepadamu akan selalu membuat mu bahagia dan kita akan selalu bersama selamanya." Bram kemudian cium kening dan tangan Raya.


"Sayang, kita akan selalu bersama selamanya." Ucap Raya kepada Bram sambil peluk Bram.


Saat Bram dengan Raya pelukan, Bram dengan Raya pun menarik selimut pada malam itu.


******


Besok harinya Raya dengan Bram mengajak keluarganya keliling Swiss dan jalan-jalan di Swiss. Mereka pun berjalan-jalan ke pantai, ke Mall dll. Sementara Bram mengajak Raya ke tempat romantis di Swiss.


"Wahhh tempat nya indah sekali sayang?" Ucap Raya kepada Bram dengan penuh bahagia.


"Kau menyukainya? Sayang, kau tau ini adalah tempat romantis buat kita berdua." Bram kemudian cium kening Raya.


Raya terlihat sangat bahagia bersama Bram. Bram kemudian memasang musik dan mengajak Raya untuk berdansa bersama.


"Kau bahagia Sayang...?" Tanya Bram kepada Raya.


"Aku sangat bahagia sayang dan ku harap kebahagiaan kita tidak pernah berakhir." Raya pun Peluk Bram dan berdansa dengan Bram.


"Aku akan selalu membuat mu bahagia Sayang selamanya dan kita akan selalu bersama selamanya." Bram kemudian cium kening Raya dan berdansa dengan Raya.

__ADS_1


******


Sementara itu, Gita, Andhika, Lina, Roy dan Nayla sedang sibuk berbelanja ke Mall dan jalan-jalan. Mereka pun makan-makan di restoran mewah di sana.


"Oma, kapan Papa dan Tante Mama ajak kita jalan-jalan bersama?" Tanya Nayla kepada Lina.


"Kita tunggu saja Sayang." Ucap Lina sambil tersenyum kepada Nayla.


"Nayla senang punya Tante Mama?" Tanya Roy kepada Nayla.


"Senang dong... Apalagi Tante Mama sangat baik." Ucap Nayla dengan penuh bahagia.


"Nayla terlihat sangat dekat dengan Raya." Ucap Gita kepada Lina.


"Iya Bu, Raya dengan Nayla memang terlihat sangat dekat.


"Nayla, mulai sekarang kita adalah keluarga. Jadi Nayla juga panggil Oma dan Opa yaa." Ucap Andhika kepada Nayla.


"Iya Opa..." Ucap Nayla kepada Andhika.


Semua terlihat sangat bahagia Begitu juga dengan Nayla. Mereka pun kemudian melanjutkan perjalanan mereka dan berjalan-jalan hingga sampai malam tiba. Setelah malam tiba Mereka pun kembali ke hotel untuk beristirahat di kamar mereka masing-masing Begitu juga dengan Raya dan Bram.


Besok harinya Raya dengan Bram mengajak keluarganya berjalan-jalan keliling Swiss ke pantai bersama-sama. Mereka begitu bahagia menikmati liburan di Swiss.


3 Minggu kemudian


Tiga Minggu berlalu Raya dg Bram Honeymoon sambil mengajak keluarganya liburan dan jalan-jalan ke Pantai, Mall Dll di Swiss dan kemudian mereka pun bersiap-siap untuk pergi ke Turki bersama-sama.


******


Di Indonesia, di rumah Reynaldi Maya mau mempersiapkan sarapan untuk keluarganya. Namun saat mempersiapkan sarapan tiba-tiba Maya mual-mual dan merasa tidak enak badan.


Diana berpikir Maya hamil. Diana kemudian meminta Maya untuk periksa ke dokter apakah Maya hamil atau hanya masuk angin saja.


Maya mengatakan bahwa ini hanya kecapean saja namun karena desakan Diana Maya pun setuju untuk periksa ke dokter.


******


Namun sebelum itu Maya memeriksa di kamar mandi melalui tespek untuk


memastikan apakah Hamil atau tidak. Maya pun periksa melalui tespek dan menunggu hasilnya. Setelah hasil nya keluar, Maya terlihat bahagia dan keluar dari kamar mandi.


"Sayang kau kenapa?" Tanya Arya kepada Maya.


"Sayang setelah 4 bulan akhirnya..." Maya tersenyum dan pegang tangan Arya lalu arahkan ke perut Maya.


"Ada apa Sayang? Kamu sakit perut?" Tanya Arya kepada Maya sambil terlihat khawatir.


"Sayang, impian kita akan tercapai anak kembar adalah impian kita, Arpen dan Armay kamu ingat Sayang?" Ucap Maya sambil tersenyum kepada Arya.


"Sayang ini maksudnya? Kamu hamil? Kamu serius?" Arya terlihat sangat bahagia langsung cium perut Maya dan gendong Maya sambil berputar-putar.


"Sayang turun kan aku nanti ada yang lihat." Ucap Maya sambil tersenyum kepada Arya.


"Aku bahagia Sayang, akhirnya aku akan jadi seorang Papa. Ayo kita beritahu Mama dan Papa dan juga Nada." Arya Kemudian gendong Maya dan membawa nya turun ke bawah.


******


Di bawah Arya berteriak memanggil kedua orang tuanya termasuk Nada untuk mengatakan sesuatu kepada mereka.


"Ada apa Arya?" Tanya Diana kepada Arya.


"Kenapa teriak-teriak kan bisa pelan-pelan? Katakan ada apa?" Tanya Reno kepada Arya.


"Ma, Pa... Kalian akan punya cucu, Mama dan Papa akan jadi Kakek dan Nenek." Ucap Arya kepada Diana dan Reno dengan penuh bahagia.


"Apa? Arya, kau serius? Maya apa kau sudah periksa ke dokter?" Tanya Diana kepada Maya.


"Belum Ma, tapi aq melihatnya pakai tespek dan hasilnya positif." Ucap Maya dengan penuh bahagia.


"Subhanallah... Maya... Kau hamil cucu Mama? Ini bukan mimpi kan?" Diana langsung peluk Maya dengan penuh bahagia.


"Kak Maya... Selamat ya... Kak Arya akan jadi Papa, dan aku akan jadi Tante. Akhirnya aku akan punya keponakan kandung dari kakak ku sendiri." Nada langsung peluk Arya dengan penuh bahagia.


"Arya, sebentar lagi kau akan jadi seorang Papa. Itu berarti mulai sekarang tanggung jawab mu makin bertambah dan kau sudah semakin dewasa. Akhirnya Papa dan Mama akan punya cucu kandung sendiri dari mu Arya dan Maya." Ucap Reno sambil peluk Arya.


Keluarga Reynaldi sangat bahagia mendengar kehamilan Maya. Diana pun kemudian mengatakan kepada Maya untuk periksa kehamilan Maya ke rumah sakit. Arya pun setuju dan Arya pun menemani Maya ke rumah sakit untuk periksa kandungan Maya.


******


Di Swiss Bram dengan yang lainnya sedang liburan keliling Swiss dan sedang bersiap-siap untuk berangkat ke Turki bersama-sama.


"Pa, jadi besok kita ke Turki?" Tanya Nayla kepada Bram.


"Jadi dong sayang, kita akan jalan-jalan ke Turki, Nayla senang?" Tanya Bram kepada Nayla.


"Tentu dong Papa. Nayla siap-siap dulu ya, mau pilih baju untuk besok." Ucap Nayla dengan penuh bahagia.


"Sayang, Nayla begitu sangat bahagia hari ini, dan aku harap Nayla tetap seperti ini Sayang." Ucap Raya kepada Bram.


"Kita berdoa saja yang terbaik buat Nayla Sayang..." Ucap Bram kepada Raya.


#BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2