
ORANG KE TIGA EPISODE 96
Seseorang menghubungi Arya dan memintanya agar Arya ke rumah sakit karena Diana mengalami kecelakaan.
"Kak Arya, cepatlah ke rumah sakit sekarang karena mama mengalami kecelakaan," ucap Nada sambil menangis.
"Apa Mama kecelakaan? Ya sudah Kakak akan ke rumah sakit sekarang," ucap Arya dengan perasaan khawatir.
Arya kemudian menutup teleponnya dan melajukan mobilnya menuju rumah sakit.
******
Di Rumah Sakit Mutiara.
Setelah sampai di rumah sakit, Diana langsung dibawa ke ruang operasi, sementara keluarganya menunggu di luar.
"Ya Tuhan Mengapa ini semua bisa terjadi? Harusnya Mama tidak mengalami kejadian ini," ucap Nada sambil menangis.
"Kita berdoa saja buat Mama, Mama pasti baik-baik saja sayang," ucap Fandy sambil tenangkan Nada.
"Mama, apakah Nenek akan baik-baik saja?" Tanya Sonia kepada Nada sambil menangis.
"Kita berdoa saja buat nenek kamu ya sayang, " ucap Nada sambil peluk Sonia.
Saat semua sedang sedih dan khawatir akan keadaan Diana, Arya dan Maya Kemudian datang menghampiri keluarganya.
"Pa... Bagaimana keadaan Mama?" Tanya Arya dengan perasaan khawatir.
"Kakak, Mama kecelakaan tabrak lari, ada sebuah mobil kencang yang menabraknya," ucap Nada sambil peluk Arya dan menangis.
Reza yang melihat Arya tiba-tiba menampar Arya dan perkata Arya tidak pantas dianggap Putra Reynaldi. Karena lebih memilih Nayla dibandingkan ibunya sendiri.
"Kau lihat siapa yang di ruang ICU? Itu adalah Mama kamu dan dia mengalami kecelakaan karena, kamu selalu membela anak sialan itu! Yang bernama Nayla dan lebih memilih untuk pergi dari rumah! Kau tidak pantas dianggap Putra Reynaldi!" Teriak Reza kepada Arya.
"Opa, ini tidak ada hubungannya dengan Nayla," ucap Arya kepada Reza.
"Tidak ada hubungannya bagaimana? Sudah jelas ada hubungannya, malah kau bilang tidak ada hubungannya!" Teriak Reza kepada Arya.
"Opa, sudahlah sekarang mama berada di ruang ICU. Tetapi kalian malah bertengkar karena hal yang tidak penting," ucap Nada sambil menangis.
Seluruh keluarga khawatir dengan kondisi Diana mereka berharap Diana baik-baik saja dan operasinya berhasil.
Sementara Di Ruang ICU
Diana yang sedang dioperasi, sedang berjuang antara hidup dan mati. Karena operasinya sedang berjalan, Arka yang berada di dalam, sangat khawatir dengan kondisi Diana dan berharap Diana segera serta operasinya berhasil.
"Ma, Mama harus kuat untuk Arka dan yang lainnya. Karena, kami masih membutuhkan Mama jadi Mama harus sembuh. Arka janji akan melakukan apapun untuk Mama asal Mama selamat," ucap Arka dalam hati.
"Arya... Arya... Arya..." Diana ngigau sebut nama Arya.
"Meskipun Mama sedang kritis dan masih juga Mama sebut nama Arya. Padahal Arya sudah pergi meninggalkan Mama," ucap Arka dalam hati.
Arka sangat sedih dan khawatir namun dia tetap melanjutkan operasinya meskipun dia mengigau sebut nama Arya.
Di Ruang Tunggu.
Dua jam kemudian operasi berjalan dengan lancar dan dokter pun keluar setelah Diana dioperasi. Dokter mendampingi Arka untuk mengatakan tentang kondisi Diana.
"Arka, bagaimana, dengan kondisi Mama kamu?" Tanya Reno kepada Arka.
"Kak Arka, bagaimana dengan kondisi Mama?" Tanya Arya kepada Arka.
"Arya Lebih baik kau pergi dari sini karena kau tidak pantas untuk berada di sini!" Tegas Syafira kepada Arya.
"Oma, biarkan Arya di sini karena Mama sangat membutuhkannya," ucapan Arka membuat Syafira kaget mendengarnya.
"Diana tidak butuh anak durhaka Seperti dia! Lebih pentingkan Nayla dibanding mamanya sendiri!" Tegas Syafira kepada Arka.
"Sudah cukup Oma! Mama itu sedang sakit dan kita ingin tahu bagaimana keadaannya lalu mengapa kalian malah ribut!" Tegas Nada sambil emosi.
"Arka, jawab pertanyaan Papa bagaimana keadaan Mama kamu?" Tanya Reno kepada Arka.
"Mama saat ini masih kritis dan dia koma akibat kepala terbentur keras. Namun, Mama sejak tadi menyebut nama Arya. Maka dari itu, aku mengatakan kepada kalian saat ini, Mama sangat membutuhkan Arya," jawab Arka kepada Reno.
"Kenapa harus Arya? Oma dan Opa kamu tidak setuju! Karena Arya adalah penyebab semua ini! Jadi, Arya tidak pantas bertemu dengan Mama kamu!" Tegas Syafira kepada Arka.
"Tidak Oma, Arya harus bertemu dengan Mama sekarang juga. Karena Mama sangat membutuhkan Arya, Arya masuklah ke dalam karena Mama membutuhkanmu," ucap Arka sambil merangkul pundak Arya.
Reno hanya mengangguk pertanda mengizinkan Arya untuk bertemu dengan Diana. Arya bersama dengan Maya kemudian masuk ke ruang ICU untuk bertemu dengan Diana.
"Reno!" Tegas Reza kepada Reno.
"Pak, ini adalah rumah sakit jadi tolong jangan sampai ada keributan di sini karena pasien akan terganggu," ucap Dokter kepada Reza.
Dokter kemudian permisi dan izin pamit setelah selesai memberitahukan keadaan Diana setelah operasi.
Di Ruang ICU.
Arya menangis dan menyesal karena sudah pergi meninggalkan mamanya hingga mengalami kecelakaan Alia kemudian pegang tangan Mamanya dan perlu serta mencium kening Mamanya.
__ADS_1
"Maafkan Arya Ma... Maafkan Arya... Semua ini adalah salah Arya. Seharusnya, Arya tidak pergi meninggalkan Mama dan mendengarkan Mama. Arya tidak pantas dinamakan anak yang baik untuk Mama karena Arya telah membuat Mama menderita seperti ini." Arya menangis dan kemudian mencium tangan Mamanya.
Maya melihat Diana mengeluarkan air matanya kemudian meminta Arya untuk mengusapnya lalu Arya kemudian mengusap air mata Diana.
"Ma... Arya di sini dan Arya tidak akan pernah meninggalkan Mama sampai kapanpun. Arya juga sangat menyayangi dan mencintai Mama sampai kapanpun." Arya menangis kemudian cium kening Diana.
Diana kemudian mengigau menyebut nama Arya setelah Arya mencium keningnya. Melihat itu, Arya menjadi sedih namun, Arya berjanji akan selalu berada di samping Diana sampai Diana sembuh.
"Arya... Arya jangan tinggalkan Mama nak, Arya... Arya..." Diana masih ngigau sebut nama Arya.
"Ma, Mama harus kuat dan cepat sembuh, agar kita bersama-sama lagi. Di sini ada Mas Arya dan aku yang akan selalu bersama dengan Mama," ucap Maya sambil cium kening Diana.
"Ma, Mama harus kuat ya, Arya tidak akan pernah meninggalkan mama sampai kapanpun," ucap Arya sambil cium kening Diana.
"Sayang, kita doakan yang terbaik untuk Mama dan kita harus yakin Mama pasti akan segera sembuh," ucap Maya sambil usap air mata nya.
Maya mendekati Arya dan mencoba meyakinkan Arya bahwa Mamanya akan segera sembuh dan pasti akan secepatnya sadar.
Di Ruang Tunggu
Saat keluarga sedang menunggu Arya untuk keluar, Syafira tiba-tiba meminta Arka untuk membuat Arya keluar dari ruang ICU. Agar Arya pergi dari rumah sakit tetapi, Arka menolak agar Arya keluar dari ruang ICU.
"Tidak bisa Oma, Arya akan tetap menemani Mama di ruang ICU," ucap Arka kepada Syafira.
"Tidak Arka! Arya adalah penyebab kecelakaan Mama kamu! Kenapa kamu malah membiarkan Arya bertemu dengan Mama kamu, padahal, dia adalah penyebab dari kecelakaan tersebut!" Tegas Syafira kepada Arka.
"Oma tenang lah di sini adalah rumah sakit." Ria mencoba tenangin Syafira.
"Sudahlah Oma, jangan dibahas soal itu sekarang! Karena saat ini kita harus fokus sama kesembuhan Mama itu lebih penting!" Tegas Arka kepada Syafira.
"Benar sekali yang dikatakan oleh Mas Arka saat ini kita harus fokus kepada kesembuhan Mama. Apalagi Mama saat ini, dalam keadaan kritis dan kita tidak tahu kapan Mama bisa, melewati masa kritisnya dan sadar dari koma."Ria mencoba untuk tenangin Syafira.
"Ma, apakah Nenek akan sembuh?" Tanya Sonia kepada Nada.
"Tentu saja sayang, kita doakan saja yang terbaik untuk Nenek kamu, Mama yakin, Nenek kamu pasti akan cepat sembuh," jawab Nada kepada Sonia.
"Oma, untuk saat ini, kita harus fokus kepada kesembuhan Mama. Kita doakan yang terbaik untuk Mama dan jangan membahas tentang kecelakaan itu. Meskipun itu sangat penting, tetapi kita harus fokus kepada kesembuhan Mama itu lebih penting," ucap Arka kepada Syafira.
Syafira sangat kesal setelah mendengar perkataan Arka. Dia berharap Arya segera keluar dari ruang ICU agar Syafira bisa mengusir Arya dari rumah sakit.
******
Di Rumah Keluarga Nugraha.
Lina dan Raya menunggu penculik menelepon mereka kembali dan berharap, penculik tersebut, tidak melakukan apapun kepada Nayla dan kedua adiknya.
"Ya Tuhan... Mengapa penculik itu tidak menghubungi kita lagi?" Tanya Raya dalam hati.
"Mah bagaimana jika kita susul Papa dan Mas Bram ke rumahnya Mahesa?" Tanya Raya kepada Lina.
"Tidak usah sayang kita tunggu di sini saja sekalian kita menunggu kedatangan Maya dan Arya," ucap Lina dengan perasaan khawatir.
"Ya Tuhan... Maya dengan Arya lama sekali datang. Harusnya mereka cepat datang, apalagi, Nayla diculik." Raya menjadi khawatir karena Arya dan Maya belum datang.
Raya yang tidak tahu apa yang terjadi kepada Maya dan Arya berpikir, mungkin Maya tidak peduli, bahwa Nayla diculik. Padahal tidak seperti yang Raya pikirkan. Raya kemudian, melihat ke arah jendela dan berharap Maya dengan Arya datang, untuk mengetahui apa yang terjadi kepada Nayla.
******
Di Rumah Sakit.
Arya kemudian keluar dari ruang ICU dan Reno kemudian bertanya kepada Arya tentang kondisi Diana di ruang ICU.
"Arya, bagaimana keadaan Mama kamu?" Tanya Reno kepada Arya.
"Mama saat ini masih lemah dan koma aku sangat khawatir kepada Mama. Karena sekarang masih belum sadar kan diri dan hal itu, membuat aku sangat khawatir. Aku harap, Mama secepatnya bisa sadar dan segera sembuh," jawab Arya dengan perasaan khawatir.
"Pa, kalau Papa mau masuk untuk melihat keadaan Mama, Papa masuk saja ke dalam," ucap Arka kepada Reno.
Reno kemudian masuk ke dalam ruang ICU dan disusul oleh Nada untuk melihat keadaan Diana.
"Kak Arka, aku dan Maya pergi dulu karena, kami juga harus ke rumah Bram untuk cari tahu keadaan Nayla. Karena Maya sangat khawatir kepada Nayla, untuk itu kami mau ke sana," ucap Arya kepada Arka.
"Arya! Kamu ini! Nayla, Nayla dan Nayla! Apa kamu tidak peduli dengan Mama kamu! Saat ini Mama kamu berada di ruang ICU! Tetapi kamu malah membahas Nayla dan ingin mencari tahu tentang Nayla!" Tegas Reza kepada Arya.
"Benar kata Eyang, harusnya Om Arya, lebih perhatian kepada Nenek, daripada kepada si Nayla yang tidak penting itu!" Tegas Sonia kepada Arya.
"Sonia! Kau ini! Tidak pantas kau berbicara seperti itu kepada Om Arya kamu! Karena Nayla adalah Om kamu dan Nayla tetap Kakak kamu paham!" Tegas Nada kepada Sonia.
"Sudah cukup! Kenapa sih kalian dari tadi ribut terus? Ini adalah rumah sakit dan saat ini Mama sedang berada di ruang ICU! Bukan saatnya kalian ini ribut! Seharusnya kalian berdoa untuk kesembuhan Mama bukan malah seperti ini!" Tegas Ria dengan perasaan kesal.
"Sayang sudahlah ini adalah rumah sakit tidak baik kita ribut-ribut di rumah sakit," ucap Fandy sambil tersenyum kepada Nada.
"Arya, pergi lah dan jangan lupa datang lagi kemari, karena Mama masih membutuhkanmu," ucap Arka sambil tersenyum kepada Arya.
Arya hanya mengangguk dan kemudian mengajak Maya untuk pergi. Di samping itu, Maya tersenyum melihat Nada, lalu kemudian pergi bersama dengan Arya.
******
Di Rumah Mahesa.
__ADS_1
Saat Mahesa sedang istirahat, Bram dan Roy Kemudian datang dan langsung marah-marah kepada Mahesa. Sambil pegang kerah baju Mahesa dan langsung meninju Mahesa.
"Katakan kepadaku di mana Nayla dan kedua adiknya!" Teriak Bram kepada Mahesa.
"Aku tahu, kau yang menculik Nayla maka dari itu, aku ingin kau berkata jujur, di mana Nayla dan kedua adiknya kau sembunyikan? Katakan sekarang juga!" Teriak Roy sambil mendorong Mahesa hingga terjatuh.
"Hey Roy! Bram! Kurang ajar kalian! Berani sekali kalian kepadaku!" Teriak Mahesa sambil perbaiki kerah baju nya.
"Kau jangan mengalihkan pembicaraan katakan kepadaku di mana kau sembunyikan Nayla dan kedua adiknya!" Teriak Roy kepada Mahesa.
Mahesa hanya tersenyum licik dan membuat Bram dengan Roy semakin emosi. Karena semakin emosi, Bram dan Roy kemudian meninju Mahesa.
"Katakan yang sebenarnya di mana kau sembunyikan Nayla bersama dengan Rena dan Bimo!" Teriak Bram kepada Mahesa.
"Aku tidak akan memberitahukannya kepada kalian ke mana aku menyembunyikan mereka!" Teriak Mahesa kepada Bram dan Roy.
Bram dan Roy kemudian menghajar Mahesa karena Mahesa tidak memberitahukan di mana Nayla dan kedua adiknya berada. Mahesa kemudian tertawa setelah itu mengusir Bram dan Roy dari rumahnya.
"Lebih baik kalian pergi dari sini atau aku akan melaporkan kalian ke polisi," ucap Mahesa sambil tersenyum licik.
"Hahaha justru kami yang akan memasukkan ke penjara karena sudah menculik Nayla dan kedua adiknya!" Teriak Roy kepada Mahesa.
"Sekarang Apa yang kau inginkan dari kami dan mengapa kau mencuri Nayla dan kedua adiknya? Katakan apa yang kau inginkan dari kami!" Teriak Bram kepada Mahesa.
"Aku sudah katakan kepada kalian bahwa aku akan merebut apa yang kalian miliki termasuk kekuasaan yang kalian miliki sekarang ini!" Ucapan Mahesa membuat Bram dan Roy kaget mendengarnya.
Roy kemudian, meninju Mahesa, agar Mahesa mengatakan, apa yang sebenarnya dia inginkan.
"Katakan kepadaku Apa yang kau inginkan!" Teriak Roy kepada Mahesa.
"Meskipun aku mengatakannya, kalian tidak akan bisa bertemu dengan mereka. Karena mereka akan dijual dan dijadikan pelayan atau diadopsi orang lain." Ucapan Mahesa membuat Bram dan Roy semakin emosi.
Bram begitu emosi setelah Mahesa mengatakan hal seperti itu dan langsung meninju Mahesa. Namun security tiba-tiba datang dan menangkap Bram dan Roy.
"Kau keterlaluan Mahesa! Jangan coba-coba kau menyakiti Nayla dan kedua adiknya kalau tidak kau akan berhadapan dengan kami!" Teriak Roy kepada Mahesa.
"Baiklah aku akan memberikan Nayla dan kedua adiknya kepada kalian. Asal kalian memberikan aku agensi perusahaan dan uang satu miliar." Bram dan Roy semakin emosi mendengar perkataan Mahesa.
"Brengsek! Keterlaluan!" Teriak Bram kepada Mahesa.
"Aku beri waktu kalian tiga hari Jika kalian tidak memberikannya kepadaku aku akan menjual mereka." Bram dan Roy semakin emosi mendengar perkataan Mahesa.
"Pak Mahesa, apa yang akan saya lakukan kepada mereka?" Tanya sekuriti kepada Mahesa.
"Usir saja mereka dan biarkan mereka pergi dari sini," jawab Mahesa kepada sekuriti.
"Tidak perlu mengusir kami karena kami bisa pergi dengan sendirinya!" Teriak Roy kepada Mahesa.
Bram dan Roy kemudian pergi dari rumah Mahesa. Sementara Mahesa tersenyum licik dan berpikir bahwa rencananya akan segera berhasil.
******
Di Rumah Keluarga Nugraha.
Arya dan Maya telah sampai di rumah sampai di sana Maya bertanya tentang Nayla kepada Raya dan Lina. Raya dan Lina pun menjawab bahwa belum ada kabar tentang keberadaan Nayla dan kedua adiknya.
"Belum ada berita Maya, aku juga khawatir dengan Nayla dan kedua adiknya. Tapi belum tanda-tanda ada kabar berita apapun," jawab Raya kepada Maya.
"Mengapa kalian tidak melaporkannya ke polisi?" Tanya Arya kepada Lina dan Raya.
"Arya, kami tidak berani melaporkan hal ini ke polisi. Jika itu terjadi, mereka akan menyakiti Nayla dan kedua adiknya," jawab Lina kepada Arya.
"Keterlaluan sekali mereka apa yang sebenarnya mereka inginkan apa dan mengapa mereka menculik Nayla!" Teriak Arya dengan perasaan emosi.
Semua khawatir karena Nayla, Bimo dan Rena belum juga ditemukan. Tetapi di samping itu, Bram dan Roy kemudian datang, dengan perasaan emosi. Karena, gagal membawa Nayla dan kedua adiknya.
"Mas Bram, Papa," ucap Raya kepada Bram dan Roy.
"Pa, bagaimana?" Tanya Lina kepada Roy.
"Mahesa tidak memberitahukan Nayla kepada kami maka dari itu kami gagal membawa Nayla kemari!" Jawab Roy dengan tegas.
"Mereka menginginkan agen perusahaan dan uang satu miliar," ucapan Bram membuat semua kaget mendengarnya.
"Kenapa kita tidak melaporkan Mahesa ke polisi?" Tanya Arya kepada Bram dan Roy.
"Tidak bisa Arya belum lagi Mahesa adalah mertua Nada Adik kamu dan dia juga bisa menyakiti Nada serta Sonia dan juga termasuk Nayla, Bimo dan Rena," ucapan Bram membuat semua kaget mendengarnya.
"Sayang Apa yang harus kita lakukan?" Tanya Maya kepada Arya.
Arya, Bram, dan yang lainnya begitu sangat khawatir serta bingung apa yang harus mereka lakukan untuk menyelamatkan Nayla dan kedua adiknya.
"Mas, Arya, aku jadi khawatir dengan Nayla dan kedua adiknya. Aku khawatir mereka melakukan sesuatu kepada Nayla dan kedua," ucap Maya dengan perasaan khawatir.
"Maya kau jangan khawatir Nayla bersama dengan Bimo dan Rena pasti akan kembali aku akan memastikan hal itu terjadi," ucap Arya kepada Maya.
"Ya Tuhan... Kenapa harus seperti ini? Aku khawatir kepada Nayla dan kedua adiknya. Apa yang harus kita lakukan? Apakah kita harus memberikan yang mahesa inginkan dari kita?" Tanya Lina dengan perasaan khawatir.
Roy dan Bram hanya terdiam setelah mendengar perataan Lina. Mereka sangat bingung harus bicara apa karena tidak mungkin mereka mengorbankan Nayla Bimo dan juga Rena.
__ADS_1
#BERSAMBUNG