Pacarku Vampir Tampan

Pacarku Vampir Tampan
Bab. 10. Terkejut


__ADS_3

Senyum miring tersungging dari bibir Gosa sang prajurit kerajaan Vampir di mana gosa adalah putra dari salah seorang pembesar dari kerajaan vampir, karena dia tidak terima dengan posisinya sebagai anak seorang panglima untuk itu gosa memiliki Ambisi untuk bisa menguasai kerajaan secara diam-diam, meskipun untuk saat ini gosa belum melakukan apapun setidaknya dia bisa menyingkirkan putra mahkota dari kerajaan dan dia akan melakukan rencana keduanya dengan menyingkirkan beberapa orang yang akan menjadi penghalang dirinya agar dia bisa merampas kedudukan dan posisi kerajaan, agar dirinya bisa menjadi Raja di Kerajaan vampir itulah yang menjadi angan-angan dan cita-cita dari Gosa.


Raja Agung Victor Antonius yang menggunakan indra kekuatan mata batin, menghentikan kegiatan nya ketika tiba-tiba napas dari sang Raja tersengal sengal dan terbatuk dengan tiba-tiba.


Ratu Agung Dewi Wardhani yang melihat hal itu sungguh sangat terkejut dirinya tidak menyangka jika tiba-tiba Raja Agung Victor Antonius terluka secara mendadak.


"Raja, apa yang terjadi kenapa bisa seperti ini? "


"Entahlah Ratu Aku tidak mampu melihat dan menembus sosok bayangan yang telah membuka Perisai dari Kaca Cermin Naga Ajaib. "


"Sudahlah Raja tidak perlu lagi kita tau kita cukup merasa beruntung ada orang yang membantu kita meskipun kita tidak tau siapa orangnya. "


"Kau benar Ratu baiklah Ayo kita kembali ke Kerajaan biar Panglima pembesar satu dan yang lainnya yang akan memerintahkan mereka untuk bubar kembali ke Rumah masing-masing, sekarang kita fokuskan untuk mencari jejak Pangeran Andrean yang jatuh si Bumi Barat. "


"Mari, Raja..!


Setelah memberikan perintah kepada pembesar kerajaan satu dan beberapa temannya yang lain, Raja Victor Antonius beserta dengan istrinya Ratu Agung Dewi Wardhani segera terbang melesat pergi bkeng dalam istana kerajaan terlebih dahulu.


Kini tingggalah Para pembesar kerajaan yang bertugas memberikan perintah kepada seluruh Rakyat Vampir untuk kembali ke Rumah mereka masing-masing.

__ADS_1


Disisi lain jauh dari kerumunan orang orang yang menghadiri jalannya hukuman untuk Pangeran Andrean Tivanius, tampaknya seorang laki-laki Tua sedang tersenyum, tubuhnya yang Tua tidak membuat dirinya merasa lelah dan kepanasan di sebuah tempat umum yang sangat panas.


"Kau akan baik-baik saja Pangeran sampai jumpa di Bumi Barat Aku Akan mencarimu, "


Dengan gerakan sangat cepat laki-laki Tua itupun segera terbang melesat bagaikan angin tidak ada satupun yang bisa melihat dan mengetahui mereka hanya mampu merasakan kibasan dari angin yang tercipta akibat dari pergerakan kilat yang dilakukan laki-laki Tua.


Untuk kedua kalinya beberapa para prajurit dan juga para pembesar kerajaan seperti Panglima satu dan berapa temannya yang lain tersentak kaget karena merasakan hembusan angin yang sangat kencang kembali menerpa dengan begitu kencang seperti orang yang sedang melintas di dekatnya akan tetapi tidak terlihat oleh mata.


"Panglima lihat bayangan itu ada di sekitar sini, "


" kau benar ada Panglima 1 aku juga merasakan hembusan dari angin yang sangat kencang Sepertinya dia ber saja melewati kita akan tetapi kita tidak tahu siapa orang itu sesungguhnya raja yang tadinya ingin mengetahui dengan menggunakan ilmu tidak bisa menemukannya tapi ternyata orang itu masih berada di sekitar kita dan baru saja pergi.


Panglima pembesar kerajaan dengan cepat mengumumkan jika hari ini seluruh rakyat yang menyaksikan pelaksanaan dari pelemparan putra mahkota dengan kaca cermin ajaib telah selesai dan mereka diminta untuk kembali ke rumahnya masing-masing serentak seluruh rakyat pun menjadi gaduh dan bising mereka semua mulai kembali ke rumahnya masing-masing dengan berbagai pertanyaan dan juga perkataan bersama teman-teman yang lain sehingga membuat suasana menjadi bising dari ramai,


Jauh dari kehidupan dunia Vampir tampak seorang Pemuda bersama dengan beberapa teman lainnya bner lari dan berteriak memanggil manggil Nama dari salah satu Warga yang memiliki Rumah berdinding putih dengan berpagar bambu berwarna kechoklatan.


"Bibik Anjar tolong buka pintunya? "teriak beberapa anak muda di depan sebuah Rumah berdinding putih.


"Bibi Anjar buka pintunya cepat? "

__ADS_1


Mereka terdengar tidak sabaran.


Mendengar ada suara teriakan dari luar bergegas salah satu penghuni rumah berdinding putih yang memiliki pagar berwarna kecoklatan keluar dari dalam Rumah, dia yang sangat terkejut keluar bersama dengan salah satu laki-laki tua yang ada di belakangnya rupanya mereka adalah sepasang suami istri.


"Ada apa kalian berteriak-teriak begini? "


"Iya, ada apa ini kenapa berteriak bikin istirahat orang terganggu saja, "


"Maaf, Pak Anto. ini kami menemukan Dion pingsan dijalan dan kenapa kami tidak mendengar nspasnya? "


"Apa? Dion pingsan, Cepat-cepat kalian bawa masuk kedalam sekarang, "seru laki-laki Tua yang bernama Pak Anto.


Bergegas ketiga pemuda itu membawa tubuh Dion yang pingsan masuk kedalam Rumah.


Istri Pak Anto berteriak histeris melihat keadaan Putranya.


" Dion kamu kenapa anak? tubuhnya diguncang guncang dengan kuat oleh seorang Wanita yang tidak lain adalah Ibunya, wanita itu berharap Dion akan segera sadar, tapi hingga satu jam lamanya Dion tidak bergerak dan pada akhirnya tidak bernapas sama sekali, tangisan Ibu Dion pecah sementara Pak Anto Ayah Dion diam terpaku, tubuhnya terlihat lemas dan tatapan matanya kosong.


"Bagaimana ini bisa terjadi katakan anak-anak apa yang menyebabkan Dion seperti ini? "

__ADS_1


Pertanyaan dari Ibu Dion membuat ketiga laki-laki itu menundukkan kepala. Sementara Ibu Dion masih terus menangis.


__ADS_2