
Kurang lebih 30 menit Nenek tua mempersiapkan segala sesuatu yang akan dipergunakan untuk menangkap Sinar cahaya pasang yang akan datang agar bisa segera masuk ke dalam jasad tubuh Dion.
Dengan duduk bersila sang Nenek mengeluarkan kekuatan tenaga dalamnya dan kain yang ada di depannya tiba-tiba bergerak naik ke atas kemudian berputar-putar mengelilingi tubuh dari jasad Dion yang masih memiliki nafas lemah beberapa saat kemudian kain itu segera menutup tubuh Dion dari ujung kaki hingga sebatas leher, secara perlahan-lahan tubuh Dion kemudian tiba-tiba terangkat ke atas setinggi 1 Meter kemudian tubuh itu berputar secara perlahan dalam beberapa menit, kemudian secara perlahan lahan tubuh Dion kembali turun dan berhenti diatas permukaan tanah.
Tidak lama kemudian dari ujung rambut Dion mengeluarkan sebuah sinar Putih Sinar itu mengelilingi wajah Dion berputar secara lambat akan tetapi terus berputar tiada henti sang nenek bangkit dari duduk bersilanya kemudian menatap ke atas langit dalam beberapa detik kemudian menatap pada tubuh Dion yang masih terbaring.
"Smoga tidak terlambat dan kau masih beruntung anak muda, baiklah Aku harus kembali ke Rumah dan Aku akan kembali menjelang malam Aku akan lihat apakah sudah ada tanda tanda dari sinar pasang Cahaya merah yang ada di telingamu atau belum, "
Sang Nenek segera meninggalkan tempat di mana dia meletakkan tubuh Dion yang di atasnya masih berputar-putar cahaya putih dan tertutup kain putih dengan batas sampai leher, tanpa Nenek Tua itu sadari Apa yang dilakukan sang Nenek ternyata tidak lepas dari pengawasan sepasang mata yang sedari awal memperhatikan gerak-gerik sang nenek dan Ketika sang nenek sudah pergi dari tempatnya sosok yang perhatikan sang nenek keluar dari tempat persembunyiannya bibirnya tersenyum miring ketika menatap tubuh Dion yang terbaring dengan cahaya putih berputar-putar di atasnya.
"Bodoh dasar Nenek Tua bodoh sekali dia bagaimana mungkin bisa masuk kekuatan itu jika hanya dengan cara murahan seperti ini, biar Aku selesaikan tugasnya, Aku tidak bisa menunggu lagi karena Tubuh Pangeran Andrean harus segera mendapatkan tempatnya, karena jika tidak maka tubuh Pangeran Andrean akan hancur dan tidak bisa lagi dia memiliki kehidupan yang artinya bisa jadi Pangeran Andrean akan mati, Aku harus segera melakukan sesuatu agar penangkapan dari cahaya pasang Sinar merah segera mengarah ke tubuh anak muda ini. "
dengan gerakan cepat sosok laki-laki itu segera mengangkat tangannya ke atas kemudian menghentakkan kakinya ke bawah setelah itu memutar beberapa kali tangannya ke atas dan dengan kekuatan yang diambil iki kedua tangannya yang sudah dialiri kekuatan tekanan dalam diarahkan ke tubuh Dion yang kala itu terbaring lemah di atas rerumputan.
__ADS_1
"Hop.... hiyaaa..! "
seiring gerakan tangan dari sosok laki-laki itu yang mengarah ke tubuh Dion tiba-tiba terdengar suara bunyi yang sangat keras bagaikan petasan dan dengan gerakan yang tiba-tiba pula kain penutup yang menutup tubuh Dion dari kaki sampai batas leher terlepas dan terbuang kemudian baju yang dikenakan Dion pun ikut terbuka dan secara ajaib dari dalam tubuh Dion mengeluarkan Sebuah sinar berwarna merah yang mana Sinar itu sangat terang dan menyilaukan mata.
"Wahai penguasa penghuni kaca Cermin Ajaib Masuklah dan lempar kesini mangsamu, disinilah tempatnya, hiaaaaa.... duaaaarrr....!
kembali suara bergemburuh bagaikan petasan di sekeliling tubuh Dion yang mana cahaya merah yang menyala semakin membesar bahkan berjalan menutup sekujur tubuh Dion dari kaki hingga kepala membentuk bulatan yang sangat besar berwarna merah hantu potion sudah tidak terlihat karena tertutup cahaya merah yang sangat besar.
Tidak lama kemudian cahaya merah itu pun berangsur-angsur berubah warnanya memudar yang tadinya merah menyala sedikit demi sedikit menjadi berwarna putih bersih dan dalam sekejap warna merah menyala menghilang berganti menjadi warna putih yang sangat jernih bagaikan sebuah cermin kaca yang mana bisa melihat bayangan Dion dibelakangnya, tidak lama kemudian Sinar cahaya itu pun seiring dengan berkelebatnya sebuah cahaya merah menembus cermin kaca yang baru berubah Warna putih hancur berkeping-keping dengan disertai suara menggelegar bagaikan guntur.
mungkin rasa sakit itu sangatlah kuat sehingga tubuh dia yang kelak itu terbaring lemah tiba-tiba bangkit terduduk kemudian terjatuh kembali dengan suara teriakan kesakitan yang menyayat hati.
"Aaaaaaahhhh.....Bruugh..!
__ADS_1
tubuh Dion yang bangkit dengan spontan kemudian kembali jatuh ambruk ketanah dan Dion kembali pingsan.
Pada saat itulah sebuah cahaya merah dari arah yang tidak diketahui muncul dengan tiba-tiba masuk kedalam tubuh Dion diiringi dengan sebuah bayangan yang berkelebat masuk didalamnya.
Tampak Laki-laki Tua itu tersenyum, kemudian tangannya kembali dia putar keatas menegadah ke langit beberapa detik kemudian tangan itu diarahkan ketubuh Dion.
Tidak lama kemudian muncullah sinar Merah berputar sekali dan masuk kedalam tubuh Dion menembus perut kemudian menghilang, ketika sinar cahaya merah masuk, tubuh Dion menggelepar beberapa saat kemudian terdiam, darah merah yang tadinya banyak keluar akibat dari percikan kaca kala itu tiba-tiba berubah menjadi warna hitam, bukan lagi darah merah.
Dengan mantra dan kekuatan gaib yang dimiliki Laki-laki Tua itu meniup tubuh Dion dan dalam sekejap mulut yang ditiupkan mengeluarkan Air seperti Air mancur dengan tangan terlentang mengarah ke kiri.
Dengan Air yang keluar darah berwarna hitampun menghilang tersapu derasnya Air. Merasa semua sudah beres Laki-laki Tua segera menarik tangannya dan berhenti meniup.
"Sudah selesai beruntung di sebelah kiri ada anak sungai sehingga Aku bisa mengambilnya dengan kekuatan gaibku dan melalui mulut Aku menyimpannya, tugasku sudah Selesai, Aku harus pergi, mungkin Nenek Tua itu akan terkejut ketika melihat Pemuda ini sudah tidak bernapas, memang seperti itu awalnya Pemuda ini tidak bernapas selama 48 jam karena di dalam tubuhnya sedang menjalani proses penyatuan dengan tubuh Pangeran Andrean Tivanius, baiklah Aku pergi dulu selamat menjalani kehidupan baru Pangeran, tugas dan janjiku untuk melindungimu sudah selesai. "
__ADS_1
Setelah mengatakan itu laki-laki tua segera berkelebat meninggalkan tubuh Dion yang masih terbaring di atas rerumputan, meskipun kali ini tubuh Dion tidak lagi tertutup kain putih dan juga tidak ada cahaya putih yang berputar-putar di atasnya tubuh Dion bagaikan tubuh seorang pemuda yang baru saja pingsan.