Pacarku Vampir Tampan

Pacarku Vampir Tampan
Bab. 19.Menyesal


__ADS_3

Setelah menatap tubuh Dion beberapa saat akhirnya laki-laki tua segera terbang melesat meninggalkan Dion yang masih terbaring di rerumputan.


Di sebuah gubuk Sang Nenek yang baru saja membersihkan tubuhnya dan berniat untuk bersantai sejenak menunggu malam tiba dikejutkan dengan suara gelegar halilintar yang sangat keras dan suara itu di dengarnya tidak hanya sekali tapi beberapa kali, hal itu membuat Sang Nenek menggurungkan niatnya untuk bisa beristirahat.


"Apa ini, kenapa ada suara mengelegar seperti ini dan bumi dan disekitar tempat ini menjadi bergetar, ini adalah suatu pertanda munculnya kekuatan besar, lalu kekuatan besar apa yang ada di sekitar tempat ini, sungguh sangat aneh dan membingungkan tidak mungkin suara itu tiba-tiba datang tanpa ada sesuatu hal yang terjadi di sekitar sini, Astaga aku lupa Bukankah anak muda itu berada di luar sana jangan-jangan kekuatan ini sedang mengganggunya, tidak.!ini tidak boleh terjadi anak muda itu harus mendapatkan cahaya pasang merah agar dirinya bisa hidup dan kembali kepada orang tuanya, Aku harus cepat ke sana semoga tidak terjadi sesuatu apapun pada anak muda itu karena kekuatan ini sangat besar, Aku khawatir kekuatan ini akan mempengaruhi kekuatanku yang sedang bekerja untuk menarik Sinar cahaya pasang merah agar dia bisa cepat muncul dan masuk ke dalam tubuh pemuda itu, Aku tidak boleh membuang-buang waktu, Aku harus kesana sekarang juga. "


sang nenek tua segera terbang melesat meninggalkan rumahnya menuju tempat di mana tubuh Dion sedang terbaring kedua bola matanya membulat seketika ketika di depannya sudah tidak ada lagi kain putih yang menutup ujung kaki sampai leher dan juga tidak ada asap putih yang berputar di atas kepala pemuda yang ada di depannya Hal itu membuat nenek tua itu menjadi panik.


"Aneh, kemana kain putih yang Aku kelakkan diatas tubuh pemuda ini, Kenapa bisa tiba-tiba hilang dan juga bagaimana mungkin kekuatan tenaga gaibku yang membuat gumpalan asap putih berputar-putar di atas kepala pemuda ini juga tidak ada ini sangat aneh Apakah semua ini ada hubungannya dengan suara menggelegar beberapa kali yang aku dengar kala itu jika hal ini benar maka pemuda ini sedang diganggu olehnya dan kekuatan orang itu sangatlah luar biasa, Aku harus segera melihat dan juga memeriksa keadaan pemuda ini agar Aku bisa memastikan jika pemuda ini baik-baik saja."

__ADS_1


Dengan cepat sang nenek tua segera duduk bersila kemudian memejamkan kedua bola matanya mulutnya berkomat-kamit membaca sebuah mantra dan dalam beberapa detik tubuh Sang nenek tua yang Dalam posisi duduk bersila terangkat naik ke atas kemudian berputar secara perlahan sebelum akhirnya kembali lagi menyentuh tanah setelah itu sang nenek tua membuka kedua bola matanya bangkit berdiri dan tangannya digerakkan dari ujung kaki sampai ke ujung kepala, di mana tangan yang digerakkan tanpa menyentuh dengan jarak 10 cm berjalan dari ujung kaki hingga ujung kepala, kemudian digenggam dengan erat dan dilemparkan ke udara terdengar sebuah bunyi seperti petasan ketika sang Nenek tua melemparkan ke udara.


tampak wajah nenek tua menjadi panik dan mengeluarkan keringat dingin ketika dia menyentuh tangan dari pemuda yang ada di depannya serta melihat denyut nadi dari pemuda yang ada di depannya sudah tidak berdetak Hal itu membuat sang nenek benar-benar sangat panik dan merasa bersalah.


"Tidak mungkin, bagaimana ini bisa terjadi, tidak mungkin Aku salah melihatnya, Aku akan coba memeriksanya kembali, "


"Tidak, ini tidak salah lagi pemuda ini sudah mati apa yang harus Aku lakukan, tidak mungkin Aku menyimpannya di Rumah dan tidak mungkin juga Aku biarkan pemuda malang ini tetap berada disini, tidak ada cara lain Aku harus membawanya kembali ke Rumahnya dan apa boleh buat jika Ayah dari Anak muda ini marah Aju harus menanggung akibatnya, kenapa bisa seperti ini sungguh Aku menyesal telah meninggalkan dirinya disini sendiri, Aku pikir semua akan baik-baik saja tapi ternyata sungguh di luar dugaan, pemuda ini justru telah mati, sungguh bodohnya Aku. "


Dengan Wajah sedih dan dengan perasaan tidak menentu Nenek tua itu segera mengangkat tubuh Dion dan membawanya terbang melesat menuju ke rumahnya di mana hanya dalam sekejap tubuh dari sang Nenek Tua sudah berada di dalam kamar Dion.

__ADS_1


Dengan sangat perlahan dan penuh dengan hati-hati sang nenek meletakkan tubuh Dion di atas ranjangnya bibirnya terjatuh rapat Wajahnya muram, sangat nampak jika Nenek Tua itu sedang bersedih.


" Aku tidak tahu apa yang harus aku katakan pada Ayah dari anak ini tapi, Aku belum melakukan apapun dan Aku sudah terlambat Sungguh malang sekali anak muda ini sesungguhnya dia bisa hidup beberapa saat lamanya karena keajaiban yang datang menghampirinya tapi ternyata Nasib buruk kembali menghampirinya, dimana kesempatan untuk bisa hidup akhirnya hilang begitu saja dan ini adalah kesalahanku di mana Aku sangat teledor meninggalkannya seorang diri, Aku yakin dan percaya di hutan itu tidak ada apapun dan siapapun yang mengganggunya dan Aku juga lupa tanpa memberi perisai perlindungan untuk anak muda ini, sungguh Aku bukan orang yang baik karena tanpa sengaja akulah yang menyebabkan pemuda ini tidak bisa hidup lagi. "


Nenek Tua terus bermonolog sendiri Wajahnya yang sendu menyiratkan penyesalan yang dalam hingga pandang matanya kosong.


Nenek Tua tidak ingin dikatakan pengecut dan mau lari dari masalah, dirinya dengan sabar menunggu datangnya pagi, menunggu Ayah dari pemuda itu masuk kw dalam kamar putranya karena Nenek Tua itu ingin meminta maaf padanya meskipun Ayah dari pemuda yang ada di depannya pasti akan sangat marah.


Dirinya sudah siap dengan segala caci maki hinaan ataupun amarah yang akan ditunjukkan oleh Ayah dari pemuda yang ada di depannya dan sang Nenek pun juga akan berterus terang semua terjadi atas keteledoran dan kebodohannya, karena dengan sengaja meninggalkan tubuh Dion terbaring di rerumputan seorang diri dan dirinya memilih pergi ke rumah untuk membersihkan diri dan juga mempersiapkan apa yang akan dia lakukan ketika malam tiba akan tetapi belum sampai malam tiba suara gelegar yang sangat keras dan mengguncang karena bumi tiba-tiba bergoyang membuat sang nenek akhirnya keluar dan melihat keadaan Dion yang kala itu ternyata sudah tidak bernafas.

__ADS_1


__ADS_2