
Pak Yai menarik nafas panjang kemudian menghembuskannya dengan perlahan kembali menutup jendela ketika Andrean sudah lenyap dari pandangan.
"Semoga Baron benar-benar pergi dari kota ini sehingga Andrean dan Baron tidak pernah bertemu karena jika sampai mereka bertemu hal itu sangatlah membahayakan Andrean dimana Andrean pasti akan di tangkap dan dikurung serta akan diasingkan dalam Lembah Hitam yang mana tidak ada siapapun yang bisa membantu dan menolongnya, Aku harus menjauhkan Baron dari Andrean jangan sampai mereka bertemu, " gumam Pak Yai dalam hati.
Andrean yang terbang melesat dengan kecepatan tinggi dan tidak membutuhkan waktu yang lama sudah sampai di dalam kamarnya.
Merasa lega dan senang ketika Andrean melihat di dalam kamarnya tidak ada siapapun sehingga Andrean bisa dengan tenang merebahkan tubuhnya di atas Ranjang tanpa harus menjawab segala pertanyaan dari orang Tuanya.
Andrean mulai memejamkan matanya dan merebahkan tubuhnya di atas ranjang baru juga 5 menit Andrean memejamkan kedua bola matanya tiba-tiba pintu kamar dibuka dari luar di mana Andrean belum mengunci kamarnya dikarenakan orang tua Andrean tidak mengizinkan Andrean untuk mengunci kamar karena waktu-waktu Ibu Andrian yaitu Bu Anjar seringkali datang ke kamar Andrean untuk melihat.
Karena belum tidur dan belum terlelap Andrean segera bangkit dari tidurnya dan melihat siapa yang masuk ke dalam kamar, terlihatlah olehnya sang ibu datang dengan membawa sebuah minuman kepadanya.
"Andrean minum dulu susunya sebelum tidur agar badan kamu semakin segar dan enak. "
Dengan senyum di bibir Andrean menganggukkan kepala kemudian perlahan-lahan Andrean berjalan mendekati meja di mana terdapat susu yang Ibunya taruh disana?
"Bu, Andrean ingin beristirahat lebih cepat apa bisa Ibu biarkan Andrean tidur sekarang, Ibu tidak perlu menunggu Nanti gelas dari susu biar Andrean cuci sendiri dan besok Akan Andrean taruh di dapur."
Meskipun sebenarnya Ibu Anjar masih ingin berlama-lama dan bisa bercakap ramah dengan Putranya Andrean Akan tetapi karena Andrean meminta dirinya untuk pergi dan membiarkan Andrean sendiri di dalam kamar, membuat keinginan dari ibu Anjar terpaksa harus ditahan dan di kubur dalam dalam di mana Bu Anjar dengan sangat terpaksa harus menuruti dan mengikuti apa yang menjadi keinginan dari putranya di mana sudah dikatakan oleh Pak Yai apapun yang diinginkan oleh putranya yang saat ini mengalami sakit Hilang Ingatan haruslah dituruti dikarenakan Pak Kyai khawatir jika Andrean akan merasa kecewa marah dan mungkin bisa saja pergi meninggalkan rumah apabila sudah tidak merasa nyaman dan tidak tahan karena sikap dari kedua orang tua yang selalu mengatur dan juga tidak mengabulkan semua yang menjadi keinginannya.
Dengan perasaan berat Bu Anjar melangkah ke pintu setelah Melambaikan tangan kepada putranya dan menepuk kecil bahu putranya Bu Anjar pergi meninggalkan kamar Andrean.
Kini tinggallah Andrean seorang diri di dalam kamar, setelah kepergian sang Ibu Andrean buru-buru Mengunci pintu kamarnya berharap Ayah-nya yaitu Pak Rahmat tidak masuk ke dalam kamar dan tidak mengganggu dirinya dikarenakan Andrean ingin sendiri.
Andrean Naik ke atas Ranjang kemudian merebahkan tubuhnya dan berusaha memejamkan kedua bola matanya akan tetapi Andrean yang belum merasa sangat mengantuk dan belum ingin tidur membuka kalung yang ia kenakan pemberian dari Pak Yai, ketika Pak Yai memerintahkan dirinya untuk Memakai kalung hitam pemberiannya.
Andrean menatap dan menelisik setiap inci dari kalung yang ada di depannya kalung hitam berwarna poloos dengan mutiara hitam berbentuk mata di tengahnya.
Cahaya yang jernih keluar dari pancaran mutiara warna hitam yang ada di kalung itu Andrean merasa aneh dan juga merasa penasaran Mengapa pak Yai memberikan kalung itu kepadanya dan yang lebih mengherankan Pak Yai mengatakan kalung itu sebagai pelindung dirinya.
" Kalung apa ini mengapa apa Yai meminta aku harus memakainya Apakah kalung ini memiliki kekuatan yang tinggi, coba aku lihat dengan kekuatan mata batinku apa kekuatan dari kalung ini benar-benar hebat. "
Andrean segera duduk bersila kemudian memejamkan kedua bola matanya Dadadengan kedua tangannya bersilang di depan Dada.
untuk sesaat suasana Hening tidak ada satu pergerakan apapun dan Andrian tetap diam dalam posisi duduk bersila dan kedua bola matanya terpejam serta kedua tangannya bersilang di depan dada.
kurang lebih 10 menit Andrean tetap memejamkan kedua bola matanya kemudian perlahan-lahan Andrean membuka kedua bola matanya.
" ini sangat aneh aku tidak merasakan getaran apapun kekuatan yang besar di dalam kalung ini Bahkan aku tidak merasakan ada sesuatu hal yang sangat aneh dalam kalung ini kalung ini terlihat biasa saja dan tidak memiliki kuat kekuatan apapun, tapi mengapa Pak Yai mengatakan jika kalung inilah yang akan melindungi Aku bagaimana mungkin kalung yang tanpa kekuatan apapun bisa melindungi diriku ataukah Aku yang kurang berkonsentrasi dalam memeriksa dan melihat dengan mata batinku tentang keadaan kalung ini, "
Andrean yang heran menarik nafas panjang kemudian menghembuskannya dengan perlahan, Andrean perlahan-lahan turun Dari Ranjang kemudian berjalan menuju ke dekat jendela diamatinya kalung yang ada di tangannya dengan seksama dengan mata telaanjang pun Andrean tidak menemukan sesuatu hal yang sangat mencurigakan dan yang aneh dalam kalung itu tapi yang mengherankan dan yang membuat Andrean bertanya-tanya Kenapa Pak Yai mengatakan kalung itu sebagai pelindung dirinya sementara dirinya tidak merasakan ada kekuatan yang aneh dan besar di dalam kalung itu.
"Astaga Aku lupa belum membuang susu yang Ibu berikan padaku, Aku harus membuangnya lebih dulu, Ibu ini ada ada saja, Mana mungkin Aku yang seorang Vampir harus minum susu ada-ada saja yang benar itu aku minum Darah tapi karena ada kekuatan yang bisa mengendalikan hormon dari energi besar Vampir yang ada dalam tubuhku maka Aku bisa mengendalikan diriku untuk tidak menghisap Darah Manusia, Kenapa pula aku bodoh mana mungkin Ibu Anjar tahu jika aku seorang vampir yang dia tahu aku adalah putranya yang hampir saja meninggal karena suatu penyakit yang tidak diketahui nama dan penyebabnya, "
Andrean berjalan menuju ke jendela membukanya dengan sangat kecil yang artinya Andrean tidak membuka jendela dengan lebar kemudian membuang air susu keluar jendela Setelah semua selesai Andrean kembali menutup jendelanya.
" Dengan begini jika ibu tiba-tiba datang dan masuk lagi ke dalam kamar dan aku belum sempat menaruh gelas susu di dapur maka Ibu tidak akan curiga, Karena susunya sudah habis, Ibu tidak akan tahu jika Susunya aku buang keluar jendela, Aku sangat lelah lebih baik Aku pergi tidur saja besok Aku harus ke sekolah dan Aku bisa bertemu dengan Alya, mengemaskan sekali gadis itu. "
Andrean mulai memejamkan kedua bola matanya dan tidur di atas Ranjang, Andrean lupa tidak mengenakan kalung pemberian Pak Yai karena Andrean meletakkan kalung itu di atas meja ketika dirinya sedang membuang air suusu melalui jendela kamarnya, dikarenakan Andrean khawatir jika sewaktu-waktu Ibunya datang dan mengetahui jika susuu yang ada di dalam gelas pemberiannya belum Andrean minum untuk itu Andrean segera membuang air susu dikarenakan Andrean tidak ingin ibunya curiga dan mengetahui jika susunya tidak diminum.
Entah sadar atau tidak yang jelas Andrean bisa merasakan jika sebenarnya ibunya sangat curiga dan merasa tidak yakin jika dirinya adalah Dion putranya yang sakit lama dikarenakan perbedaan antara Andrean dan Dion sangatlah jauh mulai dari kesukaan dan juga kebiasaan meskipun Andrean mengakui jika ibunya tidak pernah menunjukkan perasaan curiga secara terus terang akan tetapi Andrean bisa merasakan untuk itu Andrean seringkali menghindari kebersamaan dengan Ibunya.
__ADS_1
****
Di luar Baron yang si usir oleh Pak Yai untuk segera pergi merasakan sesuatu yang aneh dari sikap dan gelagat dari Pak Yai yang tidak seperti biasanya, dimana dirinya yang baru datang diminta untuk segera pergi meninggalkan rumahnya di mana jelas-jelas Baron ketika berada di rumah pak Yai mencium bau dari makhluk asing yang sedang diincarnya.
" Kenapa sikap Zaelani begitu aneh dan terkesan sengaja, apa Jangan-jangan firasatku adalah benar, jika Jaelani sebenarnya mengetahui tentang makhluk aneh yang seharusnya ditangkap dan dikurung agar tidak meresahkan para warga.
Tapi, mana mungkin Zaelani akan melakukan hal itu Zaelani adalah seorang Pak Yai di desa itu dia pasti akan melindungi desanya tidak mungkin Zaelani akan mengorbankan warga desanya hanya untuk melindungi dan menyembunyikan identitas dari makhluk asing itu.
Itu tidak mungkin dia lakukan Lalu kenapa perasaanku seperti ini apakah aku yang salah Bukankah sudah berkali-kali apa yang aku rasakan itu adalah suatu hal yang benar.
Jadi bagaimana ini apa yang harus kulakukan Haruskah aku pergi meninggalkan Desa ini dan mendengar semua perkataan dari Zaelani jika di desa ini tidak ada yang aku cari tidak, aku harus melihat dan mengawasi Desa ini sendiri.
Aku ingin tahu apa kebenarannya, Apakah benar di desa ini memang tidak ada makhluk asing itu ataukah Zalani sengaja menyembunyikan makhluk asing itu dariku dengan berpura-pura dia tidak tahu karena meskipun Zaelani seorang Pak Yai akan tetapi dia juga Manusia biasa, siapa tahu ada perjanjian yang menguntungkan baginya sehingga dia rela untuk melindungi makhluk asing itu dari incaranku."
Baron terus bermonolog sendiri sambil terus melangkah meninggalkan perkotaan Desa itu akan tetapi kini Baron menghentikan langkah kakinya berhenti di sebuah gedung kosong yang tidak ada penghuninya di mana gedung itu hanya dipergunakan sesekali ketika ada pertemuan ataupun ada acara-acara tertentu.
Baron sengaja duduk dan beristirahat di tempat itu, kala itu malam semakin larut dan udara dingin semakin berhembus dengan kencang dengan disertai rintik hujan yang mulai turun membasahi bumi Baron mendudukkan bokongnya di lantai sambil sesekali pandangan matanya menatap ke langit serta ke sekeliling tempat yang ada di sekitar tempat itu.
Dimana Baron melihat beberapa kursi kosong yang sudah ditata rapi dan ditutup dengan sprei kain putih karena tidak digunakan dan semua itu dilakukan untuk melindungi kursi itu dari debu.
" lebih baik Aku bermalam di sini dan aku akan menyelidiki sendiri tanpa bertanya kepada Zaelani tentang makhluk asing yang aku rasakan itu, tidak mungkin dalam pertapaanku salah dan tidak mungkin Wangsit yang aku dapatkan itu adalah tidak benar, dimana arah dari makhluk asing yang sangat langka dan juga memiliki kekuatan yang cukup tinggi itu berada di sekitar tempat ini.
Dimana jika aku bisa menemukan dirinya dan aku bisa menangkap serta mengurungnya dan mengambil sari dari kekuatannya maka Aku akan menjadi orang yang sangat kuat dan juga sangat hebat, dimana tidak ada satupun yang bisa menandingi kekuatanku.
Aku yakin dia memang berada di sekitar tempat ini dan aku yakin Wangsit yang aku dapatkan tidaklah salah pasti Zaelani memang sengaja ingin menyembunyikan semuanya dariku atau Jangan-jangan Zaelani juga tau tentang kekuatan besar yang dimiliki Mahkluk Asing itu dan dia ingin menguasainya sendiri, menjadikan kekuatan pada dirinya bisa semakin bertambah, jika seperti ini, baiklah kita akan bersaing Zaelani dan Aku tidak akan melepaskan mahkluk itu dari tanganku agar kamu tidak bisa memanfaatkannya untuk kepentingan kamu sendiri. "
Baron yang berada di dalam gedung kosong mulai merebahkan tubuhnya di atas karpet lantai dan hanya berbantal pada tangan, Baron merebahkan tubuhnya dan memejamkan kedua bola matanya dikarenakan Hari sudah larut malam.
"Bau ini adalah bau Mahkluk itu, semilir angin dan derasnya hujan membawa bau ini bisa sampai kesini, Aku harus mencarinya, malam ini Aku tidak boleh tidur Aku harus menemukan bau itu, berada di titik posisi mana bau itu berada, karena di situlah pasti tempatnya makhluk asing itu bersembunyi.
Aku harus segera mendapatkannya sebelum Zaelani yang mendapatkan lebih dulu atau jangan-jangan Zaelani sudah mengetahui keberadaan dari makhluk asing itu Baiklah aku harus mencarinya sendiri dan aku harus malam ini juga menemukan tempat keberadaannya, Aku yakin sekali penciumanku tidak salah. "
Baron segera bangkit berdiri kemudian melangkah menuju ke pintu hanya dengan menggunakan topi lebar sebagai penutup kepala dan pelindung darinya dari rintik hujan, Baron mulai terbang melesat mencari keberadaan Bau Mahkluk Asing yang tiba-tiba muncul dan dan masuk kedalam indra penciuumannnya.
Bagaikan sebuah kilat tubuh Baron melesat dengan sangat cepat Mengikuti arah dari penciuman bau makhluk asing yang dirasakannya.
Jalanan sudah cukup sepi tidak ada seorangpun yang melewati jalan ataupun berada di luar Rumah karena hari sudah cukup malam, di mana keadaan langit pun yang gelap dengan disertai rintik hujan sehingga membuat para Warga Desa yang ada di tempat itu memilih untuk berdiam diri di rumah dan tidak keluar rumah, Mereka memilih untuk beristirahat dan bercengkrama dengan keluarganya di dalam Rumah terkadang di antara mereka ada yang sesekali menikmati gorengan agar membuat hangat suasana malam yang dingin dengan disertai angin yang bertiup cukup kencang.
Bayangan Baron yang berkelebat dengan sangat cepat dan dengan mempergunakan indera penciuman yang cukup kuat Baron bisa menemukan.Titik dari penciuman bau Makhluk asing yang dirasakan sangat kuat berada di sekitar Rumah Warga yang kala itu lampunya masih menyala dengan terang.
Baron menatap dengan pandangan mata yang penuh dengan selidik ada perasaan ragu dan juga ada perasaan penasaran semua bercampur menjadi satu.
Dimana Baron merasa aneh karena makhluk asing yang dia cari manalah mungkin tinggal di sebuah Rumah sementara penciumannya memang sangat kuat di sekitar Rumah itu.
Hal itulah yang membuat Baron merasa bingung dan ragu sehingga Baron memilih untuk diam dan mengamati dari kejauhan.
Berdiri di pepohonan yang sangat rindang di mana rintik hujan tidak akan menembus kulitnya karena dedaunan lebar yang sangat rimbun di atasnya.
Baron melepas topi besar penutup kepalanya menatap lurus kedepan, kemudian Baron menarik nafas panjang dan menghembuskannya dengan perlahan hati dan perasaan Baron yang merasa bingung dan gelisah menjadi satu.
Untuk itu Baron memutuskan untuk sementara mengamati dan mengawasi Rumah itu dari kejauhan karena Baron sendiri tidak yakin dengan indra penciumannya yang mana Mahkluk Asing tidak akan pernah bisa menyatu dengan Makhluk Manusia.
__ADS_1
Tetapi Makhluk Asing itu adalah Makhluk yang pasti akan merugikan dan memusnahkan Manusia untuk itu Baron memilih tinggal dan berdiri mengawasi Rumah itu dari kejauhan di mana dia berdiri di bawah pohon rindang.
"Tidak mungkin Mahkluk itu akan tinggal disana ini sangat tidak mungkin tapi, mengapa Indra penciuman Aku menciuum Bau dari Mahkluk Asing itu disana, sekarang apa yang harus Aku lakukan, "
Baron yang dilanda kebingungan tiba-tiba melihat sebuah Rumah bertingkat yang sudah gelap, sepertinya sang Penghuni Rumah sudah terlelap dalam tidur dan Baron berpikir jika melihat dari Rumah bertingkat di teras atas pastilah dirinya bisa melihat dan mengamati dengan jelas, terlebih penghuni Rumah sepertinya sudah tertidur, untuk itu tidak akan ada yang mengetahui jika dirinya berada di teras lantai atas Rumah mereka.
Dengan memakaikan kembali topi lebar di kepalanya ke Baron kemudian terbang melesat Naik ke atas Rumah yang bertingkat dan berdiri di teras Rumah lantai atas.
"Nah disini Aku akan lebih muda menggamati dari pergerakan orang yang ada di Rumah itu. "
terus gram memilih posisi yang terbaik agar dia bisa mengamati dengan sangat mudah dan jelas.
*****
Di dalam kamar Andrean yang kala itu tertidur dengan pulaa tiba-tiba terjaga dari tidurnya, dengan perlahan-lahan Andrean turun dari atas Ranjang kemudian berjalan menuju ke pintu kamarnya.
" Aku harus meletakkan gelas kosong ini di dapur sebelum Ibu Anjar datang ke kamarku, karena aku bisa jadi tertidur lama sehingga aku tidak mendengar ketika ibu datang untuk itu agar ibu berpikir aku sudah keluar dari dalam kamar karena aku sudah meletakkan kembali gelas kosong di dapur.
Baiklah Aku akan mengembalikan gelas kosong ini terlebih dahulu kemudian Aku akan kembali ke kamar untuk beristirahat agar besok Aku bisa bangun dan kembali pergi ke sekolah untuk bisa belajar dan juga bisa bertemu dengan Alya di mana Gadis itu sangat menggemaskan dan aku sangat menyukainya.
Andrean segera membuka pintu Kemudian berjalan menuju ke dapur ketika Andrean berada di ruang tamu, Andrean merasa sangat heran karena semua lampu masih menyala dengan terang akan tetapi Andrean tidak melihat keberadaan Ibu dan Ayah-nya sehingga Andrean berpikir kedua orang tuanya Pasti lupa mematikan lampu yang ada di dalam ruangan.
Untuk sesaat Andrean diam kemudian kedua bola matanya melihat ke sekeliling ruangan di mana Andrean memastikan tidak ada siapapun di sekitar tempat itu setelah merasa semuanya aman dan memang tidak ada Ibu dan Ayah-nya yang mungkin Ibu dan Ayah-nya sudah tertidur dengan pulas di dalam kamar, untuk itu Andrean dengan gerakan cepat terbang melesat ke dapur kemudian kembali terbang ke kamarnya dan mematikan lampu hanya dengan meniupkan angin dari mulutnya sehingga lampu itu seketika padam.
Ketika Andrean hendak kembali tidur di atas Ranjang tiba-tiba Andrean kembali turun dari Ranjang ketika mengingat pesan dari Pak Yai yang minta dirinya untuk Memakai kalung hitam pemberiannya.
Dimana kalung itu berada diatas meja ketika Andrean mencoba melihat dan mengamatinya dan ketika Andrean hendak tidur Andrean lupa mengenakannya kembali untuk itu kini Andrean yang tadinya lupa memakaikannya kembali sekarang memakai kembali kalung pemberian dari Pak Yai.
Meskipun Andrean tidak yakin jika kalung itu memiliki kekuatan yang cukup tinggi dan benar-benar mampu melindungi dirinya, dikarenakan ketika Andrean melihat dan mengamati kalung itu tidak ada sesuatu apapun yang istimewa dan aneh disana, Andrean merasakan kalung itu hanyalah kalung biasa dan Andrean yang masih memilih untuk memakainya dikarenakan Andrean melakukan semua itu demi menghormati pemberian dari orang.
"Nah, sekarang Aku sudah memakainya Jadi jika sewaktu-waktu Pak Kyai menanyakan tentang kalung pemberian darinya aku tidak perlu kebingungan menjawab karena kalung itu sudah berada di Leherku."
Setelah merasa semua beres Andrean kembali terbang Naik ke atas Ranjang kemudian memejamkan kedua bola matanya dan mulai tertidur dengan pulas.
****
Baron yang sudah berada di atas ketinggian teras Rumah bertingkat merasa heran dan kebingungan dikarenakan Bau dari makhluk asing yang diyakini berada di sekitar rumah di mana lampu sebelumnya menyala dan kini lampu itu sudah padam tiba-tiba bau dari makhluk asing itu Pun Menghilang tak berbekas Hal itu membuat Baron merasa heran dan kebingungan.
" Mengapa baunya tidak ada, bukankah tadi Aku benar-benar mencium bau itu dari titik rumah yang berada di depan sana dan Rumah itu tadinya terang karena lampunya menyala dengan terang di mana kini sudah padam semua lampunya mungkin penghuni Rumah itu sudah mematikan lampu karena mereka sedang beristirahat, Lalu kenapa bau Asing itu juga tidak ada dan lenyap begitu saja Apakah penciumanku yang salah, "guman Baron dalam hati yang mana dirinya yang merasa bingung terus bermonolog sendiri.
"Sial Mengapa menjadi begini apa yang harus aku lakukan apakah aku akan pergi dengan tangan kosong, tidak penciuman ku tidak akan salah di Rumah itu titik dari posisi bau makhluk asing yang aku cari, Baiklah untuk memastikan semua itu Aku harus mengeluarkan kekuatanku agar aku bisa mengetahui apa yang sebenarnya ada di dalam rumah itu dan Benarkah penciuman ku yang salah ataukah memang sebenarnya makhluk itu benar-benar ada dan berada di sana dan aku tidak mampu menembusnya, "
Baron yang terus bermonolog sendiri akhirnya memutuskan untuk mengeluarkan kekuatan tenaga batinnya untuk mengetahui kebenaran yang ada di dalam Rumah itu, di mana Baron sangat yakin. posisi dari bau Asing yang dia cari memang berada di dalam Rumah itu.
Meskipun sesungguhnya Baron sendiri tidak terlalu yakin juga jika makhluk Asing bisa beradaptasi dengan Makhluk manusia di mana Makhluk Asing yang akan dia tangkap adalah Makhluk yang sangat berbahaya dan membahayakan Manusia di mana dia tidak akan segan-segan untuk menghabisi dan memusnahkan makhluk selain dirinya.
Untuk itulah kekuatannya yang cukup tinggi dan cukup besar menjadikan Baron turun dari gunung untuk mengambil dan membawa Makhluk Asing untuk diambil kekuatannya.
kekuatan yang sungguh besar yang akan membuatnya menjadi orang nomor satu di dunia persilatan dan juga orang yang akan mampu memiliki Keabadian hidup dengan cukup lama dibandingkan dengan orang-orang pada umumnya, di mana kekuatan itu hanyalah dimiliki makhluk Asing yang sangat langka dan sulit dicari di bumi Manusia dan kedatangannya pastilah suatu hal yang sangat Ajaib dan juga sangat Rahasia karena jika sampai diketahui oleh banyak orang maka dia akan menjadi rebutan banyak orang yang ingin memiliki kekuatan hebat yang jarang dimiliki Mahkluk Manusia lain.
Duduk bersila dengan kedua tangan di depan dada sambil kedua bola matanya terpejam Baron mulai mengeluarkan tenaga batin untuk mengetahui keberadaan Makhluk asing yang diperkirakan berada di rumah yang ada di depannya, Di mana rumah itu kini sudah padam semua lampunya dan bau dari makhluk asing pun tiba-tiba sudah tidak bisa dia rasa.
__ADS_1