Pacarku Vampir Tampan

Pacarku Vampir Tampan
Bab. 34.Andrean Yang Aneh


__ADS_3

Mendengar perkataan Tika, Santi mulai menatap lurus ke depan memperhatikan pak guru galak yaitu Pak Hamid sedang menatap Nanar kepada seluruh murid yang ada di depannya sepertinya apa yang dikatakan Tika benar pak Hamid sangat Guru galak akan memulai perkataannya atau pembicaraannya.


"Selamat Pagi Anak-anak..?


" Serentak seluruh siswa menjawab salam dari Pak Guru Hamid semua mengucapkan selamat pagi Kemudian pak guru Hamid mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan kemudian pak guru Hamid mulai berbicara setelah menyunggingkan sebuah senyuman kepada Andrean yang kala itu duduk dibangku Nomor dua.


Tika yang melihat hal itu tersenyum senang dan bahagia tangannya mulai menyentil lengan Santi temannya yang ada disampingnya.


"San, lihat Pak Guru Galak itu terlihat sedang tersenyum pada Andrean, apa kamu tidak merasakan aneh, Bukankah Seharusnya kamu merasakan aneh dan juga itu adalah suatu hal yang tidak mungkin di mana sudah hampir satu minggu Andrean tidak masuk sekolah dan biasanya pak guru galak itu akan bertanya macam-macam serta akan memarahi murid yang sudah tidak masuk selama satu minggu apabila ditanya alasannya tidak tepat, tapi kali ini kenapa terlihat sangat aneh dan juga sangat misterius Pak Hamid justru terlihat sangat senang dan bahagia melihat kehadiran Andrean di kelas kita. "


Santi tersenyum miring mendengar celotehan dari temannya Tika yang kala itu bertanya-tanya tentang sikap Pak Hamid yang sangat aneh kepada muridnya yang bernama Dion, di mana sudah satu minggu ia tidak masuk sekolah dan biasanya semua siswa dari muridnya apabila sudah satu minggu tidak masuk sekolah dan ketika mereka masuk mereka akan ditanya dengan berbagai macam pertanyaan Apabila mereka menjawab dengan sangat tidak benar maka sudah bisa dipastikan Pak guru Hamid akan memberikan hukuman kepada mereka meskipun hukuman itu tidaklah menyakitkan akan tetapi hukuman yang akan pak Hamid berikan adalah hukuman yang memusingkan kepala, di mana akan mendapatkan tugas yang sangat banyak PR yang menumpuk dari hari pertama hingga hari ketujuh sesuai dengan hari mereka tidak masuk sekolah, sungguh sangat menyebalkan dan sangat memuakkan bagi beberapa siswa yang kesal dengan peraturan serta sistem yang dilakukan oleh pak guru Hamid kepada mereka terlalu disiplin terlalu terkait dan terlalu galak.


"Hei, apa perkataan Aku ada yang salah kenapa kamu justru tersenyum begitu? mau ngeledek Aku ya? "tanya Tika dengan Wajah kesal dan geram.


Tika sungguh merasa sangat kesal dan geram karena apa yang dia katakan dan dia ucapkan seolah-olah tidak dihargai sama sekali bahkan sahabatnya seolah-olah sedang menertawakan Apa yang sedang dia katakan di mana hal itu sangatlah membuat Tika merasa kesal dan sedih.


Santi yang menyadari perubahan sikap dari Tika mulai tersenyum kemudian menepuk-nepuk punggung tangan Tika, berbicara dengan suara yang sangat Lirih.


"Hmm, Apakah kamu tersinggung jangan tersinggung teman karena Aku tidak bermaksud menyinggung dirimu akan tetapi apa yang kita lihat ini memang sungguh sangat berbeda coba perhatikan wajah Dion wajahnya berubah dan berbeda bukankah Dion kali ini sejujurnya Aku melihat dia lebih tampan hidungnya lebih mancung, kulitnya lebih putih alisnya lebih tebal matanya lebih Teduh Lihatlah Bukan Wajahnya sangat berbeda Apakah kamu tidak merasakan akan hal itu, coba perhatikan baik-baik Aku khawatir apa yang Aku katakan mataku yang salah dalam melihat. " ucap Santi memberikan penjelasan kepada Tika.


Tika yang tadinya sedikit marah dan sedikit merasa kesal serta emosi kini mulai mengikuti dan melihat serta mendengarkan perkataan dari Santi di mana Santi mengatakan jika saat ini wajah Dion lebih banyak berubah dibandingkan dengan wajah Dion yang dulu ketika Dion belum dikatakan sakit dan tidak masuk Sekolah. Karena merasa penasaran dan ingin tahu akhirnya Tika juga mulai memperhatikan Dion dengan seksama kala itu dan alangkah lucunya ketika dirinya menatap Wajah Dion seolah-olah dirinya tidak mengenali Wajah itu.


Tika mengeryitkan dahinya menatap tidak berkedip kearah Dion dan benar saja Tika merasa tidak mengenali wajah Dion di mana wajah Dion memang benar-benar sudah sangat berubah meskipun terlihat Ada kemiripan dengan wajah Dion ketika pertama kali sebelum Dion dinyatakan sakit dan tidak masuk ke sekolah.


Santi yang melihat temannya diam saja dan masih terpaku menatap lurus ke arah di mana Dion dan Rio sedang duduk berdampingan Santi hanya menggelengkan kepalanya.


"Hei Tika jangan bilang lo semakin menggagumi Dion, itu lagu lama. "cletuk Santi agar Tika sadar dari lamunannya.


"Apaan sih San, "

__ADS_1


"Bagaimana, apakah semua yang Aku katakan benar atau salah."


Tika mengangguk pelan ketika Santi menanyakan tentang pandangan dirinya terhadap Dion yang saat ini Santi menganggap Dion yang saat ini sangat berbeda dengan Dion yang dulu di mana Dion sebelum sakit dan tidak masuk sekolah wajahnya tidak begitu putih dan hidung juga tidak terlalu mancung serta bibir dan alis juga sungguh berbeda dengan saat ini.


Dion yang saat ini benar-benar terlihat lebih tampan dan lebih bersinar wajahnya dibandingkan Dion yang dulu.


"Suuttt.. ssst... itu Pak Hamid mulai bicara jangan brisik. "


"Iya, Aku tau yang berisik itu kan kamu bukan Aku. "


Santi tidak menjawab perkataan Tika yang justru menuduh dirinya yang berisik tapi jika dipikir-pikir memang Santilah yang berisik dari tadi bicara dan bicara tiada henti, ketika menbicarakan dan mengagumi Dion dan memberikan penjelasan tentang diri Dion dengan sangat bersemangat berbeda dengan Tika yang kala itu justru Diam Terpaku termenung dan memikirkan apa yang dia lihat serta Mengapa menjadi seperti berbeda begini.


"Anak-anak hari ini Bapak meliburkan untuk mata pelajaran Bapak, untuk hari ini kita tidak belajar dan untuk hari ini kita tidak membahas pelajaran dan materi yang akan Bapak berikan kepada kalian hari ini tidak ada materi pelajaran hari ini kalian libur beristirahat dalam belajar tapi hari ini Bapak ingin memberikan penjelasan kepada kalian tentang teman kita dan sahabat kita yang mana ada perubahan di sini, Andrean Ayo maju ke depan Bapak ingin memperkenalkan dirimu kepada teman-temanmu yang lain."ucap Pak Hamid dalam pidatonya di depan kelas.


Sontak saja apa yang dikatakan pak Hamid Sang guru galak membuat semua murid siswa-siswi di dalam kelas itu bersorak senang dan bahagia karena hari ini mereka diliburkan dalam materi pelajaran yang sangat memusingkan dan membuat mereka seringkali harus strees untuk menghitung dan juga untuk lebih teliti dalam menjawabnya karena jika mereka melakukan kesalahan Sudah bisa dipastikan hukuman yang akan mereka dapatkan sungguh hari ini mereka sangat senang dan bergembira.


Karena sikap pak guru yang terlihat Aneh karena memanggil dengan sebutan Andrean itulah menjadikan Siswa-siswi saling berkuncing, di antara Siswa-siswi lainnya ada di antara mereka yang berpikir mungkin pak Hamid salah sebut sehingga dia menyebut nama Dion dengan sebutan Nama yang lain dan berbeda.


Di antara mereka ada yang tertawa ada juga yang berbisik-bisik karena perkataan dari pak guru Hamid yang terlihat dan Terdengar sangat lucu dan aneh di mana memanggil muridnya sendiri mereka berpikir pak Hamid lupa sehingga Memanggil nama Dion dengan sebutan nama yang lain.


Belum usai Dan belum selesai perasaan heran yang ada di hati para Siswa-siswi yang ada di kelas itu, kini Ditambah lagi dengan kelakuan Dion yang sungguh sangat aneh dan mengherankan di mana Dion ketika dipanggil untuk maju ke depan dia tidak berjalan layaknya seperti manusia yang Melangkah dengan perlahan-lahan akan tetapi Dion melompat hanya dengan satu lompatan dari bangkunya sampai ke depan kelas.


Hal itu membuat beberapa Siswa-siswi membulatkan kedua bola matanya bahkan ada di antara mereka yang mengerjapkan matanya ada juga yang mengucek matanya karena mereka berpikir mungkin pandangan mereka yang salah dan berbeda sehingga lagi-lagi di antara mereka terdengar suara yang sedikit ricuh dikarenakan saling berbisik dan saling bertanya-tanya.


Andrean yang memiliki kecerdasan dan kepandaian dalam hal apapun dengan mudah merasakan kesalahan yang dia lakukan Andrean ternyata sedang lupa untuk berjalan layaknya Manusia sehingga tanpa sengaja Andrean melompat karena sudah kebiasaannya menjadi Makhluk Vampir yang melompat-lompat sehingga Andrean lupa jika dirinya Harus Melangkah dengan berjalan serta sangat perlahan-lahan seperti Manusia pada umumnya.


Apa yang dilakukan oleh Andrean atau Dion tidak lepas dari pandangan mata Santi dan Tika yang kala itu menatap tak berkedip ke arahnya mereka juga merasa heran dan juga sedikit terkejut ketika melihat dengan tiba-tiba Andrean melompat dari bangkunya menuju ke depan kelas.


Dimana jarak antara tempat duduknya dan depan kelas cukup panjang sehingga sangat mustahil hanya dilakukan dengan satu kali lompatan saja karena sesungguhnya itu hanya bisa dilakukan oleh makhluk yang bukan Manusia.

__ADS_1


"Santi, apa kamu melihat Dion tadi melompat dari bangkunya menuju ke depan kelas?


Santi yang kala itu tertegun merasa terkejut ketika Tika Bertanya kepadanya tanpa berpikir Santi langsung menganggukkan kepala.


" Benar, Aku tadi melihat Dion melompat, ini sepertinya mustahil jika dilakukan Manusia, sehebat apapun Manusia tidak akan bisa melompat sejauh ini, sungguh ini benar-benar mengherankan, tapi apakah kau yakin perasaan kita ini tadi benar, Aku khawatir kita salah lihat. "


"Aku juga bingung San, Aku tidak tau tapi Aku tadi juga melihat Dion tidak berjalan maju kedepan tapi dia melompat, "


"Nah, kan ini aneh sangat Aneh, wajah Dion berubah sikap Dion juga berubah Bahkan dia tadi benar-benar melompat dari bangkunya menuju ke depan kelas ketika Pak Guru memanggilnya dan aku sempat Melihat pak guru juga terkejut melongo ketika melihat Dion tiba-tiba sudah berdiri di sampingnya, mungkin Pak Guru juga sangat terkejut sama dengan kita, jadi apa yang kita lihat dan Kita ketahui ini benar-benar nyata Ini bukan mimpi karena Aku melihat pak guru seperti orang yang sangat syok dan terkejut wajahnya yang begitu galak terlihat sangat lucu dan menggemaskan dikala dia terkejut, melihat Dion yang tiba-tiba sudah berdiri di sampingnya."


"Mungkin Pak Guru benar-benar merasakan Dion sangat berbeda sama dengan wajahnya yang kali ini juga berubah mungkin tingkah laku Dion yang berubah juga jadi karena perubahan wajahnya yang juga berbeda menurutmu kira-kira bagaimana? "


" Entahlah Aku tidak tahu aku juga bingung Apakah kita melihat ini semua benar ataukah kita ini cuma hanya sedang berhalusinasi saja sementara sebenarnya tidak seperti itu dan pandangan kita yang mungkin kacau karena kita sudah satu minggu tidak melihat Dion bisa jadi karena kita sangat rindu dan karena kita sangat lama tidak bertemu sehingga kita bagaikan orang yang sedang masuk dalam dunia yang berbeda kita berhalusinasi yang sangat kita tidak tahu."


Kenapa tiba-tiba semuanya terasa Aneh dan mengherankan kita tunggu saja apa yang akan dikatakan oleh pak Hamid kepada kita, "


Santi menarik nafas panjang kemudian menghembuskannya dengan perlahan kepalanya mulai mengangguk- angguk sebagai tanda dia setuju dan mulai memahami akan maksud dari sahabatnya memang seharusnya dirinya dan beberapa teman yang lain menunggu penjelasan dari pak Hamid karena hari ini pak Hamid juga terlihat sangat Aneh dan juga mencurigakan di mana dia yang tidak biasa dan selalu bersikap disiplin meliburkan satu mata pelajarannya hari ini.


"Entah Hal apa yang membuat pak Hamid meliburkan satu mata pelajaran yang biasanya tidak pernah Pak Hamid lakukan karena bagi Pak Hamid belajar itu adalah satu hal yang wajib dan disiplin adalah suatu hal yang harus ditaati bersama tapi kali ini tidak ada disiplin dan juga keharusan bagi mereka untuk belajar hari ini semuanya diberikan libur dan diizinkan bersantai tanpa memikirkan pelajaran atau materi yang Pak Hamid berikan."


" Aku pun berpikiran yang sama apa yang dilakukan Pak Hamid itu benar-benar sangat aneh tidak biasanya Pak Hamid seperti ini dan aku yakin ada satu hal yang lebih penting dari semuanya kita dengarkan saja apa yang akan Pak Hamid katakan Lihatlah Andrean yang berdiri di samping pak Hamid mereka berdua sangat aneh, Andrean tidak memiliki sopan santun sedikitpun terhadap pak Hamid bahkan tersenyum pun tidak seolah-olah Andrean tidak mengenal Pak Hamid sementara Coba lihat pak Hamid menghadapi sikap Andrean beliau bersikap biasa saja, tidak merasa terkejut, tidak merasa tersinggung dan juga tidak merasa sakit hati Bukankah ini sangat aneh padahal pak Hamid tidak dihargai sama sekali Lihatlah Andrean berdiri bahkan kedua bola matanya menengok ke kanan dan ke kiri yang lebih aneh lagi Andrean juga tidak menatap ke arah kita padahal dulu saat kita menatap Dion Tapi waktu itu Aku menatap Dion dengan pandangan tidak suka dan Dion tanpa sengaja menatapku tapi kali ini seolah-olah dia tidak memperdulikan Aku sama sekali dan sungguh aneh Dion merubah namanya menjadi Andrean entah apa maksud dari dia disaat ini. "


" jika kau ingin tahu jawabannya maka dengarkan cerita dari pak guru Hamid aku yakin beliau mengetahui tentang sesuatu hal yang kita tidak ketahui dan sebentar lagi pasti semuanya akan menjadi jelas, kita Tenang saja kita tunggu apa yang akan dilakukan Pak Hamid dan apa yang akan diceritakan oleh pak Hamid kepada kita sebagai murid kita hanya bisa mendengarkan saja."


"Baiklah kita tunggu apa yang akan Pak Hamid katakan kepada kita. "


Santi dan Tika akhirnya keduanya bersepakat untuk menunggu penjelasan dari pak Hamid mereka berdua sangat yakin apa yang terjadi pada Dion yang kini Pak Hamid Panggil dengan sebutan Andrean pastilah memiliki alasan dan pastilah akan diberikan penjelasan secepatnya.


Apa yang dirasakan oleh Santi dan Tika tidak jauh berbeda dengan beberapa siswa dan murid lainnya, mereka semua juga melihat dan saling berbisik dikarenakan apa yang dilakukan Andrean sangatlah di luar Nalar manusia di mana pak Hamid yang memanggil Dion dengan sebutan Andrean, Ketika pak guru Hamid meminta Andrean untuk maju ke depan Andrean bangkit berdiri kemudian terbang menuju ke depan kelas di mana jarak antara tempat dirinya duduk dengan ruang kelas depan cukup jauh dan sangat mustahil bagi seseorang bisa melompat sejauh itu dan hal itu bisa dilakukan oleh makhluk lain selain Manusia, sungguh suatu hal yang tidak bisa dipercaya akan tetapi semuanya benar adanya mereka terkadang saling mencubit dan saling bertanya apakah pandangan mereka yang salah ataukah memang penglihatan mereka yang bermasalah karena semua rata-rata menjawab melihat dan mengatakan hal yang sama di mana mereka juga melihat Andrean yang dipanggil Pak Guru Hamid untuk maju ke depan kelas datang dengan cara melompat bahkan lompatan itu terlihat sangat cepat seperti seseorang yang sudah berpengalaman.

__ADS_1


__ADS_2