
Ayah dan ibu Andrean yang memberikan penjelasan agar Andrean selalu memberitahu kepada ayah dan ibunya apabila dia ingin pulang terlambat agar Ayah dan ibunya tidak khawatir dan juga tidak cemas menunggu.
Andrian menganggukkan kepala sambil tersenyum di mana dia merasa bersalah karena hari ini telah membuat Ayah dan Ibunya khawatir dan mencemaskan dirinya dikarenakan Andrean pulang dengan terlambat dan tidak memberitahu kepada ayah dan ibunya terlebih dahulu.
"Lain kali kamu harus bicara dan bilang dulu pada Ayah dan Ibu jika kamu ingin pulang terlambat, "
"Siap, Paman, Eh maksudku Siap, Ayah. " jawab Andrean segera meralat ucapannya yang salah dikarenakan Andrean masih belum bisa dengan sepenuh hati menerima Pak Rahmat dan Bu Anjar sebagai orang tuanya di mana Andrian yang sesungguhnya adalah jelmaan dari pangeran hampir yang terbuang Karena melakukan suatu kesalahan yang fatal dan tidak bisa diampuni oleh pihak kerajaan.
Dimana tanpa sengaja Pangeran Andrean melepaskan Burung Hud yang sengaja di tawan oleh ayahnya karena Burung Hud bisa memberitahukan kepada makhluk lain tentang keberadaan Vampir di bumi dan tempatnya dan hal itu sudah pasti sangat membahayakan kelangsungan hidup dari makhluk Vampir yang bisa sewaktu-waktu dimusnahkan oleh makhluk lain, terlebih makhluk Vampir memiliki kekuatan yang cukup tinggi dan cukup disegani di dunia persilatan membuat banyak orang ingin menaklukkan makhluk vampir untuk kepentingan mereka pribadi.
Ayah Andrean menarik nafas panjang kemudian menghembuskannya dengan perlahan mencoba memaklumi dan mengerti tentang putranya yang belum bisa menerima dirinya dengan sepenuh hati dikarenakan putranya yang kini berubah nama menjadi Andrean sedang mengalami sakit Hilang Ingatan.
Dimana Andrean tidak lagi banyak mengenali mereka bahkan keseharian dan kesukaan serta kesenangan Andrian berubah 180 derajat bahkan untuk makan bersama pun Andrian kerap sekali menolak dan tidak mau,
"Apa sekarang saya boleh pergi Ayah, Ibu Andrean sangat capek dan lelah, " tanya Andrean kepada kedua orang tuanya dikarenakan Andrean sudah sangat bingung jika Ayah dan Ibunya terus bertanya tentang sesuatu hal yang terkandang tidak Andrean mengerti.
"Baiklah, pergilah beristirahat jangan lupa Mandi dan makan malam, Ayah dan Ibu sudah menyiapkan makan malam untukmu, "
"Trimakasih Ayah, Trimakasih Ibu Andrean pergi dulu, "
Setelah mendapatkan anggukan kepala dari Ayah dan ibu-Nya Andrean segera melangkah masuk ke dalam kamarnya kemudian dengan cepat Andrean langsung Mengunci pintu kamarnya, semua Andrean lakukan agar Ayah dan ibu-Nya tidak bisa langsung masuk ke dalam kamarnya tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.
Bagaimana pun juga Andrean harus selalu bersikap Waspada, semua dilakukan Andrean karena Andrean khawatir jika tiba-tiba Ayah dan ibu-Nya melihat suatu keanehan yang Andrean lakukan di dalam kamar di mana Andrean sendiri bukanlah Makhluk Manusia akan tetapi Makhluk Vampir yang terbuang dan terdampar dalam tubuh Dion Putra mereka.
__ADS_1
Andrean menarik nafas lega ketika sudah berada di dalam kamar dengan secepat kilat Andrean langsung menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang dengan kedua kaki terleen taang.
"Akhirnya Aku bisa lepas dari segala pertanyaan dari kedua orang Tua itu, sungguh sangat sulit harus berpura-pura seperti ini terus, Pak Yai bilang Aku harus bisa menyesuaikan diri dengan lingkup Manusia dan Aku harus banyak belajar tentang kehidupan mereka, sungguh menyebalkan, berjalan dan makan Aku harus selalu berhati-hati, huuuuffp, "
Andra and kembali melompat dari ranjang untuk pergi masuk ke dalam kamar mandi untuk bersihkan tubuhnya setelah merasa segar anterean keluar kemudian duduk sambil mengamati kalung yang ada di lehernya.
"Pak Yai ini memberikan kalung buat apaan Aku merasa gerak dan merasa geli memakainya ingin rasanya Aku lepas saja dan akan Aku pakai ketika Pak Yai datang kesini atau ketika Aku akan bertemu dengan Pak Yai agar Dia tidak tau jika kalungnya Aku lepas, sangat mengaggu dan terasa gatal di leherku. "
Perlahan-lahan Andrean mulai melepaskan kalungnya dan menaruhnya di sebuah kotak kecil yang tertutup.
"Kira-kira Alya sekarang ada dimana ya, kenapa begitu sulit untuk menemukannya, tidak sebenarnya tidak sulit cuma saat itu Aku benar-benar di ganggu oleh orang-orang yang jahiil dan ternyata diantara mereka bukan Mahkluk Manusia.
Beruntung Aku ingat kedua orang tua di rumah ini yang pasti sudah menunggu kedatanganku dengan sangat cemas dan Panik karena Aku pergi tidak minta izin kepada mereka untuk itu aku melepaskan makhluk yang seharusnya sudah Aku buat bertekuk lutut di hadapanku kala itu.
Andrean terus bermonolog sendiri, berpikir dan mencari sesuatu hal yang menurutnya Aneh akan tetapi belum bisa dia pecahkan, apa yang menyebabkan itu semua terjadi.
"Tok, Tok, Tok..!
Ketika Andrean sedang asyik dan sibuk dengan lamunannya di mana dia berpikir keras tentang sesuatu hal yang menurutnya sangat aneh tiba-tiba pintu kamarnya diketuk dari luar.
Andrean sudah bisa memastikan jika yang mengetuk pintu adalah Ayah atau Ibunya dan Andrean juga sudah bisa menduga dan menerka kedatangan mereka pastilah untuk menyuruh Andrean makan malam.
Dengan langkah sedikit malas Andrean berjalan menuju ke pintu Kemudian dengan perlahan-lahan membukakan pintu untuk Ayah Atau ibu-Nya yang sedang mengetuk pintu di luar kamar.
__ADS_1
tidak salah lagi apa yang menjadi prasangka dan pemikiran antrian ternyata benar ibunya sedang mengetuk pintu dan lagi-lagi Andrean juga benar ibunya meminta antrian untuk segera makan malam.
"Ayo Nak, keluar kita makam malam dulu, " ajak Ibu Andrean dengan ramah.
Andrean tersenyum tipis sambil mengagguk, sungguh Andrean merasa bingung harus bagaimana menolak karena tidak mungkin Andrean yang seorang Vampir makan Nasi seperti yang mereka lakukan, akan tetapi Andrean juga bingung harus dengan alasan apalagi dia harus menolaknya.
Dengan terpaksa akhirnya Andrean mengikuti langkah kaki Ibunya pergi ke ruang makan.
Sampai su Ruang Makan Andrean yang kalau itu terlihat sdikit malas tiba-tiba Wajahnya berbinar senang ketika melihat hidangan yang ada diatas meja.
"Ikan, hari ini di Ruang makan diatas meja banyak sekali menu tentang Ikan bahkan Andrean sampai berdecak kagum karena hampir ada 6 jenis ikan disana.
" Ayo Nak, kita makan ini ada ikan rasanya sangat enak ayo Makan. "
Andrean menganggukkan kepala dan mengulum senyum ketika ibunya mempersilahkan Andrean untuk makan karena menu di atas meja semuanya adalah ikan timbullah ide Andrian untuk bisa menikmati semua makanan yang ada di atas meja akan tetapi tidak mungkin Andrean akan makan bersama dengan mereka, hal itu akan membuat kedua orang tua Andrean pastilah sangat heran dan syok ketika mengetahui Andrean makan seluruh ikan yang ada di atas meja untuk itu Andrean meminta izin kepada Ayah dan ibu-Nya untuk makan di dalam kamar.
"Ayah, Ibu Andrean ingin makan di dalam kamar apa boleh, "
Aduh sesaat kedua orang tua Andrian saling berpandangan kemudian mereka berdua menganggukan kepala.
"Boleh! "
"Ibu, Andrean mau semua jenis ikan ini dan Andrean tidak mau pakai Nasi apa boleh? "
__ADS_1
"Boleh, " jawab Ayah Andrean dengan cepat, hingga membuat Andrean tersenyum senang.