Pacarku Vampir Tampan

Pacarku Vampir Tampan
Bab. 40.Jadilah Kekasih ku


__ADS_3

Alya yang dibawa pergi Andrean mengibaskan tangannya dengan kuat ketika sudah berada jauh dari Mario dan Kevin.


"Lepaskan tanganku, apaan sih main pegang pegang segala cepat pergi. "bentak Alya pada Andrean yang kala itu tangannya digengam Andrean.


Sungguh Alya merasa sangat kesal dan geram dengan Cowok idiot yang menurutnya sungguh sangat menyebalkan, bahkan baru pertama kali ini Alya bertemu dengan cowok yang benar-benar aneh menurutnya.


Setelah menbuang permen yang dimakan Alya dan ketika Alya marah serta menegurnya bukannya laki-laki itu meminta maaf padanya justru memaki dan memarahinya di depan banyak Siswa-siswi yang berada di kantin saat itu, kemudian sekarang sikapnya tiba-tiba berubah seratus delapan puluh derajat dari sikapnya semula.


Tiba-tiba datang mencarinya kemudian meminta maaf dilanjutkan dengan menggukutinya dan sekarang pegang pegang tangannya, sungguh Alya tidak mengerti jalan pemikiran dari Cowok yang ada didepannya ini yang pada Akhirnya Alya ketahui Namanya adalah Andrean.


"Teet... !


" Teet....!


"Teet...!


"Alhamdulillah, Akhirnya bel masuk berbunyi juga, Aku bisa pergi dari Mahkluk super aneh ini, " gumam Alya tersenyum lega karna pada akhirnya dirinya bisa terbebas dari Andrean yang selalu mengikuti dirinya.


"Hei, sudah bel itu cepat pergi ke kelasmu, Aku juga mau masuk. "


"Bel, apa itu bel? "


"Astaga ini Cowok benar-benar idiot, Andrean aduh Mahkluk apa sih kamu itu begoo nya kebangetan deh. "


"Vampir..! jawab Andrean dengan Spontan.


Andreannya keceplosan menyebut dirinya makhluk Vampir segera menutup mulutnya dengan cepat sementara Alya yang mendengar perkataan dari Andrean mendelik tak percaya dengan jawaban pemuda yang ada di depannya Alya bukan merasa terkejut dengan jawaban Andrean tapi Alya merasa geli dan semakin yakin jika Andrean benar-benar cowok yang memiliki keterbelakangan mental.


"Sayang sekali cowok ini lumayan cakep tapi kok bodoohnya Amit amit deh, bener-bener mengherankan." gumam Alya dalam hati.


Sementara Andrean langsung meralat ucapannya.


"Maaf maksudnya Aku itu juga Mahkluk Manusia, "

__ADS_1


"Astaga Andrean Kamu bicara itu semakin mengacau dan semakin tidak karu-karuan tentu saja kamu Makhluk manusia memang mau makhluk apaan, Mahkluk Vampir itu hanya ada dalam cerita-cerita dongeng dan hanya ada dalam film-film horor bukan di dunia nyata seperti ini, Sudahlah Kamu kebanyakan melihat film horor sehingga dirimu berfikiran Kamu adalah Makhluk Vampir sudah-sudah pusing Aku berada di dekatmu, kepalaku pening dan mau pecah rasanya sekarang kamu kembali ke kelasmu Tolong jangan ganggu Aku lagi dan kamu sudah aku maafkan jadi tidak perlu lagi kamu menemui aku, Oke silahkan kamu pergi Aku sudah muak dan bosan melihatmu Pergilah, "


"Tapi Aku suka melihatmu? " ucap Andrean dengan terus terang.


Lagi-lagi ucapan Andrean membuat Alya mendelik.


"Astaga kamu itu bener-bener super gillaa, sudah pergi sana ini bel masuk juga sudah bunyi kembali ke kelasmu, ingat jangan muncul lagi dihadapanku, Aku sudah lelah melihatmu."ucap Alya yang tanpa menunggu jawaban dari Andrean segera melangkah pergi, akan tetapi lagi-lagi Andrean meraih tangan Alya dan sedikit menariknya sehingga hampir saja tubuh Alya menabrak dada bidang Andrean.


"Andreaaan...!bikin orang jantungan saja, lepas Aku mau masuk telat ini? "bentak Alya yang semakin geram dengan sikap Andrean.


"Maukah jadi Istriku?


" Astaga ini cowok idiot benar-benar Gilaa, masak mau nawarin Nikah kalau lama-lama berada dekat dengannya Aku bisa gilaa juga Nanti.


"Hei, dengar Aku itu pelajar dan Aku itu masih sekolah mana bisa Nikah apalagi Nikah sama kamu mau kamu kasih makan apa Aku hah, memangnya cuma ngeliat Wajah tampan bisa kenyang, semakin kesini omongan kamu semakin kesana, sudah..!jangan halangin Aku lagi awas kalau berani pegang pegang lagi Aku tampar kamu, "


Alya membalikkan badan dan berniat pergi tapi Andrean lagi-lagi menarik Tubuh Alya hingga sangat dekat dengan nya dan dengan gerakan cepat Andrean langsung menangkup dagu Alya dan mendaratkan ciumannya pada Bibir Alya membuat Alya mendelik seketika.


Sementara Andrean menggigit kecil bibir Alya agar Bibir gadis itu bisa terbuka dan benar saja rasa sakit dan terkejut karena gigitan Andrean bibir Alya terbuka dan kesempatan itu Andrean pergunakan untuk menjelajahi seluruh isi kedalam bibir gadis yang ada didepannya, pada awalnya Alya melakukan perlawanan dengan memukul mukul dada bidang Andrean, tapi karena permainan bibir Andrean yang sangat lembut perlawanan Alya melemah dan tanpa sadar membuat Alya mengeluarkan suara indahnya Andrean semakin memperdalam menyesap dan memainkan nya untuk beberapa saat, kemudian Andrean melepaskan pangutannya dengan tersenyum puaas.


Alya yang geram dan kesal karena merasa sudah di leeceehkan laki-laki yang ada didepan nya, Wajahnya merah padam dan dengan gerakan cepat Alya menggangkat tangannya hendak menampar Andrean.


"Brengsek kau, ___


Tangan Alya yang sudah terangkat ditangkap Andrean dan hanya dengan satu gerakan Andrean menarik dan menekan tubuh Alya hingga tubuh mereka bersentuhan bukan lagi dekat tapi sudah rapat bahkan Alya harus menarik sedikit tubuh nya kebelakang agar dadanya tidak bergesekan dengan dada bidang Andrean.


"Andrean lepaskan, kamu benar-benar brengsek, "


Seolah tuli Andrean tidak mendengarkan bentakan dan teriakan Alya bahkan Andrean menundukkan wajahnya sehingga Alya semakin berusaha menjauhkan Wajanya dengan menarik tubuhnya ke belakang.


Sementara Andrean justru tersenyum melihat Wajah panik Alya.


Melihat dan menyadari tubuh Andrean semakin menunduk kearahnya membuat Alya semakin panik.

__ADS_1


"Andrean kamu mau apa? "


"Hanya ingin menghukum Kekasihku, "


"Andrean tolong jangan lakukan dan jangan kurang Ajar lagi, tolong hargai Aku , ' ucap Alya yang kedua bola matanya mulai sembab.


" Izinkan Aku sekali lagi, " ucap Andrean dengan suara yang sudah sangat serak.


Tidak ada yang bisa Alya lakukan selain memejamkan kedua bola matanya tubuhnya yang dia gerakan kebelakang agar bisa menjauh tidak ada gunanya karena dengan sekali tarik Andrean sudah bisa membuat Alya kembali jatuh dalam pelukannya.


Alya yang tidak bisa melepaskan diri dari pelukan Andrean hanya bisa pasrah, sementara Andrean menyibak rambut Alya yang menutupi lehernya dengan sangat perlahan Andrean mulai menciuumi leher Alya dan lagi-lagi Alya dibuat mendee sah, untuk beberapa saat.


Setelah merasa puuass Andrean melepaskan dan tersenyum.


"Mulai hari ini kamu milikku, kamu kekasihku dan Aku kekasih mu, "


Alya membalikkan badan dengan wajah kesal.


"Ciiih siapa yang sudih jadi pacarmu, " sunggut Alya dengan suara lirih.


tanpa Alya sadari Andrean yang mendengar perkataan Alya menarik kembali tubuh Alya dan memutarnya sehingga Wajah mereka kembali berhadapan dengan jarak yang sangat dekat.


"Rupanya kau ingin merasakan ciuumanku lagi, baiklah, "


"Andrean janganjangan. . ! "


Kembali Alya mencoba menjauhkan Wajahnya agar Andrean tidak bisa menciumnya.


Sementara Andrean tersenyum miring.


"Untuk kali ini baiklah Aku tidak akan Menciiiuum kamu lagi, tapi jika kamu membuat Aku kesal lagi maka Aku akan habiskan Bibir manismu itu, rasanya enak, Sekarang pergilah, ingat jangan biarkan siapapun melakukan seperti yang Aku lakukan karena yang boleh melakukannya hanya Aku karena kamu Adalah Kekasih ku, sudah sekarang pergilah, besok kita bertemu lagi, "


Setelah Andrean melepaskan dirinya Alya segera membalikan badan dan berlari tanpa bicara apapun, Alya sungguh merasa sangat takut dan dengan apa yang sudah dia lakukan di mana perbuatannya justru membuat Cowok yang bernama Andrean semakin Nekat kepadanya Meskipun tidak bisa dipungkiri Apa yang dilakukan Andrean benar-benar memabukkan di mana itu adalah ciuman pertamanya.

__ADS_1


Andrean hanya menggelengkan kepala melihat Alya pergi sambil berlari.


"Suatu hari Nanti kau akan Aku bawa kau ke Istana dan Akan Aku perkenalkan dengan Ayah dan Ibukku, pasti beliau merasa senang dan bahagia karena Aku sudah menemukan gadis yang Aku suka Aku masih inget ketika Ibu memperkenalkan Aku dengan Putri sahabat sahabatnya tapi tidak ada satupun yang menarik dan ketika Aku bertemu dengan Alya, sungguh Aku sudah sangat jatuh cinta hampir saja Aku tidak bisa mengontrol diri, Aku masih ingin menghabiskan bibir manisnya tapi melihat dia menangis Aku jadi tidak tega sungguh Alya sangat memabukkan.


__ADS_2