
Meskipun dengan hati was-was Ayah Dion menikmati makan bersama sang istri meskipun sesekali bola matanya melirik ke tempat ruangan di mana kamar Dion berada karena Ayah Dion khawatir jika tiba-tiba istrinya masuk ke dalam dan mencari keberadaan Putranya.
"Suamiku Aku masuk ke kamar dulu mau mandi habiskan makanannya, Aku tadi juga sudah makan kok, "
"Oh, Iya Bu, "
Ketika ibu Anjar masuk ke dalam kamar Ayah Dion menarik nafas lega, dikarenakan sang istri tidak akan lagi bertanya-tanya tentang putranya di mana saat ini istrinya sudah masuk ke dalam kamar, buru-buru Ayah Dion membersihkan sisa makanan yang ada di atas meja kemudian menaruhnya di dapur dan bergegas berlari masuk ke dalam kamar kemudian dengan sangat perlahan-lahan dan penuh dengan hati-hati Ayah Dion sengaja Mengunci pintu agar Ibu Anjar istrinya tidak keluar kamar dan pergi menemui Dion putranya.
Agar Apa yang dilakukan oleh Ayah Dion tidak membuat Ibu Dion curiga dengan cepat Ayah Dion langsung naik ke atas ranjang kemudian menarik selimut dan langsung memejamkan kedua bola matanya di sana, meskipun sebenarnya Ayah Dion belum tidur, Bagaimana mungkin Ayah Dion bisa tidur lelap di saat hati dan pikirannya begitu resah dan cemas, khawatir jika tiba-tiba istrinya bertanya tentang putranya atau tiba-tiba istrinya meminta kunci untuk membukakan pintu karena dia ingin melihat putranya.
Samar-samar terdengar pintu kamar mandi terbuka hal itu menandakan istrinya sudah keluar dari dalam kamar mandi dan terdengar juga samar-samar pintu almari sedang dibuka saat ini mungkin istrinya sedang mengambil baju ganti untuk dirinya, dengan hati berdebar-debar dan rasa masih dalam keadaan takut dan was-was Ayah Dion menajamkan telinganya agar setiap pergerakan apapun dari istrinya Ayah Dion yang sudah berada di bawah selimut mengetahui apa yang dilakukan oleh istrinya.
Tanpak Ayah Dion menarik nafas lega ketika mendengar pergerakan bunyi ranjang yang ditempatinya bergerak hal itu menandakan jika istrinya juga ikut naik ke atas ranjang dan itu artinya istrinya memilih segera tidur malam ini, merasa lega dan senang akhirnya Ayah Dion tidak perlu khawatir lagi, dengan rileks dan mulai dengan pikiran yang sudah tidak merasa takut Ayah Dion mulai berusaha memejamkan kedua bola matanya.
__ADS_1
"Aman ternyata Istriku memilih tidur disampingku, " gumam Ayah Dion sambil tersenyum dalam hati.
Perasaan tenang dan senang menyelimuti hati Ayah Dion yang kini tidak perlu lagi merasa khawatir jika istrinya akan pergi ke kamar Dion putranya untuk melihat keadaan putranya.
Baru saja Ayah Dion bernafas dengan lega dan tenang bahkan sudah mulai memejamkan matanya dan hendak tertidur tiba-tiba telinga tajam dari Ayah Dion mendengar pergerakan ranjang yang bergoyang, di mana istrinya bergerak turun dari ranjang sontak saja hal itu membuat Ayah Dion sangat panik dan khawatir sehingga dia pun langsung menyibakkan selimut yang menutup tubuhnya dan duduk dengan spontan.
"Bu mau kemana? "
Tampak bu Anjar juga terkejut dengan sapaan dari suaminya yang tiba-tiba saja menghentikan pergerakan langkahnya.
Ayah Dion meneguk ludahnya dengan kasar sambil tersenyum kecut.
"Belum ngantuk Bu lha ini Ibu juga mau kemana, ini sudah malam hari baik Ibu istirahat saja, '
__ADS_1
" ya Suamiku, sebentar Aku ingin melihat Dion Apakah dia sudah tertidur atau belum dari tadi siang Aku belum melihatnya karena Aku buru-buru masuk kamar dan mandi, sekarang Aku ingin melihatnya Apakah Putraku Sudah tidur atau belum. "
"Tidak perlu Bu, Dion tadi sudah Aku lihat dan dia sudah tertidur Ibu tidak perlu khawatir sekarang ayo tidur lagi Ini sudah malam, Besok saja kalau ingin melihat Dion Kasihan malam-malam Ibu membuka pintu nanti membangunkan tidur Dion yang sedang beristirahat, kasian Dion kan sedang sakit harusnya Ibu Lebih memahami dan Ibu tidak mengganggunya benar begitu Bukan, "
"Kau benar Suamiku, Baiklah Ayo sekarang kita tidur lagi biar besok saja Aku akan melihatnya mungkin saat ini Dion sedang terlelap dan kalau Aku datang pasti mengganggu itu tidak benar dan aku harus memberikan dan membiarkan Dion beristirahat dengan cukup agar dia segera sembuh bukan begitu kan Suamiku, "
Dengan tersenyum kecut Ayah Dion menganggukkan kepala kemudian membimbing Ibu Anjar naik ke atas ranjang dan membagi selimut untuk dipergunakan berdua meskipun sebenarnya Bu Anjar sangat ingin melihat putranya, karena sudah satu hari penuh Dirinya belum bertemu dengan putranya karena belum sempat menengok ke dalam kamar, akan tetapi apa yang dikatakan oleh suaminya adalah benar sehingga Ibu Anjar tidak lagi membantah dan menerima semua nasehat dari suaminya.
Ayah Dion menarik napas lega karena pada akhirnya istrinya tidak lagi akan pergi ke kamar putranya yang mana sebenarnya di dalam kamar itu Dion sudah tidak ada dan Ayah Dion masih bingung harus memberikan alasan apa kepada sang istri ketika dia mengetahui dan bertanya, Untuk itu hari ini ayah Dion sudah sedikit merasa terbebas dari pertanyaan pertanyaan yang Sangat memberatkan dirinya karena sudah pasti dirinya tidak mampu menjawabnya.
Di sisi lain di sebuah hutan belantara di mana jauh dari keramaian tampak sebuah bayangan berkelebat dari satu dahan pohon ke dahan pohon lainnya hingga pada akhirnya jatuh mendarat ke tanah dengan sangat sempurna,
kedua bola matanya menatap ke sekeliling dengan sangat Intens seolah-olah Dia sedang berpikir.
__ADS_1
"Aku rasa di sini adalah tempat yang cocok untuk bisa menerima pantulan dari cahaya pasang yang mungkin akan segera tiba di sini semoga Aku tidak terlambat sehingga cahaya pasang itu bisa segera masuk ke dalam jasad tubuh pemuda ini dan pemuda ini bisa hidup kembali, semoga waktunya tepat dan tidak terlambat, Aku harus segera mempersiapkan segalanya dan harus sudah selesai sebelum matahari terbenam, sekarang Aku harus menyelesaikan secepatnya. " gumam sang nenek dalam hati yang mana dengan sangat cepat dia segera mempersiapkan segalanya meletakkan tubuh Dion di atas rerumputan hijau.