Pacarku Vampir Tampan

Pacarku Vampir Tampan
Bab. 41.Sabgat Aneh


__ADS_3

Andrean tersenyum tipis menunggu hingga bayangan Alya sudah tidak terlihat oleh mata, setelah itu Andrean segera menenggok ke kiri dan kanan kedua bola matanya dia edarkan ke sekeliling.


"Tidak ada siapapun, Hop.. hiaa..!


Andrean kembali melompat terbang menujuk ke kelasnya, kaki Andrean mendarat dengan sangat manis tepat di depan. pintu kelasnya yang tertutup, dengan perlahan-lahan Andrean mulai meraih handel pintu dan membukanya.


Semua Siswa masih sangat berisik dan ramai sendiri dikarenakan Guru yang menggajar mereka belum datang,


Andrean yang membuka pintu Kemudian langsung masuk dan berjalan menuju ke tempat duduknya di mana Rio menatapnya dengan pandangan heran dan tidak percaya, Rio yang merasa heran karena Andrean baru saja datang dan sedikit terlambat meskipun di dalam kelas belum ada guru yang mengajar.


"Lo, dari mana saja kenapa baru datang apakah lo lagi bersenang-senang dengan cewek?


Andrean hanya menatap sekilas ke arah Rio kemudian menyunggingkan sebuah senyuman dan tanpa berniat untuk menjawab pertanyaan dari Rio, Wajah Andrean menatap lurus ke depan meskipun belum ada guru yang masuk ke ruangan itu sehingga mereka sangat berisik dan masih berbicara sendiri.


Rio Yang merasa diabaikan oleh Andrean sedikit merasa kesal dikarenakan pertanyaan Rio tidak dijawab sama sekali oleh Andrean bahkan Andrean hanya menatapnya sekilas kemudian kembali menatap lurus ke depan tanpa memperdulikan pertanyaan darinya Hal itu membuat Rio sedikit geram kadang tidak menghargai dirinya.


"Andrean, Aku tanya kenapa lo diam saja ? '


" Memangnya Aku mau jawab apa?


"Isshh, ini cowok benar-benar sangat menyebalkan beruntung Dia sedang sakit Hilang Ingatan Coba jika tidak sudah Aku ke pukul dan Aku robek itu mulutnya, apa Andrean tidak tahu Temannya cemas karena dia belum pulang, sekarang datang datang ditanya justru cuek menyebalkan sekali, andai bukan karena teman dekat Sudah malas Aku berteman dengannya,"Gumam Rio dalam hati yang merasa sangat kesal dan geram dengan sikap Andrean yang super cuek dan tidak memperdulikan dirinya bahkan datang dengan tidak merasa bersalah sama sekali duduk dengan santainya ditanya tidak mau menjawab bukankah ini sangat menyebalkan.


Rio terus bermonolog sendiri mengumpat dan marah-marah karena sikap Andrean yang tidak memperdulikan dirinya sementara di luar tanpa sepengetahuan Andrean kala itu kedatangan Andrean yang tiba-tiba berdiri di depan kelas terlihat oleh seorang Guru yang kala itu hendak masuk ke dalam kelas.


Ketika itu Guru yang hendak masuk ke dalam kelas masih berada di pojok jalan di mana untuk menuju kelas masih harus melewati satu kelas lagi, karena kelas Andrean berada di paling ujung sebelah kanan.


Karena rasa terkejut ketika mengetahui tiba-tiba di depan kelas Andrean sudah berdiri yang mana tidak diketahui dari mana arah kedatangannya. Guru itu melihat dengan mata kepala sendiri tubuh Andrean yang kala itu terbang dan mendarat dengan sempurna di depan kelas bagaikan sebuah adegan film dari seseorang yang baru saja terbang dan mendarat.


"Apakah Aku tidak salah lihat, bukankah tadi itu adalah Dion murid yang sudah hampir satu minggu tidak sekolah, bagaimana mungkin dia tiba-tiba berdiri di depan pintu kelas, sementara Aku tidak melihat dia berjalan dari arah mana pun akan tetapi Aku melihat dengan jelas tubuh Andrean datang dari atas ketinggian kemudian mendarat di depan kelas bukankah ini sangat aneh, atau jangan-jangan mataku yang salah lihat, untuk mengetahui semua itu Aku harus cepat masuk ke dalam kelas agar Aku bisa tau apakah yang Aku lihat itu benar adanya ataukah hanya halusinasi ku saja, dimana Aku sesungguhnya hanya salah lihat saja."


Guru itu terus bermonolog sendiri sambil berjalan menuju ke kelas Andrean yang jaraknya tinggal beberapa meter.


Beberapa kali Guru itu menarik napas panjang dan menghembuskannya dengan kasar, hatinya terus bertanya-tanya dalam hati.


Hingga Guru itu tidak menyadari ada seorang Guru yang juga sedang berdiri di samping pintu kelas pertama sebelum sampai pada kelas Andrean.


"Selamat Siang Pak? " sapa Guru itu dengan santun.


Tentu saja hal itu membuat Guru yang akan lewat di tempat itu sedikit terkejut dikarenakan dirinya sedang melamun.


Dengan gerakan spontan Guru itu langsung menghentikan langkah kakinya kemudian menyunggingkan sebuah senyuman meskipun senyum itu adalah senyum suatu keterpaksaan karena dirinya sedang terkejut di mana beberapa menit yang lalu guru itu sedang melamun dan berpikir tentang apa yang baru saja dilihatnya.


"Selamat Siang Bu? "


Bu Guru itu sedang tersenyum.


"Apakah hari ini tugas Pak Haris untuk mengajar dikelas sebelah. "


"Iya, Bu hari ini adalah jadwal Saya mengajar, Bu Tatik mengajar di kelas ini kah? "


"Iya Pak, kebetulan Anak-anak baru masuk jadi Aku berikan Waktu untuk bersiap."


"Baiklah Saya permisi Dulu Bu, Saya juga harus mengajar di kelas sebelah, permisi, "


Bu Guru Tatik mengaggukkan kepala, sambil tersenyum sementara apa Guru Haris segera melangkah menuju ke kelas di mana di dalam kelas itu ada Rio dan Doni yang kala itu sudah berada di dalam kelas.


Dengan perasaan hati yang masih penasaran dan merasa heran dengan pandangan mata yang baru saja dilihatnya Pak Haris terus bertanya-tanya dalam hati Benarkah apa yang sudah dia lihat itu adalah Dion dan Benarkah di dalam kelas sudah ada Dion, di mana dengan mata kepalanya sendiri pak guru Haris melihat tubuh Dion yang tiba-tiba muncul dan berdiri tepat di depan pintu, sementara Pak Haris tidak melihat Dion kala itu berjalan ke dalam kelasnya sehingga sangatlah aneh dan sangatlah mustahil apabila Dion tiba-tiba sudah berada di depan kelas sementara Pak Haris tidak melihat seorang Siswa pun yang berjalan menuju kelas itu.

__ADS_1


dengan sedikit buru-buru Pak Haris segera membuka pintu kelas di mana suasana kelas di dalam sangat riuh dan ramai sekali dikarenakan siswa-siswi yang ada di dalam kelas sedang sibuk berbicara sendiri di mana satu dengan yang lainnya masing-masing sedang berbincang-bincang ada yang bermain ada yang ngobrol dan ada juga yang duduk santai dan tenang.


Pandangan mata Pak Haris langsung tertuju pada bangku di mana Rio dan Dion sedang duduk dan kedua bola mata Pak Haris dengan cepat membulat ketika mengetahui di samping Rio sudah ada Dion dan sudah duduk sambil membuka beberapa buku yang ada di depannya.


Pak Harus meneguk ludahnya, sementara Siswa-siswi yang ada di dalam kelas serentak diam dan kelas menjadi Hening ketika Pak Haris sudah masuk ke dalam ruangan mereka kembali ke tempat duduk masing-masing dengan sangat tertib dan tenang siap menerima pelajaran dari Pak Haris yang akan diberikan kepada mereka.


Para siswa dan siswi yang ada di dalam kelas juga sedikit heran dengan sikap Pak Haris yang kala itu berdiri di depan mereka akan tetapi tidak menyapa ataupun tidak memberikan salam karena Pak Haris diam saja dan Hal itu membuat para siswa-siswi yang ada di dalam kelas berpikir jika Pak Haris sedang marah dalam diam, karena mungkin mereka yang sangat berisik dan sudah membuat keramaian di dalam kelas selama Pak Haris belum masuk ke dalam kelas.


"Ssst... ssstt, Pak Haris lagi Marah ya, lihat beliau diam saja, "


"Iya, sepertinya Pak Haris memang lagi marah, makanya kita jangan berisik. "


"Selamat Siang anak-anak, coba kalian buka buku kalian halaman 140 kemudian kerjakan soalnya. "


"Baik, Pak. "


Seluruh Siswa-siswi segera mengeluarkan buku mereka masing-masingmasing-masing Sementara Pak Haris memandang ke arah Dion yang tidak lain adalah Andrean tanpa berkedip Andrean yang memiliki kekuatan dan yang sebenarnya bukan lah Manusia biasa bisa merasakan pandangan mata dari orang yang ada di depannya sedang menatap serius kearahnya, dengan gerakan spontan Andrean menghentikan kegiatan nya kemudian menatap balik kepada Pak Haris yang kala itu menatapnya.


Sungguh Hal itu membuat Pak Haris sedikit terkejut dikarenakan Dion dirasa sangat berani menatapnya bahkan dengan pandangan mata tak bersalah tatapan mata Dion terlihat sangat tajam dan menyiratkan suatu ketidaksukaan.


Pak Haris yang merasa ditatap dengan sangat lancang menatap balik Dion dengan pandangan mata yang sangat tajam dan pada akhirnya di antara mereka terjadi saling tatap menatap hal itu bisa dirasakan oleh Rio yang kala itu sedang menundukkan kepala dan sibuk Membuka halaman buku yang diperintahkan oleh Pak Haris, karena melihat sahabatnya yang sekaligus teman sebangkunya tidak membuka buku halamannya tapi justru menatap ke depan dengan gerakan reflek dan spontan akhirnya Rio mengikuti Arah pandangan dari Andrean yang ternyata sedang menatap tajam kepada Pak Haris yang ada di depannya.


" Astaga ini Andrean sedang menatap lancang ke Arah Pak Guru Haris dan Pak Haris sepertinya sangat marah kepadanya, buktinya beliau menatap balik Aku harus berbuat sesuatu jika tidak diantara mereka pasti akan ada permusuhan Bukankah Pak Haris juga tidak tahu jika Dion sedang sakit Hilang Ingatan dan kini Namanya berganti menjadi Andrean, lebih baik Aku maju kedepan dan memberikan informasi secara pribadi kepada Pak Haris karena jika dibiarkan ini sangat berbahaya dan akan menimbulkan kekacauan yang Tidak Bisa dihindarkan, Di mana keduanya tidak saling mengenal dan tidak saling memahami ataupun mengerti Aku akan maju ke depan dan memberitahu Pak Haris, " gumam Rio dalam hati.


"Maaf Pak, Saya mau izin bertanya? ucap Rio yang langsung mengangkat satu jari tangan nya keatas.


Dimana seruan dari Rio membuat Pak Guru Haris yang tadinya menatap tajam pada Andrean berpindah menatap kearahnya.


Pak Guru Haris mengeryitkan dahinya kemudian mengganggukan kepalanya.


"Silakan, apa yang ingin kamu tanyakan Rio, "


Apa yang dilakukan Rio membuat Pak Guru haris sedikit haram karena Rio tiba-tiba maju ke depan kemudian mendekati dirinya, jarak di antara mereka berdua sangatlah dekat dan dengan suara lirih Rio membisikkan sesuatu kepada Pak Guru Haris jika dirinya ingin bicara Empat mata kemudian dengan perlahan pak guru Haris akhirnya mengganggukan kepala dan membawa Rio keluar ruang kelas.


"Maaf Pak saya mau bertanya dan saya mau bicara empat mata dengan Pak Guru, "


Pada Awalnya Pak Guru harus mengeryitkan dahinya dan merasa bingung dan heran akan tetapi beberapa menit kemudian mengganggukan kepala.


"Ayo, "


Pak Guru Haris bangkit dari duduknya kemudian membuka pintu dan mereka berdua keluar dari ruang kelas.


Sampai di luar pak guru Haris segera bertanya kepada Rio karena Pak Guru Haris juga merasa sangat heran dan aneh melihat sikap Rio yang begitu ingin berbicara Empat Mata kepadanya secara pribadi di mana sebenarnya saat ini adalah pelajaran yang harus dikerjakan oleh Rio seperti teman-temannya yang lain, di mana mereka semua sedang mengerjakan tugas mereka.


Untuk sesaat Pak Guru Haris menarik nafas panjang kemudian menghembuskannya dengan perlahan berdiri dengan kedua tangan bersedekap, Pak Guru Haris meminta kepada Rio untuk mengatakan apa yang ingin dia katakan dan Pak Guru Haris sudah siap mendengarkan semua yang akan Rio katakan.


" Sekarang Katakan padaku Apa yang ingin kamu katakan dan apa yang ingin kamu jelaskan mengapa harus ingin bicara empat mata kepadaku Apakah ini soal pelajaran ataukah soal yang lain jika soal pelajaran tentu saja kamu harus berpikir sendiri dan mencari tahu sendiri Bagaimana kamu bisa mengerjakannya tapi jika soal yang lain Seharusnya kamu berbicara di luar jam pelajaran bukan di saat pelajaran sekolah, karena hal ini bisa mengganggu karena Aku tidak mau tahu pada jam selesai mata pelajaranku kamu pun harus mengumpulkan semua tugas yang telah aku berikan sama dengan murid-murid yang lain apa kamu mengerti dan sikapmu ini hanya membuang-buang waktumu karena akan merugikan dirimu sendiri. "


Rio menarik nafas panjang kemudian menghembuskannya dengan perlahan menyunggingkan sebuah senyuman meskipun senyuman itu adalah sebuah senyuman yang sangat terpaksa akan tetapi Rio berusaha untuk tersenyum.


"Saya paham dan mengerti Pak saya akan mengerjakan tugas saya dengan baik dan benar Meskipun waktu saya hanyalah sempit dan sedikit, Saya akan pastikan saya bisa mengerjakan dan menyerahkan tugas tepat waktu sama dengan teman-teman yang lain. "


tampak pak guru Haris menarik nafas panjang kemudian menghembuskannya dengan perlahan kemudian menganggukkan kepalanya.


" Baiklah sekarang Katakan padaku Apa yang ingin kamu bicarakan dan apa yang ingin kamu katakan Bicaralah karena aku juga harus mengawasi mereka yang sedang mengerjakan tugasnya karena aku tidak ingin mereka melakukan kecurangan dengan melihat ponsel hp-nya untuk mengerjakan semua tugas-tugas yang aku berikan. "


"Baik, Pak Saya hanya ingin mengatakan jika Andrean mengalami sakit Hilang Ingatan maksud saya Dion yang Bapak tatap dengan sedikit serius saya melihatnya dan Dion sepertinya tidak mengenali Bapak dan Bapak tidak tahu jika saat ini Dion sedang sakit dia mengalami sakit Hilang Ingatan untuk itu dia tidak mengenali siapapun, bahkan untuk Namanya sendiri dia tidak tahu Dion hanya tahu jika dirinya bernama Andrean dan dia meminta kepada kami untuk memanggilnya sebagai Andrean Untuk itu saya memberikan informasi kepada bapak agar Bapak tidak terkejut dan tidak heran jika Andrean bersikap aneh dan bersikap tidak baik terhadap Bapak dikarenakan dia tidak mengenali Bapak sebagai gurunya, dia hanya melakukan apa yang kami lakukan yang artinya dia hanya ikut-ikut saja sementara hati dan pikirannya serta ingatannya tidak mengingat apapun bahkan mungkin untuk nilainya pun sangat jauh dari yang namanya cukup mohon Bapak mereka jadikan maklum adanya, "

__ADS_1


mendengar perkataan Rio pak guru hari sedikit terkejut dan tidak menyangka Jika ternyata Dion mengalami sakit Hilang Ingatan dan namanya kini sudah berganti dengan Andreas yang mana Pak Haris juga harus memanggilnya dengan sebutan Andrean.


Tiba-tiba Pak Guru haris teringat kejadian ketika dia akan pergi menuju ke kelas tempatnya mengajar di mana secara tidak sengaja Pak Guru Haris melihat Dion yang tidak lain adalah Andrean yang kala itu menatap ke arah kelas tiba-tiba melihat sebuah bayangan dan berhenti di depan pintu dan ternyata bayangan itu adalah bayangan Dion yang mana tiba-tiba Muncul begitu saja dan membuka pintu, sementara Pak Guru Haris tidak melihat ketika Dion berjalan menuju ke kelasnya kedatangan Dion benar-benar sangat aneh dan juga sangat misterius dan sulit dipercaya oleh pandangan mata biasa dan Karena rasa penasaran yang ada di dalam hatinya pak guru Haris mempertanyakan kepada Rio Apakah Dion berada dalam kelas sudah sejak lama ataukah baru masuk setelah dirinya akan masuk.


"Baiklah Rio, sekarang Katakan padaku Apakah Dion maksudku Andrean yang kala itu sudah berada di dalam kelas Apakah dia sudah berada di dalam kelas sejak lama bersama dengan dirimu atau anak itu baru masuk setelah aku akan masuk, "


" Apa maksudnya Pak Guru haris melihat Dion baru masuk?


" Benar, seperti itulah bagaimana Apakah Dion memang sudah berada di dalam kelas sejak lama ataukah dia memang baru masuk? "tanya Pak Guru Haris dengan serius kedua tangannya yang tadi bersilang di dada gini dia turunkan dan menunggu jawaban dari Rio yang ada di depannya.


Sungguh Pak Guru haris benar-benar merasa sangat penasaran dengan apa yang baru saja dia lihat dan Pak Guru haris berharap semuanya itu adalah tidak benar di mana pak guru Haris salah melihat orang dan pandangan matanya yang salah karena jika hal itu sangat benar maka ada sesuatu hal yang aneh dalam diri Dion yang ini berganti nama dengan Andrean, karena mana mungkin seorang Manusia bisa tiba-tiba muncul tiba-tiba sudah berdiri di depan pintu kelas.


Dengan hati was-was Pak Guru haris menunggu jawaban dari Rio yang kala itu Rio menarik nafas panjang kemudian menghembuskannya dengan sangat perlahan dan dengan perlahan-lahan dan dengan suara yang sangat Lirih Rio memberikan jawaban kepada pak guru Haris.


"Benar, Pak Andrean baru saja masuk dia baru duduk ketika Pak Guru Haris datang. "


"Deg..!


Sungguh hati Pak Guru Haris sangat terkejut dan tidak percaya dengan apa yang di dengarkannya, untuk itu Pak Guru Haris mengulangi pertanyaannya.


" Apa kamu bicara benar? maksudnya apa benar Andrean baru masuk ke dalam kelas. "


"Benar Pak, "


"Astaghfirullah,


Dengan suara spontan Pak Guru Haris beristighfar ketika Rio memberikan jawaban untuk yang kedua kali di mana Rio memberikan keyakinan jika Andrean memang Baru saja datang dan duduk di kelas dan hal itu semakin membuat Pak Guru Haris merasa sangat penasaran dan heran karena apa yang dilihatnya adalah suatu hal yang tidak mungkin dan sudah pasti itu adalah suatu hal yang aneh dikarenakan pak guru Haris benar-benar melihat Andrean kala itu datang dengan tiba-tiba dan langsung berdiri di depan kelas bagaikan seorang kelelawar yang tiba-tiba hinggap.


Sungguh pak guru Haris merasa ada sesuatu yang aneh dalam diri Andrean yang dulunya bernama Dion dan sekarang dikatakan sedang sakit Hilang Ingatan di mana Ketika pak guru haris menatap wajah Andrean sangat terlihat jelas olehnya jika Andrean tidak memiliki sakit apapun apalagi Hilang Ingatan seperti yang dikatakan oleh Rio kepadanya, akan tetapi Pak Guru Haris lebih menyimpan semua pemikiranya di dalam hati karena apa yang dia rasakan belum tentu benar dan semua hanyalah sebatas dugaan saja.


"Oh begitu ya, "


"Iya, Pak. memangnya ada apa kenapa Bapak bertanya begitu, Apakah Pak Guru haris mengetahui kedatangan Andrean kala itu ataukah pak guru Haris melihat keanehan dari Andrean? "tanya Rio yang kala itu juga ikut penasaran dengan pandangan mata Pak Guru Haris yang seolah-olah menyimpan sesuatu yang sengaja dia sembunyikan di dalam hati.


Dengan bibir tersenyum Pak Guru Haris menggelengkan kepalanya kemudian meminta Rio untuk segera masuk ke dalam kelas.


"Tidak ada, tidak ada apapun yang aneh Sedikitpun, Aku cuma menerka-nerka saja baiklah jika itu yang kamu katakan kamu sudah mengatakan kepadaku dan sekarang kamu cepat masuk ke dalam kelas kerjakan semua soal tugas yang aku berikan, Aku tidak ingin kamu mengumpulkan dengan terlambat ingat aku tidak memberikan toleransi apapun tentang mata pelajaran yang Aku berikan kepadamu jadi cepat masuk dan kerjakan soal-soal yang sudah aku berikan dan kumpulkan dengan tepat waktu Apakah kamu mengerti?


Dengan tersenyum kecut Rio menganggukkan kepala kemudian membalikan badan dan membuka pintu masuk ke dalam kelas Sementara Pak Guru Haris masih tetap berdiri di luar kelas Di mana hati dan pemikirannya Masih memikirkan apa yang sudah dikatakan oleh Rio kepadanya di mana ternyata Andrean benar-benar baru datang dan baru masuk ke dalam kelas itu artinya apa yang sudah dia lihat adalah benar bukan halusinasi belaka yang mana memang Andrean sepertinya memiliki sesuatu hal aneh yang sangat rahasia dan mungkin tidak ada siapapun yang mengetahuinya..


Pak Guru Haris menarik napas panjang dan sesekali kedua bola matanya melirik ke dalam kelas terutama melirik kepada Andrean yang kala itu sedang sibuk mengerjakan soal dari materi pelajaran yang diberikannya.


Lagi-lagi Pak Guru Haris menarik napas panjang.


"Aku harus mencari tau sendiri keanehan yang dimiliki Andrean , "


Perlahan-lahan Pak Guru Haris membuka pintu dan masuk ke dalam kelas, suasana kelas saat ini begitu hening dan legam tidak ada satu murid pun yang ribut bicara dan bermain semua sedang serius mengerjakan tugas yang diberikan dirinya.


"Jangan ada yang saling mencontek semua harus dikerjakan sendiri sendiri Waktu kalian tinggal tigapuluh menit lagi, "


Mendengar Pak Guru memberikan waktu kurang 30 menit secara serentak seluruh murid bergegas mengerjakan dengan sedikit tergesa-gesa agar tidak terlambat dalam mengumpulkan karena mereka tahu apabila di antara mereka ada yang terlambat mengumpulkan maka pengumpulan mereka akan ditolak, dikarenakan Pak Guru haris menanamkan sikap disiplin tidak menerima sedikitpun toleransi kepada siapapun yang melakukan kesalahan harus mengumpulkan tepat waktu dan apabila ada yang terlambat maka tidak akan diterima tidak peduli jawaban itu salah atau benar mereka harus mengumpulkan tugas mereka tepat waktu.


Diam-diam Pak Guru Haris memperhatikan Andrean yang kala itu terlihat sudah santai dengan bukunya.


"Andrean, Apakah kamu sudah mengerjakan tugasmu? tanya Pak Guru haris kepada Andrian yang kala itu sedang bersantai diam dan termenung entah apa yang sedang Andrean pikirkan kala itu.


Mendengar Namanya disebut Andrean langsung tengadah menatap ke arah pak guru Haris kemudian menganggukkan kepala Hal itu membuat pak guru Haris kembali tidak percaya.

__ADS_1


" Baiklah jika punyamu sudah selesai maju ke depan biar aku periksa bukumu sekarang juga, "Ucap pak guru Haris yang kala itu yakin jika Andrean belum mengerjakan apapun dan Andrean pasti sedang berbohong untuk itu pak guru Haris meminta kepada Andrean untuk segera maju mengumpulkan bukunya karena Pak Guru Haris ingin melihat sendiri bagaimana tulisan dari Andrean sosok pemuda yang disangkanya sangat aneh dan penuh dengan kemisterius-an.


__ADS_2