
Setelah berpikir sejenak menengok ke kiri dan ke kanan serta melihat ke arah sekeliling barulah Rio memutuskan mengintip Andrean dari balik pepohonan yang cukup Rindang.
Rio sengaja memarkirkan motornya sedikit jauh dari tempatnya bersembunyi, sungguh Andrean merasa sangat penasaran dan juga ingin tahu dengan Siapakah Andrean akan pergi.
Meskipun sejujurnya Rio sangat mengetahui dan memahami jika Andrean pastilah akan pergi bersama dengan Sari di mana Rio Melihat Sari membawa motor pastilah Sari akan memberikan tumpangan kepada Andrean.
Mungkin karena Andrean Tidak enak hati karena dia pergi bersama dengan Sari sementara Andrean juga mengetahui jika Rio diam-diam menyukai Sari sehingga Andrean meminta kepada Rio untuk pulang lebih dulu dikarenakan dirinya mungkin tidak enak hati jika Rio sampai melihat nya dan diketahui oleh Rio jika sedang pergi berduaan dengan Sari.
Rio menarik napas panjang dan menghembuskannya dengan perlahan, menunggu Andrean pergi bersama seseorang yang sudah membuat janji dengannya.
__ADS_1
Merasa sedikit aneh dan heran karena sampai semua Siswa-siswi di sekolah yang ada di kelas sudah keluar, bahkan Rio sempat Melihat Sari sudah keluar akan tetapi dia pergi berboncengan dengan teman ceweknya itu artinya Andrean tidak menunggu Sari dan Hal itu semakin membuat Rio semakin bingung dan heran karna tidak mengetahui dengan Siapakah sesungguhnya Andrean sedang membuat janji.
"Busyet, semua sudah pada pulang dan Sari juga sudah pulang lalu Andrean sedang menunggu siapa, kelakuan Andrean benar-benar mencurigakan Apakah jangan-jangan Andrean ada main hati dengan guryu Sekolah, bisa jadi ini Wajah Andrean juga cukup tampan dan beberapa Guru kemarin Aku lihat ada yang mengagumi Andrean karena wajah Andrean yang dulunya dia adalah Dion kini semakin rupawan Setelah dia mengalami sakit Hilang Ingatan di mana semua Guru kini sudah mengetahui jika Andrean yang dulunya bernama Dion dan sekarang sakit Hilang Ingatan Ingin dipanggil Namanya dengan sebutan Andrean, Jika benar seperti ini sungguh ini sangat gawat Tante Anjar dan Paman Rahmat pasti akan sangat kecewa kepada putranya, karena putranya ternyata memiliki selera cukup rendah di mana dia memilih kekasih Wanita tua yang sudah sepantasnya menjadi emak-emak dan ibunya, "
Rio terus bermonolog sendiri sambil tetap menatap ke arah Andrean yang kala itu masih berdiri termangu di mana wajah Andrean terlihat menengok ke kiri dan ke kanan seolah-olah Dia sedang mencari sesuatu.
"Isssh, lagi menunggu siapa sih, kenapa lama sekali, "gumam Rio yang mulai tidak sabar karena dirinya sudah berdiri dan bersembunyi cukup lama akan tetapi Andrean belum juga ada yang menghampiri atau Andrean belum pergi dengan seseorang yang sudah membuat janji dengannya.
"Hei mau ngapain itu Anak, mau bermain Kapal-kapalan apa ya, ada ada saja kelakuan dari orang yang sakit hilang ingatan ini, " sungut Rio merasa kesal bercampur dengan rasa geli.
__ADS_1
Belum juga selesai rasa heran dan juga perasaan geli dengan sikap Andrean yang terlihat sangat aneh tiba-tiba Rio mmelihat Andrean terbang dengan sangat cepat dan hanya dalam hitungan detik tubuhnya yang terbang hilang dari pandangan mata.
Rasa heran dan merasa aneh dengan apa yang dilihatnya Rio beberapa kali mengusap dan mengucek kedua bola matanya berharap apa yang dilihatnya adalah sebuah halusinasi akan tetapi lagi-lagi Rio harus merasa bingung dan aneh karena Andrean sudah tidak ada lagi di tempatnya.
Dengan cepat Rio keluar dari tempat persembunyian sambil berteriak memanggil Andrean kedua bola matanya mencari ke sekeliling bahkan menatap dengan tengadah ke atas langit akan tetapi Andrean tidak juga terlihat olehnya.
"Busyet, apa Aku tidak salah lihat, apa mataku tidak sedang konslet, bagaimana mungkin Aku melihat Andrean terbang ini pasti halusinasi ku sajasaja, tapi jika aku sedang berhalusinasi lalu di mana Andrean, Mengapa aku tidak melihat dirinya Mengapa aku tidak melihat dia berada di sekitar tempat ini, tubuhnya tidak ada bayangannya juga tidak ada mana mungkin Aku salah lihat Aku dari tadi memperhatikan Andrean dan aku tidak berkedip dan beralih pandangan dan aku benar-benar melihat Andrean merentangkan kedua tangannya kemudian Aku melihat tubuhnya tiba-tiba terbang melayang dengan sangat cepat dan hanya dalam hitungan detik tubuhnya sudah menghilang dari pandangan mata. Aku harus mencari Andrean Mungkin dia masih berada di sekitar tempat ini. " gumam Rio yang langsung mengambil motornya yang di parkir di pinggir sebuah gedung di mana tempat yang disebut pilih tidak akan terlihat oleh siapapun termasuk Andrean yang tidak menginginkan sahabatnya untuk ikut pergi menemani.
Dengan kecepatan rata-rata yang tidak terlalu kencang Rio mulai menyusuri jalanan yang ada di tempat itu Rio berharap dirinya bisa menemukan Andrean meskipun jelas-jelas Rio melihat Andrean terbang, akan tetapi Rio Tetap berharap jika Andrean masih berada di sekitar tempat itu di mana hanya pandangan matanya saja yang mungkin kala itu sedang salah melihat.
__ADS_1
Cukup lama Rio berputar-putar di sekitar tempat itu dan hasilnya semua nihil di mana tidak sedikitpun dia melihat bayangan Andrean ataupun Andrean sedang berjalan hingga waktu pun beranjak semakin siang.
Kemudian Rio memutuskan untuk pulang Rio berpikir mungkin Andrean sudah pulang ke rumahnya untuk itu Rio segera melajukan motornya menuju Rumah Andrean berharap Andrean sudah berada di dalam Rumah.