Pacarku Vampir Tampan

Pacarku Vampir Tampan
Bab. 8.Bingung


__ADS_3

Panglima Besar kerajaan vampir satu mencoba menggunakan Mantranya agar bisa kembali membuka perisai dari kaca Cermin Ajaib. Sungguh suatu hal yang sangat mengherankan di mana kaca cermin Ajaib tidak lagi mau terbuka meskipun berkali-kali Panglima pembesar satu kerajaan Vampir sudah membaca mantra.


tampak wajah panik keluar dari pancaran wajahnya membuat Raja Agung Victor Antonius yang kala itu menatapnya segera terbang melesat menghampiri panglima pembesar kerajaan satu.


"Ada apa, bukankah seharusnya ini belum terjadi Seharusnya Pangeran Andrean Tivanius masih melayang kemudian berputar seperti yang terjadi pada Pembesar kerajaan yang pernah menerima hukuman pelemparan dengan kaca Cermin Ajaib seperti ini? '


" Benar Raja seharusnya seperti itu, tapi ini sungguh Aneh dan Saya juga bingung harus bagaimana karena Perisai dari Kaca Cermin Ajaib ini tiba-tiba tidak bisa dibuka lagi, " jawab sang Panglima Pembesar Kerajaan Vampir satu dia benar-benar gugup dan khawatir karena hanya dia yang mampu membuat perisai dari kaca Cermin Ajaib itu terbuka.


"Lalu sekarang bagaimana? ' tanya Raja Agung Victor Antonius yang mulai merasa was-was dan khawatir.


Ratu Agung Dewi Wardani ikut terbang melesat ke tengah tempat dimana Pelemparan dari Pangeran Andrean Tivanius dilaksanakan, dirinya juga merasa sangat heran dan bertanya tanya apa yang sebenarnya sedang terjadi.


"Bagaimana, ada apa ini kenapa jadi seperti ini Bukankah biasanya Tidak seperti ini Bukankah acara pelemparan seharusnya belum selesai kenapa ini cepat sekali apa yang terjadi pembesar? "


"Ampun Ratu, Hamba juga tidak tau, Mengapa semua ini bisa terjadi hamba juga tidak melakukan hal yang berbeda, hamba hanya membuka perisai kemudian dengan sangat cepat tubuh Pangeran Andrean Tivanius sudah terbang melesat dan tidak bisa ditahan dan dikendalikan, sebelum itu perisai pun langsung terkunci dan tertutup hamba Mencoba membuka dengan mantra yang sering kali hamba melakukan tetapi hasilnya tetap sama perisai ini terkunci dan tidak bisa terbuka lagi dan sekarang hamba tidak tau harus berbuat apa, "


tampak wajah Ratu Agung Dwi Wardhani mendengus kesal terlihat sekali Dia sangat marah dan geram akan tetapi dia tidak bisa berbuat apapun juga karena apa yang terjadi pada putranya di luar kendali dan juga di luar perkiraan semuanya, bahkan Raja pun mengusap kasar wajahnya berkali-kali terlihat sangat gusar dan cemas.

__ADS_1


Ratu Agung Dewi Wardani mendekati sang Raja kemudian menyentuh tangan Raja.


"Raja sekarang bagaimana, apakah kamu tidak tau solusinya, bukankah kaca Cermin Ajaib ini milik Kerajaan dan pastinya Raja sangat tau hal hal yang perlu Raja waspadai dan Raja pasti mengetahui sesuatu, ayo Raja ingat-ingat Aku tidak ingin terjadi sesuatu yang buruk dengan putraku, "seru Ratu Dewi Wardani dengan tatapan mata memohon agar Raja bisa memecahkan masalah ini.


Sementara Raja Agung Victor Antonius menarik napas panjang dan menghembuskannya dengan sangat perlahan.


" Akupun tidak tau Ratu , "jawab Raja dengan wajah sendu hatinya benar-benar sangat sedih dan bingung karena apa yang terjadi pada putranya pelemparan melalui kaca cermin Ajaib adalah suatu kejadian yang belum pernah terjadi pada siapapun dan pelemparan membutuhkan suatu proses yang cukup panjang sebelum dia benar-benar terlempar bahkan harus menunggu sekitar 30 menit tubuh dari orang yang mendapatkan hukuman pelemparan akan terlempar, akan tetapi kejadian aneh yang menimpa diri Pangeran Andrian Tivanius sungguh di luar dugaan di mana hanya dalam hitungan menit tubuhnya sudah menghilang dalam sekejap saja Bahkan perisai kaca cermin Ajaib yang biasanya tertutup setelah 30 menit kemudian itu pun juga tertutup dengan secara tiba-tiba dalam waktu yang sangat cepat dan singkat dan keanehan lainnya perisai itu tidak bisa dibuka lagi meskipun mantra kunci pembuka sudah dilakukan berkali-kali,


Dari kejauhan tampak para prajurit yang mengejar laki-laki Tua yang telah membuat Pangeran Andrean Tivanius terjatuh kembali dengan tangan kosong dimana mereka tidak bisa menangkap dan menemukan laki-laki Tua.


"Ampun Panglima kami tidak bisa menangkap Laki-laki Tua itu, dia begitu cepat menghilang, sungguh kami sudah mencari sampai ke sudut kota Kerajaan tapi laki-laki Tua itu tidak tampak oleh kami, "


"Sudah Panglima ke dua jangan kau marah-marah lagi laki-laki Tua itu tidak begitu penting yang penting sekarang bagaimana kita bisa membuka perisai dari Kaca Cermin Ajaib agar kita bisa melihat kearah mana tubuh dari Pangeran Andrean Tivanius terjatuh. '


" Panglima besar kesatu benar sudahlah lupakan laki-laki Tua itu karena yang terpenting saat ini kalian harus tau ke arah mana Putraku terjatuh dan kita harus segera menemukannya, cepatlah Panglima pembesar kalian harus bisa membuka perisai dari kaca cermin Ajaib itu. "


Bergegas Panglima pembesar kesatu dengan beberapa teman lainnya, mulai berkumpul mengerahkan seluruh kemampuan yang mereka miliki untuk bisa membuka kaca cermin Ajaib.

__ADS_1


Raja Victor Antonius juga tidak tinggal diam dirinya sudah beberapa kali mondar mandir berpikir dengan sangat keras menggingat ingat sesuatu yang menjadi pantangan dan larangan bagi seorang yang akan dilempar dengan kaca cermin Ajaib.


Dalam kebingungan dan kegundahan tiba-tiba Raja Victor Antonius teringat akan sesuatu


"Ratu sekarang Aku ingat, cermin Ajaib ini akan tertutup dan tidak mau terbuka apabila seseorang yang kita korbankan untuk di lempar dia dalam keadaan pingsan, karena dengan pingsan tubuhnya tidak bisa bergerak dan tidak mampu menyentuh ujung cermin yang memiliki lingkaran kecil seperti bola lampu berwarna merah dan untuk bisa membuat lingkaran bola merah dari ujung Cermin Ajaib agar kembali berfungsi kita harus meneteskan darah disna, "


"Apa ? Darah, bagaimana caranya darah itu bisa menetes kesana, "


"Tidak ada cara lain Ratu jalan satu-satunya kita harus bisa Terbang saat ke sana dengan meneteskan darah tersebut di atasnya dan darah itu tidak bisa kita pegang secara alami dikarenakan cermin kaca Ajaib yang memiliki tombol berwarna merah itu menginginkan darah yang baru saja keluar tanpa terkena angin sedikitpun, "


"Ini sangat sulit Raja dan Mana mungkin bisa? '


" Ini hanya bisa dilakukan oleh orang yang terbang itu sendiri sebagai korbannya dan masalahnya jika seperti itu lalu Siapa yang mau menjadi korban dan percobaan dari masalah ini? "


"Raja Aku yakin tidak ada satupun yang mau menjadi korban terlebih apabila gagal pasti akan ada resiko yang sangat berbahaya bagi dirinya bukan, "


" Kau benar Ratu jika gagal akan ada resiko yang sangat berbahaya bagi orang itu sendiri, dia bisa menjadi orang kedua Sebagai korban pelemparan dari kaca cermin Ajaib dan dia tidak bisa kembali untuk itu jadi sangat sulit sekali dan kira-kira siapa yang mau dan rela menjadi korbannya. "

__ADS_1


Tampak Ratu Agung dan Raja Agung Victor Antonius terduduk lemas di tempat sungguh dirinya sangat bingung harus berbuat apa dan bagaimana, sementara penasehat Kerajaan masih sibuk mencoba dan mencoba merapal mantra pembuka perisai dari kaca Cermin Ajaib.


Mereka berpikir mungkin ketika mereka membaca mantra itu salah sehingga perisai dari kaca cermin Ajaib tidak terbuka sementara Raja dan Ratu yang sudah mengetahui solusinya duduk terdiam mereka sangat bingung dengan keadaan ini, dikarenakan mereka juga tidak sanggup dan tidak tega jika harus mengorbankan salah satu dari prajurit kerajaan.


__ADS_2