
Kevin keluar dari rumah dengan perasaan kecewa karena Ayahnya yang tidak begitu jelas memberikan alasan Mengapa dirinya memberikan uang yang sama kepada Alya di mana Alya bukanlah anak dari ayahnya agar Tetapi hanya anak dari teman Ayah-nya.
Dengan kecepatan sedang Kevin melajukan motornya, di mana Kevin terus berpikir dan menerka-nerka mengapa Ayah-nya memberikan uang saku cukup banyak kepada Alya.
Bahkan uang saku itu sama dengan uang saku miliknya, Kevin teringat akan kata-kata ibunya di mana Ibunya pernah berkata jika Ibu Alya adalah mantan kekasih dari Ayah-nya dan Kevin mulai menerka-nerka Apakah semua itu ada hubungannya dengan uang yang diberikan Ayah-nya kepada Alya di mana uang saku antara dirinya dan Alya sama.
Bukankah seharusnya jika anak kandung dan juga anak orang lain pastilah ada perbedaan di mana anak kandung akan diperlakukan lebih baik daripada Anak orang lain atau Anak kandung akan diberikan lebih banyak daripada Anak orang lain tapi yang terjadi dalam dirinya dan Alya sungguh berbeda, Ayah-nya tidak membedakan sama sekali.
Kini Kevin teringat akan sikap Ayah-nya yang menghukum dirinya ketika berada di Rumah, di mana Ayah-nya lebih membela Alya daripada dirinya dan menuruti permintaan Alya yang mana Alya menginginkan Kevin untuk membersihkan kamarnya Karena Kevin yang mengakibatkan dirinya membuat kamar menjadi basah dan tisu berserakan di lantai.
Kevin menarik nafas panjang kemudian menghembuskannya dengan kasar, Kevin benar-benar merasa tidak mengerti mengapa ayahnya bersikap sungguh sangat aneh dan tidak sewajarnya karena sangatlah sulit ditemui seorang Paman akan memberikan perhatian lebih kepada Anak dari orang lain atau sahabatnya dibandingkan dengan anaknya sendiri.
Tanpa sadar Kevin sudah berada di halaman sekolah dengan perlahan-lahan Kevin memasukkan motornya ke tempat parkir, langkah Kevin yang terlihat sangat lemah dan juga tak bertenaga membuat sahabatnya Mario menatap heran dengan pandangan mata yang penuh dengan tanda tanya, di mana Mario sungguh merasakan Kevin terlihat sangat aneh dan berubah seolah-olah sedang mengalami suatu masalah yang cukup berat.
"Woi, kenapa lemes Bos, datang-datang kok lemes ada apa? tanya Mario yang ingin tahu mengapa Kevin bersikap sangat aneh seolah-olah tidak bersemangat.
Kevin hanya tersenyum kecut mendengar perkataan dari Mario temannya.
" Tidak dapat uang saku ya, cieee yang lagi bokeek tidak punya uang saku kasian deh eluu, " ledek Mario mengoda Kevin, tersenyum sambil mengedip ngedip kan matanya.
Seolah tidak mendengar Kevin tidak memperdulikan ledekan temannya, pikiran Kevin masih berkelana memikirkan apakah benar cinta lama antara ayahnya dan Bu Luna yaitu ibunya Alya bersemi kembali di mana di antara mereka Dulunya ada hubungan kekasih meskipun kini sudah terpisah dan tidak lagi akan tetapi Bukankah Cinta Lama bisa Bersemi Kembali itu yang menjadi pemikiran dari Kevin sehingga apapun yang dikatakan Mario dan yang ditanyakan Mario tidak membuat Kevin bisa menanggapi dengan baik,
Di karenakan alam pemikiran Kevin sangat berkelana memikirkan keluarganya terutama Ayah-nya yang tiba-tiba terlihat sangat aneh dan penuh misterius di mana perhatiannya terhadap Alya sungguh berlebihan dan juga memberikan uang saku kepada Alya juga terbilang sangat tidak wajar.
Karena uang saku yang diberikan kepada Alya sama banyaknya dengan uang yang diberikan kepada dirinya.
"Woi Vin, lo lagi kena sariawan ya, kenapa diam saja Aku ajak bicara dari tadi, "
"Apa? bicara apa kamu Aku tidak dengar. "
Mario mengeryitkan dahinya mendengar perkataan Kevin yang mana Kevin sama sekali tidak mendengar apa yang Mario katakan.
"Serius lo tidak mendengar Semua yang kukatakan tadi ?"tanya Mario dengan sedikit penasaran dikarenakan ketika Kevin menaruh motornya di tempat parkir dan Mario berjalan menghampiri Kevin dengan jalan kaki yang mana tiba-tiba tanpa bicara Kevin pun melangkah meninggalkan tempat parkir menuju ke dalam Ruang kelas.
Kevin menganggukkan kepala mendengar pertanyaan dari Mario sementara Mario memukul kecil jidatnya dikarenakan dia tidak menyangka jika apa yang dia katakan ternyata sia-sia dikarenakan Kevin sama sekali tidak mendengarkan dirinya.
" Astaga Vin jadi dari tadi Aku hanya bicara sendiri tega banget sih Kamu, sebenarnya Kamu itu kenapa sih kamu tuh lagi mikirin apa kenapa seperti orang yang sangat bingung seperti itu memangnya ada apa? apakah karena kamu hari ini tidak mendapatkan uang saku dari ayahmu sehingga kamu begitu sangat sedih dan seperti orang bingung. "
" Uang saku Aku punya uang saku bahkan uang sakuku cukup untuk satu minggu kedepan, nih lihat Aku punya uang saku dan bukan itu yang aku pikirkan. "
" jika bukan uang saku yang kamu pikirkan lalu kamu memikirkan apa pacar Memangnya kamu sudah punya pacar atau jangan-jangan kamu lagi berantem sama Alia yang kamu bilang saudara sepupumu itu. "
Kevin tersenyum miring mendengar perkataan dari Mario kemudian Kevin menganggukkan kepala dengan sangat lemah Hal itu membuat Mario mendelik tak percaya dengan apa yang Kevin katakan.
"Astaga Jadi benar kamu dan adik sepupumu itu ada hubungan Bukankah Aku sudah bilang jika kalian bersaudara kalian tidak bisa menjalin satu hubungan pasti hubungan kalian tidak direstui oleh ibu atau Ayahmu dan kamu menjadi seperti ini benar begitu kan?
__ADS_1
" tidak, "
"Hah..? "
Mario melongo mendengar perkataan dari Kevin. jawaban dari Kevin sungguh membuat Mario semakin bingung dan heran.
" Jika semua itu tidak benar lalu apa yang benar dan mengapa kamu seperti ini. "
"Ceritanya panjang Nanti saja Aku ceritakan sekarang ayo kita masuk kelas."
Kevin mengajak Mario untuk segera masuk ke dalam kelas sementara waktu pun masih memiliki sisa di mana bisa untuk sedikit bersantai di luar tapi Kevin mengajak Mario segera masuk ke dalam kelas.
Ketika sampai di dalam kelas Kevin mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan kedua bola matanya menatap Nanar pada sebuah bangku yang masih kosong di mana di sebelahnya sudah ada penghuninya.
"Kemana Alya, kenapa dia tidak ada apakah Alya masih berada di dalam kantin, "
Kevin terus bermonolog sendiri dalam angan pemikirannya di mana Dia sangat merasa bingung dan heran karena Alya tidak ada di dalam kelas.
Tidak seperti biasanya jika Alya sudah datang ke sekolah pastilah Alya berada di dalam kelas karena Alya tidak terbiasa untuk pergi ke kantin pagi-pagi sekali dan hari ini sungguh berbeda karena Alya dan tasnya juga tidak ada di dalam kelas itu artinya Alya masih berada di luar, bergegas Kevin yang memang sudah sangat penasaran dengan Alya segera keluar dari kelas kemudian menuju ke kantin.
Melihat hal itu Mario sedikit merasa heran akan tetapi Mario tanpa banyak bicara mengikuti langkah kaki Kevin dari belakang.
" Kevin ini mau ke mana sih kenapa dia tanpa bicara juga langsung ngloyor pergi Lebih baik aku ikuti daripada Aku banyak bertanya sepertinya Kevin benar-benar memiliki satu masalah yang cukup serius sehingga dia begitu kebingungan dan sepertinya ada yang kevin cari, Meskipun Aku sendiri tidak tahu Kevin itu sedang mencari apa. "
Sampai di kantin Kevin segera masuk dan menerobos banyaknya para Siswa-siswi yang kala itu sedang menikmati sarapan pagi dan cemilan gorengan pagi di kantin Bu Tumina.
"Apakah kamu melihat Alya? "
"Oh kamu datang ke kantin untuk mencari Alya rupanya sampai dibelain berlari-lari seperti ini,"celetuk Mario yang kala itu sudah tiba di kantin setelah berlari mengikuti Kevin dari belakang.
"Kau mengikutiku?
" Tentu saja aku mengikuti karena aku penasaran dengan apa yang akan kamu lakukan ternyata kamu datang ke kantin untuk mencari Alya Memangnya kenapa kalian tidak berangkat bersama saja, Apakah Alya sudah berangkat sepertinya Alya belum berangkat sekolah lihat saja di dalam kelas tasnya juga tidak ada, "
Kevin mengeryitkan dahinya mendengar perkataan dari Mario temannya Kevin berpikir keras mana mungkin Alya masih berada di dalam Rumah di mana rumahnya sudah terlihat sangat sepi tidak ada siapapun selain dirinya dan Ayah-nya,
Sementara Ibunya sudah pergi setelah Ayah-nya memberikan hukuman untuk membantu dirinya membersihkan kamar Alya karena merasa kesal dan geram akhirnya Ibu Kevin tanpa melakukan sarapan pagi setelah melakukan ritual mandi langsung pergi.
"Belum datang? '
Kevin mengulang kembali pertanyaan dari Mario yang langsung mendapatkan anggukan kepala dari Mario.
" Bagaimana ini bisa terjadi? "
"Memangnya kenapa Vin? "
__ADS_1
Dengan langkah cepat Kevin langsung kembali berlari masuk ke dalam kelasnya dan lagi-lagi Kevin berlari mendekati bangku yang ternyata masih kosong dimana bangku itu adalah tempat duduk Alya dengan temannya karena merasa penasaran dan masih merasa bingung dengan apa yang terjadi saat ini Kevin bertanya pada teman sebangkunya Alya.
Sungguh hati Kevin semakin merasa sedih dan bingung karena teman sebangku Alya mengatakan jika Alya memang belum datang ke sekolah.
" Jadi benar Alya belum datang?"
"Iya Alya belum datang dari tadi, Aku pikir Alya tidak masuk Sekolah karena sakit atau ada sesuatu yang membuatnya tidak bisa masuk."
"Tapi bagaimana mungkin Alya tidak masuk Sekolah Alya dan Ibunya sudah sedari pagi tidak ada di dalam Rumah dan Aku berpikir jika Alya pasti sudah berangkat ke sekolah, "
"Jika Alya sudah pergi dari pagi kenapa dia belum datang? '
"Nah itu dia yang Aku bingung, jika Alya tidak ada di rumah dan tidak ada di sekolah lalu di mana dia dan ibunya, Apakah Alya sedang pergi ke pasar atau ke mall terdekat untuk membeli sesuatu sehingga dia belum datang, "
"Apa yang kamu pikirkan bisa juga siapa tau memang Alya sedang pergi ke pasar bersama dengan ibunya, Alya kan anaknya suka membantu Ibunya siapa tau Alya khawatir Ibunya akan membawa belanjaan berat untuk itu dia ikut membantunya dan memilih bolos Sekolah. "
"Nah kan jika seperti itu, artinya Alya bisa jadi hari ini bolos tidak masuk sekolah untuk membantu Ibunya."
"Kamu benar Kevin pasti Alya sedang membantu ibunya karena ibunya sedang berbelanja dan Alya khawatir ibunya akan kecapean dan juga membawa barang-barang yang belanjaannya cukup berat dan banyak sehingga dia memutuskan untuk membantu Ibunya dan memilih untuk bolos Sekolah. "
" Kalau begitu Sudahlah kita tidak perlu memikirkan dia lagi Nanti Aku akan cari Alya di Rumah."
Apa yang dipikirkan oleh Kevin dan Mario ternyata benar di mana sampai jam Pelajaran dimulai Alya tidak datang ke sekolah itu artinya pemikiran mereka sangat benar dan tepat di mana Alya mungkin sedang pergi bersama ibunya untuk berbelanja dan Alya memutuskan untuk tidak masuk sekolah dikarenakan khawatir belanjaan dari ibunya sangat banyak dan juga berat sehingga Alya memutuskan untuk membantu ibunya.
*****
Di kelas yang berbeda Andrean yang sedang mengikuti pelajaran dari Guru pengajarannya, Andrean sedikit merasa resah.
Entah mengapa Andrean merasa sangat lama sekali guru pengajarnya dalam menyampaikan materi pelajarannya di mana sebenarnya Andrean sendiri tidak mengerti tentang belajar dikarenakan Andrean yang sesungguhnya adalah Pangeran Andrean makhluk Vampir dia hanya mengikuti Rio teman terdekatnya lakukan.
Rio Yang melihat Andrean duduk dengan resah merasa heran karena Andrean sepertinya tidak fokus dalam mendengar penjelasan dan juga materi yang diberikan oleh Pak Guru yang ada di depannya dengan perlahan Rio menepuk kecil lengan Andrean yang sontak saja membuat Andrean sedikit terkejut dan menoleh ke arah Rio yang kala itu sedang menatapnya.
"Apa?
" Aku yang seharusnya bertanya Kamu itu kenapa mengapa kamu seperti orang yang sedang kebingungan saja, kamu lagi memikirkan apa Dengarkan pak guru bicara agar nilai kamu bagus tidak buruk Kasihan Tante Anjar dan Om Rahmat mereka berharap kamu menjadi Anak yang pintar dan cerdas kamu membawa nilai yang terbagus seperti tahun kemarin, dikarenakan kamu sakit Hilang Ingatan mereka menjadi was-was dan sedikit ragu Jika kamu bisa dan mampu melewati semua ujian yang akan datang Nanti, di mana Semuanya Harus bersaing dengan teman yang lain dan hal itu tidaklah mudah."
"Aku tau dan kamu jangan terlalu mengkhawatirkan Aku, biasa saja dan santai saja dengan semua ini pasti semuanya akan aman Aku akan bisa mengerjakan semua tugas yang akan guru berikan kepadaku percayalah aku akan mampu menyelesaikan semuanya tenang saja. "
"Issh sombongnya kamu itu terkadang Aku benar-benar pusing dengan pemikiran dirimu yang selalu menganggap semua dengan santai dan muda seolah bisa segalanya kamu kerjakan tapi Aku yakin kamu bisa karena akan mencontek saja, "
"Jangan terlalu meremehkan kemampuan orang lain mentang mentang Aku sakit dan banyak tidak mengingat bukan berarti Aku tidak ingat belajar, lagipula Nilai yang Aku miliki kemarin cukup bagus kan bahkan tidak kalah dengan Nilai kamu, jadi jangan menganggap bodoh diriku, "
"Baiklah, tapi kenapa kamu seperti resah begitu lagi mikirin apa kamu? "
"Ada deh, itu lingkup dari privasi pribadi hatiku ku tidak usah kepo, "
__ADS_1
Rio mendelik mendengar perkataan dari Andrean yang bicaranya juga sok gaul seperti gaya-gaya dari anak zaman Now.
Rio menarik napas panjang dan menghembuskannya dengan perlahan pandangan matanya mulai kembali fokus mendengarkan penjelasan dari Pak guru yang ada di depannya.