
setelah mengucapkan keinginannya Andrean segera bangkit dari duduknya untuk melangkah masuk ke dalam kamarnya sementara Ibu Andrean mempersiapkan makanan yang diinginkan oleh Andrean untuk dibawanya masuk ke dalam kamar andrean.
Di dalam kamar Andrean bernapas lega karena Ayah dan Ibunya kini mengizinkan dirinya untuk makan di dalam kamar, tanpa meminta izin dengan lama.
karena biasanya antrian yang meminta izin untuk makan di dalam kamar selalu saja mendapatkan penolakan dan larangan dari ayah dan ibunya mereka tidak mengijinkan antrian untuk makan sendiri di dalam kamar tapi untuk kali ini tanpa banyak pertanyaan ataupun tanpa penolakan ayah dan ibu Andrean segera menyetujui keinginan dari Andrean.
sebuah sikap yang cukup aneh dan cukup mengherankan bagi antrian dikarenakan sikap ayah dan ibunya kali ini cenderung menuruti Semua yang dia kibatkan Tanpa mereka bertanya ataupun meminta alasan kepada Andrean.
sungguh perubahan yang luar biasa di mana menu makanan yang ada di atas meja kali ini juga sangat banyak sekali terbuat dari ikan bahkan cenderung hanya olahan ikan yang ada di atas meja seolah-olah kesengajaan yang dilakukan oleh ayah dan ibunya memang khusus untuk makanan ikan dan hal itu semakin membuat antrian merasa senang dan bahagia dikarenakan Andrian tidak bisa menikmati makanan yang lain selain ikan karena sesungguhnya antrian bukanlah makhluk manusia agar tetapi makhluk vampir.
"Tok, Yok, Tok..!
__ADS_1
" Ini Kak makanan pesanan kamu Cepat makan dan habiskan Mama pergi dulu, "
Andrean menerima uluran piring yang diberikan oleh ibu kepadanya bahkan ibunya juga terlihat sedikit aneh di mana dia mengulurkan piring dengan segera pergi meninggalkan Andrean seolah-olah ibunya sengaja memberikan kesempatan kepada Andrian untuk meningkat menikmati makanannya sendiri di dalam kamar dan hal itu adalah suatu hal yang sangat aneh dan juga sangat jarang dilakukan oleh ibunya Di mana biasanya ibunya akan duduk dan masuk ke dalam kamar hingga antrian Mau menyentuh makanan itu di depannya dan itu sangat merepotkan dan sangat membuat Andrean sedikit kebingungan,
dengan bibir tersenyum Andrean menganggukkan kepala kemudian mengantar kepergian ibunya sampai pintu dan setelah ibunya menghilang dari balik pintu antrian segera menutup dan Mengunci pintu kamarnya kemudian antrian segera mencuci tangan dan langsung duduk untuk menikmati makanan yang ada di depannya sungguh makanan yang ada di depannya sangatlah menggiurkan membuat antrian tidak sabar untuk menikmati Andrea juga merasa cukup heran dikarenakan porsi ikan yang diberikan oleh ibunya cukup banyak bahkan hampir seluruh jenis ikan dimasukkan ke atas piring antrian sehingga piring antrian terlihat sangat penuh hal itu dikarenakan terlalu banyak ikan di atasnya.
sesuai dengan keinginan Andrean ayah dan ibunya Andrean tidak memberikan nasi sedikitpun di atas piring Andrean Andrian diijinkan makan hanya dengan ikan saja dan hal itu semakin membuat antrian merasa heran sekaligus terloonjak senang.
tidak mau menunggu lama antrian segera menikmati ikan-ikan yang ada di depannya dengan Lahab Andrian segera memakan semua ikan-ikan yang ada di atas piring Hampir ada 8 potong ikan yang ada di atas piringnya Hal itu membuat Andrean merasa sangat senang dan girang.
ikan yang ada di atas piring tinggal satu potong dan ketika Andrea Nenda memakan satu potong ikan yang masih ada di atas piring tiba-tiba pintu kamar diketuk dari luar.
__ADS_1
"Tok, Tok, Tok.. !
Andrian sangat yakin yang mengetuk pintu pastilah ibunya mungkin ibunya ingin duduk dan melihat dirinya makan meskipun dengan perasaan tidak terlalu suka akan tetapi antrian tetap berjalan menuju ke pintu untuk membukakan pintu kepada ibunya dan benar saja ketika pintu terbuka Ibunya sudah berdiri di depan pintu.
Dengan bibir tersenyum Andrean mempersilahkan ibunya untuk masuk meskipun sebenarnya Andrean tidak ingin ibunya masuk ke dalam kamarnya dan melihat dirinya makan dengan sangat cepat dan lahap akan tetapi apapun dibuat karena antrian tidak ingin ibunya bertanya macam-macam tentang suatu hal yang sangat Andrian sendiri tidak ingin mengatakan maka sebelum Ibunya meminta izin untuk masuk ke dalam kamarnya Andrian sudah mempersilahkan ibunya masuk ke dalam kamar.
"Ibu, Mari Silahkan Masuk, " aja Andrean kepada ibunya yang kala itu berdiri di depan pintu dengan bibir tersenyum Ibu Andrean kali ini menggelengkan kepalanya membuat Andrean merasa sangat heran dan penuhpenuh tanda tanya.
" Ada apa Bu Kenapa Ibu tidak ingin masuk Silakan masuk tidak apa-apa, "
"Tidak bisah Kak, Ibu hanya ingin mengantarkan ini kepada mu, "
__ADS_1
Ibu Andrean mengulurkan satu piring lagi yang ternyata juga berisi ikan di atasnya kepada Andrean Hal itu membuat antrian merasa sangat aneh dan heran karena dia tidak meminta meskipun jujur di dalam hatinya yang paling dalam Andrean sangat suka dan senang.