
Andrean yang melihat Rio fokus mendengarkan penjelasan dari Pak Guru yang ada di depannya Andrean menarik napas panjang kemudian menghembuskannya dengan sangat perlahan.
Hari ini hati Andrean benar-benar terasa sangat kacau dan resah, Entah mengapa indra penciuman Andrean hari ini tidak bisa mencium Aroma dari keberadaan Alya.
Gadis yang sudah dianggap sebagai pacarnya di mana Andrean merasa Alya sudah menjadi miliknyai, meskipun Alya belum tentu dimiliki rasa padanya, akan tetapi bagi Andrean hal itu tidaklah penting karena Andrean tidak akan memberikan pilihan kepada Alya untuk menolak kehadirannya.
Dimana apa yang Andrean inginkan maka itulah yang akan terjadi, begitu juga dengan perasaan Cinta nya dia sudah menjadikan Alya sebagai kekasihnya untuk itu Andrean tidak peduli dengan bagaimana perasaan Alya terhadap dirinya karena Andrean yakin Seiring dengan berjalannya waktu Alya akan menerima kehadirannya.
Dengan perasaan resah dan hati yang kalut Andrean memejamkan kedua bola matanya, mengusir suatu perasaan resah yang ada di dalam hatinya, Andrean benar-benar yakin jika hari ini tidak ada kehadiran Alya di sekolah ini di mana Andrean tidak bisa mencium keberadaannya.
"Bagaimana mungkin Aku tidak bisa mencium keberadaan Alya Apa yang terjadi, Mengapa indra penciuman ku tidak bisa menembus aroma dari kehadirannya Aku harus segera pergi ke kelasnya setelah Pak Guru ini menyelesaikan materi pelajarannya, ini sangat Aneh Aku ingin tahu apa yang terjadi padanya pasti ada sesuatu yang terjadi disana."guman Andrean bermonolog sendiri.
Andrean yang sibuk dalam lamunannya tanpa menyadari jika di depannya, Pak Guru yang memberikan materi pembelajaran diam-diam sedang memperhatikan Andrean yang terlihat sangat aneh dan tidak memperhatikan materi pelajaran yang dia sampaikan, dampak menarik nafas panjang kemudian menghembuskannya dengan belahan,
"Andrean...! coba ulangi apa yang telah Bapak sampaikan hari ini, majulah dan terangkan semua pada teman-temanmu. "
Rio yang kala itu tidak menyangka jika Pak Gery Guru Sastra melihat dan mengetahui jika Andrean tidak begitu memperhatikannya merasa cukup terkejut karena ternyata diam-diam Pak Guru Gery yang disangka acuh dan tidak memperdulikan muridnya yang tidak memperhatikan dirinya ketika dia sedang menerangkan ternyata salah bahkan lebih menakutkan diam tidak banyak bicara akan tetapi langsung menyuruh maju dan menerangkan kembali materi pelajaran yang sudah dia berikan.
Dengan gerakan spontan Rio menatap Andrean yang kala itu pasti terlihat gugup dan panik, tapi ternyata pandangan mata dari Rio salah, Andrean yang tidak memperhatikan Pak Guru Gery tidak terlihat gugup apalagi panik sedikitpun Ketika pak guru Gerry memanggil dirinya untuk maju ke depan menerangkan semua materi yang diberikan dan dijelaskan sebelumnya wajah Andrean terlihat sangat tenang dan sangat santai ketika dia maju ke depan seperti apa yang di perintahkan oleh Pak Guru Gery kepada nya.
Hal itu membuat Rio memandang dengan pandangan mata tidak percaya.
__ADS_1
" Apakah Anak yang sakit hilang ingatan Itu akan seperti ini Dia, tidak memiliki rasa ketakutan dan juga tidak memiliki rasa beban yang terlalu berat di dalam hatinya sehingga panggilan dari pak guru Gerry yang meminta dirinya untuk menjelaskan semua materi yang sudah dia Terangkan kepada murid-muridnya dianggap sepele dan biasa saja, sungguh luar biasa penyakit hilang sakit ingatan ternyata membuat seseorang bisa bersikap sangat tenang dan sangat santai. "
"Lalu apa yang akan dilakukan oleh Andrean dia tidak akan mengerti perintah dari pak guru Gery karena Andrean memiliki penyakit yaitu sakit Hilang Ingatan, pasti Pak Guru akan merasa emosi dan marah apa yang harus dilakukan agar Andrean tidak maju ke depan dan dia tidak dimarahi oleh pak Guru Gery karena sebenarnya Andrean tidak mengerti tentang pelajaran yang sedang dijelaskan oleh pak guru Gery kepada kami para muridnya. "
Beberapa kali Rio meneguk ludahnya Andrean yang dipanggil maju dan diminta untuk menjelaskan semua materi yang baru saja dijelaskan oleh pak guru Gerry akan tetapi Rio Yang merasa resah, gugup dan panik dan Rio Yang merasa was-was bahkan takut khawatir jika pak guru garri akan marah kepada Andrean.
"Ssssst... gak usah maju! "ucap Rio memberikan saran.
"Kenapa? "
lagi-lagi Rio meneguk ludahnya mendengar pertanyaan Andrian yang tidak memahami maksud dari ucapannya karena itu Rio berpikir dialah yang akan memberikan jalan agar antrian tidak jadi maju ke depan karena antrian tidak akan pernah bisa melakukan apa yang diperintahkan oleh pak guru dari kepada dirinya di mana Andrian sendiri yang mengalami sakit Hilang Ingatan Tentu saja tidak bisa memahami tentang semua hal materi pelajaran yang diberikan oleh para guru.
"Duuuzz..!
Tiba-tiba Rio memukul perut Andrean dengan cepat dan sedikit kuat hingga membuat Andrean meringis ketika Andrean yang tidak menyadari jika teman sebangkunya akan memukul dirinya dengan gerakan spontan mengaduh dengan keras akibat dari pukulan Rio.
Andrean mendelik dan rasanya sangat geram karena dirinya merasa tidak bersalah akan tetapi tiba-tiba Rio memukulnya dengan sangat keras di bagian perut sehingga Andrean terpaksa mengadu Karena rasa sakit yang tiba-tiba menyerang dirinya.
Seolah tuli dan tidak melihat apapun Rio tidak memperdulikan sahabatnya yang mendelik dan menatap tajam ke arah dirinya dengan santai Rio justru mengangkat tangan mengajukan pertanyaan kepada Pak Guru Gery yang kala itu berdiri di depan menanti Andrean untuk maju ke depan.
"Maaf, Pak. Andrean sepertinya sedang sakit perut bolehkah saya bawa ke kamar kecil sekarang? "tanya Rio dengan tiba-tiba dan lagi-lagi Hal itu membuat Andrean mendelik tak percaya dengan apa yang dilakukan oleh sahabatnya kepada dirinya sudah memukul dan sekarang memfitnah itulah yang ada di dalam pemikiran Andrean.
__ADS_1
Andrean ingin bicara dan menyangkal semua yang dituduhkan oleh Rio kepada dirinya akan tetapi Entah mengapa lagi-lagi Rio memukul perut Andrean dengan tangannya untuk yang kedua kali, sehingga untuk yang kedua kalinya terpaksa Andrean juga harus mengadu Karena rasa sakit yang tiba-tiba muncul akibat dari pukulan Rio sahabatnya.
"Tuh, Pak. lihat Andrean sepertinya sudah tidak tahan, maaf Pak saya bawa pergi ke kamar kecil dulu Pak khawatir kebobolan disini, "ucap Rio kepada Pak Guru Gery.
Pak Guru Gerry yang mendengar perkataan dari Rio juga mendelik seketika membayangkan Andrean yang kebobolan bab di dalam kelas atau kencing di dalam kelas pasti hal itu sangatlah joorok dan mennjiijikan sekali.
Membayangkan semua itu terjadi di dalam kelasnya tentu saja Pak Guru Gery tidak mau, untuk itu dengan cepat pak guru Gerry dengan bahasa isyarat tangan memberikan kesempatan pada Rio untuk cepat membawa pergi Andrean dari dalam kelas, sehingga tidak akan terjadi sesuatu hal yang sangat buruk di dalam kelas karena pasti para siswa akan mual dan juga tidak akan tahan Begitu juga dengan dirinya,
"Cepat.. cepat bawa dia pergi! "
"Baik, Pak, Ayo Andrean cepat! "
Rio segera bangkit dari duduknya kemudian menarik tangan Andrean sehingga dia bangkit berdiri kemudian mengajaknya pergi.
Andrean yang tidak menyangka dan tidak mengerti dengan apa yang dilakukan Rio tempatnya merasa bingung tapi karena tarikan Rio pada lengan tangannya cukup sangat kuat membuat Andrean terpaksa mau tidak mau mengikuti langkah kaki dari Rio yang pada akhirnya keluar dari kelas.
Sampai di luar Rio yang melepaskan tarikan tangannya karena Andrean yang memberontak dengan mengibaskan tangannya dari genggaman Rio sudah bisa dibayangkan hanya dengan sekali kibasan secara perlahan yang dilakukan oleh Andrean berakibat sangat kuat dan keras kepada Rio hingga membuat Rio hampir terjatuh.
"Rio..! " apa-apaan kamu ini mengapa kamu memukulku dan kenapa juga kamu menarikku keluar? "
"Andrean kamu itu Bagaimana Aku itu membantumu untuk bisa keluar dari jeratan pak guru yang meminta kamu untuk maju ke depan, untuk itu Aku memukulmu agar kamu merasa sakit di perut setelah kamu merasa sakit di perut maka Pak Guru akan percaya Jika kamu sakit perut, untuk itu Aku membawamu keluar agar kamu bisa ke kamar kecil sebenarnya agar kamu bisa terhindar dari tugas yang diberikan kepada Pak Guru kepadamu, bukankah Pak Guru Gery tadi itu meminta kamu untuk maju dan menjelaskan semua materi yang dia berikan pada kita tadi, sementara Aku yakin kamu tidak bisa menjelaskan apapun Kamu tidak mendengarkan Bahkan kamu tidak fokus sama sekali Entah pikiranmu itu berada di mana." sungguh Terio dengan wajah sedikit kesal karena sahabatnya yang bernama Andrian benar-benar sangat tidak memahami dan tidak mengerti apa yang dia maksudkan.
__ADS_1
Sementara Andrean yang mulai menyadari maksud dan Rio mengulum senyum hati dan pikirannya tiba-tiba teringat pada Alya di mana sekarang dirinya berada di luar kelas, untuk itu dia bisa menemui Alya dengan mudah senyum Andrean tersungging di bibir karena bahagia, dimana saat ini dirinya memiliki kesempatan untuk bisa menemui Alya tanpa menunggu waktu pelajaran selesai.