Pacarku Vampir Tampan

Pacarku Vampir Tampan
Bab. 62.Resah


__ADS_3

Pak Rahmat menarik nafas panjang kemudian menghembuskannya dengan perlahan hatinya benar-benar sangat kalut dan merasa bingung,


Dimana tidak ada solusi sedikitpun untuk bisa mendapatkan keceriaan dan juga kasih sayang dari Putranya kepada dirinya, di mana putranya yang selalu bermanja padanya kini sangat terlihat asing dan seolah-olah tak mengenali dirinya.


Sungguh itu suatu hal yang sangat menyakitkan bagi orang tua yang mana Mereka menginginkan Putra-putranya bisa terbuka bermanja dan menyayangi tidak seperti Andrean saat ini.


Dimana Dirinya seringkali tertutup dan lebih banyak mengurung diri di dalam kamar bahkan untuk tersenyum pun seakan-akan sangat jarang bahkan untuk makan malam bersama pun Andrean seringkali meminta izin untuk makan seorang diri.


Beberapa alasan yang Andrean berikan kepada mereka terpaksa mereka terima dan ikuti meskipun di dalam hati yang paling dalam Mereka menginginkan bisa makan bersama berkumpul tertawa dan bercanda seperti saat kali mula pertama.


Tapi Pak Rahmat menyadari jika kali ini Andrean yang mengalami sakit Hilang Ingatan pastilah tidak akan bersikap sama seperti saat sebelum sakit dikarenakan Andrean Tidak mengenali mereka seperti dulu lagi.


Bahkan Andrean beberapa kali terlihat merasa asing dan takut hal itu terlihat dari sikap Andrean yang meminta izin untuk selalu ingin menikmati makan seorang diri dan tidak ingin dilihat oleh Ayah dan Ibunya.


Karena sikap Andrean bahkan pernah satu kali Ibu Anjar ibunya Andrean dan Pak Rahmat mencoba untuk mengintip ketika Andrean sedang makan malam seorang diri dan baru saja mereka membuka pintu dengan sangat perlahan bahkan mereka belum melongkan wajah ke ruang makan, suara Andrean sudah menggema Dengan mengatakan Tutup pintunya kembali ayah dan ibu.


Hal itu membuat Pak Rahmat dan Bu Anjar sedikit terkejut karena Andrean memiliki perasaan hati yang sangat kuat di mana Andrean tanpa melihat mengetahui pergerakan mereka dan Sejak saat itu Pak Rahmat dan Bu Anjar tidak lagi mencoba untuk mengintip atau mencari tahu dan melihat Andrean yang makan seorang diri.


karena akibat dari hal itu Andrean semakin tertutup dan tidak menunjukkan rasa senang di mana Andrean mulai terlihat dingin tanpa senyum di bibirnya.


Sejak saat itulah Ayah Andrean yaitu Pak Rahmat dan ibu Anjar merasa menyesal dan tidak lagi mau memiliki perasaan penasaran karena mereka berdua tidak ingin mendapati sikap dari Putranya yang sangat dingin dan Acuh kepadanya.


Lamunan dan khayalan dari Pak Rahmat seketika buyar ketika mendengar suara pintu dibuka dari depan di mana Bu Anjar membuka pintu dan masuk ke dalam.


"Ternyata Ayah sudah di Rumah? "

__ADS_1


"Ya, Bu sudah satu jam yang lalu Aku disini, Ibu baru pulang, bagaimana apakah ada info berita baru dari Ibu-ibu arisan disana? "


"Tidak ada Pak, hari ini setelah pengumuman siapa yang mendapatkan uang dari Arisan kami makan-makan kemudian pulang, bagaimana Andrean hari ini apa dia sudah pulang, ini. Aku bawakan makanan kesukaannya Lontong jangan."


"Andrean belum pulang Bu, tadi Rio kesinii mencari Andrean katanya Andrean pulang bersama temannya dan Rio berfikir Andrean sudah pulang ke rumah tapi ternyata Andrean belum pulang ke rumah, kita tunggu saja mungkin masih di perjalanan bersama dengan temannya."


"Oh, begitu baiklah Ayah Aku pergi ke dalam dulu, kalau Andrean pulang berikan lontong jangannya pada Andrean, ingat jangan Ayah makan ya? "


"Hmmm, siap Bu, pokoknya Ayah juga tidak akan makan lontong jangan kesukaan Andrean, Dia pasti sangat suka dan senang karena sudah lama sekali Ibu tidak memasakkan lontong jangan juga dan hari ini Kebetulan ibu Pulang membawa lontong jangan dari rumah tetangga Pasti Andrean akan senang? "


"Semoga saja begitu Ayah, karena aku sangat khawatir Andrean tidak menyukainya terlebih ketika saat ini Andrean mengalami sakit hilang ingatan dan dia banyak sekali berubah bahkan kesukaan sehari-harinya pun sudah berubah 180 derajat, Bukankah hal itu sudah menjadikan bukti jika tidak semua kesukaannya di masa lalu bisa dia sukai di saat ini."


" Sudahlah Bu Jangan dipikirkan lagi semoga saja Andrean cepat sembuh Dan dia bisa kembali seperti semula kita hanya bisa berdoa dan bersabar agar Andrean bisa kembali lagi seperti dulu dan jika Andrean sikapnya sudah berubah dan tidak lagi seperti dulu karena penyakit yang dia Derita Di mana Andrean mengalami sakit Hilang Ingatan Kita sebagai orang tuanya tidak bisa berbuat apa-apa selain bersabar dan menunggu semoga ada keajaiban Andrean bisa berubah seperti dulu. "


"Ya, Bu semoga saja."


Bergegas Bu Anjar masuk ke dalam kamar Sementara Pak Rahmat masih berada di ruang tamu menunggu kepulangan Andrean yang sampai saat ini Andrean belum juga pulang.


Karena perasaan resah yang ada di dalam hatinya Pak Rahmat bangkit dari duduknya kemudian membuka pintu dan berdiri di teras rumah kedua bola matanya sibuk menatap ke jalanan yang ada di depannya, di mana di jalan itulah nanti Andrean akan lewat dan datang tapi sampai Tigapuluh menit ke depan Andrean belum juga menampakan batang hidungnya Andrean belum pulang hal itu semakin membuat resah dan khawatir Ayah Andrean.


*****


Andrean yang terbang melesat menuju tempat tinggal Alya sudah sampai hanya dalam hitungan menit.


Sungguh Adrean merasa kecewa dan bingung karena dia tidak mendapati Alya di rumahnya bahkan ketika dirinya berdiri di atap rumah Alya Andrean tidak mencium keberadaan Alya di dalamnya karena aroma dari Alya tidak ada di sana.

__ADS_1


Untuk itu Andrean segera turun dan kembali ke jalanan dimana dirinya memilih untuk berdiri di bawah sebuah pohon yang sangat rindang.


Sesekali kedua bola mata Andrean menatap ke jalanan yang mana Andrean berpikir mungkin Alya sedang pergi keluar Rumah dan belum pulang.


"Tumben sekali Alya pergi dari Rumah sangat lama bukankah Alya tadi juga tidak masuk sekolah itu Artinya Alya pergi dari pagi, Kira-kira kemana perginya." gumam Andrean dalam hati.


Andrean yang bingung dan gusar tiba-tiba melihat Kevin bersama dengan temannya turun dari mobil di mana Kevin pergi ke sekolah dengan membawa mobil,


Meskipun teman-temannya yang lain membawa motor akan tetapi Kevin memilih membawa mobil bersama dengan Mario teman sebangkunya Entah mengapa Mario hari ini juga datang ke rumah Kevin di mana Tidak seperti biasanya Mario ikut Kevin pulang dan datang ke rumahnya.


karena merasa penasaran dan ingin tahu Andrean berfikir juga akan pergi bertamu ke rumah Kevin karena Andrean ingin mengetahui di mana Alya.


Andrean juga bisa bertanya kepada orang tua Kevin ataupun pada Kevin yang kala itu sudah pulang dari sekolah.


Sengaja menunggu sedikit lama dan tidak terlalu cepat atau buru-buru Andrean pergi bertamu, dikarenakan Andrean ingin memberikan kesempatan kepada Mario untuk bertamu sendiri dengan sedikit lama.


Untuk itu Andrean memilih menunggu sambil sesekali kedua bola matanya menatap ke jalanan dan sesekali pula Andrean mencoba mengeluarkan kekuatan tenaga dalamnya untuk melacak keberadaan Alya dengan Indra penciumannya di mana semua yang dia lakukan kini serasa sia-sia.


Andrean mendengus kesal karena Indra penciumannya tidak berfungsi sama sekali dia tidak bisa melacak keberadaan Alya yang saat ini Entah berada di mana.


Perasasa was-was dan khawatir kini mulai hinggap dan menyelimuti hatinya, Hal itu membuat Andrean sedikit merasa gusar dan resah terlebih waktu sudah sedikit sore di mana seharusnya Andrean juga sudah pulang ke rumah akan tetapi Andrean masih berada di depan Rumah Alya dikarenakan Andrean ingin mengetahui dimana Alya berada.


Pada awalnya Andrean berpikir jika Alya dan ibunya sedang pergi berbelanja ataupun sedang shopping sehingga mereka berdua menghabiskan waktu cukup lama dan Alya rela tidak masuk sekolah demi membantu ibunya untuk membawa barang dagangan yang mungkin sangat berat dan juga sangat banyak.


Tapi faktanya sungguhlah berbeda ternyata sampai saat ini Ayah dan Ibunya tidak terlihat, indra penciuman dari Andrean tidak bisa melacak keberadaan mereka Hal itu membuat Andrean merasa yakin jika Alya tidak ada di kota itu dan Andrean merasa Alya sudah berada jauh untuk itu Andrean mulai resah dan gusar.

__ADS_1


__ADS_2