
Tatapan mata Ratu Agung Dewi Wardani yang sangat mencemaskan putranya membuat Pangeran Andrian Tivanius mengulum senyum.
"Ibu Ratu jangan khawatir Aku baik-baik saja, " ucap Pangeran Andrean Tivanius kepada Ratu Agung Dewi Wardani di mana sesungguhnya Pangeran Andrean Tivanius juga merasa sangat heran karena dia tidak mengetahui apa yang telah masuk ke dalam perutnya dia hanya merasakan sebuah rasa yang sangat pahit dan rasanya ingin muntah akan tetapi Pangeran Andrean Tivanius menahannya agar tidak ada siapapun yang mengetahui tentang keadaan dirinya yang sesungguhnya, semua itu Pangeran Andrean Tivanius lakukan agar tidak ada yang mencemaskan dirinya, terlebih pada Ratu Agung Dewi Wardani Ibundanya.
"Ratu Agung Dewi Wardani menarik napas lega karena ternyata Putranya tidak apa-apa, di mana sebelumnya Ratu Agung Dewi Wardani merasa sangat cemas dan khawatir jika laki-laki tua yang mendorong Pangeran Andrean Tivanius melakukan hal yang buruk di mana hal itu bisa membuat Pangeran Andrian Tivanius celaka.
" Syukurlah Pangeran Jika kamu baik-baik saja ibunda Ratu sangat khawatir jika laki-laki itu melakukan hal yang sangat membahayakan dirimu, Pangeran Apakah kamu benar-benar sudah siap dengan hukuman ini jika kamu tidak siap kamu bisa meminta kepada Ayahmu untuk membatalkan hukuman ini dan memberikan hukuman yang ringan dan menggantinya dengan hukuman yang tidak mengerikan seperti ini. "
Mendengar nasehat serta saran dari Ibu Ratu Dewi Wardani Pangeran Andrian Tivanius tersenyum Dia sangat mengerti betapa ibundanya sangat mencemaskan dirinya akan tetapi apa yang ibunda Ratu Dewi Wardani sarankan adalah suatu hal yang tidak benar di mana nantinya akan menjadi kontrasepsi dari beberapa rakyat yang tidak menyukai keputusan Raja, mengingkari janji di mana mereka sangat menghormati Raja Agung Victor Antonius karena kebijaksanaan serta keberaniannya dalam membuat peraturan tanpa terkecuali dan tidak mungkin Pangeran Andrian Tivanius mengotori semua yang sudah Ayah-nya rintis dan kerjakan dengan semangat.
"Pangeran jika Pangeran sudah siap Mari kita berjalan naik keatas karena ini sudah waktunya hukuman pada Pangeran segera dilaksanakan."
" Baiklah, Ayo Paman, '
Pangeran Andrian Tivanius bersama dengan beberapa pembesar dan penasehat Kerajaan utama dan beberapa temannya yang lain mulai berjalan naik ke atas alun-alun di mana semua pada menanti dan menunggu dengan kecemasan, mereka sungguh tidak bisa percaya jika Raja bisa melakukan dan tega memberikan hukuman yang terberat untuk Putranya.
Sedangkan Pangeran andrian tivanius adalah putra mahkota satu-satunya yang mana sudah menjadi harapan dari keinginan sang Raja untuk menggantikan dirinya.
Kini Harapan itu seolah-olah akan musnah dan pupus sudah dengan adanya hukuman terhadap Pangeran Andrean Tivanius yang mana tanpa sengaja telah melepaskan Burung Hud yang menjadi larangan dari Kerajaan.
__ADS_1
Sampai di alun-alun lantai atas Pangeran Andrean Tivanus dan juga beberapa pembesar kerajaan seperti penasehat satu dan yang lainnya sudah bersiap mengelilingi tempat di mana pangeran Andrean Tivanius akan menjalani hukuman dengan pelemparan melalui kaca Cermin Ajaib.
"Bagaimana apa Pangeran sudah siap? "
"Iya, Paman Aku sudah siap silahkan Paman melakukan tugas Paman. "
"Baiklah, kami akan mempersiapkan segala sesuatunya, "
Bergegas para pembesar mulai menyiapkan beberapa peralatan yang akan digunakan untuk membantu pelemparan pangeran Andrian tiffanus dengan cermin kaca ajaib.
Beberapa pasang mata menatap dengan penuh kesedihan dan juga kecemasan, yang mana semua rakyat dari bangsa Vampir mengetahui jika kaca cermin Ajaib bukanlah sebuah kaca cermin biasa di mana kaca cermin Ajaib ini sangat ditakuti dan dikhawatirkan oleh beberapa orang yang melakukan kesalahan dalam Peraturan Kerajaan.
Terlihat Raja Agung Victor Antonius mengusap kasar wajahnya beberapa kali Raja Victor Antonius menarik nafas panjang kemudian menghembuskannya dengan sangat perlahan, sangat terlihat jelas jika raja Victor Antonius sedang merasa gundah dan resah.
"Pangeran Maafkan Ayahmu yang tidak bisa berbuat apa-apa dalam membantu dan menolongmu, sungguh Aku sangat menyesal dengan peraturan yang telah aku buat peraturan yang seharusnya tidak membahayakan siapapun yang melakukan kesalahan dalam Kerajaan peraturan ini sungguh sangat keras dan juga sangat berbahaya dan aku tidak pernah menyangka jika pada akhirnya Putraku sendiri yang akan menjalani hukuman ini, Pangeran Aku hanya bisa mendoakan kepada sang yang pencipta agar kamu selalu dalam lindungannya karena sulit sekali bisa lepas dan terbebas serta selamat dari lemparan kaca cermin Ajaib, beberapa kali kaca cermin Ajaib ini sudah membuat beberapa penduduk Rakyat Vampir yang melakukan kesalahan menghilang tanpa ada kabar dan apabila kabar itu ada yang tersisa hanyalah aromanya, sementara untuk jasad dan keberadaannya tidak pernah ada yang tahu di mana Dan seperti apa mereka."
Raja Agung Victor Antonius terus bermonolog sendiri sambil menatap lurus ke depan dengan pandangan mata yang kosong, sungguh Seandainya dia bukan seorang Raja maka sudah pasti Raja Agung Victor Antonius akan pergi meninggalkan tempat di mana dia tidak akan tega melihat putranya mendapatkan hukuman yang sangat berat dan sangat berbahaya, tapi karena dirinya seorang raja maka mau tidak mau Raja Agung Victor Antonius harus menyaksikan jalannya hukuman yang akan diterima oleh pangeran Andrean Tivanius meskipun dengan hati dan perasaan yang tidak tega,
Tidak jauh berbeda dengan Ratu Agung Dewi Wardani dia menatap sendu kepada putranya sebelum wajahnya benar-benar menunduk sambil memejamkan kedua bola matanya ada perasaan sedih dan cemas yang kini sedang melanda hatinya.
__ADS_1
" Aku tidak tahu pada siapa lagi aku akan meminta pertolongan dan bagaimana bisa Aku menolong Pangeran, "
Raja Agung Victor Antonius yang melihat Ratu Agung Dewi Wardani sangat bersedih segera terbang melesat menghampiri Ratu Agung Dewi Wardani dan dalam sekejap Raja Agung dia sudah berada di depan Ratu Agung Dewi Wardani.
"Ratu apa kau baik-baik saja, "
"Raja Kenapa kau datang ke sini , ucap Ratu Agung Dewi WardhaniWardhani dia merasa heran kenapa rasa Agung Victor Antonius tiba-tiba datang menghampiri dirinya.
" Ratu Kau belum menjawab pertanyaanku Apakah kau baik-baik saja jika kau tidak mampu menyaksikan semua ini kamu boleh pergi ke dalam istana."
"Aku baik-baik saja, Raja tidak perlu mengkhawatirkan Aku Raja sendiri bagaimana keadaanmu apakah Kau juga baik-baik saja tanya Ratu aku di Wardani, "
Raja Agung Victor Antonius tersenyum kecut kemudian berjalan mendekati Ratu Dewi Wardani dan memegang tangannya.
"Kuatkan hatimu Ratu dan percayalah Putra kita akan baik-baik saja dan dia pasti kelak akan kembali kesini untuk menemui kita. "
Mendengar perkataan dari Raja Victor Antonius Ratu Agung Dewi Wardani yang tadinya bersedih kini sudah bisa mulai tersenyum.
"Kau benar Raja kita harus yakin pasti putra kita akan kembali. "
__ADS_1
Raja Victor Antonius tersenyum kemudian mengajak Ratu Dewi Wardani untuk duduk.