Pacarku Vampir Tampan

Pacarku Vampir Tampan
Bab. 25. Hilang Ingatan


__ADS_3

Pak Yai, yang sudah memperingatkan Pangeran Andrean untuk berjalan seperti layaknya manusia dan Pangeran Andrean yang memang memiliki kemampuan cukup tinggi dalam hal melompat ataupun melangkah seperti layaknya manusia tidak mengalami kesulitan apapun sehingga dia bisa mudah mengikuti saran dari Pak Yai yang ada di belakangnya, sepertinya pak Yai memang sengaja berdiri di belakang Pangeran Andrean dikarenakan pak Yai ingin mengawasi gerak-gerik serta tingkah laku dari pangeran Andrean yang sebenarnya Pak Yai sudah mengetahui jika Pangeran Andrean adalah jelmaan dari pangeran Vampir yang terbuang dari kerajaannya.


Dengan Wajah senang dan bahagia serta sangat terlihat jelas senyum selalu tersungging di Bibir Pak Rahmat sebagai orang tua dari Dion dan Pak Rusli sebagai ketua RT yang ada di kampung dan desa itu, berseru kepada beberapa warga yang ada di halaman rumah di mana mereka sangat menantikan jenazah dari almarhum Dion untuk dikebumikan saat itu juga.


Diantara mereka juga ada beberapa teman Dion yang mana Dion adalah seorang siswa SMA kelas 2 yang cukup memiliki perilaku dan tabiat sangat baik sehingga memiliki banyak teman di sekolahnya, hampir seluruh murid dan juga guru dari sekolahan Dion hadir di rumah Dion sehingga rumah Dion yang tidak yang terlalu besar dan juga tidak terlalu kecil sangat penuh dengan berkumpulnya orang-orang yang mana di antara mereka warga dan juga teman sekolah sedang menunggu acara pamakaman.


Melihat kemunculan dari Pak Rahmat dan Pak Rusli mereka serentak berdesak-desaan ingin melihat ke depan dan ingin mengetahui jenazah yang akan dikebumikan saat itu dari dekat, semua yang datang ingin memberikan penghormatan yang terakhir kali kepada Dion akan tetapi mereka merasa heran karena Pak Rusli dan Pak Rahmat datang dengan wajah tersenyum sambil Melambaikan tangan.


Banyak Warga menjadi berbisik-bisik dan juga saling bertanya karena mereka merasa heran dan aneh di mana orang yang seharusnya bersedih justru merasa sangat senang dan bahagia, mereka semua lebih merasa heran dan terkejut ketika melihat Siapa yang berjalan di belakang Pak Rahmat dan Pak Rusli, serentak mereka berteriak dengan sangat histeris sehingga Rumah Pak Rusli benar-benar bagaikan sebuah pasar loak yang mana teriakan dan seruan dari para warga yang ada di tempat itu sangatlah membisikan telinga bahkan Pangeran Andrean yang tidak terbiasa dengan suara yang sangat bising bagaikan lebah menutup kedua telinganya.


"Lihat saudara saudara Bukankah yang berdiri di belakang Pak Rahmat dan Pak Rusli itu adalah Dion, Kenapa dia bisa berdiri Kenapa dia juga berjalan Apakah kita sedang bermimpi mana mungkin orang yang sudah mati bisa berjalan dan berdiri ini pasti kita sedang bermimpi. "

__ADS_1


"Kau benar apakah kita semua sedang bermimpi coba Aku cubit dan pukul kamu sakit apa tidak, "


Dengan gerakan yang sama-sama Setuju semuanya yang berdiri di tempat itu saling memukul dan mencubit satu sama lainnya mereka melakukan hal itu karena mereka ingin mengetahui apakah yang mereka lihat itu adalah sebuah mimpi ataukah benar-benar nyata adanya ,karena mereka sangat tahu dan baru saja mereka sendiri menyaksikan dengan mata kepala mereka sendiri jika jenazah dari Dion baru saja selesai dimandikan dan baru juga dibawa masuk ke dalam ruangan untuk dikafani akan tetapi Mengapa setelah keluar dari dalam kamar justru Dion bisa berjalan seperti orang normal dan sehat lainnya.


"Plaakk...!


" Awwh, ini sakitsakit? "


"Iya, sakit, Aku juga merasakan, '


" Pasti itu karena doa Pak Yai, bukankah pak Yai kan bisa berdoa beda dengan kamu."

__ADS_1


"Isssh, Ngawur saja pak Yai juga manusia bukan dewa Mana Mungkin dia bisa menghidupkan manusia mati, pasti ada sesuatu yang lain kita tunggu saja apa yang akan dikatakan oleh Pak Rahmat, pak Rusli dan Pak Yai pasti mereka akan berikan keterangan dan juga penjelasan kepada kita, Aku yakin sekali Pak Kyai sangat memahami jika kita sangat merasa heran dengan apa yang kita lihat saat ini. "


"Kau benar kita tunggu saja sekarang, " seru salah satu kerumunan warga yang ada di tempat itu mereka yang bersisik pun serta mereka yang bicara antara satu dengan lainnya mulai diam.


Suasana untuk sesaat menjadi Hening semua terdiam menatap ke depan di mana Di depan mereka sudah berdiri Pak Rahmat, Pak Rusli, Pak Yai dan Dion yang mana kali ini mereka merasa sangat aneh dan heran, karena wajah Dion sangat terlihat datar dingin tanpa ekspresi senyum sedikitpun di wajahnya, tidak seperti biasanya yang mana jika bertemu atau menatap mereka wajah Dion selalu ceria dan senyum selalu tersungging di bibirnya tidak seperti saat ini benar-benar saat ini Wajah Dion bagaikan mayat hidup di mana menatap kerumunan banyaknya warga yang ada di depan rumahnya dengan tatapan biasa saja tanpa senyum seolah-olah tidak pernah mengenali dan tidak pernah bertemu dengan mereka.


Beberapa orang mulai berbisik-bisik melihat sikap Dion yang sangat aneh dan juga tidak seperti biasanya dingin datar dan tanpa ekspresi, ada di antara mereka yang mengatakan jika hal itu terjadi karena penyakit yang Dion derita, bahkan ada juga yang mengatakan Mungkin Dion hilang ingatan sehingga ketika dia bangun dan terjaga dari tidurnya serta hidup kembali Dion sudah tidak ingat dengan siapapun.


"Apa benar dugaan kamu itu Tom, masak Dion hilang ingatkan, waduh kasian Sari yang kemarin baru saja Dion tembak untuk jadi pacarnya, "


"Nah, itu dia masalahnya pasti akan sakit hati dan kecewa itu Sari, '

__ADS_1


" Selamat Siang Bapak-bapak dan Ibu ibu sekalian, kami selaku perwakilan dari keluarga Bapak Rahmat ingin menyampaikan sebuah kabar gembira tentang putra Pak Rahmat yang ada di samping kita yaitu Dion dia sudah sembuh dan karena keajaiban maka Dion yang kita lihat sudah mati dan kita akan menguburkannya ternyata Dion bisa hidup kembali, tapi perlu bapak-bapak dan ibu-ibu sekalian pahami Dion sudah tidak ingat dengan nama aslinya untuk itu mulai hari ini para bapak-bapak dan para ibu-ibu serta adik-adik sekalian atau sahabat dan temannya Dion untuk memanggil Dion dengan sebutan atau dengan panggilan Andrean karena ketika Dion sadar dia mengatakan namanya dan meminta dirinya dipanggil dengan sebutan Andrean, semoga apa yang menjadi penjelasan dari kami dan Nama dari Dion yang sudah berganti menjadi Andrean bisa kalian pahami dan Maklumi untuk kedepannya kita sama-sama memanggil Dion dengan sebutan Andrean dan jika ada yang ingin ditanyakan boleh bertanya pada saya dan akhir dikata saya ucapan wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh silakan kembali pulang ke rumah masing-masing, tidak ada lagi acara pemakaman untuk jenazah Dion, maksud saya Andrean jadi kita pulang ke rumah kita masing-masing silakan."


para warga yang berkerumun di rumah Dion akhirnya semua pulang ke rumah masing-masing bubar tidak ada lagi kerumunan orang banyak yang sedang menanti dan ingin melihat jalannya acara pemakaman jenazah Dion.


__ADS_2